Kamis, 19/2/26 | 13:37 WIB
  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami
Scientia Indonesia
  • TERAS
  • EKONOMI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • DAERAH
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
  • TERAS
  • EKONOMI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • DAERAH
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
Scientia Indonesia
No Result
View All Result
  • TERAS
  • EKONOMI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • DAERAH
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • LITERASI
  • RENYAH
  • TIPS
Home LITERASI KLINIK BAHASA

Penggunaan Kata Penghubung “tetapi” dan “sedangkan”

Minggu, 04/6/23 | 07:51 WIB
Oleh: Reno Wulan Sari (Dosen Prodi Bahasa dan Sastra Indonesia Unand dan Dosen Tamu di Busan University of Foreign Studies)

Kalimat sederhana dalam bahasa Indonesia terdiri atas satu klausa. Klausa merupakan satuan gramatikal yang menjadi pembentuk dasar sebuah kalimat. Klausa terdiri atas subjek dan predikat. Meskipun terlihat mirip, klausa dan kalimat adalah dua hal yang berbeda. Klausa tidak diawali dengan huruf kapital dan diakhiri dengan tanda baca. Berbeda dengan itu, kalimat selalu dimulai dengan huruf kapital dan diakhiri dengan tanda baca, yaitu titik (.), tanda tanya (?), dan tanda seru (!), bergantung dengan konteks kalimat tersebut. Contoh kalimat sederhana yang memiliki satu klausa adalah sebagai berikut:

  1. Dia tidur.
  2. Adik saya pintar.
  3. Mereka berolahraga.
  4. Baju saya bagus.
  5. Tas ini mahal.

Lima kalimat tersebut memiliki satu klausa karena masing-masingnya memiliki satu subjek dan satu predikat. Akan tetapi, sebuah kalimat juga bisa memiliki dua klausa atau lebih. Kalimat yang memiliki lebih dari satu klausa membutuhkan kata penghubung yang sesuai dengan konteks kalimat tersebut. Kata penghubung yang ada di dalam kalimat juga disebut sebagai kata penghubung intrakalimat. Setiap kata penghubung intrakalimat memiliki fungsi yang berbeda, yaitu sebagai informasi tambahan, penegasan, pertentangan, urutan peristiwa, dan sebagainya. Salah satu contoh kata penghubung adalah dan. Kata penghubung dan digunakan untuk menambah informasi yang unsur-unsurnya setara. Kita bisa melihat penggabungan dua klausa dengan kata penghubung dan sebagai berikut:

1. klausa 1 : ayah saya bekerja
klausa 2 : ibu saya bekerja

kalimat dari klausa 1 + klausa 2 : Ayah dan ibu saya bekerja.
Kata penghubung dan ditulis di antara kata ayah dan ibu karena dua kata ini sama-sama menempati unsur subjek dengan jenis kata yang setara.

BACAJUGA

Perbedaan Kata “kepada”, “untuk”, dan “bagi”

Berbagai Istilah Tempat Perbelanjaan dalam Bahasa Indonesia

Minggu, 25/1/26 | 17:00 WIB
Perbedaan Kata “kepada”, “untuk”, dan “bagi”

Onde-Onde dan Klepon: Perbedaan Budaya, Perbedaan Nama

Minggu, 11/1/26 | 09:39 WIB

2. klausa 1 : saya selalu belajar
klausa 2 : saya selalu bekerja

Kalimat dari klausa 1 + klausa 2 : Saya selalu belajar dan bekerja.
Kata saya sama-sama menempati unsur subjek sehingga salah satu keberadaannya bisa dihilangkan. Kata belajar dan bekerja merupakan dua kelas kata verba yang menempati unsur predikat. Oleh sebab itu, di antara kata belajar dan bekerja bisa ditambah dengan kata penghubung dan.

Kata penghubung dan di dalam dua kalimat tersebut berfungsi merekatkan kata yang menempati unsur-unsur yang sama di dalam kalimat sebab maknanya sebagai informasi tambahan memiliki kesetaraan (baik dari segi kelas kata, makna, maupun penggolongan jenisnya, seperti ayah dan ibu sama-sama nomina yang digunakan sebagai kata sapaan keluarga). Namun demikian, tidak semua klausa yang digabung memiliki kesamaan atau kesetaraan makna. Adakalanya, klausa-klausa yang digabung tersebut memiliki pertentangan makna.

Ada beberapa kata penghubung yang bisa digunakan untuk menegaskan makna pertentangan ini, seperti tetapi, sedangkan, namun, meskipun, dan melainkan. Akan tetapi, ada dua kata penghubung dengan makna pertentangan yang sering dianggap sama oleh pengguna bahasa Indonesia, yaitu kata tetapi dan sedangkan. Secara kaidah yang tepat, dua kata ini digunakan dalam konteks yang berbeda. Di dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), kata tetapi memiliki makna “kata penghubung intrakalimat untuk menyatakan hal yang bertentangan atau tidak selaras”. Kata sedangkan memiliki makna “kata penghubung untuk menandai perlawanan. Bagaimana cara menggunakan dua kata penghubung ini? Berikut penjelasannya.

