Sabtu, 17/1/26 | 04:04 WIB
  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami
Scientia Indonesia
  • TERAS
  • EKONOMI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • DAERAH
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
  • TERAS
  • EKONOMI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • DAERAH
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
Scientia Indonesia
No Result
View All Result
  • TERAS
  • EKONOMI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • DAERAH
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • LITERASI
  • RENYAH
  • TIPS
Home LITERASI ARTIKEL

Makna Mars Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI)

Minggu, 30/4/23 | 12:36 WIB

Oleh: Yogi Resya Pratama
(Sekretaris DPD KNPI Kota Pariaman)

 

Mars Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) memberikan banyak makna. Makna tersebut berupa pesan kepada para pemuda Indonesia. Pesan-pesan itu diluapkan melalui irama yang penuh semangat untuk mewujudkan keadilan, kejayaan, serta kesejahteraan bangsa dan negara.

BACAJUGA

Puisi-puisi Yogi Resya Pratama

Puisi-puisi Yogi Resya Pratama

Minggu, 01/6/25 | 10:01 WIB
Puisi-puisi Yogi Resya Pratama

Puisi-puisi Yogi Resya Pratama

Minggu, 18/5/25 | 08:43 WIB

Mars ini dibuat untuk membangunkan kegigihan para pemuda yang mungkin sering lelah mendengar berbagai keluh kehidupan yang tidak berujung. Jika disimak dan dihayati dengan seksama, mars ini akan menimbulkan getaran hebat dalam relung jiwa sehingga mendatangkan kekuatan dan dorongan psikoemosional yang positif pada diri pemuda.

Di pundak para pemuda terletak tanggung jawab besar dengan membentuk barisan yang ampuh dan teguh sebagai nawacita demi terangkatnya negeri yang jaya. Harapan-harapan pun ditumpangkan sebagai bentuk pengidaman cita-cita tertinggi bangsa dan negara. Pemuda harus memperlihatkan citra diri yang penuh dengan ilmu pengetahuan. Ilmu pengetahuan inilah yang menjadi dasar kekuatan bagi pemuda dalam mengemban Pancasila sebagai energi luhur untuk pembangunan. Namun saat ini, tak sedikit dari pemuda yang telah melupakan bakti kepada bangsa negara atau mungkin ingat, tetapi terpaku dengan dinamika kehidupan pribadi.

Persoalan bakti kepada bangsa dan negara banyak dipelintir dengan diplomasi-diplomasi dan retorika yang seakan melepaskan diri dari ikatan perjuangan yang sesungguhnya. Di samping, memperjuangkan dan mempertahankan keberlangsungan hidup pribadi, seyogyanya kita juga harus peka dalam mempertimbangkan kehidupan sosial di sekitar kita.

Selain itu, gejolak – gejolak berorganisasi yang sengaja diciptakan dengan alasan dinamika untuk sebuah kekuasaan, juga memaksa kita hidup dalam lingkaran pragmatis. Lingkaran yang buta dan melakukan segala bentuk pembenaran-pembenaran. Seolah-olah kita hidup hanya untuk mempertahankan tujuan-tujuan praktis golongan-golongan saja. Kehidupan sepertinya hanya soal mendapatkan income dari setiap tetesan keringat dan usaha yang telah dilakukan. Artinya, perhitungan kehidupan hanya terarah pada besarnya laba yang didapatkan dengan meminimalkan kemungkinan modal yang dikeluarkan.

Tentu saja perhitungan itu sangat tidak salah karena profit and loss account/income statement (perhitungan laba/rugi) sangat rasional untuk merumuskan sebuah perencanaan terhadap peluang yang harus ditangkap. Hanya saja kita terlalu kelewatan dalam mempergunakannya, bahkan tanpa penyaringan terhadap hal-hal yang bersifat penyemaian bakti sebagai makhluk sosial.

Misalnya, pada sebuah berita dituliskan bahwa seseorang telah mengeluarkan modal yang sangat besar untuk menampakkan baktinya dalam kehidupan sosial (dengan tulisan yang diperhalus bahasanya). Lalu, apakah kita bisa meyakini aksi yang dilakukan itu murni tanpa ada harapan timbal balik dari pelakunya? Tentu banyak kemungkinan jawaban yang dapat disampaikan dari berbagai sudut pandang untuk menjawab pertanyaan tersebut, baik secara keagamaan, sosial, dan kekerabatan. Bahkan, penilaian-penilaian juga terdapat dari pandangan yang berbagai macam itu. Istilahnya selalu ada pro dan kontra. Ada yang mendukung dan ada yang tidak.

Pandangan – pandangan itu juga tidak salah sebab masing-masing orang memberikan penilaian terhadap sesuatu berdasarkan terpenuhi atau tidak kebutuhan hidupnya, bukan dari sesuatu yang berdasarkan pada kenyataan. Realita-realita yang dibangun pun kerap kali disinyalir sebagai sebuah strategi dan taktik untuk menenggelamkan kepentingan atau kemaslahatan bersama.

Bukan hanya itu, masih banyak lagi catatan dan PR lain yang mungkin telah bersarang dibenak setiap orang yang perlu dibahas dalam perkumpulan-perkumpulan pemuda yang perlu dilaksanakan dengan daya upaya sekuat tenaga seperti yang terkandung dalam lirik Mars KNPI berikut ini.

