Rabu, 11/3/26 | 02:42 WIB
  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami
Scientia Indonesia
  • TERAS
  • EKONOMI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • DAERAH
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
  • TERAS
  • EKONOMI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • DAERAH
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
Scientia Indonesia
No Result
View All Result
  • TERAS
  • EKONOMI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • DAERAH
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • LITERASI
  • RENYAH
  • TIPS
Home Unes

Menonton Otto Membaca Ove

Minggu, 28/5/23 | 14:18 WIB

Lastry Monika
(Kolumnis Rubrik Renyah)

 

Otto dan Ove adalah pria yang sama. Pria tua kesepian, penggerutu, terlalu perfeksionis, dan berpendirian teguh. Setidaknya ada sebagian tetangga pria itu yang menilainya begitu. Tentu, penilaian itu hadir karena mereka tak teralu mengenalnya.

Saya sendiri lebih dulu mengenal Otto. Sepanjang melihatnya, jarang sekali ia tersenyum (bila tidak mau dibilang tidak pernah).

Ia suka keteraturan dan hal-hal yang pasti. Ya, seperti matematika kesukaannya. Dan yang paling ia suka tentu saja Sonya. Seperti halnya Ove dengan Sunja.

BACAJUGA

Sebagian Tidak Suka Orang yang Banyak Cerita

Tenang, Kita Selesaikan Satu-Satu

Minggu, 08/3/26 | 22:59 WIB
Sebagian Tidak Suka Orang yang Banyak Cerita

Dari Lahan ke Lisan: Warisan yang (Tak Lagi) Disemai

Minggu, 01/3/26 | 21:43 WIB

Setelah Otto, barulah saya mengenal Ove. Ya, mereka adalah lelaki tua yang sama. Otto versi visual, sedangkan Ove versi yang diimajinasikan sendiri sesuai keinginan pembaca. Akan tetapi, ketika membaca Ove, imajinasi saya adalah Otto.

Ove suka memperdepatkan apapun. Ini tidak lain karena pendiriannya teramat teguh. Mungkin pula, Sonjalah satu-satunya orang yang bisa membuatnya luluh. Di saat-saat tertentu ia melanggar prinsipnya bila menurutnya masih wajar untuk sesekali dilanggar. Itu pun mungkin hanyalah demi Sonja, satu-satunya warna di hidupnya yang kelabu sedari kecil.

Baik A Man Called Otto maupun A Man Called Ove, yang paling menarik perhatian di antara keduanya ialah cinta yang amat tulus dan murni antara Ove dengan Sonja. Selama berbulan-bulan, Ove menaiki kereta yang berlawanan arah hanya untuk bisa duduk di samping Sonja dan mendengar cerita tentang buku-buku yang ia baca.

Meski siapa pun yang menonton Otto dan membaca Ove setuju bila ia memiliki cinta yang tulus dan murni, pasangan ini sebetulnya sangat jauh berbeda. Seperti siang dan malam serta langit dan bumi, kata teman-teman mereka menilai. Akan tetapi justru kutub yang berbeda membuat Ove dan Sonja saling tarik-menarik dan lengket. Hingga Sonja pergi Ove pun memaksa diri untuk menyusulnya.

Sonja suka membaca, sedangkan Ove tidak. Ove justru suka angka-angka dan menyibukkan diri dengan perkakas-perkakasnya. Berpuluh tahun bersama, tak membuat Ove ikut suka membaca, bahkan satu pun buku tak berhasil ia baca. Tetapi sisi yang bertolak belakang itu tak membuat perasaan yang tulus dan murni antara keduanya menjadi luntur.

Ove bukan berarti tak memberi kontribusi apa-apa untuk kecintaan Sonja pada buku dan seni. Ia membuat rak buku yang mungkin paling bagus dan tahan.

Ketika menonton Otto dan membaca Ove, mungkin saja para penonton dan pembaca tak hanya melirik kisah cinta yang tulus dan murni. Akan tetapi juga kehangatan tak biasa antara tetangga.

Ove kedatangan tetangga baru yang payah dan cerewet. Namun justru karena kepayahan dan cerewet inilah hubungan mereka dan Ove menjadi hangat.

