Selasa, 10/2/26 | 21:53 WIB
  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami
Scientia Indonesia
  • TERAS
  • EKONOMI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • DAERAH
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
  • TERAS
  • EKONOMI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • DAERAH
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
Scientia Indonesia
No Result
View All Result
  • TERAS
  • EKONOMI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • DAERAH
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • LITERASI
  • RENYAH
  • TIPS

Dongeng-Dongeng Lawrence Schimel untuk Penulis

Minggu, 14/1/24 | 11:46 WIB

BACAJUGA

Wakil Wali Kota Padang Maigus Nasir hadiri, kegiatan aksi bersih pantai yang digelar Kepolisian Daerah Sumatera Barat (Polda Sumbar) di kawasan Pantai Padang, dengan titik pusat kegiatan di sekitar Masjid Mujahidin, Selasa (10/2/2026).(Foto:Ist)

Wawako Padang Bersama Polda Sumbar Gelar Aksi Bersih di Pantai Padang

Selasa, 10/2/26 | 21:52 WIB
Wakil Wali Kota Padang Maigus Nasir membuka secara resmi Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Kecamatan Lubuk Kilangan Tahun 2027, yang berlangsung di Gedung Serba Guna (GSG) PT Semen Padang, Senin (9/2/2026).(Foto:Ist)

Wawako Padang Resmikan Musrenbang Luki Tahun 2027

Selasa, 10/2/26 | 21:39 WIB

Lastry Monika

(Kolumnis Rubrik Renyah)

 

Kumpulan Dongeng untuk Penulis adalah buku yang amat tipis. Keseluruhan buku dongeng karya Lawrence Schimel ini hanya berjumlah 37 halaman. Meski tipis, buku ini terdiri dari 13 macam dongeng seputar dunia penulisan dan penerbitan. Tiap judul juga berbentuk tulisan yang amat pendek, yaitu hanya 2 hingga 3 halaman.

Akan tetapi, buku yang tipis dan dongeng-dongeng pendek yang terdapat di dalamnya bagai pisau dengan ketajaman yang menakutkan. Melalui goresan kecil, pembaca dapat mengintip dunia penulisan dan penerbitan dengan beragam bentuk: dipenuhi tipu daya, akal bulus, kritikus jahat, persaingan licik, kebohongan, penulis bayangan, pemerasan, dan misteri-misteri yang kadang juga menakjubkan.

Schimel mengawali dongengnya dengan kisah “Putri Duyung” yang terlena dengan gaya minimalistik penulis laki-laki yang tampak penuh karisma dalam setiap lokakarya penulisan kreatifnya. Ia menjanjikan hal-hal manis kepada setiap perempuan yang ingin menjadi penulis ketika membicarakan karya mereka. Namun rupanya sikap tersebut hanyalah tipu daya untuk tebar pesona dan menjadikan setiap perempuan yang digandengnya berada di bawah bayang-bayangnya.

Dongeng kemudian berlanjut pada akal bulus penerbit nakal. Tampaknya tidaklah jarang sebuah penerbit mengadakan lomba menulis berbayar dengan hasil akhir menerbitkan buku antologi karya-karya yang katanya ‘terbaik’ dari para peserta lomba. Namun, setiap peserta yang karyanya ikut dimuat dalam buku itu tidak mendapat satu eksemplar pun secara gratis. Bila ingin punya, mereka harus membelinya. Tipu muslihat licik ini sulit disadari setiap yang terlanjur masuk ke dalam perangkapnya karena dikemas puja-puji dan kata-kata manis yang menyanjung hati.

Selain akal bulus penerbit nakal, juga ada kritikus jahat yang suka membungkam imajinasi penulis-penulis yang baru hendak menetas. Mereka suka melontarkan komentar-komentar tajam dan runcing yang mencabik dan mengerdilkan khayalan dan imajinasi yang baru saja mengendap di kepala. Alhasil, penulis belia yang baru hendak menetas ini menjadi “Putri Tidur” yang pada akhirnya terlambat bangun atau tidak pernah bangun sama sekali.

Mereka, para kritikus itu kebanyakan kritikus abal-abal yang bahkan tidak mengerti dunia menulis. Mereka tidak mengerti bila ada kepala yang dijejali bertumpuk-tumpuk ide yang harus segera dituang dalam bentuk tulisan. Seringkali pula, kritikus itu adalah orang terdekat seperti orang tua, saudara, dan pasangan. Padahal tidaklah sulit mengatakan, “Teruslah menulis!”

Dongeng lainnya dari Schimel berkisah tentang seorang penulis pemalu yang lebih suka memendam bakat. Bila dipaksa muncul ke permukaan ia bersembunyi di balik inisial yang sulit dilacak editor yang mungkin saja jungkir balik untuk bisa bertemu dan bernegosiasi tentang penerbitan tulisannya. Penulis pemalu serupa ini alangkah baiknya bila bertemu dengan kawan baik hati yang punya antusias berlebih untuk mengirimkan karyanya. Beruntung kisah yang satu ini berakhir bahagia.

Agaknya, penulis berbakat tetapi pemalu lebih baik daripada penulis yang menjual kebohongan dan penulis bayangan. Akan tetapi, yang lebih buruk dari itu ialah penulis tukang iri. Mereka mencemooh penulis produktif yang tulisannya begitu-begitu saja. Di belakang mereka berkoar-koar dan mengatakan “karya sampah”. Namun, menyaksikan karya yang kata mereka sampah itu amat laku di pasaran, tergerak pula hatinya untuk menulis dengan cara yang sama.

