Sabtu, 07/11/26 | 23:18 WIB
  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami
Scientia Indonesia
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
Scientia Indonesia
No Result
View All Result
  • BERITA
  • LITERASI
  • RENYAH
  • TIPS
Home LITERASI ARTIKEL

Representasi Medusa dalam Drama Mask Girl (2023)

Minggu, 01/10/23 | 07:02 WIB

Oleh: Roma Kyo Kae Saniro
(Dosen Prodi Sastra Indonesia FIB Universitas Andalas)

 

Drama Korea original Netflix Mask Girl (2023) menjadi buah bibir dengan adanya penayangan cuplikan-cuplikan filmnya yang muncul di platform lainnya, seperti Instagram. Penayangan cuplikan ini memberikan rasa penasaran kepada masyarakat untuk menonton drama tersebut. Mask Girl tayang pada 18 Agustus 2023. Drama ini mengisahkan seorang influencer dengan identitas rahasia yang selalu tampil secara daring dengan masker. Namun, ia tidak sengaja terlibat dalam sebuah kasus yang mengubah hidupnya.

Drama ini mengangkat isu diskriminasi berdasarkan penampilan dengan sentuhan elemen thriller. Hal ini menjadikan drama ini sebagai tontonan yang sangat menarik Kim Mo Mi, tokoh perempuan utama digambarkan sebagai seorang pekerja kantoran yang pemalu dan selalu merasa minder. Sejak kecil, Kim Mo Mi bercita-cita menjadi selebriti terkenal. Untuk mencapai impian tersebut, ia memutuskan untuk menjadi seorang idi platform siaran daring, tetapi menggunakan masker untuk merahasiakan identitasnya. Keputusannya ini membuatnya menjadi populer di dunia maya. Di satu sisi, Kim Mo Mi adalah seorang pekerja kantoran yang memiliki kehidupan pribadi dan profesional. Di sisi lain, Kim Mo Mi adalah seorang influencer daring yang populer dengan identitas rahasia. Ini menggambarkan tekanan dan tantangan yang mungkin dihadapi perempuan yang berusaha menjaga keseimbangan antara kehidupan nyata dan kehidupan maya di dunia media sosial.

BACAJUGA

Meneliti Tak Sekadar Mengembangkan, tapi Harus Menguji Efektivitas Inovasi Lebih Mendalam

Meneliti Tak Sekadar Mengembangkan, tapi Harus Menguji Efektivitas Inovasi Lebih Mendalam

Jumat, 06/11/26 | 10:51 WIB
Makna Dibalik Puisi “Harapan” Karya Sapardi Tinjauan Semiotika

Paradoks Representasi Subaltern dalam Novel Saman

Minggu, 01/11/26 | 12:50 WIB

Namun, ketika identitas asli Kim Mo Mi terbongkar oleh Joo Oh Nam, rekan kerjanya yang juga memiliki perasaan untuknya, keduanya terlibat dalam insiden tak terduga yang mengubah jalan cerita. Joo Oh Nam mengikuti seluruh kegiatan yang dilakukan oleh Kim Mo Mi. Pada awalnya, Kim Mo Mi menyukai lelaki sekantornya yang ternyata memiliki hubungan dengan perempuan cantik dan dianggap sebagai perempuan yang mencari perhatian. Drama ini menyajikan representasi perempuan menjadi sebuah objek yang memiliki standar untuk kecantikannya. Tentunya, hal ini memberikan diskriminasi bagi perempuan yang tidak sesuai dengan standar kecantikan tersebut.

Hal ini pun digambarkan oleh tokoh Mask Girl yang harus menutupi dirinya menggunakan masker karena wajahnya yang tidak memenuhi standar kecantikan walaupun ia memiliki bakat yang luar biasa. Serial ini mengilustrasikan bagaimana penilaian orang terhadap penampilan seseorang dapat memengaruhi hidup mereka dan bagaimana individu mungkin merasa perlu untuk menyembunyikan aspek-aspek tertentu dari diri mereka karena ketakutan akan diskriminasi atau ejekan.

Standar kecantikan ini akhirnya menjadi permasalahan karena tokoh utama, Kim Mo Mi yang harus menerima pil pahit bahwa lelaki yang ia sukai tidak menyukai dirinya dan lebih memilih perempuan yang cantik. Ia pun merasa frustrasi dan akhirnya secara tanpa tidak sadar melakukan pertunjukkan membuka baju ketika melakukan siaran langsung yang pada akhirnya para pengikutnya, khususnya lelaki membicarakannya. Secara tidak langsung, hal tersebut merepresentasikan diskriminasi kepada perempuan yang selalu diobjektivikasi secara seksual. Hal ini senada dengan yang diungkapkan Beauvoir (1956) bahwa perempuan harus menerima diskriminasi kepada dirinya dan tubuhnya.

Pada akhirnya, tokoh perempuan digambarkan harus membunuh untuk keluar dari berbagai pelecehan seksual yang diterimanya karena adanya diskriminasi dan pelecehan seksual yang harus dihadapi oleh perempuan. Hal ini menjadikan tokoh Kim Mo Mi harus menjadi buronan karena kasus pembunuhan yang ia lakukan kepada lelaki yang ingin memperkosanya.

Tidak hanya itu, perempuan pun harus menerima “kutukan” atau pelabelan yang diberikan kepadanya. Hal ini digambarkan oleh anak Kim Mo Mi. Anaknya dikucilkan oleh masyarakat karena ibunya yang dianggap sebagai monster dan pada akhirnya banyak masyarakat yang digambarkan membenci anak tersebut karena diduga bahwa anak tersebut memiliki sifat monster seperti ibunya.

