Selasa, 03/3/26 | 12:16 WIB
  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami
Scientia Indonesia
  • TERAS
  • EKONOMI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • DAERAH
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
  • TERAS
  • EKONOMI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • DAERAH
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
Scientia Indonesia
No Result
View All Result
  • TERAS
  • EKONOMI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • DAERAH
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • LITERASI
  • RENYAH
  • TIPS
Home LITERASI KLINIK BAHASA

Mengenal Kalimat Inversi

Minggu, 01/11/20 | 11:00 WIB
Oleh: Elly Delfia, Dosen Linguistik Jurusan Sastra Indonesia FIB Unand

Kalimat merupakan media penyampai ide dan gagasan dalam tulisan. Untuk dapat menyampaikan gagasan dan ide dengan baik melalui tulisan, kita harus mempunyai pengetahuan cukup mengenai kalimat, termasuk pengetahuan mengenai pola kalimat.

Berdasarkan letak posisi polanya, kalimat dalam bahasa Indonesia dikenal dengan kalimat versi dan inversi. Kalimat versi merupakan kalimat berpola umum atau normal atau berpola Subjek Predikat (SP), sedangkan kalimat inversi merupakan kalimat yang polanya terbalik atau kalimat yang predikat mendahului subjek atau PS (Predikat Subjek). Pola ini kebalikan dari kalimat versi atau kalimat yang biasa kita kenal dengan pola SP (Subjek Predikat), SPO (Subjek Predikat Objek), SPOK (Subjek Predikat Objek Keterangan), SPPel (Subjek Predikat Pelengkap, dan lain-lain.

Subjek Predikat (SP) merupakan unsur yang wajib hadir dalam sebuah kalimat. Satuan bahasa tidak bisa disebut kalimat jika tidak memiliki unsur subjek dan predikat. Kridalaksana (2008:96) mendefinisikan kalimat inversi sebagai perubahan urutan pola masing-masing kalimat yang berbeda dari urutan normal atau biasanya. Berikut ini contoh kalimat inversi dengan pola sederhana Predikat Subjek (PS):

BACAJUGA

Child Grooming sebagai Bentuk Frasa “Manipulasi Anak”

Gerakan Sosial Baru pada Perang Kata-kata antara SEAblings dan Knetz

Minggu, 22/2/26 | 22:46 WIB
Child Grooming sebagai Bentuk Frasa “Manipulasi Anak”

Child Grooming sebagai Bentuk Frasa “Manipulasi Anak”

Selasa, 20/1/26 | 07:09 WIB

Kebalikan dari kalimat inversi adalah kalimat versi atau kalimat dengan pola normal dan tidak dibalik, seperti SP, SPK, SPPel, dan lain-lain. Contoh kalimat versi dapat dilihat sebagai berikut:

Kalimat inversi berfungsi untuk penekanan makna pada bagian predikat. Selain itu, kalimat inversi juga sering digunakan dalam novel-novel, cerpen, dan karya sastra lainnya untuk menghasilkan efek estetika (keindahan) dalam kalimat. Kalimat inversi juga sering digunakan dalam karya ilmiah populer untuk menciptakan variasi-variasi kalimat baru yang tidak membosankan. Demikian ulasan singkat mengenai kalimat inversi. Semoga mencerahkan.

Tags: #Elly Delfia
ShareTweetShareSend
Berita Sebelum

Kisah Eka Guspriadi Sembuh dari Corona

Berita Sesudah

Seni Menulis Bahasa Lisan yang Salah

Berita Terkait

Memahami Kembali Imbuhan memper-

Memahami Kembali Imbuhan memper-

Minggu, 01/3/26 | 14:29 WIB

Oleh: Reno Wulan Sari (Dosen Bahasa Indonesia untuk Penutur Asing Busan University of Foreign Studies, Korea Selatan) Di laman Klinik...

Child Grooming sebagai Bentuk Frasa “Manipulasi Anak”

Gerakan Sosial Baru pada Perang Kata-kata antara SEAblings dan Knetz

Minggu, 22/2/26 | 22:46 WIB

Oleh: Elly Delfia (Dosen Prodi Sastra Indonesia dan S2 Linguistik FIB Universitas Andalas) Beberapa minggu terakhir dunia digital dihebohkan oleh...

Kapitil, Kosakata Baru dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia

KBBI dan Kuasa Badan Bahasa

Minggu, 15/2/26 | 16:59 WIB

Oleh: Ria Febrina (Dosen Prodi Sastra Indonesia dan S2 Linguistik Universitas Andalas) Setelah kapitil, masyarakat Indonesia kembali dihebohkan dengan definisi...

Aspek Fonologis dan Keformalan Bahasa

Bon atau Bien? Dua Kata yang Sering Tertukar, tetapi Tidak Pernah Sama

Minggu, 01/2/26 | 14:54 WIB

Oleh: Nani Kusrini (Dosen Pendidikan Bahasa Prancis Universitas Lampung)   Bon dan bien adalah dua kosakata dalam bahasa Prancis yang...

Perbedaan Kata “kepada”, “untuk”, dan “bagi”

Berbagai Istilah Tempat Perbelanjaan dalam Bahasa Indonesia

Minggu, 25/1/26 | 17:00 WIB

Oleh: Reno Wulan Sari (Dosen Pengajar Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing Busan University of Foreign Studies, Korea Selatan) Berbelanja merupakan...

Child Grooming sebagai Bentuk Frasa “Manipulasi Anak”

Child Grooming sebagai Bentuk Frasa “Manipulasi Anak”

Selasa, 20/1/26 | 07:09 WIB

Oleh: Elly Delfia (Dosen Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas) Suatu sore, adik perempuan saya mendatangi saya dan berkata “Uni sudah...

Berita Sesudah

Seni Menulis Bahasa Lisan yang Salah

Discussion about this post

POPULER

  • Child Grooming sebagai Bentuk Frasa “Manipulasi Anak”

    Gerakan Sosial Baru pada Perang Kata-kata antara SEAblings dan Knetz

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sumbang 12 untuk Puti Bungsu Minangkabau

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bale by BTN, Transaksi Cepat Tanpa Ribet

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Firdaus: Pengurus PMII Bukan Pengisi Struktur, Tapi Penggerak Perubahan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kata Penghubung dan, serta, dan Tanda Baca Koma (,)

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Wawako Padang Pimpin Apel Gelar Pasukan Persiapan Ramadhan 1447 Hijriah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sambut Bulan Ramadan, Wako Padang dan PPG Zikir dan Doa Bersama

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Scientia Indonesia

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2024

Navigate Site

  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

No Result
View All Result
  • TERAS
  • EKONOMI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • DAERAH
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2024