Kamis, 11/6/26 | 16:54 WIB
  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami
Scientia Indonesia
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
Scientia Indonesia
No Result
View All Result
  • BERITA
  • LITERASI
  • RENYAH
  • TIPS
Home DAERAH

Mahyeldi Dorong Penyusunan Rencana Kontingensi, Belajar dari Bencana Besar yang Melanda Sumbar

Senin, 06/4/26 | 21:01 WIB

Padang, Scientia — Gubernur Sumatera Barat (Sumbar) Mahyeldi Ansharullah meminta seluruh pemangku kepentingan memperkuat kesiapsiagaan menghadapi bencana melalui penyusunan dokumen Rencana Kontingensi (Renkon) yang terukur dan dapat diimplementasikan. Langkah itu dinilai penting mengingat Sumbar merupakan salah satu daerah dengan tingkat kerawanan bencana tertinggi di Indonesia.

Pesan tersebut disampaikan Mahyeldi saat membuka Pelatihan Penyusunan Rencana Kontingensi Bencana di Lingkungan Pemerintah Provinsi Sumbar Tahun 2026 di Aula Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Sumbar, Senin (6/4).

Kegiatan itu dihadiri unsur Forkopimda Sumbar, BPBD Sumbar, BPSDM Sumbar, Pusat Studi Bencana Universitas Negeri Padang (UNP), Komunitas Siaga Tsunami (Kogami), serta sejumlah organisasi dan lembaga yang bergerak di bidang kebencanaan.

Mahyeldi mengatakan, Sumbar menghadapi berbagai ancaman bencana, mulai dari gempa bumi, tsunami, banjir, banjir bandang, tanah longsor, cuaca ekstrem hingga gelombang pasang. Dalam beberapa tahun terakhir, frekuensi dan dampak bencana tersebut terus meningkat.

BACAJUGA

Pemerintah Kota Padang terus memberi penguatan dan pemahaman tentang hukum bagi Dubalang Kota.

Pemko Padang Beri Penguatan Pemahaman Hukum Bagi Dubalang Kota

Kamis, 11/6/26 | 14:41 WIB
Wagub Sumbar Jadi Motor Pemenangan Caketum HIPMI, Pengamat Ingatkan Risiko Konflik Kepentingan

Wagub Sumbar Jadi Motor Pemenangan Caketum HIPMI, Pengamat Ingatkan Risiko Konflik Kepentingan

Kamis, 11/6/26 | 07:20 WIB

“Seringnya terjadi bencana di Sumbar menjadi dasar dalam penyusunan dokumen rencana kontingensi bencana di Sumbar,” kata Mahyeldi.

Menurut dia, dokumen tersebut tidak hanya menjadi pedoman saat bencana terjadi, tetapi juga menjadi acuan dalam upaya mitigasi sebelum bencana dan pemulihan pascabencana.

Ia berharap proses penyusunan dokumen dilakukan secara partisipatif dan melibatkan seluruh pihak terkait agar menghasilkan kebijakan yang efektif dalam penanganan bencana.

“Kami berharap dokumen yang dibuat nanti bisa didiskusikan dengan baik sehingga menjadi peluang bersama dalam menangani bencana yang ada di Sumbar,” ujarnya.

Belajar dari Bencana Hidrometeorologi

Mahyeldi menyoroti bencana hidrometeorologi besar yang melanda Sumbar pada akhir November 2025 sebagai peringatan penting bagi seluruh pihak untuk meningkatkan kesiapsiagaan.

Menurut dia, bencana banjir bandang dan tanah longsor yang dipicu curah hujan ekstrem serta fenomena siklon tropis menyebabkan kerusakan luas dan menimbulkan korban jiwa dalam jumlah besar.

Berdasarkan data yang dipaparkannya, sekitar 264 orang meninggal dunia di Sumbar akibat bencana tersebut. Selain itu, puluhan orang dinyatakan hilang dan ratusan lainnya mengalami luka-luka.

“Secara keseluruhan dalam skala Pulau Sumatera, bencana ini menyebabkan lebih dari 1.200 korban meninggal dunia, jutaan masyarakat terdampak, dan lebih dari satu juta jiwa mengungsi,” katanya.

Di Sumbar sendiri, puluhan ribu warga terdampak dan ribuan rumah mengalami kerusakan akibat banjir dan longsor.

Menurut Mahyeldi, pengalaman tersebut menunjukkan bahwa penanganan darurat saja tidak cukup. Pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan harus memiliki perencanaan yang matang, terstruktur, dan telah diuji sebelum bencana terjadi.

“Peristiwa ini memberikan pelajaran penting bagi kita semua bahwa kesiapsiagaan menjadi kunci utama dalam mengurangi risiko bencana,” ujarnya.

Dokumen Jadi Acuan Mobilisasi Sumber Daya

Kepala BPSDM Sumbar, Barlius, mengatakan penyusunan dokumen Renkon menjadi kebutuhan mendesak karena Sumbar memiliki ancaman bencana yang beragam, mulai dari gempa bumi dan tsunami hingga banjir, longsor, kebakaran hutan dan lahan, kekeringan, serta abrasi pantai.

Menurut dia, dokumen tersebut nantinya menjadi dasar bagi seluruh pihak yang terlibat untuk mengerahkan sumber daya, logistik, dan peralatan saat terjadi keadaan darurat.

