Jumat, 29/8/25 | 10:33 WIB
  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami
Scientia Indonesia
  • TERAS
  • EKONOMI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • DAERAH
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
  • TERAS
  • EKONOMI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • DAERAH
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
Scientia Indonesia
No Result
View All Result
  • TERAS
  • EKONOMI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • DAERAH
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • LITERASI
  • RENYAH
  • TIPS
Home LITERASI KREATIKA

Puisi-puisi Karya Mohammad Rizky Patriotik dan Ulasannya oleh Azwar Sutan Malaka

Senin, 23/10/23 | 06:24 WIB

Puisi-Puisi Karya Mohammad Rizky Patriotik

Kisah Senja

Di akhir senja aku melihat seberkas cahaya

Menandakan siang akan berlalu

Tiap hari berganti

Hatiku terasa gundah

BACAJUGA

Puisi-puisi Rifqi Septian Dewantara dan Ulasannya oleh Azwar

Puisi-puisi Rifqi Septian Dewantara dan Ulasannya oleh Azwar

Minggu, 08/6/25 | 16:36 WIB
Puisi-puisi Puti Fathiya Azzahra dan Ulasannya oleh Ragdi F Daye

Puisi-puisi Puti Fathiya Azzahra dan Ulasannya oleh Ragdi F Daye

Minggu, 01/6/25 | 06:46 WIB

 

Atas semua masalah yang kulalui

Aku mulai tak sadarkan diri

Bahkan aku ingin mengakhiri cerita ini

Namun karna banyak mimpi yang membuatku bertahan

 

Dari balik tirai langit angkasa

Aku menemukan harapan

Entah itu datang untukku

Ataukah memberi kabar lagi atas diriku

 

Ternyata memang benar

Hari mulai petang

Angkasa mulai menyangsang pulang

Kabar baru mulai datang

 

Mungkin dalam puisi ini

Ku bercerita tentang diriku yang berusaha untuk kuat

Hantaman kuat kian kemari datang silih berganti

Kini ku hanya

 

Kini aku hanya sendiri menghadapi

Sembari kusandarkan diri kepada Allah yang selalu menemani

Aku hanya berpegang kepadamu ya Allah

Mungkin engkau inginkan aku menjadi kuat.

 

Dalam Serat Sendu

Dalam Serat – Serat Waktu

Kutulis dari Melody Sendu

Ku Buat Sebuah Arti Sebuah Waktu

Waktu Yang Meneguh Pilu

 

Dalam Ruang Senja Dengan Satu Rasa

Ku Lukis Di dalam Cinta Makna Dari Warna

Sebuah Warna Yang Melukis Senja

Dalam Suatu Sukma Kutulis Di waktu Alfa

 

Samar – Samar Dengar Melody Senja

Berteriak Merasakan Sukma

Kunikmati Alunan Lagu

Lagu Tentang Hari Ini Yang Bernada Sendu

 

Biarlah Ragaku Melayang

Pergi Menembus Awan

Kini Hannyalah Awang

Yang Membuat Khayalan Semesta

 

Sebuah Nada Rindu

Ketika air wudu mulai mengalir di sela – sela pori – pori

Kurasakan sentuhan anugerah yang Allah berikan

Begitu lembut sentuhan dari makna subuh

Yang menghapus tinta hitam yang tergores di malam kelam

 

Tak kala mentari kian menyingsing

Menggebu dari arah pilu sebuah sendu

Menjemput dari sendu sebuah pilu

Melody kian menguasai waktu

Hingga nada indah pun mulai terbentuk

 

Tak kala hari siang mulai bercerita

Kuserahkan segala yang kumiliki kepada yang kuasa

Entah itu ikhlas atau malah terempas

 

Dari suatu ilmu

Dalam ruang dan waktu

Ku ukir sebuah aksa di atas sebuah kayu

 

Dalam sera – serat rindu

Ku tulis di sebuah buku

Lalu kususun di atas rak kayu

Melody tentang rindu

 

Rinduku tentang dulu

Masa dulu yang berlalu

Yang ku rindu  hanya waktu,

bukan masa denganmu

 

Tentang Penulis:

Mohammad Rizky Patriotik dengan nama lahir di Koto Laweh 09 September 2006, berasal dari MAN 1 Solok Plus Keterampilan Jurusan Teknik. Sangat suka menulis dan ingin belajar lebih banyak keterampilan menulis.


