![Anggota DPRD Sumbar, Donizar saat membuka Festival 10 Induk di Pasaman. Senin, (12/10) [foto: ist]](https://scientia.id/wp-content/uploads/2026/10/IMG-20261012-WA00052.jpg)
Pembukaan festival tersebut menandai dimulainya kegiatan yang mengangkat identitas dan potensi budaya masyarakat setempat. Kehadiran Donizar dalam kegiatan itu juga menunjukkan pentingnya dukungan terhadap agenda kebudayaan yang tumbuh dari masyarakat.
Bagi Pasaman, kegiatan berbasis tradisi lokal memiliki arti lebih dari sekadar perayaan. Festival dapat menjadi ruang perjumpaan antargenerasi, tempat masyarakat mengenali kembali akar budayanya, sekaligus memperkenalkan kekayaan daerah kepada khalayak yang lebih luas.
Donizar menilai, pelestarian budaya membutuhkan keterlibatan bersama. Pemerintah, tokoh masyarakat, generasi muda, dan komunitas lokal perlu mengambil bagian agar tradisi yang diwariskan para pendahulu tidak terputus oleh perubahan zaman.
Menurutnya, kegiatan kebudayaan juga dapat menjadi sarana memperkuat hubungan sosial di tengah masyarakat. Melalui festival, warga tidak hanya berkumpul untuk menyaksikan rangkaian acara, tetapi juga membangun komunikasi dan menjaga semangat kebersamaan.
“Tradisi dan kebudayaan daerah merupakan bagian dari identitas masyarakat yang harus dijaga bersama. Kegiatan seperti ini perlu terus didukung agar generasi muda mengenal dan menghargai warisan budaya daerahnya,” ujar Donizar.
Selain memiliki nilai kebudayaan, festival yang melibatkan masyarakat juga berpotensi memberikan dampak ekonomi bagi lingkungan sekitar. Kehadiran pengunjung dapat membuka peluang bagi pelaku usaha kecil untuk menawarkan produk dan jasa selama kegiatan berlangsung.
Namun, potensi tersebut perlu ditopang oleh penyelenggaraan yang berkelanjutan. Festival tidak semestinya berhenti sebagai kegiatan seremonial, melainkan dikembangkan menjadi agenda yang mampu memperkuat identitas daerah sekaligus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Donizar berharap Festival 10 Induk dapat menjadi momentum untuk meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap budaya lokal. Ia juga mendorong agar kegiatan serupa mendapat perhatian sehingga potensi kebudayaan Pasaman dapat terus berkembang.
Dukungan terhadap kebudayaan, menurut dia, merupakan bagian dari upaya menjaga kekayaan daerah. Sebab, kemajuan tidak hanya diukur melalui pembangunan fisik, tetapi juga melalui kemampuan masyarakat merawat identitas, nilai kebersamaan, dan warisan yang membentuk karakter daerah.(yrp)









