Jumat, 16/1/26 | 18:08 WIB
  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami
Scientia Indonesia
  • TERAS
  • EKONOMI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • DAERAH
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
  • TERAS
  • EKONOMI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • DAERAH
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
Scientia Indonesia
No Result
View All Result
  • TERAS
  • EKONOMI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • DAERAH
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • LITERASI
  • RENYAH
  • TIPS
Home LITERASI KLINIK BAHASA

Penggunaan Preposisi “di” di dalam Kalimat

Minggu, 23/6/24 | 10:14 WIB
Oleh: Elly Delfia (Dosen Program Studi Sastra Indonesia FIB Universitas Andalas)

Preposisi merupakan nama lain dari kata depan. Kridalaksana (2008:199) mendefinisikan preposisi sebagai partikel yang dalam bahasa tipe VO (verba obyek) terletak di depan nomina dan menghubungkannya dengan kata lain dalam ikatan eksosentris, misalnya di, ke, dari.

Ada beberapa jenis preposisi dalam bahasa Indonesia, yaitu di, ke, dari, pada, kepada. Preposisi termasuk ke dalam golongan kata tugas. Penggolongan ini sesuai dengan penggolongan jenis kata yang ada dalam Tata bahasa Baku Bahasa Indonesia dan juga penggolongan kata menurut konsep tata bahasa tradisional (Mulyono, 2013:55). Preposisi mempunyai posisi yang sama dengan konjungsi (kata penghubung), artikula (kata sandang), dan interjeksi (kata seru), yakni sama-sama tergolong jenis kata tugas atau partikel. Preposisi tidak memiliki arti atau makna leksikal sebelum bergabung dengan kata dasar. Saat berdiri sendiri, preposisi hanya mempunyai makna gramatikal.

Penggunaan preposisi dalam menulis perlu diperhatikan agar tidak keliru penempatannya dalam kalimat. Beberapa kesalahan penggunaan preposisi sering ditemukan, terutama dalam penulisan karya ilmiah, seperti skripsi, tesis, disertasi, dan artikel ilmiah lainnya.

Di antara preposisi yang ada, preposisi di sering keliru penggunaannya dan tidak sesuai fungsinya dalam kalimat. Fungsi preposisi menurut Ramlan (2008:66) adalah menunjukkan pertalian semantik antara kata atau frasa yang mengikutinya. Pertalian semantik harus menghasilkan makna yang tepat. Frasa atau kata yang dapat menunjukkan pertalian makna semantik dengan preposisi di adalah frasa nomina atau nomina (kata benda) yang bermakna tempat, lokasi, serta arah dan posisi.

BACAJUGA

Struktur Kalimat Peraturan Perundang-undangan

Problematika Penulisan Kata Majemuk

Minggu, 28/12/25 | 23:00 WIB
Struktur Kalimat Peraturan Perundang-undangan

Literasi Semiotika dan Hermeneutika untuk Bencana

Senin, 08/12/25 | 07:55 WIB

Contoh penggabungan preposisi di dengan frasa nomina atau nomina yang menunjukkan makna tempat.

  1. Kami belajar di ruang kelas.
  2. Ayah sedang duduk di beranda.
  3. Paman istirahat di kamar tidur.
  4. Organisasi jurnalistik mahasiswa sedang rapat di Gedung G.
  5. Presiden Joko Widodo menerima tamu kenegaraan di Istana Merdeka.

Contoh penggabungan preposisi di dengan frasa nomina atau nomina yang menunjukkan lokasi atau kawasan.

  1. Rara membeli rumah di Kecamatan Kuranji.
  2. Andi bertemu Bayu di Kota Padang.
  3. Kampus Universitas Andalas terletak di Kelurahan Limau Manis.
  4. Keponakan Bu Ani bekerja di Kota Bukittinggi.
  5. Udara kurang segar di kawasan industri itu.

Contoh penggabungan preposisi di dengan frasa nomina atau nomina yang menunjukkan arah dan posisi.

  1. Saya tidak menemukan toko batik di sekitar Plaza Andalas.
  2. Ruang apartemen lantai empat terletak di atas lantai tiga.
  3. Gunung Merapi berlokasi di utara Kota Yogyakarta.
  4. Ketika gempa itu terjadi, orang-orang berada di luar gedung.
  5. Adik menyembunyikan mainannya di bawah lemari.

Dari ketiga contoh di atas, dapat disimpulkan bahwa preposisi digunakan untuk menunjukkan tempat dengan ruang lingkup yang lebih kecil dan terbatas, lokasi dengan ruang lingkup yang lebih luas, serta arah dan posisi dengan ruang lingkup yang menunjukkan tujuan.

Selain contoh-contoh di atas, preposisi di terkadang juga digunakan dengan cara yang keliru. Contoh penggunaan preposisi di yang keliru, di antaranya:

  1. Anies Baswedan dan Ridwan Kamil akan berlaga di pilkada DKI Jakarta.
  2. Semua masalah yang terjadi di masyarakat harus diselesaikan sesegera mungkin.
  3. Pasangan Prabowo-Gibran menang di pemilu putaran pertama.
  4. Saya melihat bulan purnama di malam hari.
  5. Beberapa kesalahan pengetikkan ditemukan di skripsi mahasiswa.

