Selasa, 17/2/26 | 22:16 WIB
  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami
Scientia Indonesia
  • TERAS
  • EKONOMI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • DAERAH
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
  • TERAS
  • EKONOMI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • DAERAH
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
Scientia Indonesia
No Result
View All Result
  • TERAS
  • EKONOMI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • DAERAH
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • LITERASI
  • RENYAH
  • TIPS
Home LITERASI CERPEN

Setetes Air dalam Bensin

Minggu, 30/6/24 | 09:10 WIB

Setelah salat Asar, banyak jamaah yang pergi ke pasar, termasuk ibu Rohana dan ibu Asma. Sementara itu, aku dan adikku tidak pergi karena kami menyiapkan makan malam. Kebetulan dalam regu kami, selain aku dan kedua sepupuku  jamaah lain  sudah berusia di atas 50-an bahkan ada yang berusia di atas delapan puluh sehingga untuk makan semua anggota regu kamilah bertanggung jawab.

Kedua ibu yang pergi ke pasar itu, berjanji akan ke pemondokan menjelang magrib. Namun, ketika kami akan  ke masjid, kedua ibu itu belum kembali ke pemondokan. Anggota regu yang lain mulai mencemaskan. Ketua regu menenangkan kami. Mungkin kedua ibu tersebut langsung ke masjid karena jarak pasar dengan Masjid Nabawi tidak begitu jauh. Akan tetapi, malamnya,  setelah kami pulang dari masjid kedua ibu itu belum ada di pemondokan. Sampai pukul sebelas malam mereka belum menampakkan diri sehingga ketua regu melapor ke ketua kelompok. Ketua kelompok dan ketua regu pun mencari kedua ibu itu namun tidak membuahkan hasil. Kami tidur dengan perasaan resah dan khawatir. Esok pagi, sekitar pukul tujuh, keduanya muncul di depan pemondokan diantar oleh petugas. Petugas menceritakan kalau keduanya kesasar dan tidur di emperan toko.

Siangnya, Ibu Rohana, salah seorang dari kedua ibu yang diantar petugas, mengalami demam tinggi. Setelah diperiksa oleh tim kesehatan, demamnya mulai berkurang. Namun, mengingat cuaca sangat panas, Ibu Rohana tidak diperbolehkan ke masjid oleh dokter.  Malamnya, Bu Rohana demam lagi. Badannya panas dan disertai dengan batuk.  Walaupun telah diberi obat, demamnya tidak kunjung turun. Ia tidak mau makan dan badannya makin lemah sehingga sampai hari kedelapan kami di Madinah, ia tidak kunjung sehat. Pada hal esoknya, sehabis salat zuhur kami harus berangkat ke Mekah.

Esoknya, setelah sarapan dan makan obat kondisinya cukup segar dan ia mulai berkemas. Setelah salat zuhur kami akan langsung berangkat ke Mekah. Menjelang zuhur kami sudah disuruh untuk memakai pakaian ihram karena karena selesai salat zuhur sebagai penutup salat arbain di Masjid Nabawi kami akan lansung mengambil Miqat di Tan’im. Semua telah siap berangkat termasuk Ibu Rohana. Namun, ketika kami akan berangkat, ia mengalami sakit perut luar biasa, bahkan sampai mencret-mencret sehingga baju ihramnya tidak bisa dipakai lagi.  Untung saja petugas kesehatan memiliki baju cadangan sehingga setelah dimandikan perawat, ia terpaksa  mengenakan pakaian ihram milik petugas kesehatan.