Kim Mo Mi dapat dikatakan sebagai representasi Medusa dalam drama ini. Medusa adalah tokoh mitologi Yunani yang sering digambarkan sebagai seorang wanita cantik yang kemudian dikutuk menjadi monster dengan rambut ular dan kemampuan untuk mengubah siapa pun yang memandang matanya menjadi batu. Dalam beberapa cerita atau karya seni, tema perempuan yang berubah menjadi jahat atau Medusa dapat mencerminkan perubahan karakter atau kepribadian yang dramatis atau perasaan marah atau dendam yang mendalam. Ini adalah elemen yang sering digunakan dalam literatur dan seni untuk mengeksplorasi konflik internal, pertumbuhan karakter, atau pembalasan dendam.

Sama seperti Medusa, tokoh Kim Mo Mi memberikan pandangan kepada masyarakat bahwa perempuan dan berbagai diskriminasi dan pelecehan yang ia terima menjadikan perempuan harus berani bertindak untuk mempertahankan dirinya pada situasi kritis. Namun, pertahanan diri tersebut pada akhirnya harus merengut nyawa seseorang sehingga perempuan harus disalahkan dalam hal ini. Tidak hanya itu, Kim Mo Mi pun memiliki sifat Medusa yang akhirnya berani untuk membalaskan dendamnya karena dirinya yang dijadikan objek seksual lelaki. Tidak hanya itu, tokoh Kim Mo Mi pun mampu untuk melawan berbagai diskriminasi kepada dirinya walaupun harus dengan tindakan membunuh.

Penggambaran perempuan sebagai karakter jahat atau Medusa tidak selalu mencerminkan pandangan yang adil atau seimbang tentang perempuan. Kebijaksanaan adalah untuk memahami bahwa karakter perempuan, seperti karakter laki-laki, dapat memiliki berbagai motivasi, konflik, dan perkembangan yang mendalam dalam cerita. Tentunya, perubahan karakter perempuan dan representasi perempuan yang Medusa dapat digali lebih mendalam dan komprehensif bahwa adanya akar diskriminasi dan pelecehan lainnya yang membuat perempuan selalu menjadi subordinat dalam konsep gender.

Tags: #Roma Kyo Kae Saniro
ShareTweetShareSend
Berita Sebelum

Menjelajah Sungai Ledok Sambi

Berita Sesudah

Petualangan Sherina 2: Nostalgia Generasi 90-an

Berita Terkait

Meneliti Tak Sekadar Mengembangkan, tapi Harus Menguji Efektivitas Inovasi Lebih Mendalam

Meneliti Tak Sekadar Mengembangkan, tapi Harus Menguji Efektivitas Inovasi Lebih Mendalam

Jumat, 06/11/26 | 10:51 WIB

Oleh: Nurjannah Mahasiswi Magister Pendidikan Fisika UNP Di tengah perkembangan teknologi dan tuntutan pembelajaran abad ke-21, inovasi pendidikan terus bermunculan....

Makna Dibalik Puisi “Harapan” Karya Sapardi Tinjauan Semiotika

Paradoks Representasi Subaltern dalam Novel Saman

Minggu, 01/11/26 | 12:50 WIB

Oleh: Muhammad Zakwan Rizaldi (Mahasiswa Program Studi Sastra Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas dan Anggota UKMF Labor Penulisan Kreatif)...

Proses Eksperimen Unit 731 dalam Perspektif Sosiologi Sastra

Proses Eksperimen Unit 731 dalam Perspektif Sosiologi Sastra

Minggu, 01/11/26 | 12:42 WIB

Oleh: Tri Sutrisman (Mahasiswa Sastra Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Andalas) Bagaimana jika sebuah laboratorium yang seharusnya digunakan untuk menyelamatkan...

Laut Bercerita: Ketika Cerita Beralih ke Layar

Laut Bercerita: Ketika Cerita Beralih ke Layar

Minggu, 01/11/26 | 12:26 WIB

Oleh: Rizky Amelya Furqan (Dosen Program Studi Sastra Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Andalas) Matilah kau mati, kau akan lahir...

Dari Sagu ke Pasar Digital: Peluang UMKM Lokal Menembus Batas

Dari Sagu ke Pasar Digital: Peluang UMKM Lokal Menembus Batas

Minggu, 25/10/26 | 20:14 WIB

Oleh: Maryatul Kuptiah (Mahasiswa Program Studi Sastra Indonesia FIB Universitas Andalas)   Di Selatpanjang, Kabupaten Kepulauan Meranti memiliki potensi alam...

Puisi-puisi Wulan Darma Putri

Peran Ibu Tunggal dalam Film “Ibu, Bagaimana Aku Tanpamu?”

Minggu, 25/10/26 | 18:30 WIB

Oleh: Noor Alifah (Mahasiswi Sastra Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya dan Anggota Labor Penulisan Kreatif, Universitas Andalas) Ada film yang berakhir...

Berita Sesudah
Petualangan Sherina 2: Nostalgia Generasi 90-an

Petualangan Sherina 2: Nostalgia Generasi 90-an

Discussion about this post

POPULER

  • Smartfren dan Nubia Hadirkan Smartphone 5G dengan Internet Unlimited Dua Tahun

    Smartfren dan Nubia Hadirkan Smartphone 5G dengan Internet Unlimited Dua Tahun

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Apakah Kata “bapak” dan “ibu” Harus Ditulis dalam Huruf Kapital ?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Realitas Kekuasaan Budaya Politik Elite di Indonesia

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Penggunaan Kata Depan “dari” dan “daripada” yang Tidak Tepat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Laut Bercerita: Ketika Cerita Beralih ke Layar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Puisi-puisi Dharma Purnama Putra

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Puisi-puisi Arza Kailla Chaerani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Scientia Indonesia

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026

Navigate Site

  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

No Result
View All Result
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026