Jumat, 23/1/26 | 12:25 WIB
  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami
Scientia Indonesia
  • TERAS
  • EKONOMI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • DAERAH
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
  • TERAS
  • EKONOMI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • DAERAH
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
Scientia Indonesia
No Result
View All Result
  • TERAS
  • EKONOMI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • DAERAH
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • LITERASI
  • RENYAH
  • TIPS
Home LITERASI KLINIK BAHASA

Asal-usul Kata “Parasetamol”

Minggu, 30/10/22 | 07:13 WIB
Oleh: Ria Febrina, S.S., M.Hum. (Dosen Jurusan Sastra Indonesia Universitas Andalas dan Mahasiswa Program Doktor Ilmu-Ilmu Humaniora Universitas Gadjah Mada)

Dalam bahasa Indonesia, kata parasetamol dikenal sebagai kata yang diserap dari bahasa Inggris, yakni paracetamol. Kata parasetamol menjadi bagian dalam kosakata bahasa Indonesia sejak tahun 1991, tepatnya dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia Edisi III (KBBI Edisi III). Kata ini dientri sebagai sebuah lema dengan makna ‘obat yang bersifat menghilangkan rasa nyeri dan menurunkan panas’.

Sejak KBBI Edisi II, kosakata asing yang diserap ke dalam bahasa Indonesia diberi label penggunaan bahasa, yakni informasi yang menjelaskan kata tersebut digunakan dalam bahasa apa; atau label bidang kehidupan dan bidang ilmu yang menunjukkan kata tersebut digunakan dalam bidang apa, misalnya label Bio untuk menunjukkan kata dipakai dalam bidang biologi, Dik untuk menunjukkan kata dipakai dalam bidang pendidikan, dan Huk untuk menunjukkan kata dipakai dalam bidang hukum.

Kata parasetamol yang bermakna sebagai obat seharusnya dapat dikenali dengan label Far yang menunjukkan kata tersebut dipakai dalam bidang farmasi dan farmakologi. Namun, label tersebut tidak ada sama sekali pada entri parasetamol, baik dalam KBBI Edisi III, KBBI Edisi IV, KBBI Edisi V, dan KBBI daring. Satu-satunya label yang mengiringi entri parasetamol adalah label kelas kata berupa n atau singkatan dari nomina. Artinya, dalam bahasa Indonesia, parasetamol merupakan kosakata yang termasuk ke dalam kelas kata benda.

Untuk menguji keberterimaan kata tersebut sebagai kata benda, dapat dilakukan dengan menggunakan kata ingkar bukan. Dalam bahasa Indonesia, pengingkaran untuk kata benda dapat menggunakan kata bukan, sedangkan pengingkaran untuk kata kerja dan kata sifat dapat menggunakan kata tidak. Oleh sebab itu, klausa “ini bukan parasetamol” berterima dalam bahasa Indonesia dibandingkan dengan “ini tidak parasetamol”.

BACAJUGA

Kapitil, Kosakata Baru dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia

Kapitil, Kosakata Baru dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia

Minggu, 11/1/26 | 09:57 WIB
Serba-serbi Kritik Sosial Habis Lebaran

Penulisan Nama dalam Bahasa Asing

Minggu, 21/12/25 | 07:51 WIB

Selain itu, kata parasetamol dalam sebuah kalimat juga dapat diberi penjelasan dengan menambahkan kata yang, misalnya “parasetamol yang dapat menurunkan panas anak menjadi penyebab gagal ginjal akut di Indonesia”. Dalam kalimat tersebut, frasa yang dapat menurunkan panas anak merupakan penjelasan dari kata parasetamol.

Adanya label kelas kata nomina pada lema parasetamol sudah menjelaskan secara morfologis posisi kata tersebut dalam linguistik bahasa Indonesia. Namun, tidak adanya label penggunaan bahasa tentu menjadi pertanyaan bagi pengguna KBBI karena kata ini bukanlah kata dalam bahasa Indonesia.

