Senin, 21/9/26 | 10:29 WIB
  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami
Scientia Indonesia
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
Scientia Indonesia
No Result
View All Result
  • BERITA
  • LITERASI
  • RENYAH
  • TIPS
Home LITERASI ARTIKEL

Mengenang Pak Alwi Dahlan: Begawan Ilmu Komunikasi Indonesia

Kamis, 21/3/24 | 12:03 WIB

Oleh: Alfitri
(Dosen FISIP Universitas Andalas)

 

Hari lebaran kedua di bulan Agustus tahun 2012, saya dijemput Dr. Yuliandre Darwis di salah satu hotel di Jakarta Selatan. Pagi menjelang siang itu, kami bermaksud untuk berlebaran ke rumah Pak Alwi Dahlan di bilangan Cipete, Jakarta Selatan.

BACAJUGA

Puisi-puisi Wulan Darma Putri

Mengenal Polisemi dan Homonimi dalam Bahasa Indonesia

Minggu, 20/9/26 | 15:43 WIB
Representasi Perempuan dalam Novel “Perempuan di Titik Nol dan Entrok: Kajian Feminisme”

Menyusuri Luka Kanak-kanak dalam Kumpulan Puisi “Belajar Menanggalkan Bulan”

Minggu, 13/9/26 | 22:05 WIB

Di samping berlebaran, kami ingin mengundang beliau untuk memberi kuliah umum dalam rangka peresmian pembukaan Prodi Magister Ilmu Komunikasi FISIP Universitas Andalas. Beberapa waktu sebelumnya, dengan dukungan kerja sama dari Kementerian Kominfo RI, FISIP Universitas Andalas baru saja mendapat mandat dari Dirjen Dikti Kemendikbud RI untuk membuka prodi tersebut.

Ketika itu, kepada Dr. Yuliandre Darwis saya katakan bahwa untuk kuliah umum perdana Prodi Magister Ilmu Komunikasi mesti diberikan oleh Begawan atau Bapak Ilmu Komunikasi Indonesia betul. Pertama, untuk sisi keilmuannya sendiri. Kedua, yang tak kalah penting bagi institusi tentu untuk sisi “marketing” dan “branding”-nya. “Benar sekali Pak Dekan, mudah-mudahan beliau bersedia”, jawab Dr Yuliandre Darwis.

Seperti diketahui, Prof. Dr. M. Alwi Dahlan memang adalah peletak dasar dan figur yang banyak berkontribusi bagi pengembangan Ilmu Komunikasi di Indonesia. Beliau meraih gelar MA di Universitas Stanford (1962) dan Ph.D. dari Universitas Illinois (1967) Amerika Serikat dan ia menjadi orang Indonesia pertama yang bergelar doktor bidang Ilmu Komunikasi di Indonesia.

Selain itu, beliau menjadi salah seorang dari beberapa orang tokoh “generasi emas” ilmuwan sosial Indonesia awal tamatan Amerika Serikat. Tokoh lainnya antara lain sosiolog Prof. Dr. Selo Soemardjan (Univ. Cornell, 1959), sosiolog Prof. Dr. Umar Kayam (Univ. Cornell, 1965), sejarawan Prof. Dr. Taufik Abdullah (Univ. Cornell, 1970) dan ahli ilmu politik Dr. Alfian (Univ. Wisconsin, 1970).

Prof. Dr. M. Alwi Dahlan sendiri pernah menjadi Ketua Umum Himpunan Indonesia untuk Pengembangan Ilmu-Ilmu Sosial (HIPIIS) tahun 1984-1995. Dalam kapasitas sebagai Ketua Umum HIPIIS itu pula beliau ikut merekomendasi dan mendukung berdirinya FISIP Universitas Andalas tahun 1993 yang lalu.

Sebelumnya, di akhir tahun 1980-an, ketika menjadi Asisten Menteri Negara Kependudukan dan Lingkungan Hidup beliau beberapa kali berkunjung dan juga melakukan kerja sama penelitian dengan Jurusan Sosiologi Universitas Andalas yang waktu itu dipimpin Prof. Dr. Abd. Aziz Saleh. Antara lain, waktu itu penelitian tentang Keserasian Sosial di Perkotaan di mana saya dan sejumlah teman ikut dilibatkan sebagai tim peneliti.

