Sabtu, 09/5/26 | 23:32 WIB
  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami
Scientia Indonesia
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
Scientia Indonesia
No Result
View All Result
  • BERITA
  • LITERASI
  • RENYAH
  • TIPS
Home LITERASI ARTIKEL

Pentingnya Sosialisasi Literasi Digital melalui Pemahaman UU PDP

Minggu, 15/10/23 | 06:54 WIB

Oleh: Nurmasari Situmeang
(Dosen Prodi Magister Hubungan Internasional, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta)

 

Transformasi digital dapat dipahami sebagai peningkatan kinerja manusia melalui penggunaan teknologi informasi, komputasi, komunikasi, dan konektivitas (Putri et al., 2021). Transformasi digital awalnya mengacu pada proses digitalisasi di sektor swasta. Namun pada akhirnya, semua organisasi  termotivasi untuk melakukan digitalisasi agar kualitasnya setara dengan perusahaan swasta. Transformasi digital di sektor pemerintahan diperlukan karena terkait dengan tujuan peningkatan efisiensi, produktivitas, dan akuntabilitas pelayanan publik. Teknologi merupakan bagian penting dari infrastruktur publik. Peningkatan kualitas teknologi di sektor pemerintahan mendukung penciptaan nilai di sektor masyarakat, swasta, dan  publik.

BACAJUGA

Hijau di Atas Kertas: Penerapan Green Accounting di Indonesia

Hijau di Atas Kertas: Penerapan Green Accounting di Indonesia

Minggu, 03/5/26 | 22:55 WIB
Ketika Iman Menjadi Modal Sosial dan Ekonomi

Parliamentary Threshold Daerah dan Pemerataan Pembangunan

Minggu, 03/5/26 | 22:20 WIB

Dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah 2020–2024, Pemerintahan Presiden Joko Widodo aktif menggalakkan program transformasi digital dan beberapa kali kerap menyinggung persoalan ini. Program ini telah disahkan melalui  Peraturan Presiden Nomor 95 Tahun 2018 tentang Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) dan Peraturan Presiden Nomor 39 Tahun 2019 tentang Satu Data Indonesia (SDI). Konversi sistem pelayanan publik ke sistem digital membawa pemerintah memasuki era digital atau e-Government sehingga menciptakan kondisi yang menguntungkan bagi pelayanan administrasi publik. Namun, di sisi lain, digitalisasi birokrasi rawan pembobolan data sehingga masyarakat masih skeptis terhadap keamanan data pribadinya.

Untuk mencegah kebocoran data pribadi di masyarakat, dibutuhkan sosialisasi pemahaman terkait Undang-Undang Nomor 27 Tahun 2022 tentang Perlindungan Data Pribadi (UU PDP) atau UU PDP melalui metode Community Based Research (CBR). CBR merupakan teknik penelitian yang melibatkan kerja sama antara mahasiswa dan dosen serta kelompok organisasi masyarakat melalui proyek penelitian guna menawarkan solusi penyelesaian masalah di tengah masyarakat (Susilawaty et al., 2016). Perlunya perluasan pemahaman masyarakat terhadap UU PDP  agar masyarakat sebagai pengguna sistem digital dapat memahami hak dan kewajibannya sehingga lebih berhati-hati dalam menggunakan data pribadinya di dunia maya.

Penggunaan data pribadi untuk kepentingan tertentu di dunia maya dapat menjadi celah kelalaian bagi pemilik data tersebut. Seringkali kita jumpai pengguna internet yang kecolongan akibat lala dan kurang berhati-hati dalam menyerahkan data pribadi mereka di dunia maya. Akibatnya, setelah mereka tersadar mengalami kerugian, tidak jarang mereka harus gigit jari karena kerugian tersebut diakibatkan tindakan mereka sendiri.

Secara teoritis, Soraja (2021) memandang kondisi seperti ini disebabkan oleh setiap data pribadi merupakan hak penuh dari pemiliknya sehingga apabila pemilik data yang bersangkutan ingin membuat data pribadi mereka tersedia untuk umum maka hak individu tersebut hilang. Hak yang hilang tersebut berpindah kepada pihak ketiga yang kepada mereka kita berikan data pribadi milik kita.

Sosialisasi pemahaman terkait UU PDP dilakukan di wilayah Kelurahan Serua, Kecamatan Bojongsari, Kota Depok. Adapun target masyarakat yang menjadi peserta sosialisasi adalah anggota Pokja Kelurahan Sehat Kelurahan yang ada di Kelurahan Serua. Sosialisasi dilakukan melalui pemaparan materi dan disertai pembagian pre-test dan post-test sebagai pengukuran pemahaman peserta.

Hasil pre-test menunjukkan bahwa 90,3% peserta menganggap data pribadi merupakan aset penting dan patut dilindungi. Lebih dari separuh mitra, sekitar 77,4% diantaranya, mengaku data pribadinya telah disalahgunakan oleh orang yang tidak bertanggung jawab. Hasil ini menunjukkan pentingnya perlindungan data pribadi di masyarakat. Kegiatan sosialisasi dapat menjadi solusi untuk mengurangi angka kebocoran data pribadi.

