Kamis, 11/12/25 | 00:15 WIB
  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami
Scientia Indonesia
  • TERAS
  • EKONOMI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • DAERAH
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
  • TERAS
  • EKONOMI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • DAERAH
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
Scientia Indonesia
No Result
View All Result
  • TERAS
  • EKONOMI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • DAERAH
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • LITERASI
  • RENYAH
  • TIPS
Home LITERASI RENYAH

Password

Minggu, 29/1/23 | 07:00 WIB

Salman Herbowo
(Kolumnis Rubrik Renyah Scientia.id)

 

Adakah yang lebih mengkhawatirkan dari diketahuinya sandi (password) smartphone? Begitu tanya seorang teman di sela obrolan istirahat siang. Dia serius menanyakan itu kepada saya dan rekan lainnya. Hal itu terlihat jelas dari eksperinya.

BACAJUGA

Lagu yang Tak Selesai-selesai

Ketika Waktu Tak Menunggu

Minggu, 07/12/25 | 22:22 WIB
Lagu yang Tak Selesai-selesai

Hujan yang Merawat Diam

Minggu, 23/11/25 | 19:52 WIB

Berbagai macam jawaban kami berikan. Mulai dari sandi kartu ATM, laptop, sampai juga sandi bahasa kalbu dengan yang terkasih. Tanpa disadari ada jawaban yang jadi bahan guyonan. Curcol alias curhat colongan, begitu kami menyebutnya untuk jawaban terakhir.

Di balik riuhnya ketawa kami, justru yang bertanya itu malah terdiam dan tertunduk lesu. Apa gerangan yang terjadi? Tidak seperti biasanya, si yang paling ceria sekarang diam tanpa kata. Tentu ini di luar kebiasaan dan perlu dipertanyakan.

Saya pun memberanikan diri untuk bertanya, paling tidak menghilangkan rasa penasaran. Mendengar jawabannya, kami pun kaget dan turut prihatin. Rupanya dia lagi mendapat musibah karena sandi smartphone miliknya kebobolan.

Baginya membuat sandi smartphone dengan rumit tentu menjadi persoalan tersendiri pula. Takut sulit untuk mengulangnya atau terjadi kesalahan berulang kali. Jika begitu, dampaknya juga semakin rumit. Paling ringan dengan menunggu beberapa menit agar dapat akses masuk kembali.

Yang menyedihkan itu bukan kebobolan sandi smartphone, melainkan adanya pembajakan akun media sosial (medsos). Memang pangkal permasalahan adalah sandi smartphone yang terlalu gampang. Dengan begitu orang akan mudah untuk mengingat dan meretasnya.

Namun, ia cepat sadar kalau salah satu akun media sosialnya sudah dibajak. Hal itu ia ketahui dari rekan yang mengirimkan direct message. Kaget bercampur heran, ketika pesan itu menanyakan perihal postingan baru tersebut.

Entah itu postigan apa, saya dan rekan yang ada di hadapannya belum sempat melihat. Ia dengan segera menghapus postingan itu dan mengganti sandi smartphone. Apakah sandi akun media sosial diganti juga? Tanya seorang rekan yang penasaran.

Dia hanya menggelengkan kepala. Mungkin saja akun media sosial miliknya aman. Ia, saya, mungkin juga sebagian pengguna smartphone jarang memerlukan sandi akses masuk ke akun media sosial.

Hal itu menjadi kebiasaan pengguna smartphone. Mungkin sebagian penggunanya jarang yang melakukan login setiap kali masuk ke akun media sosial. Agar lebih mudah dan praktis, begitu keinginannya. Teknologi diciptakan untuk memudahkan urusan, termasuk untuk mengakses media sosial.

Berbeda ceritanya jika itu berada di tangan jahil, bisa jadi malu dan memilukan. Tidak jarang pembajakan akun media sosial bermula dari smartphone yang tertinggal atau dicuri dengan tingkat sandi yang lemah. Jika akses masuk ke smartphone berhasil, akan mudah mengakses akun media sosial yang ada di dalamnya.