Kata penghubung tetapi digunakan untuk menyatakan pertentangan yang berasal dari suatu hal yang sama/setara. Kita bisa melihat contoh penggunaannya dalam proses penggabungan klausa-klausa berikut:

  1. klausa 1 : rumah itu bagus
  2. klausa 2 : rumah itu bersih
  3. klausa 3 : rumah itu kotor

Kata bagus dan bersih pada klausa 1 dan 2 memiliki makna yang positif. Kata kotor pada klausa 3 memiliki makna yang negatif. Ketika klausa-klausa itu digabung, kita perlu membedakan penggunakan kata penghubung dan dengan tetapi. Berikut adalah contoh penggunaannya:

  1. kalimat dari klausa 1 + klausa 2 : Rumah itu bagus dan bersih.
  2. kalimat dari klausa 1 + klausa 3 : Rumah itu bagus, tetapi kotor.

Ketika menggabungkan klausa 1 dan 3, kita membutuhkan kata penghubung tetapi karena maknanya yang bertentangan antara makna positif (dari kata bagus) dengan negatif (dari kata kotor).

Berbeda dengan itu, kata penghubung sedangkan digunakan untuk menyatakan pertentangan dari dua hal yang berbeda. Kita bisa melihat contoh penggunaannya dari penggabungan klausa-klausa berikut:

  1. klausa 1 : Hotel Merdeka besar
  2. klausa 2 : Hotel Merdeka kotor
  3. klausa 3 : Hotel Merdeka sangat jauh
  4. klausa 4 : Hotel Nusantara kecil
  5. klausa 5 : Hotel Nusantara bersih
  6. klausa 6 : Hotel Nusantara sangat jauh

Dari enam klausa tersebut, ada kata yang bernuansa positif (besar dan bersih) dan ada kata yang atau frasa yang bernuansa negatif (kotor, sangat jauh, dan kecil). Ketika kita menggabungkan dua klausa dengan makna yang bertentangan, kita membutuhkan kata penghubung tetapi dan sedangkan. Di sinilah, kita perlu membedakan penggunaannya. Kata penghubung tetapi digunakan ketika pertentangan itu berasal dari suatu hal yang sama. Kata penghubung sedangkan digunakan ketika pertentangan berasal dari dua hal yang berbeda. Berikut contoh penggunaannya:

1. Kalimat dari klausa 1 + klausa 2 : Hotel Merdeka besar, tetapi kotor.

Di dalam kalimat ini, kita membutuhkan kata penghubung tetapi karena pertentangan itu bersal dari hal yang sama, yaitu Hotel Merdeka.

2. Kalimat dari klausa 1 + klausa 4 : Hotel Merdeka besar, sedangkan Hotel Nusantara kecil.

Di dalam kalimat ini, kita membutuhkan kata penghubung sedangkan karena pertentangannya sudah mengarah pada perbandingan dua hal yang berbeda, yaitu Hotel Merdeka dan Hotel Nusantara.

3. Kalimat dari klausa 3 + klausa 6 : Hotel Merdeka dan Hotel Nusantara sangat jauh.

Di dalam kalimat ini, kita membutuhkan kata penghubung dan karena tidak terdapat pertentangan meskipun yang dibandingkan adalah dua hal yang berbeda. Perbandingan keduanya memiliki makna yang sama dari frasa sangat jauh. Oleh sebab itu, kita memerlukan kata penghubung dan.

4. kalimat dari klausa 4 + klausa 6 : Hotel Nusantara kecil dan sangat jauh.

Di dalam kalimat ini, kita juga membutuhkan kata penghubung dan karena kata yang ditambahkan sama-sama bernuansa negatif, yaitu kecil (untuk ukuran hotel) dan sangat jauh.

Kesimpulan dari penjelasan ini dapat diartikan sebagai berikut. Pertama, kata penghubung dan digunakan untuk informasi tambahan yang maknanya selaras dari kata-kata yang setara. Kata penghubung dan bisa digunakan untuk suatu hal yang sama, maupun hal yang berbeda, asalkan informasinya selaras. Berikut adalah contoh-contoh kalimatnya:

  1. Saya mencuci dan menjemur baju.
  2. Kami membeli apel dan mangga.
  3. Riana dan Cilla pergi ke Bandung.
  4. Kakak saya cantik dan pintar.
  5. Laki-laki itu sombong dan kasar.

