Sabtu, 23/5/26 | 12:51 WIB
  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami
Scientia Indonesia
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
Scientia Indonesia
No Result
View All Result
  • BERITA
  • LITERASI
  • RENYAH
  • TIPS
Home LITERASI KLINIK BAHASA

Mengenal Kalimat Inversi

Minggu, 01/11/20 | 11:00 WIB
Oleh: Elly Delfia, Dosen Linguistik Jurusan Sastra Indonesia FIB Unand

Kalimat merupakan media penyampai ide dan gagasan dalam tulisan. Untuk dapat menyampaikan gagasan dan ide dengan baik melalui tulisan, kita harus mempunyai pengetahuan cukup mengenai kalimat, termasuk pengetahuan mengenai pola kalimat.

Berdasarkan letak posisi polanya, kalimat dalam bahasa Indonesia dikenal dengan kalimat versi dan inversi. Kalimat versi merupakan kalimat berpola umum atau normal atau berpola Subjek Predikat (SP), sedangkan kalimat inversi merupakan kalimat yang polanya terbalik atau kalimat yang predikat mendahului subjek atau PS (Predikat Subjek). Pola ini kebalikan dari kalimat versi atau kalimat yang biasa kita kenal dengan pola SP (Subjek Predikat), SPO (Subjek Predikat Objek), SPOK (Subjek Predikat Objek Keterangan), SPPel (Subjek Predikat Pelengkap, dan lain-lain.

Subjek Predikat (SP) merupakan unsur yang wajib hadir dalam sebuah kalimat. Satuan bahasa tidak bisa disebut kalimat jika tidak memiliki unsur subjek dan predikat. Kridalaksana (2008:96) mendefinisikan kalimat inversi sebagai perubahan urutan pola masing-masing kalimat yang berbeda dari urutan normal atau biasanya. Berikut ini contoh kalimat inversi dengan pola sederhana Predikat Subjek (PS):

BACAJUGA

Memahami Kembali Imbuhan memper-

Konteks Kata “Kali” dalam Bahasa Indonesia

Minggu, 17/5/26 | 13:37 WIB
Kapitil, Kosakata Baru dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia

Cerita Mahasiswa Arab tentang Bahasa Indonesia

Senin, 27/4/26 | 06:18 WIB

Kebalikan dari kalimat inversi adalah kalimat versi atau kalimat dengan pola normal dan tidak dibalik, seperti SP, SPK, SPPel, dan lain-lain. Contoh kalimat versi dapat dilihat sebagai berikut:

Kalimat inversi berfungsi untuk penekanan makna pada bagian predikat. Selain itu, kalimat inversi juga sering digunakan dalam novel-novel, cerpen, dan karya sastra lainnya untuk menghasilkan efek estetika (keindahan) dalam kalimat. Kalimat inversi juga sering digunakan dalam karya ilmiah populer untuk menciptakan variasi-variasi kalimat baru yang tidak membosankan. Demikian ulasan singkat mengenai kalimat inversi. Semoga mencerahkan.

Tags: #Elly Delfia
ShareTweetShareSend
Berita Sebelum

Kisah Eka Guspriadi Sembuh dari Corona

Berita Sesudah

Seni Menulis Bahasa Lisan yang Salah

Berita Terkait

Memahami Kembali Imbuhan memper-

Konteks Kata “Kali” dalam Bahasa Indonesia

Minggu, 17/5/26 | 13:37 WIB

Oleh: Reno Wulan Sari (Dosen Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing Busan University of Foreign Studies, Korea Selatan) Kata kali dikenal...

Kapitil, Kosakata Baru dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia

Cerita Mahasiswa Arab tentang Bahasa Indonesia

Senin, 27/4/26 | 06:18 WIB

Oleh: Ria Febrina (Dosen Prodi Sastra Indonesia dan S2 Linguistik FIB Universitas Andalas) Saat mengawas UTBK (Ujian Tulis Berbasis Komputer)...

Memahami Kembali Imbuhan memper-

Persoalan “ini” dan “itu” di dalam Berbagai Konteks

Minggu, 19/4/26 | 21:49 WIB

Oleh: Reno Wulan Sari (Dosen Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing Busan University of Foreign Studies, Korea Selatan) Kata ini dan...

Child Grooming sebagai Bentuk Frasa “Manipulasi Anak”

Makna Idiom “Keras Kepala” dari Presiden Prabowo untuk Iran

Minggu, 12/4/26 | 23:00 WIB

Oleh: Elly Delfia (Dosen Prodi Sastra Indonesia dan S2 Linguistik FIB Universitas Andalas) Idiom “keras kepala” menjadi viral karena diucapkan...

Kapitil, Kosakata Baru dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia

Metatesis, Sumber Kreativitas Bahasa Sepanjang Masa

Minggu, 05/4/26 | 10:05 WIB

Oleh: Ria Febrina (Dosen Prodi Sastra Indonesia dan S2 Linguistik FIB Universitas Andalas) Lebaran selalu identik dengan kue. Kue-kue dimasukkan...

Child Grooming sebagai Bentuk Frasa “Manipulasi Anak”

Popularitas Kata “Eskalasi” dalam Perang Iran versus AS-Israel

Minggu, 15/3/26 | 23:00 WIB

Oleh: Elly Delfia (Dosen Prodi Sastra Indonesia dan S2 Linguistik Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas) Bahasa adalah representasi dari semiotika...

Berita Sesudah

Seni Menulis Bahasa Lisan yang Salah

Discussion about this post

POPULER

  • Padati One Day With BTPN Syariah, Ratusan Pencaker di Padang Antusias Jadi Pemberdaya

    Padati One Day With BTPN Syariah, Ratusan Pencaker di Padang Antusias Jadi Pemberdaya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kata Penghubung dan, serta, dan Tanda Baca Koma (,)

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • “Aikoku Koushinkyoku”, Lagu Jepang Bersejarah di Sumatera Barat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Apakah Kata “bapak” dan “ibu” Harus Ditulis dalam Huruf Kapital ?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Se Indonesia, seIndonesia, atau se-Indonesia?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Hubungan Sinonim Kata “Mempunyai” dan “Memiliki”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perbedaan Kata Ganti Orang Ketiga “Beliau”, “Dia”, dan “Ia” dalam Bahasa Indonesia

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Scientia Indonesia

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026

Navigate Site

  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

No Result
View All Result
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026