Meskipun demikian, kita masih dapat menganalisis bahwa tidak adanya label pada kata parasetamol dalam KBBI berkaitan dengan asal-usul kata tersebut. Kata parasetamol bukanlah sebuah kata, melainkan bentukan baru yang diperoleh dari hasil pemendekan berupa akronim. Akronim merupakan penanggalan satu atau beberapa bagian leksem atau kombinasi leksem sehingga terjadilah bentuk baru yang berstatus kata (Kridalaksana, 2001). Akronim terbentuk dari proses kreatif masyarakat dalam menggunakan bahasa. Bentuk parasetamol ini juga merupakan bentuk kreatif yang dihasilkan oleh pengguna bahasa Inggris. Bentuk yang dimaksud adalah paracetamol.

Paracetamol merupakan akronim dari para-asetil-amino-fenol, yaitu nama-nama zat kimia yang membentuk obat tersebut. Bentuk paracetamol inilah yang kemudian diserap ke dalam bahasa Indonesia melalui proses adaptasi. Ada penyesuaian bunyi untuk [c] dari bahasa Inggris yang diserap menjadi [s] ke dalam bahasa Indonesia. Kata paracetamol diserap menjadi parasetamol berdasarkan kaidah penulisan unsur serapan dalam bahasa Indonesia yang tercantum dalam EYD Kelima (dulu PUEBI) bahwa huruf c yang diikuti e, i, oe, atau y menjadi s. Huruf c diikuti oleh e pada kata paracetamol sehingga penyerapan c berubah menjadi s pada kata tersebut.

Barangkali, paracetamol bukan sebuah kata yang berasal dari bahasa Inggris, melainkan gabungan dari beberapa kata yang membentuk satu kesatuan baru. Oleh sebab itu, kata parasetamol tidak diberi label bahasa Inggris dalam KBBI. Namun, ketiadaan label ini dapat menjadi masalah bagi pengguna bahasa Indonesia. Setelah adanya label penggunaan bahasa daerah dan penggunaan bahasa asing dalam KBBI, pengguna bahasa Indonesia berasumsi bahwa kata yang tidak memakai label adalah kata dari bahasa Melayu. Padahal, kata parasetamol bukanlah bahasa Melayu.

Dalam bahasa Indonesia, kosakata yang berasal dari bahasa Melayu merupakan sumber utama. Kosakata ini dalam bahasa Indonesia terus bertambah dengan adanya kosakata yang diserap dari bahasa daerah dan bahasa asing. Oleh sebab itu, ketiadaan label pada kata parasetamol dapat menyebabkan persoalan baru bagi masyarakat dalam menggunakan kamus karena KBBI merupakan pedoman paling lengkap yang dimiliki masyarakat untuk memahami asal-usul dan mendapatkan informasi mengenai keberadaan kata.

Tidak hanya kata parasetamol yang tidak memiliki label penggunaan bahasa dalam KBBI, ada juga kata dari bahasa asing lainnya, seperti dari bahasa Jepang berupa jujitsu. Sama dengan parasetamol, label yang melekat pada kata jujitsu ialah label kelas kata yang menunjukkan kata jujitsu termasuk ke dalam kelas kata n ‘nomina’. Namun, meskipun tanpa label penggunaan bahasa, kata jujitsu masih bisa dikenali sebagai bagian dari bahasa Jepang melalui definisi kata dalam KBBI daring. Jujistu adalah ‘olahraga bela diri dari Jepang yang memerlukan pengetahuan tentang anatomi ….”.

Penjelasan tambahan dalam definisi ini sayangnya tidak berlaku secara konsisten dalam KBBI. Masih banyak kosakata yang tercantum tanpa label penggunaan bahasa maupun label bidang kehidupan dan bidang ilmu. Oleh sebab itu, pengguna bahasa Indonesia harus cermat membaca pola pendefinisian lema dalam KBBI.

Terlepas dari studi kata parasetamol dalam bahasa Indonesia, setidaknya kita mengetahui bahwa parasetamol dalam bentuk sirop menjadi sumber penyakit kala dikonsumsi anak-anak saat ini. Hal ini terbukti dari jumlah 251 kasus Gangguan Ginjal Akut (GGA) yang terjadi pada anak di Indonesia sepanjang tahun 2022 (data hingga 24 Oktober 2022). Salah satu cara yang dapat kita lakukan ialah menghentikan sementara penggunaan parasetamol sirop untuk anak yang demam dan melakukan pengobatan secara resmi sesuai dengan anjuran dokter.

