Senin, 19/10/26 | 12:25 WIB
  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami
Scientia Indonesia
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
Scientia Indonesia
No Result
View All Result
  • BERITA
  • LITERASI
  • RENYAH
  • TIPS
Home TERAS

Tambang Ilegal Rusak Sungai Batanghari, Warga Dharmasraya Resah

Sabtu, 03/8/24 | 14:43 WIB

Dharmasraya, Scientia.Id – Maraknya aktivitas penambangan diduga tak berizin (ilegal) di sepanjang Daerah Aliran Sungai (DAS) Batanghari, Kabupaten Dharmasraya, semakin mengkhawatirkan. Meski berbagai pihak telah melaporkan permasalahan ini, namun hingga kini belum ada satu pun proyek penambangan yang mengantongi izin resmi mulai dari Sungai Batang Momong sampai ke Jembatan Pulai.

Hasil investigasi gabungan tim media Scientia, Sigapnews, dan Sitinjau Sumbar pada Jumat 2 Agustus 2024 menemukan bahwa tidak ada izin operasional untuk kegiatan penambangan di wilayah tersebut.

Kondisi ini semakin diperparah dengan dampak buruk yang dirasakan langsung oleh masyarakat setempat.

Ariyon, seorang warga Nagari Siguntur, mengungkapkan dampak buruk dari aktivitas tambang ilegal ini.

BACAJUGA

Usai Pengukuhan, DPC PKB se-Sumbar Dituntut Terjemahkan Struktur Menjadi Kerja Nyata

Usai Pengukuhan, DPC PKB se-Sumbar Dituntut Terjemahkan Struktur Menjadi Kerja Nyata

Rabu, 14/10/26 | 01:33 WIB
Muzli Perjuangkan Kelompok Tani Pasaman, Perjuangkan Infrastruktur Jalan

Muzli Perjuangkan Kelompok Tani Pasaman, Perjuangkan Infrastruktur Jalan

Selasa, 13/10/26 | 18:06 WIB

“Sawah-sawah kami sudah habis, ikan sulit ditemukan, dan jalanan menjadi berdebu karena lalu lalang truk pengangkut material,” keluhnya.

Kondisi semakin parah pada musim kemarau, di mana masyarakat terpaksa menggunakan air Sungai Batanghari yang telah tercemar untuk kebutuhan sehari-hari baik itu MCK.

“Sungai yang menjadi sumber kehidupan kami kini tercemar,” ujarnya dengan nada kecewa.

Padahal, Nagari Siguntur merupakan kawasan cagar budaya. Adanya aktivitas pertambangan ilegal ini dinilai sangat merugikan dan menghambat potensi wisata di Dharmasraya.

“Sebagai nagari cagar budaya, kami sangat menyayangkan hal ini,” ucap Ariyon.

Ariyon berharap kepada penegak hukum dan dinas terkait untuk menyelesaikan aktivitas yang dikeluhkan oleh masyarakat selama ini.

Menanggapi persoalan ini, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Dharmasraya, Budi Waluyo, mengakui bahwa kualitas air Sungai Batanghari belum diambang batas dari aktivitas penambangan yang tidak terkendali tersebut.

Ia menegaskan pentingnya izin sebagai dasar untuk melakukan pengawasan dan pembinaan.

“Kita dorong semua pelaku usaha untuk memiliki izin. Dengan izin, kita bisa melakukan pengawasan dan jika mereka melanggar, izinnya bisa dicabut,” tegas Budi.

Saat ini, terdapat lima Perseroan Terbatas (PT) dan Commanditaire Vennootschap (CV) yang sedang dalam proses pengajuan izin lingkungan tersebut antara lain CV Muatiara Chaniago, Dharmasraya Mandiri Sukses, X Dareh, Dharmas Tunggal Sejahtera, dan PT Dharmas Karya Prakarsa.

Namun, Budi mengakui bahwa masih banyak aktivitas penambangan ilegal yang belum berizin di sepanjang Sungai Batanghari.

“Kita harapkan perusahaan yang sedang mengajukan izin ini dapat mengendalikan aktivitas penambangan di wilayah mereka agar tidak memperparah kerusakan lingkungan,” ujarnya.

Lebih lanjut, kalau ternyata tidak mampu mempertanggungjawabkan ini tentu Amdalnya bisa akan di tolak.

Budi juga menjelaskan bahwa proses pengajuan izin lingkungan cukup panjang dan melibatkan beberapa instansi, seperti Perguruan Tinggi, Dinas Pertambangan, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP), dan Dinas Pekerjaan Umum. Perusahaan harus melalui sistem OSS (Online Single Submission) dan memenuhi berbagai syarat, termasuk kesesuaian tata ruang dan persetujuan lingkungan.

“Jadi, DLH bertanggungjawab dengan persetujuan lingkungan, Dinas PU bertanggungjawab atas tata ruang, dan DPMPTSP bertanggungjawab sebagai pengelola perizinan terpadu, tegasnya.

Ancaman terhadap Lingkungan dan Biota

Aktivitas penambangan ilegal tidak hanya merusak lingkungan, tetapi juga mengancam habitat biota air di Sungai Batanghari. Budi Waluyo mengakui bahwa setiap aktivitas manusia pasti berdampak pada lingkungan, namun upaya harus dilakukan untuk meminimalkan dampak tersebut.

“Kita harus menjaga lingkungan agar anak cucu kita bisa menikmatinya,” ujarnya.

