Kamis, 22/10/26 | 06:40 WIB
  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami
Scientia Indonesia
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
Scientia Indonesia
No Result
View All Result
  • BERITA
  • LITERASI
  • RENYAH
  • TIPS
Home LITERASI KLINIK BAHASA

Mengenal Penggunaan Tanda Garis Miring

Minggu, 22/5/22 | 09:08 WIB
Oleh: Elly Delfia, S.S., M.Hum. (Dosen Jurusan Sastra Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Andalas)

Penggunaan tanda baca merupakan bagian penting dan paling mendasar untuk diperhatikan saat menulis. Perhatian terhadap penggunaan tanda baca yang benar merupakan sikap terbaik dalam menghargai dan menghormati bahasa Indonesia sebagai bahasa nasional yang melambangkan martabat bangsa Indonesia.

Tanda baca yang resmi diperkenalkan dalam buku Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia atau PUEBI (2016) ada 15 macam. Tanda baca tersebut yaitu tanda titik (.),  tanda koma (,), tanda titik koma (;), tanda titik dua (:), tanda hubung (-), tanda pisah (—), tanda tanya (?), tanda seru (!), tanda elipsis (…), tanda petik dua (“….”), tanda petik tunggal (‘….’), tanda kurung ((…)), tanda kurung siku ([…..]), tanda garis miring ( / ), dan tanda penyingkat (apostrof) (‘).

Semua tanda baca pada umumnya sudah pernah diulas dalam laman klinik bahasa Scientia.id kecuali tanda garis miring (/). Seperti semua tanda baca lain yang mempunyai fungsi dalam lalu lintas penataan kalimat dalam bahasa Indonesia, tanda garis miring (/) berfungsi sebagai penanda tiga (3) hal, yaitu:

1) Tanda garis miring dipakai pemisah unsur-unsur dalam nomor surat, nomor pada alamat, dan penandaan  masa  satu tahun yang terbagi dalam dua tahun takwim atau penanggalan atau kalender.

BACAJUGA

Memahami Kembali Imbuhan memper-

Berbagai Istilah Uang Pengeluaran di dalam Bahasa Indonesia (Bagian 1)

Minggu, 18/10/26 | 11:14 WIB
Child Grooming sebagai Bentuk Frasa “Manipulasi Anak”

Makna Satir Frasa “Lari dari Kenyataan”

Senin, 12/10/26 | 08:45 WIB

A. Pemisah unsur-unsur seperti nomor surat, kode instansi, kode bagian/kode unit, tanggal, dan tahun dalam              nomor surat
Contoh:
1. Nomor: 25/PK/II/2013
2. Nomor: 001/B/Scientia-R/05/2022
3. Nomor: 017/A/Scientia-R/05/2022

B. Pemisah nomor pada alamat
Contoh:
1. Jalan Permata Berlian III/12
2. Jalan Pesisir Selatan IV/9
3. Jalan Parkit II/10

C. Penanda satu tahun yang terbagi dalam dua tahun takwim
Contoh:
1. Tahun ajaran 2021/2022
2. Semester ganjil 2020/2021
3. Semester genap 2018/2019

2) Tanda garis miring dipakai sebagai pengganti kata dan, atau, serta per atau setiap
A. Tanda garis miring pengganti kata dan
         Contoh:
1. mahasiswa/mahasiswi: ‘mahasiswa dan mahasiswi’
2. pemuda/pemudi: ‘pemuda dan pemudi ‘
3. putra/putri: ‘putra dan putri’

B. Tanda garis miring pengganti kata atau
Contoh:
1. buku dan/atau majalah: ‘buku dan majalah atau buku atau majalah
2. nasi dan/atau bubur: ‘nasi dan bubur atau nasi atau bubur
3. denda dan/atau sanksi kurungan: ‘denda dan kurungan atau denda atau sanksi kurungan’. Fungsi tanda garis miring seperti ini banyak ditemukan dalam teks-teks peraturan perundang- undangan dan kebijakan.