Nilai Manfaat dan Hiburan dalam Puisi

(Ulasan atas Puisi-Puisi Mohamad Rizky Patriotik)

Azwar

Oleh:

Azwar Sutan Malaka

(Dewan Penasihat Pengurus FLP Wilayah Sumatera Barat)

Karya sastra sebagai sebuah karya imajinatif yang berasal dari hasil kreativitas seorang pengarang juga merupakan cerminan suasana batin seorang pengarang. Ia lahir dari perenungan atas peristiwa-peristiwa yang terjadi di lingkungan seorang pengarang. Karya sastra, termasuk puisi merupakan hasil imajinasi yang memiliki manfaat dan juga menyenangkan. Artinya ia memiliki nilai guna untuk tujuan-tujuan tertentu dan juga memiliki nilai hiburan bagi pengarang ataupun pembacanya.

Horatius salah seorang Pujangga besar Yunani, dalam bukunya Ars Poetica sebagaimaman dikutip A. Teeuw (1984) menyampaikan bahwa tujuan penyair menulis puisi adalah memberi nikmat dan berguna (dulce et utile). Sesuatu yang memberi nikmat atau kenikmatan berarti sesuatu itu dapat memberi hiburan, menyenangkan, menenteramkan, dan menyejukan hati yang susah. Sesuatu yang berguna adalah sesuatu yang dapat memberi manfaat, kegunaan, dan kehikmahan.

Berdasarkan hal di atas, yang secara garis besar menegaskan bahwa sastra memberi nikmat dan berguna, Effendi (1982:232—238) menyebut sastra sebagai “kenikmatan dan kehikmahan”, yaitu kenikmatan dalam arti sastra memberi hiburan yang menyenangkan dan kehikmahan dalam arti sastra memberi sesuatu atau nilai yang berguna bagi kehidupan.

Sementara itu Budi Darma (2004) seorang sastrawan Indonesia menyampaikan secara tegas membedakan dua genre sastra, yaitu sastra serius dan sastra hiburan. Sastra serius adalah genre sastra untuk ditafsirkan atau sastra yang cenderung merangsang pembaca untuk menafsirkan atau menginterpretasikan makna karya sastra itu. Sastra hiburan adalah karya sastra untuk pelarian (escape) dari kebosanan, dari rutinitas sehari-hari, atau dari masalah yang sukar diselesaikan. Sastra hiburan, menurut Budi Darma, sifatnya menghibur sehingga banyak digemari pembaca. Karena banyak digemari, sastra hiburan juga dinamakan sastra pop, sastra populer.

Selain itu Budi Darma (2004) juga menjelaskan bahwa salah satu ciri sastra hiburan adalah tokohnya tampan, kaya, dicintai, dikagumi, dan sanggup mengatasi segala macam masalah dengan mudah. Pembaca dipancing untuk melakukan identifikasi diri seolah dirinya adalah tokoh itu sendiri. Dengan memasuki sastra hiburan, pembaca merasa bahwa dirinya seolah serba hebat. Oleh karena itu, apa yang dipancing oleh sastra hiburan tidak lain adalah impian yang tidak mungkin dicapai. Pembaca dibuai bukan oleh masalah hakiki kehidupan, melainkan oleh ilusi.

Felta Lafamane dalam tulisannya berjudul “Karya Sastra; Puisi, Prosa dan Drama” menyampaikan bahwa puisi merupakan bentuk karya sastra dari hasil ungkapan dan perasaan penyair dengan bahasa yang terikat irama, matra, rima, penyusunan lirik dan bait, serta penuh makna.

Puisi mengungkapkan pikiran dan perasaan penyair secara imajinatif dan disusun dalam konsentrasi kekuatan bahasa dengan struktur fisik dan struktur batinnya. Puisi mengutamakan bunyi, bentuk dan juga makna yang disampaikan yang mana makna sebagai bukti puisi baik jika terdapat makna yang mendalam dengan memadatkan segala unsur bahasa.

Kreatika minggu ini menayangkan puisi-puisi karya Mohamad Rizky Patriotik seorang siswa MAN 1 Solok Plus, Sumatera Barat. Ia menulis puisi berjudul “Kisah Senja”, “Dalam Serat Sendu”, dan “Sebuah Nada Rindu”.

