Minggu, 18/1/26 | 10:40 WIB
  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami
Scientia Indonesia
  • TERAS
  • EKONOMI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • DAERAH
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
  • TERAS
  • EKONOMI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • DAERAH
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
Scientia Indonesia
No Result
View All Result
  • TERAS
  • EKONOMI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • DAERAH
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • LITERASI
  • RENYAH
  • TIPS
Home LITERASI KLINIK BAHASA

Mengenal Kalimat Inversi

Minggu, 01/11/20 | 11:00 WIB
Oleh: Elly Delfia, Dosen Linguistik Jurusan Sastra Indonesia FIB Unand

Kalimat merupakan media penyampai ide dan gagasan dalam tulisan. Untuk dapat menyampaikan gagasan dan ide dengan baik melalui tulisan, kita harus mempunyai pengetahuan cukup mengenai kalimat, termasuk pengetahuan mengenai pola kalimat.

Berdasarkan letak posisi polanya, kalimat dalam bahasa Indonesia dikenal dengan kalimat versi dan inversi. Kalimat versi merupakan kalimat berpola umum atau normal atau berpola Subjek Predikat (SP), sedangkan kalimat inversi merupakan kalimat yang polanya terbalik atau kalimat yang predikat mendahului subjek atau PS (Predikat Subjek). Pola ini kebalikan dari kalimat versi atau kalimat yang biasa kita kenal dengan pola SP (Subjek Predikat), SPO (Subjek Predikat Objek), SPOK (Subjek Predikat Objek Keterangan), SPPel (Subjek Predikat Pelengkap, dan lain-lain.

Subjek Predikat (SP) merupakan unsur yang wajib hadir dalam sebuah kalimat. Satuan bahasa tidak bisa disebut kalimat jika tidak memiliki unsur subjek dan predikat. Kridalaksana (2008:96) mendefinisikan kalimat inversi sebagai perubahan urutan pola masing-masing kalimat yang berbeda dari urutan normal atau biasanya. Berikut ini contoh kalimat inversi dengan pola sederhana Predikat Subjek (PS):

BACAJUGA

Struktur Kalimat Peraturan Perundang-undangan

Problematika Penulisan Kata Majemuk

Minggu, 28/12/25 | 23:00 WIB
Struktur Kalimat Peraturan Perundang-undangan

Literasi Semiotika dan Hermeneutika untuk Bencana

Senin, 08/12/25 | 07:55 WIB

Kebalikan dari kalimat inversi adalah kalimat versi atau kalimat dengan pola normal dan tidak dibalik, seperti SP, SPK, SPPel, dan lain-lain. Contoh kalimat versi dapat dilihat sebagai berikut:

Kalimat inversi berfungsi untuk penekanan makna pada bagian predikat. Selain itu, kalimat inversi juga sering digunakan dalam novel-novel, cerpen, dan karya sastra lainnya untuk menghasilkan efek estetika (keindahan) dalam kalimat. Kalimat inversi juga sering digunakan dalam karya ilmiah populer untuk menciptakan variasi-variasi kalimat baru yang tidak membosankan. Demikian ulasan singkat mengenai kalimat inversi. Semoga mencerahkan.

Tags: #Elly Delfia
ShareTweetShareSend
Berita Sebelum

Kisah Eka Guspriadi Sembuh dari Corona

Berita Sesudah

Seni Menulis Bahasa Lisan yang Salah

Berita Terkait

Kapitil, Kosakata Baru dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia

Kapitil, Kosakata Baru dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia

Minggu, 11/1/26 | 09:57 WIB

Oleh: Dr. Ria Febrina, S.S., M.Hum. (Dosen Prodi Sastra Indonesia dan S2 Linguistik FIB Universitas Andalas) Tiba-tiba warganet Indonesia heboh...

Perbedaan Kata “kepada”, “untuk”, dan “bagi”

Onde-Onde dan Klepon: Perbedaan Budaya, Perbedaan Nama

Minggu, 11/1/26 | 09:39 WIB

Oleh: Reno Wulan Sari (Dosen Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) di Busan University of Foreign Studies, Korea Selatan) Tidak...

Dari Sawah ke Timeline: Kisah Kata “Ani-ani” yang Berubah Arti

Dari Sawah ke Timeline: Kisah Kata “Ani-ani” yang Berubah Arti

Minggu, 04/1/26 | 21:16 WIB

Oleh: Arum Rindu Sekar Kasih (Mahasiswa Program Doktor Ilmu-Ilmu Humaniora Universitas Gadjah Mada)    Beberapa waktu lalu, publik dihebohkan dengan...

Struktur Kalimat Peraturan Perundang-undangan

Problematika Penulisan Kata Majemuk

Minggu, 28/12/25 | 23:00 WIB

Oleh: Elly Delfia (Dosen Prodi Sastra Indonesia dan S2 Linguistik Universitas Andalas) Kata majemuk atau kompositum sering menjadi problem dalam...

Perbedaan Kata “kepada”, “untuk”, dan “bagi”

Perbedaan Frasa “Sepatu Baru” dan “Sepatu yang Baru”

Minggu, 21/12/25 | 08:22 WIB

Oleh: Reno Wulan Sari (Dosen Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing di Busan University of Foreign Studies, Korea Selatan) Dari judul...

Serba-serbi Kritik Sosial Habis Lebaran

Penulisan Nama dalam Bahasa Asing

Minggu, 21/12/25 | 07:51 WIB

  Ria Febrina (Dosen Prodi Sastra Indonesia dan Prodi S2 Linguistik Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas) Suatu hari saya mendapat...

Berita Sesudah

Seni Menulis Bahasa Lisan yang Salah

Discussion about this post

POPULER

  • Tanamkan Demokrasi Sehat: Undhari Gelar Kongres Mahasiswa 2025, Widya Ana Putri Pimpin DPM Baru

    Tanamkan Demokrasi Sehat: Undhari Gelar Kongres Mahasiswa 2025, Widya Ana Putri Pimpin DPM Baru

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Wawako Padang Salurkan BSTT Pada Korban Kebakaran di Kelurahan Jati

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Berbagai Istilah Urutan Waktu dalam Bahasa Indonesia

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Apakah Kata “bapak” dan “ibu” Harus Ditulis dalam Huruf Kapital ?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Denda Tunggakan Air PDAM Padang Naik Bertahap, Pelanggan Terancam Diputus Tanpa Pemberitahuan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Wali Kota Padang Usulkan Proyek Lingkungan Hidup Pada Negara Jerman

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • PT SAK Realisasikan CSR Perbaikan Jalan di Kecamatan Sitiung

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Scientia Indonesia

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2024

Navigate Site

  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

No Result
View All Result
  • TERAS
  • EKONOMI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • DAERAH
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2024