BACAJUGA

Cerpen Lelaki Tampan yang Membawaku Pergi

Cerpen Lelaki Tampan yang Membawaku Pergi

Minggu, 20/10/24 | 16:56 WIB
Luka Hati

Luka Hati

Minggu, 28/7/24 | 09:37 WIB

Bis telah menunggu jamaah untuk berangkat. Kondisi Ibu Rohana tidak memungkinkan ikut dengan bis rombongan sehingga ia harus naik ambulan ditemani oleh petugas kesehatan. Sejak itu sampai beberapa hari kami di Mekah, barulah Ibu Rohana bisa bergabung dengan kami di pemondokan. Rupanya, dari  Madinah, ia langsung dibawa ke rumah sakit di Mekah karena  kondisi kesehatannya yang lemah. Cukup miris kondisinya namun yang lebih miris lagi, sejak kedatangannya di Mekah, ia belum pernah melihat Ka’bah karena kondisi kesehatannya yang tidak baik.

Halaman 3 dari 7
Prev1234...7Next
Tags: #Armini Arbain
ShareTweetShareSend
Berita Sebelum

Istilah “Magrib” dan “Orang Gila Mana” di Media Sosial

Berita Sesudah

Twenty-Four Eyes: Kehangatan dan Kepiluan dalam Satu Cerita

Berita Terkait

Cahaya dari Surau Tuo

Minggu, 11/1/26 | 22:10 WIB

Sumber: GeminiAI Cerpen: Rivana Dwi Puti* Dari balik buaian terkunci terdengar suara ayam memecah kesunyian panjang, seolah membangunkan seisi surau...

Kayu-Kayu yang Datang Bersama Air

Kayu-Kayu yang Datang Bersama Air

Minggu, 21/12/25 | 09:58 WIB

Gambar: Meta AI Cerpen: Putri Rahma Yanti   Aku bukan anak Sumatera Barat. Aku datang ke tanah ini membawa koper,...

Batu dan Zaman

Batu dan Zaman

Senin, 15/12/25 | 06:55 WIB

  Gambar dibuat dengan Meta AI Cerpen: Hasbi Witir   Di sebuah lorong yang bising dan pengap dengan bau yang...

Cerpen Lelaki Tampan yang Membawaku Pergi

Cerpen Lelaki Tampan yang Membawaku Pergi

Minggu, 20/10/24 | 16:56 WIB

Cerpen: Armini Arbain Senja turun dengan cepat dan azan magrib pun berkumandang dengan merdunya. Seperti biasa aku bergegas mengambil Alquran,...

Luka Hati

Luka Hati

Minggu, 28/7/24 | 09:37 WIB

Oleh: Armini Arbain*   Baru saja aku duduk melepas lelah setelah memberi penyegar pada wajah seorang ibu yang facial, Hp-ku...

Diriku dan Keterlambatan

Minggu, 16/4/23 | 12:12 WIB

Cerpen: Ibnu Naufal   Aku tak mengerti terkadang dengan diriku sendiri. Diri yang begitu unik dan istimewa, menuntut untuk diperlakukan istimewa oleh...

Berita Sesudah
Sebagian Tidak Suka Orang yang Banyak Cerita

Twenty-Four Eyes: Kehangatan dan Kepiluan dalam Satu Cerita

Discussion about this post

POPULER

  • Nilai-Nilai Religius pada Karya Andreas Gryphius

    Membaca Cerpen “Robohnya Surau Kami” dari Perspektif Psikoanalisis

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pemerintah Tetapkan 1 Ramadan 1447 H Jatuh pada 19 Februari 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 1 Ramadan 1447 H, PD Muhammadiyah Pariaman Ikuti Maklumat Pimpinan Pusat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Oleh sebab itu, Oleh karena itu, atau Maka dari Itu?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cerpen “Pulanglah, Bujang” Karya Hasbunallah Haris dan Ulasannya oleh Azwar Sutan Malaka

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perbedaan Kata “kepada”, “untuk”, dan “bagi”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Apakah Kata “bapak” dan “ibu” Harus Ditulis dalam Huruf Kapital ?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Scientia Indonesia

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2024

Navigate Site

  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

No Result
View All Result
  • TERAS
  • EKONOMI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • DAERAH
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2024