Minggu, 09/8/26 | 10:38 WIB
  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami
Scientia Indonesia
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
Scientia Indonesia
No Result
View All Result
  • BERITA
  • LITERASI
  • RENYAH
  • TIPS
Home LITERASI ARTIKEL

Pembelajaran Berdiferensiasi

Minggu, 27/11/22 | 07:00 WIB

Oleh: Lisa Sis Mona, S.Psi.
(Guru SMP Negeri 7 Sijunjung)

Standar Nasional Pendidikan Indonesia mengamanatkan bahwa Pendidikan haruslah merupakan usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia dan keterampilan yang diperlukan dirinya serta masyarakat.

Untuk memenuhi Standar Nasional Pendidikan tersebut, seorang guru harus membuat skenario pembelajaran serta membuat Rancangan Pelaksanaan Pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan murid, yaitu pembelajaran yang berdiferensiasi.

BACAJUGA

Stilistika pada Cerpen “Hasrat George” dalam Majalah Bobo

Stilistika pada Cerpen “Hasrat George” dalam Majalah Bobo

Senin, 03/8/26 | 05:23 WIB
Merantau untuk Ilmu: Belajar dari Ibnu Waddah al-Qurthubi

Merantau untuk Ilmu: Belajar dari Ibnu Waddah al-Qurthubi

Senin, 03/8/26 | 05:10 WIB

Pembelajaran Berdiferensiasi adalah usaha guru untuk menyesuaikan proses pembelajaran di kelas untuk memenuhi kebutuhan belajar individu murid. Menurut Tomlinson (1999:14), Pembelajaran Berdiferensiasi dilakukan dengan mengidentifikasi kebutuhan murid terlebih dahulu sebelum pembelajaran itu dimulai. Tomlinson (2001) dalam bukunya mengkategorikan 3 aspek kebutuhan belajar murid, yaitu (1) kesiapan belajar, (2) minat murid, dan (3) profil belajar murid.

Sebelum memulai pembelajaran, seorang guru harus mengetahui kesiapan belajar muridnya terlebih dahulu. Untuk mengetahui hal tersebut, guru bisa melakukan asesmen berupa pertanyaan, melakukan tes diagnostik yang dapat mengungkap kesiapan belajar murid- muridnya. Guru juga  bisa  mengamati perilaku murid, bertanya kepada guru sebelumnya, atau berdialog dengan murid itu sendiri.

Seorang guru juga harus mengetahui minat murid yang nantinya akan mempengaruhi cara guru menyampaikan materi secara situasional sehingga dapat menimbulkan minat murid terhadap materi yang disampaikan oleh guru, walaupun sebenarnya murid tersebut tidak berminat terhadap materi tersebut.

Selanjutnya, seorang guru juga harus mengetahui  profil belajar murid, sebelum ia memulai pembelajaran. Profil belajar murid berkaitan dengan lingkungan temapat belajar, gaya belajar yang dimiliki oleh murid, pengaruh budaya terhadap murid serta kecerdasan majemuk yang dimiliki oleh murid. Hal ini akan mempengaruhi guru dalam mempersiapkan media pembelajaran. Pembelajaran yang berdiferensiasi haruslah memenuhi gaya belajar yang dimiliki oleh murid, bisa dalam bentuk audio, visua, maupun kinestetik.

Pembelajaran berdiferensiasi terdiri atas (1) diferensiasi konten, (2) diferensiasi proses, dan (3) diferensiasi produk. Diferensiasi konten adalah membedakan pengorganisasian terhadap materi yang disampaikan oleh guru sehingga kebutuhan gaya belajar murid di kelas tersebut dapat terpenuhi. Hal itu dapat dilakukan dengan mengemas materi dalam bentuk video, gambar- gambar, dan tidak monoton hanya berupa teks bacaan. Hal ini akan membuat murid lebih berminat memperhatihkan dan mengikuti pembelajaran yang diberikan.

Prosen Diferensiasi merupakan kegiatan pembelajaran yang lebih variatif, bisa dengan berkelompok, dan individu sehingga murid lebih tertarik mengikuti pembelajaran dan tidak ingin meninggalkan pembelajaran tersebut.

Selanjutnya, diferensiasi produk yang merupakan hasil dari kegiatan belajar yang telah dilakukan murid. Selama ini, seorang guru cenderung menyamakan produk seluruh muridnya tanpa mempertimbangkan minat, gaya belajar serta kecerdasan majemuk murid sehingga hasil belajar yang diberikan oleh guru tidak bisa menguntungkan bagi murid.

