Jumat, 23/10/26 | 09:10 WIB
  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami
Scientia Indonesia
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
Scientia Indonesia
No Result
View All Result
  • BERITA
  • LITERASI
  • RENYAH
  • TIPS

Dongeng-Dongeng Lawrence Schimel untuk Penulis

Minggu, 14/1/24 | 11:46 WIB

BACAJUGA

Diduga Timbun dan Jual Kembali Solar Subsidi, Dua Pria di Sijunjung Diamankan Polisi

Diduga Timbun dan Jual Kembali Solar Subsidi, Dua Pria di Sijunjung Diamankan Polisi

Jumat, 23/10/26 | 05:41 WIB
[foto:ist]

Peringati Hari Santri, Cak Imin Soroti Kemiskinan dan Ketertinggalan Teknologi

Jumat, 23/10/26 | 00:25 WIB

Lastry Monika

(Kolumnis Rubrik Renyah)

 

Kumpulan Dongeng untuk Penulis adalah buku yang amat tipis. Keseluruhan buku dongeng karya Lawrence Schimel ini hanya berjumlah 37 halaman. Meski tipis, buku ini terdiri dari 13 macam dongeng seputar dunia penulisan dan penerbitan. Tiap judul juga berbentuk tulisan yang amat pendek, yaitu hanya 2 hingga 3 halaman.

Akan tetapi, buku yang tipis dan dongeng-dongeng pendek yang terdapat di dalamnya bagai pisau dengan ketajaman yang menakutkan. Melalui goresan kecil, pembaca dapat mengintip dunia penulisan dan penerbitan dengan beragam bentuk: dipenuhi tipu daya, akal bulus, kritikus jahat, persaingan licik, kebohongan, penulis bayangan, pemerasan, dan misteri-misteri yang kadang juga menakjubkan.

Schimel mengawali dongengnya dengan kisah “Putri Duyung” yang terlena dengan gaya minimalistik penulis laki-laki yang tampak penuh karisma dalam setiap lokakarya penulisan kreatifnya. Ia menjanjikan hal-hal manis kepada setiap perempuan yang ingin menjadi penulis ketika membicarakan karya mereka. Namun rupanya sikap tersebut hanyalah tipu daya untuk tebar pesona dan menjadikan setiap perempuan yang digandengnya berada di bawah bayang-bayangnya.

Dongeng kemudian berlanjut pada akal bulus penerbit nakal. Tampaknya tidaklah jarang sebuah penerbit mengadakan lomba menulis berbayar dengan hasil akhir menerbitkan buku antologi karya-karya yang katanya ‘terbaik’ dari para peserta lomba. Namun, setiap peserta yang karyanya ikut dimuat dalam buku itu tidak mendapat satu eksemplar pun secara gratis. Bila ingin punya, mereka harus membelinya. Tipu muslihat licik ini sulit disadari setiap yang terlanjur masuk ke dalam perangkapnya karena dikemas puja-puji dan kata-kata manis yang menyanjung hati.

Selain akal bulus penerbit nakal, juga ada kritikus jahat yang suka membungkam imajinasi penulis-penulis yang baru hendak menetas. Mereka suka melontarkan komentar-komentar tajam dan runcing yang mencabik dan mengerdilkan khayalan dan imajinasi yang baru saja mengendap di kepala. Alhasil, penulis belia yang baru hendak menetas ini menjadi “Putri Tidur” yang pada akhirnya terlambat bangun atau tidak pernah bangun sama sekali.

Mereka, para kritikus itu kebanyakan kritikus abal-abal yang bahkan tidak mengerti dunia menulis. Mereka tidak mengerti bila ada kepala yang dijejali bertumpuk-tumpuk ide yang harus segera dituang dalam bentuk tulisan. Seringkali pula, kritikus itu adalah orang terdekat seperti orang tua, saudara, dan pasangan. Padahal tidaklah sulit mengatakan, “Teruslah menulis!”

Dongeng lainnya dari Schimel berkisah tentang seorang penulis pemalu yang lebih suka memendam bakat. Bila dipaksa muncul ke permukaan ia bersembunyi di balik inisial yang sulit dilacak editor yang mungkin saja jungkir balik untuk bisa bertemu dan bernegosiasi tentang penerbitan tulisannya. Penulis pemalu serupa ini alangkah baiknya bila bertemu dengan kawan baik hati yang punya antusias berlebih untuk mengirimkan karyanya. Beruntung kisah yang satu ini berakhir bahagia.

Agaknya, penulis berbakat tetapi pemalu lebih baik daripada penulis yang menjual kebohongan dan penulis bayangan. Akan tetapi, yang lebih buruk dari itu ialah penulis tukang iri. Mereka mencemooh penulis produktif yang tulisannya begitu-begitu saja. Di belakang mereka berkoar-koar dan mengatakan “karya sampah”. Namun, menyaksikan karya yang kata mereka sampah itu amat laku di pasaran, tergerak pula hatinya untuk menulis dengan cara yang sama.

