Minggu, 25/10/26 | 19:22 WIB
  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami
Scientia Indonesia
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
Scientia Indonesia
No Result
View All Result
  • BERITA
  • LITERASI
  • RENYAH
  • TIPS
Home LITERASI ARTIKEL

Pembelajaran Berdiferensiasi

Minggu, 27/11/22 | 07:00 WIB

Oleh: Lisa Sis Mona, S.Psi.
(Guru SMP Negeri 7 Sijunjung)

Standar Nasional Pendidikan Indonesia mengamanatkan bahwa Pendidikan haruslah merupakan usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia dan keterampilan yang diperlukan dirinya serta masyarakat.

Untuk memenuhi Standar Nasional Pendidikan tersebut, seorang guru harus membuat skenario pembelajaran serta membuat Rancangan Pelaksanaan Pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan murid, yaitu pembelajaran yang berdiferensiasi.

BACAJUGA

Puisi-puisi Wulan Darma Putri

Peran Ibu Tunggal dalam Film “Ibu, Bagaimana Aku Tanpamu?”

Minggu, 25/10/26 | 18:30 WIB
Ketika Cuaca Berubah, Hama Ikut Berubah

Ketika Cuaca Berubah, Hama Ikut Berubah

Minggu, 18/10/26 | 16:21 WIB

Pembelajaran Berdiferensiasi adalah usaha guru untuk menyesuaikan proses pembelajaran di kelas untuk memenuhi kebutuhan belajar individu murid. Menurut Tomlinson (1999:14), Pembelajaran Berdiferensiasi dilakukan dengan mengidentifikasi kebutuhan murid terlebih dahulu sebelum pembelajaran itu dimulai. Tomlinson (2001) dalam bukunya mengkategorikan 3 aspek kebutuhan belajar murid, yaitu (1) kesiapan belajar, (2) minat murid, dan (3) profil belajar murid.

Sebelum memulai pembelajaran, seorang guru harus mengetahui kesiapan belajar muridnya terlebih dahulu. Untuk mengetahui hal tersebut, guru bisa melakukan asesmen berupa pertanyaan, melakukan tes diagnostik yang dapat mengungkap kesiapan belajar murid- muridnya. Guru juga  bisa  mengamati perilaku murid, bertanya kepada guru sebelumnya, atau berdialog dengan murid itu sendiri.

Seorang guru juga harus mengetahui minat murid yang nantinya akan mempengaruhi cara guru menyampaikan materi secara situasional sehingga dapat menimbulkan minat murid terhadap materi yang disampaikan oleh guru, walaupun sebenarnya murid tersebut tidak berminat terhadap materi tersebut.

Selanjutnya, seorang guru juga harus mengetahui  profil belajar murid, sebelum ia memulai pembelajaran. Profil belajar murid berkaitan dengan lingkungan temapat belajar, gaya belajar yang dimiliki oleh murid, pengaruh budaya terhadap murid serta kecerdasan majemuk yang dimiliki oleh murid. Hal ini akan mempengaruhi guru dalam mempersiapkan media pembelajaran. Pembelajaran yang berdiferensiasi haruslah memenuhi gaya belajar yang dimiliki oleh murid, bisa dalam bentuk audio, visua, maupun kinestetik.

Pembelajaran berdiferensiasi terdiri atas (1) diferensiasi konten, (2) diferensiasi proses, dan (3) diferensiasi produk. Diferensiasi konten adalah membedakan pengorganisasian terhadap materi yang disampaikan oleh guru sehingga kebutuhan gaya belajar murid di kelas tersebut dapat terpenuhi. Hal itu dapat dilakukan dengan mengemas materi dalam bentuk video, gambar- gambar, dan tidak monoton hanya berupa teks bacaan. Hal ini akan membuat murid lebih berminat memperhatihkan dan mengikuti pembelajaran yang diberikan.

Prosen Diferensiasi merupakan kegiatan pembelajaran yang lebih variatif, bisa dengan berkelompok, dan individu sehingga murid lebih tertarik mengikuti pembelajaran dan tidak ingin meninggalkan pembelajaran tersebut.

Selanjutnya, diferensiasi produk yang merupakan hasil dari kegiatan belajar yang telah dilakukan murid. Selama ini, seorang guru cenderung menyamakan produk seluruh muridnya tanpa mempertimbangkan minat, gaya belajar serta kecerdasan majemuk murid sehingga hasil belajar yang diberikan oleh guru tidak bisa menguntungkan bagi murid.

Pembelajaran berdifferensiasi memberikan kemerdekaan kepada murid untuk membuat pruduk sesuai dengan kegemarannya dengan ketentuan sesuai dengan materi yang telah diajarkan oleh guru di dalam kelas.
Penilaian dalam pembelajaran berdiferensiasi ini dilakukan diawal pembelajaran, pada proses pembelajaran tersebut berlangsung serta di akhir pembelajaran, biasa juga disebut dengan penilaian formatif dan penilaian sumatif.

