Rabu, 10/6/26 | 17:58 WIB
  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami
Scientia Indonesia
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
Scientia Indonesia
No Result
View All Result
  • BERITA
  • LITERASI
  • RENYAH
  • TIPS
Home DAERAH

Keluarga Bantah Pemilik Ponpes Miftahul Huda Dharmasraya Terlibat Dugaan Kasus Pelecehan Seksual

Selasa, 08/7/25 | 22:12 WIB

Dharmasraya, Scientia.id – Pihak keluarga dari pengasuh sekaligus pemilik Pondok Pesantren Miftahul Huda, yang diduga terlibat kasus pelecehan seksual, membantah sejumlah tudingan yang dialamatkan kepada pemilik ponpes tersebut. Salah satu bantahan utama adalah mengenai sumber dana pembangunan pondok yang disebut-sebut berasal dari swadaya masyarakat.

Pernyataan ini disampaikan oleh Aning Putri Lestari, adik kandung dari pemilik Ponpes Miftahul Huda, Sabtu (5/7/2025).

Aning menjelaskan bahwa tudingan bahwa pondok tersebut hasil dari swadaya masyarakat adalah tidak benar.

BACAJUGA

Pemerintah Kota Padang berdasarkan hasil evaluasi Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB) untuk tahun 2025, Kota Padang sukses menduduki peringkat pertama dengan nilai indeks Reformasi Birokrasi (RB) tertinggi di Provinsi Sumatera Barat, yakni sebesar 87,31.

Kota Padang Meraih Indeks Reformasi Birokrasi Tertinggi di Sumbar

Selasa, 09/6/26 | 19:29 WIB
PT Selago Makmur Plantation Diduga Tidak Salurkan Dana CSR ke Nagari Abai Siat

PT Selago Makmur Plantation Diduga Tidak Salurkan Dana CSR ke Nagari Abai Siat

Senin, 08/6/26 | 21:25 WIB

Ia membeberkan sejarah berdirinya ponpes, yang berawal dari Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ) hingga berkembang menjadi pondok pesantren dengan banyak santri dan jamaah pengajian.

“Awal mula tahun 2007, ada seorang warga Koto Ranah sedang mencari guru untuk mengajar mengaji di Mushola Toriqul Jannah,” ungkapnya.

Aning menambahkan guru tersebut didapatkan dari Sitiung 3 Blok C Nagari Kurnia Selatan Kecamatan Sungai Rumbai.

“Pada awalnya, proses mengajar tidak setiap hari, dengan guru harus pulang-pergi dari Sitiung 3 ke Sitiung 4, dan kurang lebih ada 10 anak yang ikut mengaji di Mushola,” tandasnya.

Kemudian, pada tahun 2008, terduga pelaku pemilik ponpes menikah dengan orang Sitiung 4 Koto Ranah yang juga merupakan santrinya.

“Tahun 2011 kakak saya itu membeli tanah di Sitiung 4 Koto Ranah dan mulai membangun rumah, sembari menunggu pembangunan rumah selesai,” ujarnya.

Lebih lanjut, Aning mengatakan selama masa pembangunan rumah, ia masih tetap pulang-pergi dari Sitiung 3 menuju Sitiung 4 untuk mengajar mengaji di Musala.

Seiring berjalannya waktu, jumlah anak yang mengaji di mushola semakin bertambah. Setelah pembangunan rumah selesai pada tahun 2012, pemilik ponpes memutuskan untuk membuat Madrasah di depan rumah sekaligus menempati rumah tersebut.

Pada waktu itu, Madrasah masih berada di depan rumah, dan jumlah santrinya terus bertambah. Karena jumlah santri sudah mencapai sekitar kurang lebih 100 murid, pemilik ponpes memutuskan untuk menambah bangunan di belakang rumah.

Pada tahun 2019, kata Aning, ada satu santri yang berkeinginan untuk mondok.

“Pada waktu itu berawal dari satu anak dan semakin bertambah, dan tidak semua santri mondok di situ, ada yang mondok atau mengaji pulang pergi,” terangnya.

Setelah Madrasah berdiri dan berkembang, ada dua opsi jadwal pembelajaran untuk santri yang pulang-pergi. Madrasah ini mengaji lima hari dalam seminggu, sementara santri yang mondok melanjutkan di hari Jumat dan Sabtu (hari libur sekolah).

Seiring berjalannya waktu, santri yang ingin mukim (mondok) terus bertambah, mencapai hampir 25 orang (putra dan putri).

