
Padang, Scientia—– Wali Kota Padang Fadly Amran didampingi Asisten Perekonomian dan Pembangunan Didi Aryadi meninjau, sejumlah pembangunan infrastruktur jalan dan saluran drainase yang sedang dikerjakan oleh Dinas PUPR Kota Padang.
Lokasi pertama yang dikunjungi Wali Kota Padang adalah, pembangunan jalan menuju Pasir Jambak di Kelurahan Pasie Nan Tigo, Kecamatan Koto Tangah. Selanjutnya, Fadly Amran meninjau pembangunan saluran drainase di Pasar Tunggul Hitam, Kelurahan Dadok Tunggul Hitam, Kecamatan Koto Tangah.
Fadly Amran menyampaikan, kunjungan tersebut bertujuan untuk memastikan pelaksanaan pembangunan berjalan sesuai target yang telah ditetapkan serta pekerjaan yang dilakukan memenuhi standar yang telah ditentukan.
Menurutnya, pembangunan jalan menuju Pasir Jambak memiliki peran penting dalam mendukung pengembangan wilayah dan aktivitas masyarakat. Terdapat dua objek vital yang dilalui jalan ini, yakni perguruan tinggi dan objek wisata Pantai Pasir Jambak.
Fadly Amran menyampaikan, pembangunan saluran drainase di Pasar Tunggul Hitam merupakan implementasi dari Master Plan Drainase Kota Padang dalam upaya pengendalian banjir.
Ia berharap, pekerjaan tersebut dapat segera diselesaikan sehingga tidak mengganggu aktivitas masyarakat.
Kepala Dinas PUPR Kota Padang Malvi Hendri, menjelaskan jalan yang dibangun menuju Pasir Jambak memiliki panjang 2,5 kilometer, dengan lebar 5,5 meter serta bahu jalan masing-masing selebar 1 meter.
Pembangunan jalan tersebut bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) dengan nilai pagu anggaran sebesar Rp9,6 miliar dan nilai kontrak sekitar Rp9,4 miliar. Saat ini, progres pekerjaan telah mencapai 95,6 persen dan ditargetkan selesai pada pertengahan September 2026.
Malvi Hendri menambahkan, pembangunan saluran drainase baru di Pasar Tunggul Hitam terdiri dari tiga ruas dengan panjang masing-masing 410 meter, 139 meter, dan 45 meter. Pengerjaan drainase tersebut ditargetkan selesai pada 9 Desember 2026 mendatang.
“Kami berharap pembangunan ini dapat dijaga dengan baik oleh masyarakat dan jangan ada bangunan liar. Selain itu, juga akan ada investasi pengembangan yang dapat membuka lapangan pekerjaan melalui pembangunan objek wisata di kawasan Pasir Jambak,” ujar Fadly Amran.
-“Kami berharap melalui penataan dan pembangunan saluran drainase ini dapat memberikan manfaat bagi masyarakat, khususnya dalam mengatasi persoalan genangan dan memperlancar aliran air di sekitaran pasar tunggul hitam ini,” kata Fadly Amran.
“Target kami dalam minggu depan jalan pasir jambak ini sudah selesai. Progres pekerjaan saat ini sudah mencapai 95,6 persen, tinggal sekitar 4,4 persen lagi. Saat ini sedang pengecoran bahu jalan, pembuatan marka jalan, Insya Allah, menjelang akhir minggu pekerjaan sudah clear,” ujar Malvi Hendri.
“Pembangunan drainase ini bersumber dari dana Transfer ke Daerah (TKD) untuk penanggulangan bencana dengan anggaran sebesar Rp1,9 miliar, dan pengerjaan pembangunannya baru dimulai,” kata Malvi Hendri. (Ade)