C. Tanda garis miring pengganti kata per untuk menyatakan setiap
Contoh:
1. harganya Rp3.000,00/lembar: harganya Rp3.000,00 per lembar atau setiap lembar
2. harga apel Rp25.000,00/kg: harga apel Rp25.000,00 per kg atau setiap kg
3. harga sepatu Rp300.000/pasang: harga sepatu Rp300.000 per pasang atau setiap pasang

3) Tanda garis miring dipakai untuk mengapit huruf, kata, atau kelompok kata sebagai koreksi atau pengurangan atas kesalahan atau kelebihan huruf di dalam naskah asli yang ditulis orang lain.
Contoh:
1. Buku Pengantar Ling/g/uistik karya Verhaar dicetak beberapa kali.
2. Peserta UTBK sedang berkonsen/t/trasi dalam mengerjakan ujian.
3. Pandemi/k/ Covid-19 telah mengubah banyak tatanan kehidupan.

Demikian fungsi penggunaan tanda garis miring dalam mengatur penggunaan kalimat dalam bahasa Indonesia. Semoga tanda baca  ini dapat digunakan dengan baik dalam aktivitas tulis-menulis.

Tags: #Elly Delfia
ShareTweetShareSend
Berita Sebelum

Puisi-puisi Rasyafa Sabrakamila dan Ulasannya oleh Ragdi F. Daye

Berita Sesudah

Memaknai Garis Tangan

Berita Terkait

Memahami Kembali Imbuhan memper-

Berbagai Istilah Uang Pengeluaran di dalam Bahasa Indonesia (Bagian 1)

Minggu, 18/10/26 | 11:14 WIB

Oleh: Reno Wulan Sari (Dosen Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing Busan University of Foreign Studies, Korea Selatan) Pada kolom Klinik...

Child Grooming sebagai Bentuk Frasa “Manipulasi Anak”

Makna Satir Frasa “Lari dari Kenyataan”

Senin, 12/10/26 | 08:45 WIB

Oleh: Elly Delfia (Dosen Prodi Sastra Indonesia dan S2 Linguistik FIB Universitas Andalas) Kemarin pagi, saat matahari masih memproduksi vitamin...

Kapitil, Kosakata Baru dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia

Dunia Online dan Kosakata Baru

Minggu, 04/10/26 | 22:11 WIB

Oleh: Dr. Ria Febrina, S.S., M.Hum. (Manajer Akademik dan Dosen Linguistik FIB UNAND) Kehadiran ojek online merupakan sebuah fase baru...

Memahami Kembali Imbuhan memper-

Berbagai Istilah Uang Pemasukan

Minggu, 27/9/26 | 10:16 WIB

Oleh: Reno Wulan Sari (Dosen Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing Busan University of Forein Studies, Korea Selatan) Di dalam kehidupan...

Child Grooming sebagai Bentuk Frasa “Manipulasi Anak”

“Nominalisasi” dalam Perspektif Analisis Wacana Kritis

Minggu, 20/9/26 | 18:23 WIB

Oleh: Elly Delfia (Dosen Prodi Sastra Indonesia dan S2 Linguistik Universitas Andalas) Nominalisasi adalah proses mengubah kata kerja menjadi kata...

Kapitil, Kosakata Baru dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia

Humor Profesor Linguistik

Minggu, 13/9/26 | 21:55 WIB

Oleh: Dr. Ria Febrina, S.S., M.Hum. (Dosen Linguistik dan Manajer Akademik Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas) “Mengapa orang yang pensiun...

Berita Sesudah
Lari yang Menyedihkan

Memaknai Garis Tangan

Discussion about this post

POPULER

  • Jangan Lewatkan! DPP Iluni UNP Bakal Gelar Temu Akbar Lintas Angkatan

    Jangan Lewatkan! DPP Iluni UNP Bakal Gelar Temu Akbar Lintas Angkatan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dampak Asap Karhutla, Nakes di Dharmasraya Diminta Jemput Bola Tangani Pasien ISPA

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • PKB Sumbar Bagikan Masker di Lubuk Alung, Firdaus: Mencegah Lebih Baik Daripada Mengobati

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sidak Bupati Dharmasraya, Lahan dan Hutan Terbakar Sudah Ditanami Sawit

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pelantikan DPD KNPI, Bupati Dharmasraya Ajak Pemuda Bersinergi dengan Pemerintah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Evaluasi Kinerja Perumda Tirta Solok Nan Indah, Bupati Solok Bidik 30.000 Pelanggan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bias Pengetahuan Bahasa AI tentang Perempuan dan Krisis Iklim

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Scientia Indonesia

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026

Navigate Site

  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

No Result
View All Result
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026