Kedua, kata penghubung tetapi digunakan untuk menggabungkan klausa yang memiliki pertentangan makna dari suatu hal yang sama. Berikut adalah contoh-contoh kalimatnya:

  1. Adik saya pintar, tetapi malas. (Sumber pertentangan hanya ada pada adik saya)
  2. Hotel itu bagus, tetapi sangat jauh. (Sumber pertentangan hanya ada pada hotel itu)
  3. Dia kaya, tetapi pelit. (Sumber pertentangan hanya ada pada dia)
  4. Dia tampan, tetapi sangat kasar. (Sumber pertentangan hanya ada pada dia)

Ketiga, kata penghubung sedangkan digunakan untuk menggabungkan klausa yang memiliki pertentangan makna dari dua hal yang berbeda. Berikut adalah contoh-contoh kalimatnya:

  1. Kota Padang panas, sedangkan Kota Padangpanjang dingin. (Perbandingan antara Kota Padang dan Kota Padangpanjang)
  2. Dia sangat lembut, sedangkan adiknya kasar. (Perbandingan antara dia dan adiknya)
  3. Istrinya sangat rajin, sedangkan suaminya pemalas. (Perbandingan antara istrinya dan suaminya)
  4. Tas saya besar, sedangkan tas ibu saya kecil. (Perbandingan antara tas saya dan tas ibu saya)

Inilah perbedaan kata penghubung tetapi dan sedangkan. Semoga bermafaat.

Tags: #Reno Wulan Sari
ShareTweetShareSend
Berita Sebelum

Mengelola Konflik dalam Kelompok

Berita Sesudah

Kehidupan Perempuan Marginal dalam Novel Re: dan peRempuan

Berita Terkait

Kapitil, Kosakata Baru dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia

KBBI dan Kuasa Badan Bahasa

Minggu, 15/2/26 | 16:59 WIB

Oleh: Ria Febrina (Dosen Prodi Sastra Indonesia dan S2 Linguistik Universitas Andalas) Setelah kapitil, masyarakat Indonesia kembali dihebohkan dengan definisi...

Aspek Fonologis dan Keformalan Bahasa

Bon atau Bien? Dua Kata yang Sering Tertukar, tetapi Tidak Pernah Sama

Minggu, 01/2/26 | 14:54 WIB

Oleh: Nani Kusrini (Dosen Pendidikan Bahasa Prancis Universitas Lampung)   Bon dan bien adalah dua kosakata dalam bahasa Prancis yang...

Perbedaan Kata “kepada”, “untuk”, dan “bagi”

Berbagai Istilah Tempat Perbelanjaan dalam Bahasa Indonesia

Minggu, 25/1/26 | 17:00 WIB

Oleh: Reno Wulan Sari (Dosen Pengajar Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing Busan University of Foreign Studies, Korea Selatan) Berbelanja merupakan...

Child Grooming sebagai Bentuk Frasa “Manipulasi Anak”

Child Grooming sebagai Bentuk Frasa “Manipulasi Anak”

Selasa, 20/1/26 | 07:09 WIB

Oleh: Elly Delfia (Dosen Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas) Suatu sore, adik perempuan saya mendatangi saya dan berkata “Uni sudah...

Kapitil, Kosakata Baru dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia

Kapitil, Kosakata Baru dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia

Minggu, 11/1/26 | 09:57 WIB

Oleh: Dr. Ria Febrina, S.S., M.Hum. (Dosen Prodi Sastra Indonesia dan S2 Linguistik FIB Universitas Andalas) Tiba-tiba warganet Indonesia heboh...

Perbedaan Kata “kepada”, “untuk”, dan “bagi”

Onde-Onde dan Klepon: Perbedaan Budaya, Perbedaan Nama

Minggu, 11/1/26 | 09:39 WIB

Oleh: Reno Wulan Sari (Dosen Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) di Busan University of Foreign Studies, Korea Selatan) Tidak...

Berita Sesudah
Konstruksi Perempuan dalam Novel Tarian Bumi

Kehidupan Perempuan Marginal dalam Novel Re: dan peRempuan

Discussion about this post

POPULER

  • Perbedaan Kata “kepada”, “untuk”, dan “bagi”

    Perbedaan Kata “kepada”, “untuk”, dan “bagi”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Wabah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Apakah Kata “bapak” dan “ibu” Harus Ditulis dalam Huruf Kapital ?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 13 Prodi FISIP UNAND Berhasil Raih Predikat “Unconditional” Akreditasi Internasional ACQUIN

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ancaman Ekologis Krisis Air dari Tren Penggunaan AI di Media Sosial

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Se Indonesia, seIndonesia, atau se-Indonesia?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Oleh sebab itu, Oleh karena itu, atau Maka dari Itu?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Scientia Indonesia

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2024

Navigate Site

  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

No Result
View All Result
  • TERAS
  • EKONOMI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • DAERAH
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2024