Apalagi jika mampu juga untuk mengakses akun mobile banking, tentu ini sangat berbahaya. Sudah sepatutnya kita waspada akan hal itu. Pengalaman teman itu pun jadi pelajaran berharga bagi kami.

Begitu pentingnya untuk menjaga kerahasian sandi. Tidak hanya itu, membuat sandi yang rumit dan kuat pun perlu untuk dipertimbangkan. Namun begitu, cukup sandi saja yang rumit, bukan hubungan dan perteman kita.    

Tags: #Salman Herbowo
ShareTweetShareSend
Berita Sebelum

Perbedaan Transliterasi, Terjemahan, dan Transkripsi

Berita Sesudah

Pemaknaan Tanaman Tanduk Rusa dalam Film Noktah Merah Perkawinan

Berita Terkait

Lagu yang Tak Selesai-selesai

Ketika Waktu Tak Menunggu

Minggu, 07/12/25 | 22:22 WIB

Salman Herbowo (Kolumnis Rubrik Renyah)   Saya sering bangun tergesa, seolah pagi datang lebih cepat dari dugaan. Waktu terus berjalan...

Lagu yang Tak Selesai-selesai

Hujan yang Merawat Diam

Minggu, 23/11/25 | 19:52 WIB

Salman Herbowo (Kolumnis Rubrik Renyah)   Hujan selalu punya cara sederhana untuk membuat saya berhenti sejenak. Di antara rintik yang...

Lagu yang Tak Selesai-selesai

Tentang Usaha yang Tidak Terlihat

Minggu, 09/11/25 | 20:13 WIB

Salman Herbowo (Kolumnis Rubrik Renyah)   Dalam setiap pertandingan olahraga selalu ada dua kemungkinan, menang atau kalah. Dari kejauhan semuanya...

Lagu yang Tak Selesai-selesai

Ketika Hasil Tak Sepenting Perjalanan

Minggu, 26/10/25 | 21:50 WIB

Salman Herbowo (Kolumnis Rubrik Renyah)   Libur kuliah dahulu selalu terasa seperti lagu merdu yang menandai kebebasan. Setelah berminggu-minggu bergulat...

Lagu yang Tak Selesai-selesai

Satu Lagu Untuk Pulang

Minggu, 19/10/25 | 20:11 WIB

Salman Herbowo (Kolumnis Rubrik Renyah)   Minggu lalu, saya menulis tentang kebiasaan aneh tapi menyenangkan, mendengarkan satu lagu saja, berulang-ulang...

Lagu yang Tak Selesai-selesai

Lagu yang Tak Selesai-selesai

Minggu, 12/10/25 | 19:23 WIB

Salman Herbowo (Kolumnis Rubrik Renyah)   Entah mengapa, hari itu saya hanya ingin mendengarkan satu lagu. Satu lagu saja! Padahal...

Berita Sesudah
Peran Latar Tempat dalam Perfileman Horor Indonesia

Pemaknaan Tanaman Tanduk Rusa dalam Film Noktah Merah Perkawinan

Discussion about this post

POPULER

  • Afrina Hanum

    Sumbang 12 untuk Puti Bungsu Minangkabau

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Skizofrenia antara Bahasa dan Realitas

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Apakah Kata “bapak” dan “ibu” Harus Ditulis dalam Huruf Kapital ?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bentuk-Bentuk Singkatan dalam Surat Resmi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Analisis Unsur Intrinsik Naskah Drama “Orang-Orang di Tikungan Jalan” Karya Rendra

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Fenomena Singkatan dalam Dunia Digital

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kata Penghubung dan, serta, dan Tanda Baca Koma (,)

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Scientia Indonesia

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2024

Navigate Site

  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

No Result
View All Result
  • TERAS
  • EKONOMI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • DAERAH
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2024