Data yang menunjukkan kematian akibat gagal ginjal akut yang dialami anak-anak kini sudah menjadi bagian dalam sejarah penggunaan kata parasetamol di Indonesia. Data tersebut dapat menjadi contoh kalimat dalam KBBI. Contoh tersebut akan menjadi sejarah bagi pengguna bahasa Indonesia bahwa pada 2022 terdapat catatan kelam terkait penggunaan obat parasetamol. Karena contoh kalimat dari penggunaan kata parasetamol belum ada dalam KBBI daring, usulan ini pun dapat menjadi pertimbangan bagi Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Republik Indonesia.

Tags: #Ria Febrina
ShareTweetShareSend
Berita Sebelum

Cerita Anak: Hutan yang Sebetulnya Kusut

Berita Sesudah

Menilik Penggunaan Kata Paracetamol dan Parasetamol

Berita Terkait

Child Grooming sebagai Bentuk Frasa “Manipulasi Anak”

Child Grooming sebagai Bentuk Frasa “Manipulasi Anak”

Selasa, 20/1/26 | 07:09 WIB

Oleh: Elly Delfia (Dosen Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas) Suatu sore, adik perempuan saya mendatangi saya dan berkata “Uni sudah...

Kapitil, Kosakata Baru dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia

Kapitil, Kosakata Baru dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia

Minggu, 11/1/26 | 09:57 WIB

Oleh: Dr. Ria Febrina, S.S., M.Hum. (Dosen Prodi Sastra Indonesia dan S2 Linguistik FIB Universitas Andalas) Tiba-tiba warganet Indonesia heboh...

Perbedaan Kata “kepada”, “untuk”, dan “bagi”

Onde-Onde dan Klepon: Perbedaan Budaya, Perbedaan Nama

Minggu, 11/1/26 | 09:39 WIB

Oleh: Reno Wulan Sari (Dosen Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) di Busan University of Foreign Studies, Korea Selatan) Tidak...

Dari Sawah ke Timeline: Kisah Kata “Ani-ani” yang Berubah Arti

Dari Sawah ke Timeline: Kisah Kata “Ani-ani” yang Berubah Arti

Minggu, 04/1/26 | 21:16 WIB

Oleh: Arum Rindu Sekar Kasih (Mahasiswa Program Doktor Ilmu-Ilmu Humaniora Universitas Gadjah Mada)    Beberapa waktu lalu, publik dihebohkan dengan...

Struktur Kalimat Peraturan Perundang-undangan

Problematika Penulisan Kata Majemuk

Minggu, 28/12/25 | 23:00 WIB

Oleh: Elly Delfia (Dosen Prodi Sastra Indonesia dan S2 Linguistik Universitas Andalas) Kata majemuk atau kompositum sering menjadi problem dalam...

Perbedaan Kata “kepada”, “untuk”, dan “bagi”

Perbedaan Frasa “Sepatu Baru” dan “Sepatu yang Baru”

Minggu, 21/12/25 | 08:22 WIB

Oleh: Reno Wulan Sari (Dosen Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing di Busan University of Foreign Studies, Korea Selatan) Dari judul...

Berita Sesudah
Menilik Penggunaan Kata Paracetamol dan Parasetamol

Menilik Penggunaan Kata Paracetamol dan Parasetamol

Discussion about this post

POPULER

  • Diksi Cantik sebagai Identitas Perempuan di Instagram

    Apakah Kata “bapak” dan “ibu” Harus Ditulis dalam Huruf Kapital ?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pemko Padang Dukung Persiapan Jemaah Haji Kota Padang 1447 Hijriah Sebanyak 193 Orang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sumbang 12 untuk Puti Bungsu Minangkabau

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Personifikasi dalam Puisi “Lukisan Berwarna” Karya Joko Pinurbo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Wali Kota Padang Lantik Raju Minropa Sebagai PJ Sekda Kota Padang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Persoalan Ketersediaan Air Bersih Kota Padang Butuh 228 Sumur Bor

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Berbagai Istilah Urutan Waktu dalam Bahasa Indonesia

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Scientia Indonesia

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2024

Navigate Site

  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

No Result
View All Result
  • TERAS
  • EKONOMI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • DAERAH
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2024