Selasa, 17/2/26 | 21:59 WIB
  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami
Scientia Indonesia
  • TERAS
  • EKONOMI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • DAERAH
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
  • TERAS
  • EKONOMI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • DAERAH
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
Scientia Indonesia
No Result
View All Result
  • TERAS
  • EKONOMI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • DAERAH
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • LITERASI
  • RENYAH
  • TIPS
Home LITERASI CERPEN

Setetes Air dalam Bensin

Minggu, 30/6/24 | 09:10 WIB

Esok harinya, kami sudah bersiap untuk melakukan tawaf wada’. Setelah tawaf kami langsung meninggalkan Mekah menuju Jedah dan menginap semalam di Jedah lalu terbang menuju tanah air. Begitu kami akan naik bis kulihat Bu Rohana sehat walafiat,  seperti akan berangkat dari Padang dulu. Semua jamaah melihat kondisi tentu senang. Namun, banyak yang berbisik-bisik tidak jelas. Walaupun hanya bisik-bisik aku dapat juga menangkap isi bisik-bisik jemaah. Intinya, mereka mempertanyakan uang yang digunakannya untuk naik haji. Dari bisik-bisik itu, kudengar berbagai dugaan muncul.

Ketika hari kepulangan tiba, semua jamaah bergembira karena sebentar lagi akan kembali ke tanah air. Semua jamaah tentu berharap pulang dengan memperoleh haji yang mabrur. Setelah menyelesaikan urusan imigrasi, kami naik pesawat dengan tertib. Namun, antrian itu terkadang terhenti karena adanya jamaah yang tidak kuat membawa barang bawaannya sendiri. Dengan memakai baju putih baru dan membawa tetek bengek oleh-oleh di tangan kanan kiri, ada yang bergelantungan di bahu mereka menaiki tangga pesawat dengan susah.

Melihat hal itu aku jadi berpikir, mengapa orang kampungku, terutama ibu-ibu membeli banyak barang dari Mekah. Sudah  jamak, para ibu-ibu  membeli cangkir, gelas kecil, teko, termos  berwana emas, tikar, sementara bapak-bapak membeli Sajadah, selimut, tikar, kopiah haji dan lain-lain. Sejatinya, barang-barang tersebut ada pasar Bukittinggi.

Yang lucunya, ada seorang bapak yang memiliki tiga orang putra dan tiga orang putri. Ia membeli tiga permadani dan tiga selimut tebal. Katanya, ia akan melepas putranya menikah dengan kain selimut itu karena di kampung kami ketika laki-laki akan menikah, mereka harus membawa selimut tebal kerumah istrinya. Sementara, untuk anak perempuan dibelikan tikar permadani. Wah, wah, aku dan adikku sampai terpingkal-pingkal ketika mendengar alasan bapak tersebut membelikan oleh-oleh untuk anaknya yang nantinya menikah. Akibat banyaknya barang yang dibawa, ia terpaksa membayar ongkos kirim.

BACAJUGA

Cerpen Lelaki Tampan yang Membawaku Pergi

Cerpen Lelaki Tampan yang Membawaku Pergi

Minggu, 20/10/24 | 16:56 WIB
Luka Hati

Luka Hati

Minggu, 28/7/24 | 09:37 WIB

Karena lama antri untuk menaiki tangga pesawat, banyak jamaah yang kelelahan sehingga sampai di pesawat mereka  tidur dan beristirahat. Namun, tidak demikian dengan Bu Rohana, ia nampak segar dan ceria sekali. Ia berjalan di atas pesawat dengan alasan akan ke toilet, sepanjang jalan ia menyapa jamaah yang dilaluinya. Tidak tanpak sedikitpun kalau selama di Mekah ia mengalami ganguan kesehatan. Hal ini menjadi pertanyaan besar bagi jemaah lainnya,

Halaman 6 dari 7
Prev1...567Next
Tags: #Armini Arbain
ShareTweetShareSend
Berita Sebelum

Istilah “Magrib” dan “Orang Gila Mana” di Media Sosial

Berita Sesudah

Twenty-Four Eyes: Kehangatan dan Kepiluan dalam Satu Cerita

Berita Terkait

Cahaya dari Surau Tuo

Minggu, 11/1/26 | 22:10 WIB

Sumber: GeminiAI Cerpen: Rivana Dwi Puti* Dari balik buaian terkunci terdengar suara ayam memecah kesunyian panjang, seolah membangunkan seisi surau...

Kayu-Kayu yang Datang Bersama Air

Kayu-Kayu yang Datang Bersama Air

Minggu, 21/12/25 | 09:58 WIB

Gambar: Meta AI Cerpen: Putri Rahma Yanti   Aku bukan anak Sumatera Barat. Aku datang ke tanah ini membawa koper,...

Batu dan Zaman

Batu dan Zaman

Senin, 15/12/25 | 06:55 WIB

  Gambar dibuat dengan Meta AI Cerpen: Hasbi Witir   Di sebuah lorong yang bising dan pengap dengan bau yang...

Cerpen Lelaki Tampan yang Membawaku Pergi

Cerpen Lelaki Tampan yang Membawaku Pergi

Minggu, 20/10/24 | 16:56 WIB

Cerpen: Armini Arbain Senja turun dengan cepat dan azan magrib pun berkumandang dengan merdunya. Seperti biasa aku bergegas mengambil Alquran,...

Luka Hati

Luka Hati

Minggu, 28/7/24 | 09:37 WIB

Oleh: Armini Arbain*   Baru saja aku duduk melepas lelah setelah memberi penyegar pada wajah seorang ibu yang facial, Hp-ku...

Diriku dan Keterlambatan

Minggu, 16/4/23 | 12:12 WIB

Cerpen: Ibnu Naufal   Aku tak mengerti terkadang dengan diriku sendiri. Diri yang begitu unik dan istimewa, menuntut untuk diperlakukan istimewa oleh...

Berita Sesudah
Sebagian Tidak Suka Orang yang Banyak Cerita

Twenty-Four Eyes: Kehangatan dan Kepiluan dalam Satu Cerita

Discussion about this post

POPULER

  • Nilai-Nilai Religius pada Karya Andreas Gryphius

    Membaca Cerpen “Robohnya Surau Kami” dari Perspektif Psikoanalisis

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pemerintah Tetapkan 1 Ramadan 1447 H Jatuh pada 19 Februari 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 1 Ramadan 1447 H, PD Muhammadiyah Pariaman Ikuti Maklumat Pimpinan Pusat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Oleh sebab itu, Oleh karena itu, atau Maka dari Itu?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cerpen “Pulanglah, Bujang” Karya Hasbunallah Haris dan Ulasannya oleh Azwar Sutan Malaka

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perbedaan Kata “kepada”, “untuk”, dan “bagi”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Apakah Kata “bapak” dan “ibu” Harus Ditulis dalam Huruf Kapital ?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Scientia Indonesia

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2024

Navigate Site

  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

No Result
View All Result
  • TERAS
  • EKONOMI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • DAERAH
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2024