Selain hal di atas, urgensi kegiatan penyadaran terhadap UU PDP juga bergantung pada tingkat kesadaran peserta terhadap keberadaan UU ini yang hanya sebesar 58,1%, sedangkan setelah selesai kegiatan sosialisasi, hasil post-test menunjukkan bahwa peserta sosialisasi mengalami peningkatan pengetahuan mengenai undang-undang PDP serta kesadaran akan pentingnya kehati-hatian dalam menggunakan data pribadi. Peningkatan pengetahuan ini tercermin dari 93,5% peserta yang meyakini undang-undang PDP dapat melindungi data pribadinya.

Para peserta menilai UU PDP dapat melindungi data pribadinya karena cerminan upaya penegakan hukum terhadap data pribadi masyarakat. Adanya undang-undang yang mengatur tentang hak pemilik data pribadi, hak pengelola data pribadi, serta legalitas kegiatan pengolahan data pribadi, memberikan jaminan perlindungan secara hukum kepada masyarakat apabila terjadi penyalahgunaan data diri di dunia maya.(*)

Tags: #Nurmasari Situmeang
ShareTweetShareSend
Berita Sebelum

Cerpen “Umak Saddam dan Tuah Batang Gadis” Karya Muttaqin Kholis Ali dan Ulasannya Oleh Azwar

Berita Sesudah

Tentang Air Minum dalam Kemasan

Berita Terkait

Hijau di Atas Kertas: Penerapan Green Accounting di Indonesia

Hijau di Atas Kertas: Penerapan Green Accounting di Indonesia

Minggu, 03/5/26 | 22:55 WIB

Oleh: Zhafirah Khalista Mewal (Mahasiswa MKWK Bahasa Indonesia dan Mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Andalas)   Masalah lingkungan di Indonesia saat...

Ketika Iman Menjadi Modal Sosial dan Ekonomi

Parliamentary Threshold Daerah dan Pemerataan Pembangunan

Minggu, 03/5/26 | 22:20 WIB

Oleh: Syamsul Bahri (Dosen Fakultas Ekonomi Universitas Eka Sakti, Sumatera Barat)   Pemerataan pembangunan di Indonesia selama ini lebih banyak...

Abreviasi pada Perjanjian Kinerja Damkar Kabupaten Bengkalis

Sumpah Pemuda: Tonggak Perkembangan Sastra Indonesia

Minggu, 03/5/26 | 22:12 WIB

Oleh: Muhammad Zakwan Rizaldi (Mahasiswa Prodi Sastra Indonesia & Anggota Labor Penulisan Kreatif Universitas Andalas)   Sumpah Pemuda yang diikrarkan...

Singkatan dan Akronim Mata Kuliah di Prodi Sastra Indonesia Universitas Andalas

Singkatan dan Akronim Mata Kuliah di Prodi Sastra Indonesia Universitas Andalas

Minggu, 03/5/26 | 22:02 WIB

Oleh: Annisa Aulia Amanda  (Mahasiswa Prodi Sastra Indonesia FIB Universitas Andalas)   Mahasiswa sebagai bagian dari komunitas akademik memiliki kecenderungan...

Dari ‘Rakyat’ ke ‘Masyarakat’: Pergeseran Kata dan Ideologi

Dari ‘Rakyat’ ke ‘Masyarakat’: Pergeseran Kata dan Ideologi

Minggu, 19/4/26 | 22:40 WIB

Oleh: M. Subarkah dan Maharani Syifa Ramadhan (Mahasiswa Program Magister Linguistik Universitas Andalas dan Mahasiswi Program Magister Sastra Universitas Padjajaran)...

Batu dan Zaman

Memaknai Ulang Sukses dalam Film “Tunggu Aku Sukses Nanti”

Minggu, 19/4/26 | 22:16 WIB

Oleh: Andina Meutia Hawa (Dosen Prodi Sastra Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Andalas)    Idulfitri merupakan frasa  bahasa Arab, terdiri...

Berita Sesudah
Satu Tikungan Lagi

Tentang Air Minum dalam Kemasan

Discussion about this post

POPULER

  • Afrina Hanum

    Sumbang 12 untuk Puti Bungsu Minangkabau

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perbedaan Kata “kepada”, “untuk”, dan “bagi”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kata Penghubung dan, serta, dan Tanda Baca Koma (,)

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tingkat Literasi Keuangan di Sumbar Masih Rendah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pemkab Dharmasraya Kembali Gelar Pasar Murah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Berbagai Istilah Urutan Waktu dalam Bahasa Indonesia

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ruangan Tak Layak, Rumah Tahfidz Qur’an di Jorong Ranah Bakti Butuh Bantuan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Scientia Indonesia

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026

Navigate Site

  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

No Result
View All Result
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026