“Dengan bertambahnya santri yang mukim/mondok, pembangunan bangunan tambahan dilakukan dengan biaya pribadi dan beberapa donatur, bukan dari swadaya masyarakat. Proses pembangunan pondok ini dibantu secara gotong royong oleh wali santri, kecuali tanah Musloha merupakan tanah wakaf,” pungkasnya. (tnl)

Tags: DharmasrayaPonpes Miftahul Huda Dharmasraya
ShareTweetShareSend
Berita Sebelum

Yusri Latif Siap Kawal Program “Buat Kesan Manis” Kemenag Padang: Bina Remaja dan Keluarga Sakinah Jadi Prioritas

Berita Sesudah

Rismal Hadi Ditunjuk Jadi Sekda Kota Bukittinggi

Berita Terkait

Pemerintah Kota Padang berdasarkan hasil evaluasi Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB) untuk tahun 2025, Kota Padang sukses menduduki peringkat pertama dengan nilai indeks Reformasi Birokrasi (RB) tertinggi di Provinsi Sumatera Barat, yakni sebesar 87,31.

Kota Padang Meraih Indeks Reformasi Birokrasi Tertinggi di Sumbar

Selasa, 09/6/26 | 19:29 WIB

Pemerintah Kota Padang berdasarkan hasil evaluasi Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB) untuk tahun 2025, Kota Padang...

PT Selago Makmur Plantation Diduga Tidak Salurkan Dana CSR ke Nagari Abai Siat

PT Selago Makmur Plantation Diduga Tidak Salurkan Dana CSR ke Nagari Abai Siat

Senin, 08/6/26 | 21:25 WIB

Satgas PKH saat menyegel lahan kawasan hutan yang di kelola oleh PT Selago Makmur Plantation (PT SMP) di Nagari Bonjol...

Operasi Patuh Singgalang 2026 di Pariaman Ditunda, Polisi Tunggu Instruksi Mabes

Operasi Patuh Singgalang 2026 di Pariaman Ditunda, Polisi Tunggu Instruksi Mabes

Senin, 08/6/26 | 17:49 WIB

Pariaman, Scientia — Pelaksanaan Operasi Patuh Singgalang 2026 yang semula dijadwalkan berlangsung pada 8 hingga 21 Juni di Kota Pariaman...

Firdaus: Pilwana Momentum Menentukan Arah Pembangunan Nagari

Firdaus Soroti Usulan Larangan BBM Subsidi bagi Kendaraan Menunggak Pajak: Fokus Awasi Mafia BBM, Bukan Membatasi Rakyat

Senin, 08/6/26 | 16:37 WIB

Padang, Scientia — Usulan pembatasan akses BBM subsidi bagi kendaraan yang menunggak pajak menjadi salah satu rekomendasi yang mengemuka dalam...

Sumbar Usul Aparat Jaga SPBU, Pengawasan BBM Subsidi Diperketat

Sumbar Usul Aparat Jaga SPBU, Pengawasan BBM Subsidi Diperketat

Senin, 08/6/26 | 16:11 WIB

Padang, Scientia — Pemerintah Provinsi Sumatera Barat memperketat pengawasan distribusi BBM bersubsidi setelah berbagai modus penyalahgunaan Solar dan Pertalite masih...

Tiga Agenda Besar Pemkab Dharmasraya Berlangsung Semarak

Tiga Agenda Besar Pemkab Dharmasraya Berlangsung Semarak

Minggu, 07/6/26 | 21:31 WIB

Dharmasraya, Scientia.id – Akhir pekan di Kabupaten Dharmasraya berlangsung semarak. Tiga agenda besar yang diselenggarakan Pemerintah Kabupaten Dharmasraya secara berturut-turut...

Berita Sesudah
Rismal Hadi Ditunjuk Jadi Sekda Kota Bukittinggi

Rismal Hadi Ditunjuk Jadi Sekda Kota Bukittinggi

POPULER

  • PT Selago Makmur Plantation Diduga Tidak Salurkan Dana CSR ke Nagari Abai Siat

    PT Selago Makmur Plantation Diduga Tidak Salurkan Dana CSR ke Nagari Abai Siat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Apakah Kata “bapak” dan “ibu” Harus Ditulis dalam Huruf Kapital ?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Polisi Tangkap Pedagang Penyalahguna Narkoba di Pulau Punjung

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kota Padang Meraih Indeks Reformasi Birokrasi Tertinggi di Sumbar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Oleh sebab itu, Oleh karena itu, atau Maka dari Itu?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Keistimewaan Kata “Hujan”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bentuk-Bentuk Singkatan dalam Surat Resmi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Scientia Indonesia

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026

Navigate Site

  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

No Result
View All Result
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026