“Dengan adanya dokumen Renkon yang kita susun bersama, diharapkan apabila terjadi tanggap darurat bencana maka seluruh komponen yang telah menandatangani komitmen dokumen Renkon akan mengerahkan sumber daya, logistik, dan peralatan dalam penanganan bencana yang terjadi,” kata Barlius.

Ia berharap pelatihan itu mampu meningkatkan kapasitas peserta dalam memahami konsep penyusunan rencana kontingensi, memperkuat koordinasi lintas sektor dan lintas wilayah, serta menghasilkan dokumen yang aplikatif.

Barlius juga menekankan pentingnya kolaborasi pentahelix yang melibatkan pemerintah, TNI, Polri, akademisi, dunia usaha, media massa, dan masyarakat dalam membangun sistem penanggulangan bencana yang tangguh.

“Dengan keterlibatan seluruh unsur pentahelix, kita berharap lahir kebijakan dan strategi yang efektif, baik dari aspek teknis maupun nonteknis, sehingga kesiapsiagaan bencana di Sumbar semakin kuat,” ujarnya.(yrp)

Tags: Adpsb
ShareTweetShareSend
Berita Sebelum

Capaian Pembangunan di Dharmasraya Tahun 2025 Dinilai Progresif

Berita Sesudah

Akses Permodalan Masih Jadi Kendala, DPRD Sumbar Dorong Penguatan UMKM

Berita Terkait

Pemerintah Kota Padang terus memberi penguatan dan pemahaman tentang hukum bagi Dubalang Kota.

Pemko Padang Beri Penguatan Pemahaman Hukum Bagi Dubalang Kota

Kamis, 11/6/26 | 14:41 WIB

Pemerintah Kota Padang terus memberi penguatan dan pemahaman tentang hukum bagi Dubalang Kota. Padang, Scientia---- Pemerintah Kota Padang terus memberi...

Wagub Sumbar Jadi Motor Pemenangan Caketum HIPMI, Pengamat Ingatkan Risiko Konflik Kepentingan

Wagub Sumbar Jadi Motor Pemenangan Caketum HIPMI, Pengamat Ingatkan Risiko Konflik Kepentingan

Kamis, 11/6/26 | 07:20 WIB

Padang, Scientia — Keterlibatan Wakil Gubernur Sumatera Barat, Vasko Ruseimy, sebagai Master Campaign atau pimpinan tim pemenangan calon Ketua Umum...

Bupati Dharmasraya Hadiri Ziarah Amanah Silek Pingian Rantau Batanghari

Bupati Dharmasraya Hadiri Ziarah Amanah Silek Pingian Rantau Batanghari

Rabu, 10/6/26 | 19:00 WIB

Dharmasraya, Scientia.id - Bupati Dharmasraya, Annisa Suci Ramadhani, menghadiri kegiatan Ziarah Amanah Silek Pingian Rantau Batanghari yang diikuti keluarga besar...

PKC PMII Sumbar Resmi Dilantik, Siap Perkuat Gerakan Kolaboratif dan Responsif terhadap Tantangan Zaman

PKC PMII Sumbar Resmi Dilantik, Siap Perkuat Gerakan Kolaboratif dan Responsif terhadap Tantangan Zaman

Rabu, 10/6/26 | 18:51 WIB

Padang, Scientia.id - Pengurus Koordinator Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PKC PMII) Sumatera Barat masa khidmat 2026-2028 resmi dilantik dalam...

Pemerintah Kota Padang berdasarkan hasil evaluasi Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB) untuk tahun 2025, Kota Padang sukses menduduki peringkat pertama dengan nilai indeks Reformasi Birokrasi (RB) tertinggi di Provinsi Sumatera Barat, yakni sebesar 87,31.

Kota Padang Meraih Indeks Reformasi Birokrasi Tertinggi di Sumbar

Selasa, 09/6/26 | 19:29 WIB

Pemerintah Kota Padang berdasarkan hasil evaluasi Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB) untuk tahun 2025, Kota Padang...

PT Selago Makmur Plantation Diduga Tidak Salurkan Dana CSR ke Nagari Abai Siat

PT Selago Makmur Plantation Diduga Tidak Salurkan Dana CSR ke Nagari Abai Siat

Senin, 08/6/26 | 21:25 WIB

Satgas PKH saat menyegel lahan kawasan hutan yang di kelola oleh PT Selago Makmur Plantation (PT SMP) di Nagari Bonjol...

Berita Sesudah
Akses Permodalan Masih Jadi Kendala, DPRD Sumbar Dorong Penguatan UMKM

Akses Permodalan Masih Jadi Kendala, DPRD Sumbar Dorong Penguatan UMKM

POPULER

  • Wagub Sumbar Jadi Motor Pemenangan Caketum HIPMI, Pengamat Ingatkan Risiko Konflik Kepentingan

    Wagub Sumbar Jadi Motor Pemenangan Caketum HIPMI, Pengamat Ingatkan Risiko Konflik Kepentingan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sumbang 12 untuk Puti Bungsu Minangkabau

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • PT Selago Makmur Plantation Diduga Tidak Salurkan Dana CSR ke Nagari Abai Siat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Se Indonesia, seIndonesia, atau se-Indonesia?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Apakah Kata “bapak” dan “ibu” Harus Ditulis dalam Huruf Kapital ?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kota Padang Meraih Indeks Reformasi Birokrasi Tertinggi di Sumbar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perbedaan Kata “kepada”, “untuk”, dan “bagi”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Scientia Indonesia

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026

Navigate Site

  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

No Result
View All Result
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026