Minggu, 01/11/26 | 11:50 WIB
  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami
Scientia Indonesia
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
Scientia Indonesia
No Result
View All Result
  • BERITA
  • LITERASI
  • RENYAH
  • TIPS

Dongeng-Dongeng Lawrence Schimel untuk Penulis

Minggu, 14/1/24 | 11:46 WIB

BACAJUGA

Mahyeldi: Guru Tak Boleh Menyeragamkan Kemampuan Siswa, Kenali Potensi Setiap Anak

Mahyeldi: Guru Tak Boleh Menyeragamkan Kemampuan Siswa, Kenali Potensi Setiap Anak

Minggu, 01/11/26 | 01:48 WIB
Mahyeldi: Kualitas Pelayanan Rumah Sakit Menentukan Kepercayaan dan Pendapatan

Mahyeldi: Kualitas Pelayanan Rumah Sakit Menentukan Kepercayaan dan Pendapatan

Minggu, 01/11/26 | 01:32 WIB

Lastry Monika

(Kolumnis Rubrik Renyah)

 

Kumpulan Dongeng untuk Penulis adalah buku yang amat tipis. Keseluruhan buku dongeng karya Lawrence Schimel ini hanya berjumlah 37 halaman. Meski tipis, buku ini terdiri dari 13 macam dongeng seputar dunia penulisan dan penerbitan. Tiap judul juga berbentuk tulisan yang amat pendek, yaitu hanya 2 hingga 3 halaman.

Akan tetapi, buku yang tipis dan dongeng-dongeng pendek yang terdapat di dalamnya bagai pisau dengan ketajaman yang menakutkan. Melalui goresan kecil, pembaca dapat mengintip dunia penulisan dan penerbitan dengan beragam bentuk: dipenuhi tipu daya, akal bulus, kritikus jahat, persaingan licik, kebohongan, penulis bayangan, pemerasan, dan misteri-misteri yang kadang juga menakjubkan.

Schimel mengawali dongengnya dengan kisah “Putri Duyung” yang terlena dengan gaya minimalistik penulis laki-laki yang tampak penuh karisma dalam setiap lokakarya penulisan kreatifnya. Ia menjanjikan hal-hal manis kepada setiap perempuan yang ingin menjadi penulis ketika membicarakan karya mereka. Namun rupanya sikap tersebut hanyalah tipu daya untuk tebar pesona dan menjadikan setiap perempuan yang digandengnya berada di bawah bayang-bayangnya.

Dongeng kemudian berlanjut pada akal bulus penerbit nakal. Tampaknya tidaklah jarang sebuah penerbit mengadakan lomba menulis berbayar dengan hasil akhir menerbitkan buku antologi karya-karya yang katanya ‘terbaik’ dari para peserta lomba. Namun, setiap peserta yang karyanya ikut dimuat dalam buku itu tidak mendapat satu eksemplar pun secara gratis. Bila ingin punya, mereka harus membelinya. Tipu muslihat licik ini sulit disadari setiap yang terlanjur masuk ke dalam perangkapnya karena dikemas puja-puji dan kata-kata manis yang menyanjung hati.

Selain akal bulus penerbit nakal, juga ada kritikus jahat yang suka membungkam imajinasi penulis-penulis yang baru hendak menetas. Mereka suka melontarkan komentar-komentar tajam dan runcing yang mencabik dan mengerdilkan khayalan dan imajinasi yang baru saja mengendap di kepala. Alhasil, penulis belia yang baru hendak menetas ini menjadi “Putri Tidur” yang pada akhirnya terlambat bangun atau tidak pernah bangun sama sekali.

Mereka, para kritikus itu kebanyakan kritikus abal-abal yang bahkan tidak mengerti dunia menulis. Mereka tidak mengerti bila ada kepala yang dijejali bertumpuk-tumpuk ide yang harus segera dituang dalam bentuk tulisan. Seringkali pula, kritikus itu adalah orang terdekat seperti orang tua, saudara, dan pasangan. Padahal tidaklah sulit mengatakan, “Teruslah menulis!”

Dongeng lainnya dari Schimel berkisah tentang seorang penulis pemalu yang lebih suka memendam bakat. Bila dipaksa muncul ke permukaan ia bersembunyi di balik inisial yang sulit dilacak editor yang mungkin saja jungkir balik untuk bisa bertemu dan bernegosiasi tentang penerbitan tulisannya. Penulis pemalu serupa ini alangkah baiknya bila bertemu dengan kawan baik hati yang punya antusias berlebih untuk mengirimkan karyanya. Beruntung kisah yang satu ini berakhir bahagia.

Agaknya, penulis berbakat tetapi pemalu lebih baik daripada penulis yang menjual kebohongan dan penulis bayangan. Akan tetapi, yang lebih buruk dari itu ialah penulis tukang iri. Mereka mencemooh penulis produktif yang tulisannya begitu-begitu saja. Di belakang mereka berkoar-koar dan mengatakan “karya sampah”. Namun, menyaksikan karya yang kata mereka sampah itu amat laku di pasaran, tergerak pula hatinya untuk menulis dengan cara yang sama.

