Selasa, 03/3/26 | 04:13 WIB
  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami
Scientia Indonesia
  • TERAS
  • EKONOMI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • DAERAH
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
  • TERAS
  • EKONOMI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • DAERAH
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
Scientia Indonesia
No Result
View All Result
  • TERAS
  • EKONOMI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • DAERAH
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • LITERASI
  • RENYAH
  • TIPS
Home Unes

Dari Balik Saputangan Hitam

Minggu, 14/5/23 | 18:50 WIB
Satu Tikungan Lagi


Salman Herbowo
(Kolumnis Rubrik Renyah)

 

Seorang teman menghampiri kami saat sedang diskusi materi kegiatan yang akan dilakukan esok. Sepertinya ia menghampiri kami ingin menunjukan sesuatu. Sebab teman yang satu ini memang suka bikin kejutan di awal pertemuan.

Saat berjalan menghampiri kami, ia mengeluarkan saputangan hitam dari saku kiri celananya. Saputangan itu cukup lebar. Setidaknya sapu tangan itu bisa menutupi semua telapak tangannya. Saputangan itu memiliki corak garis secara vertikal berwarna abu-abu. Perpaduan warna itu klop dengan pakaian dan sepatu yang ia gunakan. Kami menyangka mungkin ia sedang memamerkan baju, celana, dan sepatu baru itu. Seperti biasa, dalam nuansa cadaan dan guyon kami sering begitu terhadap barang baru yang digunakan di tongkrongan.

Tanpa basa-basi saya langsung saja menyampaikan bahwa ia ingin memamerkan outfit yang digunakan. Tentu dengan cara saya pula. Guyon yang mungkin saja terdengar satire, tetapi itu candaan bagi kami. Namun begitu, tidak ada yang tersinggung atau berujung pertikaian.

BACAJUGA

Senyuman Kecil dan Mendengar: Hal Kecil yang Berdampak Besar

Renyah: Bacaan Pelan untuk Hari yang Cepat

Minggu, 18/1/26 | 21:05 WIB
Lagu yang Tak Selesai-selesai

2026 dan Renyah yang Tetap Menyapa

Minggu, 04/1/26 | 23:10 WIB

Ternyata tidak saya saja yang berpikiran begitu, rekan lainnya juga. Hanya saja tidak semua yang berani untuk menyindirnya di awal. Mungkin saja merasa takut karena sudah lama tidak bercanda satire seperti saat kuliah dulu. Bukan itu saja, masih ada kejutan lainnya. Mengenai outfit yang ia gunakan. Memang bagian yang ingin dipertunjukan, tetapi ada hal yang lebih penting lagi. Saya kira, mungkin hal ini yang menjadi utama dari sesuatu yang ingin ia pamerkan.

Ia mengajak kami untuk tidak hanya melihat outfit yang sedang dikenakan, tetapi juga benda yang sedang digenggam. Sehelai saputangan hitam bercorak garis abu-abu. Sapu tangan itu ia kibaskan ke arah muka seorang teman. Sontak itu membuat kami terkejut, bukan karena kibasan itu, tetapi juga mantra yang ia ucapkan. Entah mantra apa yang ia baca, tetapi itu cukup membuat kami terkejut. Pembacaan mantra dan hentakan kaki yang lumayan keras pemicunya. Kami pun heran melihat aksi yang ia lakukan.

Ternyata, aksi yang sedang dilakukan itu bagian dari pertunjukan sulap yang ingin diperlihatkan kepada kami. Sambil melakukan aksinya dengan sapu tangan itu, ia menceritakan proses belajar trik tersebut. Kami baru tahu bahwa ia dalam beberapa bulan belakangan belajar trik-trik sulap.

Berbagai macam trik yang ia lakukan, mulai dari mengeluarkan bunga hingga permen dari balik saputangan. Kami tentu mengapresiasi aksinya itu. Ada bertepuk tangan dan ada pula yang bersorak kegirangan. Itu langka dan jarang terjadi pada tongkrongan kami. Terkadang, ia juga dapat menghilangkan sesuatu dari balik saputangan itu. Sungguh memukau aksinya itu bagi kami yang benar-benar tidak pandai sulap. Namun begitu, seorang teman pun mencoba meminjam saputangannya dan hendak melakukan trik sulap pula.