Lirik Mars KNPI

Bentuk barisan ampuh dan teguh
Hai pemuda-pemuda Indonesia
Engkau harapan nusa bangsa
Mengangkatnya jadi negeri jaya

Arahkan pandangan mu kedepan
Dan sadari kemuatan padamu
Ingin turut berperan, mendengar keluh pesan
Dari bangsa serta tanah airmu.

Jadilah pengemban pancasila yang luhur
Bersemangat membaja sedikit tak kendur
Berikanlah ilmumu berikanlah dayamu
Pembangunan menanti baktimu

Bangsamu mengharapkan
Nusamu mengidamkan
Terwujud segera terwujud segera
Negara yang adil dan jaya

Hindari keretakan
Pelihara kerukunan
Supaya segera, supaya segera
Bangsamu benar sejahtera.

Oleh sebab itu, marilah para pemuda secara bersama-sama mewujudkan keharmonisan hidup diri sendiri dan orang lain. Mari memutus rantai perbedaan-perbedaan yang lahir dan dapat memecah persatuan. Ingatlah pemuda bahwa ada tanggung jawab besar yang kita pikul untuk diri sendiri dan orang-orang di sekitar kita. Bangsa ini menantikan sosok pemuda yang dapat memperjuangkan kemaslahatan hidup bersama. Tegaslah pada diri sendiri, tetapi penuh pertimbangan jika berhadapan dengan orang lain.

Tags: #Yogi Resya Pratama
ShareTweetShareSend
Berita Sebelum

Fungsi Bahasa dalam Kehidupan Sosial

Berita Sesudah

Beot-kkot di Festival Musim Semi Korea Selatan

Berita Terkait

Jejak Peranakan Tionghoa dalam Sastra Indonesia

Dinamika Masyarakat dalam Tradisi Basapa

Minggu, 04/1/26 | 22:15 WIB

Oleh: Hasbi Witir (Mahasiswa Prodi Sastra Indonesia FIB Universitas Andalas)   Setiap bulan Safar dalam kalender Hijriah, Ulakan di Pariaman,...

Perubahan Makna Cerita Rakyat di Era Digital

Gambaran Berlin Era 1920-an pada Roman Emil und die Detektive

Minggu, 04/1/26 | 22:05 WIB

Oleh: Andina Meutia Hawa (Dosen Prodi Sastra Indonesia Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas)   Latar tempat merupakan salah satu unsur...

Nilai-Nilai Religius pada Karya Andreas Gryphius

Nilai-Nilai Religius pada Karya Andreas Gryphius

Minggu, 04/1/26 | 21:31 WIB

Oleh: Hilda Septriani (Dosen di Program Studi Sastra Jerman, Universitas Padjadjaran)   Karya sastra merupakan salah satu bentuk karya seni...

Menggali Citra Feminisme dalam Fotografi di Instagram @darwistriadiartgallery

Menggali Citra Feminisme dalam Fotografi di Instagram @darwistriadiartgallery

Minggu, 28/12/25 | 20:13 WIB

Oleh: Aldrizi Salsabila 1; Ike Revita 2; Fajri Usman 3; Sawirman 4 (Mahasiswa dan Dosen Program Studi Magister Linguistik, Fakultas...

Belenggu Perempuan pada Cerpen “Sepasang Mata Dinaya yang Terpenjara” Kritik Feminis

Belenggu Perempuan pada Cerpen “Sepasang Mata Dinaya yang Terpenjara” Kritik Feminis

Minggu, 28/12/25 | 19:58 WIB

Oleh: Fatin Fashahah (Mahasiswa Prodi Sastra Indonesia Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas)    Semua pekerjaan yang tiada habisnya itu akan...

Makna Dibalik Puisi “Harapan” Karya Sapardi Tinjauan Semiotika

Persebaran Surau di Sekitar Makam Syekh Burhanuddin

Minggu, 21/12/25 | 10:40 WIB

Oleh: Muhammad Zakwan Rizaldi (Mahasiswa Program Studi Sastra Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas dan Anggota UKMF Labor Penulisan Kreatif)...

Berita Sesudah

Beot-kkot di Festival Musim Semi Korea Selatan

Discussion about this post

POPULER

  • Wali Kota Padang Fadly Amran, mengusulkan sejumlah proyek pelestarian lingkungan bagi Kota Padang dalam skema kerja sama bilateral Indonesia-Jerman di tahun 2026.(Foto:Ist)

    Wali Kota Padang Usulkan Proyek Lingkungan Hidup Pada Negara Jerman

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perbedaan Kata “kepada”, “untuk”, dan “bagi”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Denda PDAM Kota Padang Membingungkan, Tagihan Sampah Dipungut Meski Tak Diangkut

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Se Indonesia, seIndonesia, atau se-Indonesia?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pemko Padang Dukung Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Sesuai Arahan Pemerintah Pusat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Apakah Kata “bapak” dan “ibu” Harus Ditulis dalam Huruf Kapital ?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kapitil, Kosakata Baru dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Scientia Indonesia

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2024

Navigate Site

  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

No Result
View All Result
  • TERAS
  • EKONOMI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • DAERAH
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2024