Ketika pembelajaran berdiferensiasi telah diterapkan oleh seluruh guru di sekolah, merdeka belajar akan dirasakan oleh murid di sekolah sehingga pembejaran itu menjadi kegiatan yang menyenangkan dan tidak lagi membosankan bagi murid.

Tags: #Lisa Sis Mona
ShareTweetShareSend
Berita Sebelum

Penggunaan Tanda Hubung (-) dan Tanda Pisah (—)

Berita Sesudah

Cerpen “Besok Sudah Tidak Ada Aku” Karya Afrizal Jasman dan Ulasannya oleh Azwar Sutan Malaka

Berita Terkait

Puisi-puisi Wulan Darma Putri

Peran Ibu Tunggal dalam Film “Ibu, Bagaimana Aku Tanpamu?”

Minggu, 25/10/26 | 18:30 WIB

Oleh: Noor Alifah (Mahasiswi Sastra Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya dan Anggota Labor Penulisan Kreatif, Universitas Andalas) Ada film yang berakhir...

Ketika Cuaca Berubah, Hama Ikut Berubah

Ketika Cuaca Berubah, Hama Ikut Berubah

Minggu, 18/10/26 | 16:21 WIB

Oleh: Lili Herlina (Mahasiswa Prodi Proteksi Tanaman Fakultas Pertanian Universitas Andalas) Ketika membicarakan masalah pertanian, perhatian sering kali tertuju pada...

Membedah Luka Anak Rantau dalam Lagu “Sesi Potret”

Membedah Luka Anak Rantau dalam Lagu “Sesi Potret”

Minggu, 18/10/26 | 15:52 WIB

Oleh: Puspandhari Ilsa Pinasty (Mahasiswa Prodi Proteksi Tanaman Fakultas Pertanian Universitas Andalas)   Bayangkan seorang anak rantau yang akhirnya mampu...

Kabut Regulasi: UU ITE Berubah, Tetapi Apakah Publik Benar-Benar Memahaminya?

Kabut Regulasi: UU ITE Berubah, Tetapi Apakah Publik Benar-Benar Memahaminya?

Selasa, 13/10/26 | 18:50 WIB

Taufiq Muhammad Akbar ‎Magister Ilmu Komunikasi, Universitas Andalas (UNAND) Undang-undang berubah, Pasal diperbaiki, Ancaman pidana disesuaikan, Istilah hukum diperbarui. Tetapi...

Regulasi Saja Tidak Cukup: Menangkal Gangguan Informasi di Ruang Digital

Regulasi Saja Tidak Cukup: Menangkal Gangguan Informasi di Ruang Digital

Senin, 12/10/26 | 14:55 WIB

Ilustrasi: Hukum dan regulasi hanyalah pagar luar, namun kesadaran dan etika digital masyarakat adalah benteng utama yang sesungguhnya dalam menangkal...

Puisi-puisi M. Subarkah

Bahasa, Miskomunikasi, dan Konflik Rumah Ibadah

Senin, 12/10/26 | 06:40 WIB

Oleh: M. Subarkah (Mahasiswa S2 Linguistik FIB Universitas Andalas) Bahasa memiliki peran penting dalam membentuk pemahaman, hubungan sosial, dan sikap...

Berita Sesudah
Cerpen “Besok Sudah Tidak Ada Aku” Karya Afrizal Jasman dan Ulasannya oleh Azwar Sutan Malaka

Cerpen "Besok Sudah Tidak Ada Aku" Karya Afrizal Jasman dan Ulasannya oleh Azwar Sutan Malaka

Discussion about this post

POPULER

  • Tiga Hari Pencarian, Balita yang Hilang di Padang Pariaman Ditemukan Meninggal

    Tiga Hari Pencarian, Balita yang Hilang di Padang Pariaman Ditemukan Meninggal

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menaker Yassierli Jadi Keynote Speech di Acara Temu Akbar Alumni IKIP Padang/UNP, Ini Pesannya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sengketa 5.000 Hektare Tanah Ulayat di Dharmasraya Digugat, Penggugat Tuntut Ganti Rugi Rp1,3 Triliun

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sidak Bupati Dharmasraya, Lahan dan Hutan Terbakar Sudah Ditanami Sawit

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Jelang Kongres XX IPPNU, Ketum PP IPPNU Sumbar Tri Ramadhani Siap Maju Caketum PP

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Road Show ke Fakultas, Ketum DPP ILUNI UNP Ajak Alumni Berjejaring dan Saling Dukung Sesama Alumni

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Rumah Singgah Sahabat Donizar, Menjaga Harapan Warga Perantauan di Padang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Scientia Indonesia

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026

Navigate Site

  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

No Result
View All Result
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026