Meski Schimel mengawali dongeng-dongengnya dengan cerita yang cukup menyedihkan, ia mengakhirinya dengan kisah yang membahagiakan. Penulis tidak selalu memiliki ide untuk dituangkan dalam bentuk tulisan. Adakalnya masa paceklik itu datang dan setiap tulisan yang ditulis mendapat penolakan. Akan tetapi, setelah masa paceklik itu berhasil dilewati, Schimel megatakan rasanya seperti “pulang kampung setelah sekian lama”.

ShareTweetShareSend
Berita Sebelum

Perempuan dalam Novel Orang-Orang Blanti Tinjauan Psikoanalisis

Berita Sesudah

Puisi-puisi Nining Nirmala Sari dan Ulasannya Oleh Ragdi F Daye

Berita Terkait

Wakil Wali Kota Padang Maigus Nasir hadiri, kegiatan aksi bersih pantai yang digelar Kepolisian Daerah Sumatera Barat (Polda Sumbar) di kawasan Pantai Padang, dengan titik pusat kegiatan di sekitar Masjid Mujahidin, Selasa (10/2/2026).(Foto:Ist)

Wawako Padang Bersama Polda Sumbar Gelar Aksi Bersih di Pantai Padang

Selasa, 10/2/26 | 21:52 WIB

Wakil Wali Kota Padang Maigus Nasir hadiri, kegiatan aksi bersih pantai yang digelar Kepolisian Daerah Sumatera Barat (Polda Sumbar) di...

Wakil Wali Kota Padang Maigus Nasir membuka secara resmi Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Kecamatan Lubuk Kilangan Tahun 2027, yang berlangsung di Gedung Serba Guna (GSG) PT Semen Padang, Senin (9/2/2026).(Foto:Ist)

Wawako Padang Resmikan Musrenbang Luki Tahun 2027

Selasa, 10/2/26 | 21:39 WIB

Wakil Wali Kota Padang Maigus Nasir membuka secara resmi Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Kecamatan Lubuk Kilangan Tahun 2027, yang berlangsung...

Mewakili Wali Kota Padang Fadly Amran, Wawako Maigus Nasir menyalurkan Bantuan Sosial Tidak Terencana (BSTT) kepada korban kebakaran di Jalan Jati Adabiah No. 42 RT 01 RW 07, Kelurahan Jati, Kecamatan Padang Timur, Senin (9/2/2026).(Foto:Ist)

Pemko Padang Salurkan BSTT Pada Korban Kebakaran di Jati

Selasa, 10/2/26 | 21:28 WIB

Mewakili Wali Kota Padang Fadly Amran, Wawako Maigus Nasir menyalurkan Bantuan Sosial Tidak Terencana (BSTT) kepada korban kebakaran di Jalan...

Pemkab Pasaman Bersama Anggota DPRD Sumbar Dapil IV Sepakat Selesaikan Persoalan Krusial Daerah

Pemkab Pasaman Bersama Anggota DPRD Sumbar Dapil IV Sepakat Selesaikan Persoalan Krusial Daerah

Senin, 09/2/26 | 01:56 WIB

Pasaman, Scientia - Agenda konsolidasi Pemerintah Kabupaten Pasaman dengan anggota DPRD Sumatera Barat Dapil IV menghasilkan beberapa prioritas pembangunan daerah...

Polri Konsisten Jaga Keberlangsungan Pertanian Jagung Pakan Ternak

Polri Konsisten Jaga Keberlangsungan Pertanian Jagung Pakan Ternak

Senin, 09/2/26 | 00:58 WIB

Jakarta, Scientia - Polri terus konsisten memperkuat pendampingan dan pembinaan terhadap ekosistem pertanian jagung pakan ternak dan mensejahterakan petani jagung...

Suatu Hari di Sekolah

Kampung, Cerita, dan Ingatan yang Tak Pernah Usang

Minggu, 08/2/26 | 15:36 WIB

Lastry Monika (Dosen Prodi Sastra Minangkabau FIB Unand/Kolumnis Rubrik Renyah)   Kecamatan Gunuang Omeh, khususnya Nagari Talang Anau bukan tempat...

Berita Sesudah

Puisi-puisi Nining Nirmala Sari dan Ulasannya Oleh Ragdi F Daye

Discussion about this post

POPULER

  • Diksi Cantik sebagai Identitas Perempuan di Instagram

    Apakah Kata “bapak” dan “ibu” Harus Ditulis dalam Huruf Kapital ?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kamus-kamus sebelum Kamus Besar Bahasa Indonesia

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kata Penghubung dan, serta, dan Tanda Baca Koma (,)

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sumbang 12 untuk Puti Bungsu Minangkabau

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • PT TKA Bangun Jembatan Air Sungai Jernih dan Akses Jalan Lubuk Besar–Asam Jujuhan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perbedaan Kata “kepada”, “untuk”, dan “bagi”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Se Indonesia, seIndonesia, atau se-Indonesia?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Scientia Indonesia

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2024

Navigate Site

  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

No Result
View All Result
  • TERAS
  • EKONOMI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • DAERAH
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2024