Puisi-puisi Afifah Syafila Alwafi dan Ulasannya oleh Ragdi F. Daye
Lentera Engkau adalah matahariku Memberi terang di saat gelap Memberi pelita di saat kelam Tetaplah melenggang dengan egomu Engkau hadir ...
Lentera Engkau adalah matahariku Memberi terang di saat gelap Memberi pelita di saat kelam Tetaplah melenggang dengan egomu Engkau hadir ...
Manusia Berharga Kali ini aku ingin bicara pada dunia Tentang kata yang tak lagi biasa Pelajaran dan pesan berharga dari ...
Empat Sahabat Lamaku Entah apa pikiranku saat ini Mengenang kalian selalu Pada saat-saat itu Andai kita tidak berpisah Tentu tidak seperti ...
Seekor Semut Kita berlari tergesa-gesa Mengikuti kawanan yang tertinggal jauh Mengambil makanan yang tersisa Melanjutkan sisa pekerjaan Senja hari kita ...
Mencari Jejak Pulang Aku melangkah hampa Pada megahnya lautan sabana Menyusun potongan rasa Yang melanglang buana ke angkasa raya Di ...
Danau Singkarak Sibak sore tak tahu malu, Kali ini riak dan derak ombak memecah Derak kulit pensi terpijak, menandakan rindu ...
Sebuah puisi akan memunculkan keragaman makna karena setiap pembaca akan memiliki pemaknaan yang berbeda. Alat utama dalam memaknai puisi adalah ...
Puisi Cyberpunk/Mungkin/Kemungkinan (yang Sungguh Sok Tahu) Biarlah arak tetap arak Suaranya manis, aku terbual/terbuai/terbang/terbuang Biarlah merah tetap merah Boleh saja ...
Sajak Ibu Tungku itu ialah lembaran-lembaran tempat kau menanak puisi. Dan puisi ialah siang dan malam yang kau sajikan ...
Pada dasarnya, menulis puisi adalah mengekspresikan pengalaman batin dengan media kata-kata. Pengalaman yang diekspresikannya itu bisa berupa pengalaman hubungan manusia ...