
Padang, Scientia—– Wakil Wali Kota Padang Maigus Nasir mendampingi, Ketua Komisi X DPR RI Agung Widyantoro meninjau rehabilitasi sejumlah sekolah yang terdampak bencana hidrometeorologi pada November 2025 lalu.
Lokasi pertama yang dikunjungi yakni, SDN 04 Baringin di Kelurahan Balai Gadang, Kecamatan Koto Tangah. Selanjutnya, rombongan meninjau SDN 32 Kuranji di Kelurahan Gunung Sarik, Kecamatan Kuranji.
Maigus Nasir berterimakasih kepada, Ketua Komisi X DPR RI Agung Widyantoro dan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) Republik Indonesia atas perhatian serta dukungan terhadap rehabilitasi sekolah-sekolah yang terdampak bencana di Kota Padang.
Ketua Komisi X DPR RI Agung Widyantoro mengatakan, kunjungan tersebut dilakukan untuk melihat secara langsung kondisi sekolah-sekolah yang terdampak bencana serta memastikan proses rehabilitasi berjalan dengan baik.
Kepala SDN 04 Baringin, Hessy Maibetri menyampaikan, dana rehabilitasi sekolah tersebut bersumber dari Kemendikdasmen RI sebesar sekitar Rp 1,3 Miliar.
Pembangunan ditargetkan selesai pada akhir September 2026.
Hessy Maibetri menyebutkan, bantuan ini mencakup pembangunan enam ruang kelas, dua ruang administrasi, ruang UKS, perpustakaan, tiga unit toilet, penataan lingkungan sekolah agar lebih tinggi dan tidak mudah terendam banjir, serta pengadaan mobiler.
Kepala SDN 32 Kuranji Ade Yulianto menyampaikan, rehabilitasi sekolah tersebut memperoleh anggaran dari Kemendikdasmen RI sebesar Rp 1,7 miliar, yang terdiri atas 15 paket rehabilitasi dan 11 paket mobiler.
“Bantuan ini sangat berarti bagi kami, karena cukup banyak sekolah-sekolah di Kota Padang yang terdampak bencana hidrometeorologi dan membutuhkan dukungan pemerintah pusat. Kami juga berharap rehabilitasi sekolah yang terdampak bencana dapat segera diselesaikan sehingga proses belajar berjalan efektif,” ujar Maigus Nasir.
“Komisi X DPR RI akan terus mendorong pemerintah pusat, khususnya Kemendikdasmen, untuk memberikan perhatian terhadap daerah-daerah yang terdampak bencana. Pendidikan tidak boleh berhenti hanya karena bencana. Anak-anak harus tetap mendapatkan haknya untuk belajar dengan aman dan nyaman,” ujar Agung Widyantoro.
“Kami mengapresiasi, kepada Komisi X DPR RI yang telah memberikan dukungan kepada sekolah kami, sehingga rehabilitasi ini dapat dilaksanakan. Selama proses pembangunan berlangsung, kegiatan belajar mengajar dialihkan sementara ke SDN 30 Air Dingin,” kata Hessy Maibetri.(Ade)









