Padang, Scientia — Menjadi pemimpin tidak harus menunggu memiliki jabatan. Pesan itu disampaikan Anggota DPD RI, Cerint Iralloza Tasya, saat kembali ke almamaternya, SMA Negeri 1 Padang, Kamis, (28/8).
Di hadapan ratusan siswa yang memenuhi aula sekolah, senator muda asal Sumatera Barat itu mengajak para pelajar mulai membangun kapasitas kepemimpinan sejak bangku sekolah. Menurut dia, kepemimpinan bukan semata soal prestasi akademik atau posisi yang kelak diraih, melainkan kemampuan memberi pengaruh positif bagi lingkungan.
Cerint yang merupakan alumni SMA Negeri 1 Padang datang bukan sekadar untuk bernostalgia. Pertemuan dengan para juniornya itu diisi dengan berbagi pengalaman, wawasan tentang kepemimpinan, serta dialog bersama siswa.
“Saya berpesan kepada adik-adik agar mempersiapkan diri menjadi pemimpin yang berdampak nyata bagi sekitar. Jangan menunggu momen besar untuk memulai, tapi mulailah dari diri sendiri,” ujar Cerint.
Ia mengatakan, karakter seorang pemimpin justru dibentuk dari kebiasaan sederhana yang dilakukan secara konsisten. Disiplin, tanggung jawab, kejujuran dan kepedulian terhadap orang lain, kata dia, merupakan fondasi yang perlu dibangun sejak dini.
Cerint menilai lingkungan sekolah merupakan salah satu ruang penting untuk melatih kemampuan tersebut. Interaksi dengan guru, teman sebaya dan organisasi sekolah dapat menjadi tempat bagi siswa belajar bekerja sama, mengambil keputusan sekaligus bertanggung jawab atas pilihan yang dibuat.
“Hal-hal kecil yang kita lakukan setiap hari akan membentuk karakter. Dari sana kemudian tumbuh disiplin dan integritas yang akan menjadi bekal ketika kita menghadapi tanggung jawab yang lebih besar,” katanya.
Bagi Cerint, seorang pemimpin juga tidak cukup hanya memiliki kemampuan untuk mencapai target pribadi. Pemimpin harus mampu melihat persoalan di sekitarnya dan mengambil peran untuk mencari jalan keluar.
Karena itu, ia mendorong siswa agar membangun kebiasaan memberi pengaruh positif di lingkungan terdekat. Menurut dia, kepemimpinan dapat dimulai dari keluarga, sekolah maupun lingkaran pertemanan.
“Mulailah dari lingkungan terdekat. Kalau kita bisa memberikan pengaruh yang baik kepada orang-orang di sekitar secara konsisten, itu sudah merupakan bentuk kepemimpinan,” ujarnya.
Pesan tersebut mendapat respons antusias dari para siswa. Pertemuan berlangsung interaktif dengan sejumlah pertanyaan yang diajukan pelajar kepada Cerint. Mereka tidak hanya menyimak pengalaman alumninya yang kini menjadi anggota DPD RI, tetapi juga berdiskusi mengenai perjalanan pendidikan dan tantangan menjadi generasi muda.
Cerint sendiri memiliki latar belakang pendidikan kedokteran sebelum kemudian terjun ke dunia politik dan menjalankan tugas sebagai wakil daerah di tingkat nasional.
Kembalinya Cerint ke sekolah tempat ia pernah menempuh pendidikan juga mendapat apresiasi dari pihak SMA Negeri 1 Padang. Kehadiran alumni yang kini berkiprah di tingkat nasional dinilai dapat memberikan gambaran nyata kepada siswa mengenai berbagai kemungkinan yang dapat mereka tempuh setelah menyelesaikan pendidikan.
Bagi sekolah, pengalaman seorang alumni dapat menjadi sumber motivasi sekaligus membuka wawasan siswa bahwa perjalanan menuju kesuksesan tidak selalu berlangsung dalam satu jalur.
Pertemuan tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa sekolah bukan hanya tempat mengejar nilai. Di ruang kelas dan lingkungan sekolah, siswa juga belajar mengenai tanggung jawab, keberanian menyampaikan pendapat, menghargai perbedaan dan mengambil keputusan.
Cerint berharap para siswa SMA Negeri 1 Padang tidak berhenti pada pencapaian akademik. Mereka juga diminta mempersiapkan diri menjadi generasi yang memiliki integritas dan kepedulian sosial.
“Jangan hanya bertanya apa yang bisa kita dapatkan. Biasakan juga bertanya apa yang bisa kita berikan dan dampaknya bagi orang lain,” kata dia.
Menurut Cerint, bangsa membutuhkan generasi muda yang tidak sekadar cerdas secara akademik, tetapi juga mampu menggunakan pengetahuan dan kemampuannya untuk menyelesaikan persoalan di tengah masyarakat.
Dari almamaternya itu, ia pun menitipkan pesan sederhana: kepemimpinan tidak perlu menunggu usia dewasa ataupun jabatan. Kepemimpinan dapat dimulai hari ini, dari keputusan-keputusan kecil yang menunjukkan integritas dan kepedulian terhadap orang lain.(yrp)





![Ketua PKC PMII Sumatera Barat, M. Yusur Rahman.[foto: ist]](https://scientia.id/wp-content/uploads/2026/09/IMG-20260901-WA0016-350x250.jpg)