Meski Schimel mengawali dongeng-dongengnya dengan cerita yang cukup menyedihkan, ia mengakhirinya dengan kisah yang membahagiakan. Penulis tidak selalu memiliki ide untuk dituangkan dalam bentuk tulisan. Adakalnya masa paceklik itu datang dan setiap tulisan yang ditulis mendapat penolakan. Akan tetapi, setelah masa paceklik itu berhasil dilewati, Schimel megatakan rasanya seperti “pulang kampung setelah sekian lama”.

ShareTweetShareSend
Berita Sebelum

Dongeng-Dongeng Lawrence Schimel untuk Penulis

Berita Sesudah

Puisi-puisi Nining Nirmala Sari dan Ulasannya Oleh Ragdi F Daye

Berita Terkait

Diduga Timbun dan Jual Kembali Solar Subsidi, Dua Pria di Sijunjung Diamankan Polisi

Diduga Timbun dan Jual Kembali Solar Subsidi, Dua Pria di Sijunjung Diamankan Polisi

Jumat, 23/10/26 | 05:41 WIB

SIJUNJUNG, Scientia.id — Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Sijunjung mengungkap dua kasus dugaan penyalahgunaan pengangkutan dan niaga bahan bakar minyak (BBM)...

[foto:ist]

Peringati Hari Santri, Cak Imin Soroti Kemiskinan dan Ketertinggalan Teknologi

Jumat, 23/10/26 | 00:25 WIB

Pekanbaru, Scientia — Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) menjadikan peringatan Hari Santri Nasional 2026 sebagai momentum memperkuat peran pesantren sekaligus menjawab...

Hari Santri Nasional, PKB Sumbar Bagikan Masker

Hari Santri Nasional, PKB Sumbar Bagikan Masker

Kamis, 22/10/26 | 20:49 WIB

Padang, Scientia – DPW Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Sumatera Barat membagikan masker kepada masyarakat di Kota Padang dalam momentum Hari...

Perbaiki Akses Warga, Pemkab Dharmasraya Ganti Lantai Dua Jembatan Bailey dengan Baja

Perbaiki Akses Warga, Pemkab Dharmasraya Ganti Lantai Dua Jembatan Bailey dengan Baja

Kamis, 22/10/26 | 16:51 WIB

Dharmasraya, Scientia.id — Respons cepat Bupati Dharmasraya, Annisa Suci Ramadhani, dalam mendorong perbaikan infrastruktur daerah kembali dirasakan masyarakat Kecamatan Timpeh,...

Sengketa 5.000 Hektare Tanah Ulayat di Dharmasraya Digugat, Penggugat Tuntut Ganti Rugi Rp1,3 Triliun

Sengketa 5.000 Hektare Tanah Ulayat di Dharmasraya Digugat, Penggugat Tuntut Ganti Rugi Rp1,3 Triliun

Kamis, 22/10/26 | 15:58 WIB

Dharmasraya, Scientia.id — Sengketa penguasaan tanah ulayat seluas sekitar 5.000 hektare di Jao, Kecamatan Timpeh, Kabupaten Dharmasraya, bergulir ke Pengadilan...

Perluasan Area Perkebunan, Kabupaten Solok Siap jadi Lumbung Kopi dan Kakao Nasional

Perluasan Area Perkebunan, Kabupaten Solok Siap jadi Lumbung Kopi dan Kakao Nasional

Kamis, 22/10/26 | 15:45 WIB

Kabupaten Solok, Scientia.id - Pemerintah Kabupaten Solok, Sumatera Barat, menargetkan perluasan areal perkebunan kopi arabika seluas 1.450 hektare pada 2026...

Berita Sesudah

Puisi-puisi Nining Nirmala Sari dan Ulasannya Oleh Ragdi F Daye

Discussion about this post

POPULER

  • Bias Pengetahuan Bahasa AI tentang Perempuan dan Krisis Iklim

    Bias Pengetahuan Bahasa AI tentang Perempuan dan Krisis Iklim

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pelantikan DPD KNPI, Bupati Dharmasraya Ajak Pemuda Bersinergi dengan Pemerintah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Jangan Lewatkan! DPP Iluni UNP Bakal Gelar Temu Akbar Lintas Angkatan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • PKB Sumbar Bagikan Masker di Lubuk Alung, Firdaus: Mencegah Lebih Baik Daripada Mengobati

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sidak Bupati Dharmasraya, Lahan dan Hutan Terbakar Sudah Ditanami Sawit

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Regulasi Saja Tidak Cukup: Menangkal Gangguan Informasi di Ruang Digital

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bahasa, Miskomunikasi, dan Konflik Rumah Ibadah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Scientia Indonesia

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026

Navigate Site

  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

No Result
View All Result
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026