Puisi “Kisah Senja” bercerita tentang curahan hati seseorang yang berjuang menghadapi beratnya hidup. Menghadapi berbagai tantangan dan cobaan namun ia tetap berusaha kuat dengan mengharap bantuan Sang Penciptanya. Hal ini sebagaimana tertuang dalam tulisan ini:

“Atas semua masalah yang kulalui

Aku mulai tak sadarkan diri

Bahkan aku ingin mengakhiri cerita ini

Namun karna banyak mimpi yang membuatku bertahan”

Ungkapan jujur dari hari manusia yang sedang berjuang menghadapi kehidupan. Kadang ia ingin menyerah, namun masih ada mimpi-mimpi yang mengingatkannya untuk segera dicapai. Pada bagian lain penulis menyampaikan harapannya sebagai berikut:

“Mungkin dalam puisi ini

Ku bercerita tentang diriku yang berusaha untuk kuat

Hantaman kuat kian kemari datang silih berganti

Kini ku hanya”

Pengakuan bahwa ia sedang dihantam masalah kuat yang datang silih berganti menunjukkan bahwa ia memang sedang tidak baik-baik saja. Namun segala masalah itu harus dihadapi. Kesadaran bahwa manusia memang tempat berbagai cobaan membuat ia sadar bahwa segala yang datang harus di hadapi.

“Kini aku hanya sendiri menghadapi

Sembari kusandarkan diri kepada Allah yang selalu menemani

Aku hanya berpegang kepadamu ya Allah

Mungkin engkau inginkan aku menjadi kuat.”

Puisi ini ditutup dengan kesadaran bahwa Allah SWT, Tuhan YME adalah tumpuan bagi setiap insan dalam menghadapi segala masalah. Kembali kepada Tuhan adalah kunci atas segala masalah. Kesadaran religious ini membuat puisi karya Rizky ini menjadi bermakna. Ia tidak hanya sekadar menghibur tapi juga bermanfaat untuk mencerahkan hati manusia lainnya yang juga sedang mengalami masalah.

Sementara itu pada puisi berikutnya yang berjudul “Dalam Serat Sendu”, Rizky berkisah tentang sebuah usaha untuk membuat diri menjadi berarti. Perjuangan seorang anak manusia dalam mengobati segala perih dalam hidupnya.

“Dalam Serat – Serat Waktu

Kutulis dari Melody Sendu

Ku Buat Sebuah Arti Sebuah Waktu

Waktu Yang Meneguh Pilu”

Puisi bagi pengarangnya adalah tempat untuk mencatat segala pilu. Puisi adalah usaha untuk mengobati segala penderitaan hidup. Dengan demikian tidak salah jika banyak orang menyampaikan bahwa menulis puisi adalah jalan penyembuhan.

“Biarlah Ragaku Melayang

Pergi Menembus Awan

Kini Hanyalah Awang

Yang Membuat Khayalan Semesta”

Puisi ini diakhiri dengan kepasrahan. Kesadaran bahwa manusia hanya bisa berusaha dan berdoa, sementara yang memutuskan segala apa yang akan terjadi adalah kuasa Tuhan yang maha kuasa.

Pada puisi ketiga karya Rizky ini ia mengisahkan tentang kerinduan seorang insan pada sang Penciptanya. Ia membuka puisi sebagai berikut:

“Ketika air wudu mulai mengalir di sela – sela pori – pori

Kurasakan sentuhan anugerah yang Allah berikan

Begitu lembut sentuhan dari makna subuh

Yang menghapus tinta hitam yang tergores di malam kelam.”

Bait puisi itu menyatakan bahwa manusia merindukan kehadiran Tuhan dalam hidupnya. Ia membutuhkan bimbingan Allah SWT dalam menghadapi apapun yang sedang terjadi dalam hidupnya.

Sayangnya puisi ini tidak ditutup dengan sempurna. Saya membayangkan puisi ini akan memberikan pengalaman religious pengarangnya ketika berserahdiri pada sang pencipta. Namun sayangnya itu tidak terjadi.

“Rinduku tentang dulu

Masa dulu yang berlalu

Yang ku rindu  hanya waktu,

bukan masa denganmu”

Begitulah puisi-puisi karya Rizky ini. Dia hadir mengalir seiring perasaan perasaan pengarangnya. Ia menunjukkan bagaimana karya sastra, dalam hal ini puisi menjadi obat untuk luka-luka manusia. Dalam konsep karya sastra hal ini menunjukkan bahwa puisi memiliki nilai manfaatnya. Sementara pada sisi lain puisi juga memiliki fungsi lain yaitu sebagai hiburan untuk pembacanya. (*)

 

Logo FLP

Kolom ini diasuh oleh FLP Sumatera Barat bekerjasama dengan Scientia.id. Kolom ini diperuntukkan untuk pemula agar semakin mencintai dunia sastra (cerpen dan puisi). Adapun kritik dalam kolom ini tidak merepresentasikan semua pembaca. Kirimkan cerpen atau puisimu ke karyaflpsumbar@gmail.com