Pembelajaran berdifferensiasi memberikan kemerdekaan kepada murid untuk membuat pruduk sesuai dengan kegemarannya dengan ketentuan sesuai dengan materi yang telah diajarkan oleh guru di dalam kelas.
Penilaian dalam pembelajaran berdiferensiasi ini dilakukan diawal pembelajaran, pada proses pembelajaran tersebut berlangsung serta di akhir pembelajaran, biasa juga disebut dengan penilaian formatif dan penilaian sumatif.

Ketika pembelajaran berdiferensiasi telah diterapkan oleh seluruh guru di sekolah, merdeka belajar akan dirasakan oleh murid di sekolah sehingga pembejaran itu menjadi kegiatan yang menyenangkan dan tidak lagi membosankan bagi murid.

Tags: #Lisa Sis Mona
ShareTweetShareSend
Berita Sebelum

Penggunaan Tanda Hubung (-) dan Tanda Pisah (—)

Berita Sesudah

Cerpen “Besok Sudah Tidak Ada Aku” Karya Afrizal Jasman dan Ulasannya oleh Azwar Sutan Malaka

Berita Terkait

Stilistika pada Cerpen “Hasrat George” dalam Majalah Bobo

Stilistika pada Cerpen “Hasrat George” dalam Majalah Bobo

Senin, 03/8/26 | 05:23 WIB

Oleh: Indri Rahmadani (Mahasiswa Prodi Sastra Indonesia FIB Universitas Andalas) Sastra anak tidak hanya berfungsi sebagai media hiburan, tetapi juga...

Merantau untuk Ilmu: Belajar dari Ibnu Waddah al-Qurthubi

Merantau untuk Ilmu: Belajar dari Ibnu Waddah al-Qurthubi

Senin, 03/8/26 | 05:10 WIB

Oleh: Aruusalkhofiqoni Bahri Chaniago, Lc. (Alumni Dirasat Islamiyah, Ibn Tofail University, Kenitra, Maroko dan Aktif Mengkaji Hadis, Tradisi Keilmuan Islam,...

Jorong Mapun: Ruang Bertemunya Bahasa Mandailing Budaya dan Adat Minangkabau

Jorong Mapun: Ruang Bertemunya Bahasa Mandailing Budaya dan Adat Minangkabau

Minggu, 26/7/26 | 22:02 WIB

Oleh: Tomi Pratama (Mahasiswa Prodi Sastra Indonesia FIB Universitas Andalas)   Pada saat ini, zaman semakin maju. Orang tua yang...

Kapitalisme dan Kontradiksi Kemajuan dalam Sastra Indonesia

Kapitalisme dan Kontradiksi Kemajuan dalam Sastra Indonesia

Minggu, 26/7/26 | 18:47 WIB

Oleh: Maharani Syifa Ramadhan (Alumni Sastra Indonesia FIB Universitas Andalas)   Praktik-praktik kapitalis seperti penguasaan lahan, pembangunan infrastruktur, dan ekspansi...

Kritik Feminis dan Gender dalam Cerpen “Maria” Karya A.A Navis

Menguji Sila Kemanusiaan: Representasi Pancasila dalam Polemik Pride Month SUMA UI

Minggu, 19/7/26 | 22:26 WIB

Oleh: Nikicha Myomi Chairanti  (Mahasiswa Sastra Indonesia FIB Universitas Andalas) Pada awal Juni 2026, jagat media sosial Indonesia bergolak akibat...

Batu dan Zaman

Mencari Kehangatan di Era AI Melalui Boyfriend on Demand dan Esok Tanpa Ibu

Minggu, 19/7/26 | 21:31 WIB

Oleh: Andina Meutia Hawa (Dosen Prodi Sastra Indonesia FIB Universitas Andalas)   Beberapa tahun ke belakang, kemunculan kecerdasan buatan (Artificial...

Berita Sesudah
Cerpen “Besok Sudah Tidak Ada Aku” Karya Afrizal Jasman dan Ulasannya oleh Azwar Sutan Malaka

Cerpen "Besok Sudah Tidak Ada Aku" Karya Afrizal Jasman dan Ulasannya oleh Azwar Sutan Malaka

Discussion about this post

POPULER

  • Lele Raksasa (Foto: Ist)

    Pria ini Taklukan Lele Raksasa Ukurannya Nyaris Tiga Meter

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Child Grooming sebagai Bentuk Frasa “Manipulasi Anak”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Wali Kota Padang Tinjau  Pembangunan Jembatan Kalawi,  dan Rehabilitasi Infrastruktur Pascabanjir di Pauh

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cahaya dari Surau Tuo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Puisi-puisi Dharma Purnama Putra

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Wali Kota Padang Resmikan Jembatan Hildesheim

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perbedaan Awalan ber- dan me-

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Scientia Indonesia

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026

Navigate Site

  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

No Result
View All Result
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026