Oleh sebab itu, ketika saya dan Dr. Yuliandre Darwis berlebaran ke rumah Pak Alwi Dahlan, kami diterimanya dengan hangat dan ramah. Beliau banyak berkisah tentang suka duka pengalamannya ketika dulu kuliah di Amerika Serikat, termasuk ketika juga pernah nyambi sebagai penjaga malam. Seperti biasa, beliau berbicara dengan sistematis, tutur kata yang lembut dan terjaga. Selain itu, beliau juga bercerita tentang kesibukannya sesudah purnatugas sebagai guru besar di FISIP UI.

Beliau senang dan antusias mendengar paparan kami tentang perkembangan FISIP Universitas Andalas yang dulu pendiriannya juga ikut didukung beliau. Oleh karena itu, kami yang mengundang senang sekali ketika Pak Alwi Dahlan bersedia datang untuk memberi kuliah umum perdana Prodi Magister Ilmu Komunikasi FISIP Universitas Andalas. Soal besaran honornya, tidak usah dipikirkan betul, kata beliau sambil tersenyum.

Kemarin, Rabu (20/03/2024) Pak Alwi Dahlan berpulang ke rahmatullah. Bapak atau Begawan Ilmu Komunikasi Indonesia, kelahiran Padang 90 tahun yang lalu itu telah meninggalkan banyak jejak karya dan pengabdian. Semoga almarhum husnul khatimah dan mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT. Aamiin.*

Tags: #Alfitri
ShareTweetShareSend
Berita Sebelum

Wakil Ketua DPRD Ungkap Capaian Kinerja Pemerintah Dharmasraya

Berita Sesudah

Wali Kota Bukittinggi Raih Penghargaan Top Pembina BUMD 2024

Berita Terkait

Puisi-puisi Wulan Darma Putri

Mengenal Polisemi dan Homonimi dalam Bahasa Indonesia

Minggu, 20/9/26 | 15:43 WIB

Oleh: Noor Alifah (Mahasiswa Sastra Indonesia FIB Universitas Andalas)   Pernahkah Anda mendengar kalimat "kepala sekolah itu sedang memegang kepalanya...

Representasi Perempuan dalam Novel “Perempuan di Titik Nol dan Entrok: Kajian Feminisme”

Menyusuri Luka Kanak-kanak dalam Kumpulan Puisi “Belajar Menanggalkan Bulan”

Minggu, 13/9/26 | 22:05 WIB

Oleh: Rosidatul Arifah (Alumni S1 Sastra Indonesia Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas)  Awal September 2026 ini memberikan angin ceria pada...

Kapitalisme dan Kontradiksi Kemajuan dalam Sastra Indonesia

Modernisme dan Dunia yang Dinamis dalam Karya Sastra

Minggu, 13/9/26 | 09:35 WIB

Oleh: Maharani Syifa Ramadhan (Alumni Sastra Indonesia FIB Universitas Andalas dan Mahasiswa Program Magister Sastra Kontemporer, Universitas Padjajaran)   Modernisme...

Benarkah Onomatope Arbitrer?

Benarkah Onomatope Arbitrer?

Minggu, 13/9/26 | 08:48 WIB

Oleh: Ahmad Hamidi dan Andina Meutia Hawa (Dosen Prodi Sastra Indonesia FIB Universitas Andalas)    Seekor anjing sedang menggonggong di...

Semantik-Pragmatik Ketika Pulang Tidak Selalu Berarti Kembali

Semantik-Pragmatik Ketika Pulang Tidak Selalu Berarti Kembali

Minggu, 06/9/26 | 11:00 WIB

Oleh: Hasbi Witir (Mahasiswa Prodi Sastra Indonesia FIB Universitas Andalas)   Kata pulang merupakan kata yang sangat dekat dengan kehidupan...

Puisi-puisi M. Subarkah

Jangan Tunggu Hutan Habis untuk Sadar

Minggu, 06/9/26 | 10:37 WIB

Oleh: M. Subarkah (Mahasiswa Magister Linguistik FIB Universitas Andalas) Kita sering baru mengingat hutan ketika bencana datang. Ketika hujan turun...

Berita Sesudah

Wali Kota Bukittinggi Raih Penghargaan Top Pembina BUMD 2024

Discussion about this post

POPULER

  • Lele Raksasa (Foto: Ist)

    Pria ini Taklukan Lele Raksasa Ukurannya Nyaris Tiga Meter

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Child Grooming sebagai Bentuk Frasa “Manipulasi Anak”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Puisi-puisi Arza Kailla Chaerani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Puisi-puisi Dharma Purnama Putra

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perbedaan Awalan ber- dan me-

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cahaya dari Surau Tuo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mengenal Polisemi dan Homonimi dalam Bahasa Indonesia

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Scientia Indonesia

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026

Navigate Site

  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

No Result
View All Result
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026