Tags: Azwar Sutan MalakaFLP SumbarKreatikaMohammad Rizky Patriotik
ShareTweetShareSend
Berita Sebelum

Ibu Rumah Tangga Bukan Beban

Berita Sesudah

Eksistensi Bahasa Indonesia pada Kongres Bahasa Indnonesia XII

Berita Terkait

Puisi-puisi Rifqi Septian Dewantara dan Ulasannya oleh Azwar

Puisi-puisi Rifqi Septian Dewantara dan Ulasannya oleh Azwar

Minggu, 08/6/25 | 16:36 WIB

  Puisi-puisi Rifqi Septian Dewantara Alienasi Hidup Kita hanya seorang pelancong Yang mengembara segala tempat Lalu tinggal – termenung Di...

Puisi-puisi Puti Fathiya Azzahra dan Ulasannya oleh Ragdi F Daye

Puisi-puisi Puti Fathiya Azzahra dan Ulasannya oleh Ragdi F Daye

Minggu, 01/6/25 | 06:46 WIB

Puisi-puisi Puti Fathiya Azzahra Gambar Diri Ini gambar diri. Aku yang berjalan tak selalu lurus, kadang tersandung bayangan sendiri, cerobohku...

Cerpen “Seberkas Titik yang Masih Tertinggal” Karya Arifah Prima Satrianingrum dan Ulasannya oleh Azwar

Cerpen “Seberkas Titik yang Masih Tertinggal” Karya Arifah Prima Satrianingrum dan Ulasannya oleh Azwar

Minggu, 25/5/25 | 09:15 WIB

Seberkas Titik yang Masih Tertinggal Cerpen Oleh: Arifah Prima Satrianingrum   Siang itu, matahari dengan terik mengambang di Padang. Ruas-ruas...

Puisi-puisi Karya Farha Nabila dan Ulasannya Oleh Dara Layl

Puisi-puisi Karya Farha Nabila dan Ulasannya Oleh Dara Layl

Minggu, 11/5/25 | 07:10 WIB

Puisi-puisi Farha Nabila   Kanak-Kanak dalam Diri Tatkala kutemukan diriku dalam relung kesepian Yang disana takkan kutemukan dengungan sumpah serapah...

Cerpen “Sejauh Apapun, Kau Akan Selalu Hebat” karya Balqin Adzra dan Ulasannya oleh M. Adioska

Cerpen “Sejauh Apapun, Kau Akan Selalu Hebat” karya Balqin Adzra dan Ulasannya oleh M. Adioska

Minggu, 04/5/25 | 08:40 WIB

Sejauh Apapun, Kau Akan Selalu Hebat Karya: Balqin Adzra   “Silahkan mampir! Kami mempunyai mochi varian baru!” teriak sang penjual...

Puisi-puisi Feiruzy Azzahra dan Ulasannya oleh Ragdi F Daye

Puisi-puisi Feiruzy Azzahra dan Ulasannya oleh Ragdi F Daye

Minggu, 27/4/25 | 16:31 WIB

Puisi-puisi Feiruzy Azzahra   Merindu Nagari Nan Jauh Tiap langkah yang menapak Meninggalkan rindu yang menjejak Risau nan gulandah memenuhi...

Berita Sesudah
Eksistensi Bahasa Indonesia pada Kongres Bahasa Indnonesia XII

Eksistensi Bahasa Indonesia pada Kongres Bahasa Indnonesia XII

Discussion about this post

POPULER

  • Kominfo Dharmasraya Diduga Jadi Biang Kegaduhan Soal Pembahasan Asistensi APBD-P 2025

    Kominfo Dharmasraya Diduga Jadi Biang Kegaduhan Soal Pembahasan Asistensi APBD-P 2025

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bukittinggi Didorong Jadi Kota Beradat, Berbudaya, dan Ramah Pejalan Kaki

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bupati Solok Tutup Safari Berburu Hama, Dorong Perlindungan Pertanian dan Silaturahmi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 401 PPPK di Pesisir Selatan Resmi Dilantik, Bupati Ingatkan Jangan Gadaikan SK ke Bank

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sumbang 12 untuk Puti Bungsu Minangkabau

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Buzzer, Kominfo, dan Tensi Politik Dharmasraya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tiga Pelaku Narkoba Ditangkap, Rekonstruksi Peredaran Sabu di Bukittinggi Terungkap

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Scientia Indonesia

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2024

Navigate Site

  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

No Result
View All Result
  • TERAS
  • EKONOMI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • DAERAH
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2024