Parvaneh namanya. Wanita paruh baya yang tengah hamil tua dan menjadi tetangga yang paling sering mengetuk pintu rumah Ove. Karena sering mengetuk pintu rumah ini pulalah pertemuan Ove dengan Sonja selalu tertunda. Dan yang paling hangat ialah akhirnya orang-orang asing ini seolah menjadi keluarga.

Tags: #Lastry Monica
ShareTweetShareSend
Berita Sebelum

Mengenal Minangkabau dari Sosok Huriah Adam

Berita Sesudah

Istilah “Deskriptif” dan “Preskriptif” dalam Ilmu Bahasa

Berita Terkait

Sebagian Tidak Suka Orang yang Banyak Cerita

Tenang, Kita Selesaikan Satu-Satu

Minggu, 08/3/26 | 22:59 WIB

Lastry Monika (Dosen Prodi Sastra Minangkabau FIB Unand/Kolumnis Rubrik Renyah)   Suatu hari, dalam sebuah percakapan santai, saya tiba-tiba terpikir...

Sebagian Tidak Suka Orang yang Banyak Cerita

Dari Lahan ke Lisan: Warisan yang (Tak Lagi) Disemai

Minggu, 01/3/26 | 21:43 WIB

Lastry Monika (Kolumnis Rubrik Renyah/Dosen Prodi Sastra Minangkabau FIB Unand) Dalam beberapa minggu terakhir, saya berkunjung ke beberapa nagari untuk...

Suatu Hari di Sekolah

Kampung, Cerita, dan Ingatan yang Tak Pernah Usang

Minggu, 08/2/26 | 15:36 WIB

Lastry Monika (Dosen Prodi Sastra Minangkabau FIB Unand/Kolumnis Rubrik Renyah)   Kecamatan Gunuang Omeh, khususnya Nagari Talang Anau bukan tempat...

Senyuman Kecil dan Mendengar: Hal Kecil yang Berdampak Besar

Renyah: Bacaan Pelan untuk Hari yang Cepat

Minggu, 18/1/26 | 21:05 WIB

Salman Herbowo (Kolumnis Rubrik Renyah) Jika Renyah dapat dianalogikan, ia bukan ruang yang hadir dengan suara lantang atau pernyataan yang...

Lagu yang Tak Selesai-selesai

2026 dan Renyah yang Tetap Menyapa

Minggu, 04/1/26 | 23:10 WIB

Salman Herbowo (Kolumnis Rubrik Renyah)   Akhir tahun 2025 kita lewati dengan langkah yang lebih pelan. Bencana yang terjadi di...

Lagu yang Tak Selesai-selesai

Lengah di Tengah Jeda

Minggu, 21/12/25 | 20:08 WIB

Salman Herbowo (Kolumnis Rubrik Renyah)   Saat istirahat siang, saya sering lengah dengan waktu. Bukan karena terburu-buru seperti di pagi...

Berita Sesudah
Istilah “Deskriptif” dan “Preskriptif” dalam Ilmu Bahasa

Istilah "Deskriptif" dan "Preskriptif" dalam Ilmu Bahasa

Discussion about this post

POPULER

  • Kapitil, Kosakata Baru dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia

    Nama Nagari di Sumatera Barat: Dari Sejarah menjadi Sistem Pertahanan Daerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • PKDP Sumbar Perkuat Silaturahmi Perantau Pariaman Lewat Buka Puasa Bersama

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Inspirasi Menu Buka Puasa Enak: Dari Takjil Manis Hingga Lauk Gurih

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ratusan Anak Yatim dan Dhuafa Buka Bersama Sahabat Mulia Madani Padang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sumbang 12 untuk Puti Bungsu Minangkabau

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Apakah Kata “bapak” dan “ibu” Harus Ditulis dalam Huruf Kapital ?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • DPRD Padang Gelar Rapat Paripurna Penyampaian LKPJ TA 2025

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Scientia Indonesia

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026

Navigate Site

  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

No Result
View All Result
  • TERAS
  • EKONOMI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • DAERAH
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026