Meski Schimel mengawali dongeng-dongengnya dengan cerita yang cukup menyedihkan, ia mengakhirinya dengan kisah yang membahagiakan. Penulis tidak selalu memiliki ide untuk dituangkan dalam bentuk tulisan. Adakalnya masa paceklik itu datang dan setiap tulisan yang ditulis mendapat penolakan. Akan tetapi, setelah masa paceklik itu berhasil dilewati, Schimel megatakan rasanya seperti “pulang kampung setelah sekian lama”.

ShareTweetShareSend
Berita Sebelum

Dongeng-Dongeng Lawrence Schimel untuk Penulis

Berita Sesudah

Puisi-puisi Nining Nirmala Sari dan Ulasannya Oleh Ragdi F Daye

Berita Terkait

Mahyeldi: Guru Tak Boleh Menyeragamkan Kemampuan Siswa, Kenali Potensi Setiap Anak

Mahyeldi: Guru Tak Boleh Menyeragamkan Kemampuan Siswa, Kenali Potensi Setiap Anak

Minggu, 01/11/26 | 01:48 WIB

Padang Pariaman, Scientia — Keberhasilan pendidikan tidak semestinya diukur dari kemampuan seluruh peserta didik mencapai standar yang sama. Setiap anak...

Mahyeldi: Kualitas Pelayanan Rumah Sakit Menentukan Kepercayaan dan Pendapatan

Mahyeldi: Kualitas Pelayanan Rumah Sakit Menentukan Kepercayaan dan Pendapatan

Minggu, 01/11/26 | 01:32 WIB

Padang, Scientia — Rumah sakit tidak cukup hanya mengandalkan kelengkapan fasilitas dan kecanggihan teknologi untuk meningkatkan pendapatan. Kualitas pelayanan, keselamatan...

Lampu Jalan Padam di Dharmasraya, Reviu BPKP Ada Potensi Ketidakwajaran Proyek

Perkuat Sinergi Hukum, Pemkab Dharmasraya Perpanjang Kerja Sama dengan Kejari

Jumat, 30/10/26 | 20:09 WIB

Dharmasraya, Scientia.id – Pemerintah Kabupaten Dharmasraya memperbarui dan memperpanjang kerja sama dengan Kejaksaan Negeri Dharmasraya, khususnya dalam penanganan dan penyelesaian...

Perempuan Bangsa Sumbar Soroti PPN Pembalut, Cempaka Tanjung: Kebutuhan Menstruasi Bukan Barang Mewah

Perempuan Bangsa Sumbar Soroti PPN Pembalut, Cempaka Tanjung: Kebutuhan Menstruasi Bukan Barang Mewah

Jumat, 30/10/26 | 20:04 WIB

Padang, Scientia.id - Kebijakan pengenaan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) terhadap produk pembalut wanita kembali menjadi perhatian publik setelah ramai diperbincangkan...

Bupati Annisa Percepat Pembangunan Asam Jujuhan, Infrastruktur Jalan Jadi Prioritas

Bupati Annisa Percepat Pembangunan Asam Jujuhan, Infrastruktur Jalan Jadi Prioritas

Kamis, 29/10/26 | 20:11 WIB

Dharmasraya, Scientia.id – Bupati Dharmasraya Annisa Suci Ramadhani mendorong pembangunan infrastruktur di Kecamatan Asam Jujuhan senilai Rp14 Miliar lebih melalui...

Hadapi Ancaman Banjir, Pemkab Dharmasraya Cek Kesiapan Armada dan Logistik BPBD

Hadapi Ancaman Banjir, Pemkab Dharmasraya Cek Kesiapan Armada dan Logistik BPBD

Kamis, 29/10/26 | 20:07 WIB

Dharmasraya, Scientia.id – Menanggapi peringatan dini cuaca ekstrem dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) di Sumatera Barat yang diperkirakan...

Berita Sesudah

Puisi-puisi Nining Nirmala Sari dan Ulasannya Oleh Ragdi F Daye

Discussion about this post

POPULER

  • Pemprov Sumbar Terapkan Syarat Inovasi untuk Kenaikan Jabatan ASN

    Pemprov Sumbar Terapkan Syarat Inovasi untuk Kenaikan Jabatan ASN

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perempuan Bangsa Sumbar Soroti PPN Pembalut, Cempaka Tanjung: Kebutuhan Menstruasi Bukan Barang Mewah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Satlantas Polres Pariaman Siap Laksanakan Operasi Patuh Singgalang 2026, Kerahkan 26 Personel

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bupati Annisa Percepat Pembangunan Asam Jujuhan, Infrastruktur Jalan Jadi Prioritas

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Hadapi Ancaman Banjir, Pemkab Dharmasraya Cek Kesiapan Armada dan Logistik BPBD

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Firdaus Sosialisasikan Perda Koperasi dan Usaha Kecil

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mahyeldi Ingatkan Pemuda Sumbar: Narkoba dan Adu Domba Ancam Persatuan Bangsa

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Scientia Indonesia

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026

Navigate Site

  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

No Result
View All Result
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026