Agar benar dan tepat, penggunaan preposisi di pada kalimat-kalimat di atas dapat diperbaiki menjadi sebagai berikut:

  1. Anies Baswedan dan Ridwan Kamil akan berlaga pada pilkada DKI Jakarta.
  2. Semua masalah yang terjadi di dalam masyarakat harus diselesaikan segera mungkin.
  3. Pasangan Prabowo-Gibran menang pada pemilu putaran pertama.
  4. Saya melihat bulan purnama pada malam hari.
  5. Beberapa kesalahan pengetikkan ditemukan di dalam skripsi mahasiswa.

Kekeliruan tersebut disebabkan oleh kata atau frasa yang mengikutinya tidak termasuk ke dalam frasa nomina yang menunjukkan tempat, lokasi, arah, dan posisi, tetapi preposisi yang menunjukkan peristiwa atau kegiatan (pilkada, pemilu), waktu (malam hari), dan juga nomina penunjuk arah yang tidak lengkap. Nomina penunjuk arah tersebut seharusnya ditambahkan dengan kata dalam (di dalam masyarakat dan di dalam skripsi). Jadi, preposisi yang lebih tepat digunakan sebagai pengganti preposisi di pada kalimat-kalimat di atas adalah preposisi pada dan preposisi di dalam. Demikian penjelasan mengenai penggunaan preposisi di di dalam kalimat. Semoga dapat menambah pengetahuan kebahasaan, terutama pengetahuan tentang penggunaan preposisi dalam bahasa Indonesia.

Tags: #Elly Delfia
ShareTweetShareSend
Berita Sebelum

Budaya Makan Bersama yang Hangat di Korea Selatan

Berita Sesudah

Metafora di dalam Puisi “Layang-Layang” karya Sapardi

Berita Terkait

Kapitil, Kosakata Baru dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia

Kapitil, Kosakata Baru dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia

Minggu, 11/1/26 | 09:57 WIB

Oleh: Dr. Ria Febrina, S.S., M.Hum. (Dosen Prodi Sastra Indonesia dan S2 Linguistik FIB Universitas Andalas) Tiba-tiba warganet Indonesia heboh...

Perbedaan Kata “kepada”, “untuk”, dan “bagi”

Onde-Onde dan Klepon: Perbedaan Budaya, Perbedaan Nama

Minggu, 11/1/26 | 09:39 WIB

Oleh: Reno Wulan Sari (Dosen Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) di Busan University of Foreign Studies, Korea Selatan) Tidak...

Dari Sawah ke Timeline: Kisah Kata “Ani-ani” yang Berubah Arti

Dari Sawah ke Timeline: Kisah Kata “Ani-ani” yang Berubah Arti

Minggu, 04/1/26 | 21:16 WIB

Oleh: Arum Rindu Sekar Kasih (Mahasiswa Program Doktor Ilmu-Ilmu Humaniora Universitas Gadjah Mada)    Beberapa waktu lalu, publik dihebohkan dengan...

Struktur Kalimat Peraturan Perundang-undangan

Problematika Penulisan Kata Majemuk

Minggu, 28/12/25 | 23:00 WIB

Oleh: Elly Delfia (Dosen Prodi Sastra Indonesia dan S2 Linguistik Universitas Andalas) Kata majemuk atau kompositum sering menjadi problem dalam...

Perbedaan Kata “kepada”, “untuk”, dan “bagi”

Perbedaan Frasa “Sepatu Baru” dan “Sepatu yang Baru”

Minggu, 21/12/25 | 08:22 WIB

Oleh: Reno Wulan Sari (Dosen Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing di Busan University of Foreign Studies, Korea Selatan) Dari judul...

Serba-serbi Kritik Sosial Habis Lebaran

Penulisan Nama dalam Bahasa Asing

Minggu, 21/12/25 | 07:51 WIB

  Ria Febrina (Dosen Prodi Sastra Indonesia dan Prodi S2 Linguistik Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas) Suatu hari saya mendapat...

Berita Sesudah
Metafora di dalam Puisi “Layang-Layang” karya Sapardi

Metafora di dalam Puisi “Layang-Layang” karya Sapardi

Discussion about this post

POPULER

  • Wali Kota Padang Fadly Amran, mengusulkan sejumlah proyek pelestarian lingkungan bagi Kota Padang dalam skema kerja sama bilateral Indonesia-Jerman di tahun 2026.(Foto:Ist)

    Wali Kota Padang Usulkan Proyek Lingkungan Hidup Pada Negara Jerman

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perbedaan Kata “kepada”, “untuk”, dan “bagi”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Se Indonesia, seIndonesia, atau se-Indonesia?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Denda PDAM Kota Padang Membingungkan, Tagihan Sampah Dipungut Meski Tak Diangkut

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • PDAM Kota Padang Putuskan Sambungan Air Tanpa Peringatan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kapitil, Kosakata Baru dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Wawako Padang Tegaskan Gerakan Pramuka Pembentuk Generasi Muda

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Scientia Indonesia

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2024

Navigate Site

  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

No Result
View All Result
  • TERAS
  • EKONOMI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • DAERAH
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2024