Tindak Lanjut Pemerintah

Dinas Lingkungan Hidup Dharmasraya akan menindaklanjuti laporan masyarakat terkait aktivitas penambangan ilegal. Namun, Budi menegaskan bahwa tindakan tegas baru dapat dilakukan jika ada laporan resmi.

“Jika ada laporan resmi, setidak – tidaknya melalui Pers masih bisa kami jadikan dasar untuk melaksanakan pengawasan lanjutan, pencegahan, rapat – rapat koordinasi, tergantung besar kecil dan instensitas permasalahan yang kita hadapi,” pungkasnya.

Baca Juga: Polres Pasbar Tangkap 3 Pelaku Penambang Emas Ilegal

Sungai Batanghari, yang selama ini menjadi sumber kehidupan bagi masyarakat Dharmasraya, kini terancam kerusakan parah akibat aktivitas penambangan ilegal. Harapan masyarakat kini tertuju pada penegak hukum, pemerintah daerah kabupaten Dharmasraya, dan pemerintah daerah Provinsi Sumatra Barat untuk segera bertindak tegas dan memberikan solusi yang berkelanjutan, agar generasi mendatang masih dapat menikmati keindahan dan manfaat dari sungai ini. (tnl/tim)

Tags: DharmasrayaTambang
ShareTweetShareSend
Berita Sebelum

Mahyeldi Sebut Akses ke Pelabuhan Teluk Tapang Sudah Dikerjakan 17,87 dari Total 23,47 Kilometer

Berita Sesudah

Pelatihan Public Speaking Dongkrak Percaya Diri ASN dan Siswa Berprestasi Dharmasraya

Berita Terkait

Usai Pengukuhan, DPC PKB se-Sumbar Dituntut Terjemahkan Struktur Menjadi Kerja Nyata

Usai Pengukuhan, DPC PKB se-Sumbar Dituntut Terjemahkan Struktur Menjadi Kerja Nyata

Rabu, 14/10/26 | 01:33 WIB

Padang, Scientia — Ketua DPW Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Sumatera Barat, Firdaus, mendesak Dewan Pengurus Cabang (DPC) PKB kabupaten dan...

Muzli Perjuangkan Kelompok Tani Pasaman, Perjuangkan Infrastruktur Jalan

Muzli Perjuangkan Kelompok Tani Pasaman, Perjuangkan Infrastruktur Jalan

Selasa, 13/10/26 | 18:06 WIB

PASAMAN,— Anggota DPRD Sumatera Barat, Muzli M. Nur, menyalurkan bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) kepada sejumlah kelompok tani di...

Pascabanjir Bandang, Irman Gusman Dorong Pemkab Solok Susun Ulang Arah Pembangunan

Pascabanjir Bandang, Irman Gusman Dorong Pemkab Solok Susun Ulang Arah Pembangunan

Senin, 12/10/26 | 10:16 WIB

Arosuka, Scientia.id — Banjir bandang yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Solok pada 21 September 2026 menjadi momentum untuk mengevaluasi...

Anak Berkebutuhan Khusus Berhak Fasilitas Layak, Evi Yandri Tinjau SLB Negeri 1 Padang

Anak Berkebutuhan Khusus Berhak Fasilitas Layak, Evi Yandri Tinjau SLB Negeri 1 Padang

Minggu, 11/10/26 | 18:11 WIB

PADANG, - Di balik semangat anak-anak berkebutuhan khusus menuntut ilmu, terdapat kebutuhan akan fasilitas pendidikan yang layak, aman, dan nyaman....

Oknum RSUD Sungai Dareh Dharmasraya Cabuli Pasien

Oknum RSUD Sungai Dareh Dharmasraya Cabuli Pasien

Minggu, 11/10/26 | 16:42 WIB

Dharmasraya Scientia.id — Seorang oknum pegawai RSUD Sungai Dareh berinisial RIP (33) diamankan polisi setelah diduga melakukan pelecehan terhadap pasien...

Bukan Hanya Urusan Suami Istri, Evi Yandri Dorong Ninik Mamak dan Bundo Kanduang Perkuat Ketahanan Keluarga

Bukan Hanya Urusan Suami Istri, Evi Yandri Dorong Ninik Mamak dan Bundo Kanduang Perkuat Ketahanan Keluarga

Sabtu, 10/10/26 | 18:06 WIB

PADANG, – Ketahanan keluarga tidak hanya dibangun dari komitmen suami dan istri, tetapi juga membutuhkan dukungan lingkungan, nilai-nilai adat, serta...

Berita Sesudah
Pelatihan Public Speaking Dongkrak Percaya Diri ASN dan Siswa Berprestasi Dharmasraya

Pelatihan Public Speaking Dongkrak Percaya Diri ASN dan Siswa Berprestasi Dharmasraya

Discussion about this post

POPULER

  • Child Grooming sebagai Bentuk Frasa “Manipulasi Anak”

    Child Grooming sebagai Bentuk Frasa “Manipulasi Anak”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Puisi-puisi Dharma Purnama Putra

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pria ini Taklukan Lele Raksasa Ukurannya Nyaris Tiga Meter

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Puisi-puisi Arza Kailla Chaerani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perbedaan Awalan ber- dan me-

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cahaya dari Surau Tuo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dampak Kecerdasan Buatan (AI) bagi Dunia Pendidikan di Indonesia

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Scientia Indonesia

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026

Navigate Site

  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

No Result
View All Result
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026