Ia tiru pula gaya yang dilakukan sebelumnya hanya saja tanpa mantra. Ketika hendak meniup saputangan, ia pun menghentakan kaki. “Fuuuhhh” saat saputangan dikibaskan ia mengambil uang kertas pecahan seratus ribu dari saku bajunya.

“Silakan teman-teman gunakan untuk bayar semua minuman ini” katanya. Tentu disambut gelak tawa dan tepuk tangan yang riuh dibandingkan trik sulap sebelumnya. Sungguh trik yang sangat berguna. Memang kalau uang sudah “bicara” semua bisa bergembira. Paling tidak begitu yang kami rasakan dari peristiwa di balik saputangan hitam itu.

Tags: #Salman Herbowo
ShareTweetShareSend
Berita Sebelum

Cerpen “Sahabat” oleh Khansa Adelia Harinda dan Ulasannya oleh Azwar, M.Si.

Berita Sesudah

Musim Semi di Tengah Hamparan Kanola

Berita Terkait

Sebagian Tidak Suka Orang yang Banyak Cerita

Dari Lahan ke Lisan: Warisan yang (Tak Lagi) Disemai

Minggu, 01/3/26 | 21:43 WIB

Lastry Monika (Kolumnis Rubrik Renyah/Dosen Prodi Sastra Minangkabau FIB Unand) Dalam beberapa minggu terakhir, saya berkunjung ke beberapa nagari untuk...

Suatu Hari di Sekolah

Kampung, Cerita, dan Ingatan yang Tak Pernah Usang

Minggu, 08/2/26 | 15:36 WIB

Lastry Monika (Dosen Prodi Sastra Minangkabau FIB Unand/Kolumnis Rubrik Renyah)   Kecamatan Gunuang Omeh, khususnya Nagari Talang Anau bukan tempat...

Senyuman Kecil dan Mendengar: Hal Kecil yang Berdampak Besar

Renyah: Bacaan Pelan untuk Hari yang Cepat

Minggu, 18/1/26 | 21:05 WIB

Salman Herbowo (Kolumnis Rubrik Renyah) Jika Renyah dapat dianalogikan, ia bukan ruang yang hadir dengan suara lantang atau pernyataan yang...

Lagu yang Tak Selesai-selesai

2026 dan Renyah yang Tetap Menyapa

Minggu, 04/1/26 | 23:10 WIB

Salman Herbowo (Kolumnis Rubrik Renyah)   Akhir tahun 2025 kita lewati dengan langkah yang lebih pelan. Bencana yang terjadi di...

Lagu yang Tak Selesai-selesai

Lengah di Tengah Jeda

Minggu, 21/12/25 | 20:08 WIB

Salman Herbowo (Kolumnis Rubrik Renyah)   Saat istirahat siang, saya sering lengah dengan waktu. Bukan karena terburu-buru seperti di pagi...

Lagu yang Tak Selesai-selesai

Ketika Waktu Tak Menunggu

Minggu, 07/12/25 | 22:22 WIB

Salman Herbowo (Kolumnis Rubrik Renyah)   Saya sering bangun tergesa, seolah pagi datang lebih cepat dari dugaan. Waktu terus berjalan...

Berita Sesudah

Musim Semi di Tengah Hamparan Kanola

Discussion about this post

POPULER

  • Child Grooming sebagai Bentuk Frasa “Manipulasi Anak”

    Gerakan Sosial Baru pada Perang Kata-kata antara SEAblings dan Knetz

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sumbang 12 untuk Puti Bungsu Minangkabau

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Firdaus: Pengurus PMII Bukan Pengisi Struktur, Tapi Penggerak Perubahan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bale by BTN, Transaksi Cepat Tanpa Ribet

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • DPRD Sumbar Sebar 216 Tim Safari Ramadhan 1447 H, Salurkan Bantuan hingga Rp50 Juta per Masjid

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kebutuhan Darah Sumbar Capai 200 Kantong per Hari, Wakil Ketua DPRD Sumbar Ajak Semua Unsur Rutin Donor

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bahasa dan (Ber) Pikiran

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Scientia Indonesia

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2024

Navigate Site

  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

No Result
View All Result
  • TERAS
  • EKONOMI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • DAERAH
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2024