Padang Pariaman, Scientia – Perhimpunan Advokat Indonesia (PERADI) menyalurkan bantuan senilai Rp1,6 miliar untuk mendukung pembangunan kembali sejumlah fasilitas umum yang rusak akibat bencana hidrometeorologi di Sumatera Barat. Bantuan tersebut diterima langsung oleh Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah, dari Ketua Umum PERADI, Otto Hasibuan, di VIP Bandara Internasional Minangkabau, Selasa, (1/4).
Bantuan itu akan digunakan untuk membangun tiga ruang kelas di SMA Negeri 12 Padang, membangun jembatan gantung di Salayo, Kabupaten Solok, serta mendirikan musala di Palupuh, Kabupaten Agam.
Gubernur Mahyeldi menyambut baik dukungan yang diberikan organisasi advokat tersebut. Menurut dia, bantuan yang menyasar sektor pendidikan, akses transportasi, dan rumah ibadah itu sangat dibutuhkan masyarakat dalam proses pemulihan pascabencana.
“InsyaAllah, bantuan ini sangat membantu masyarakat, terutama untuk perbaikan sekolah, jembatan, dan rumah ibadah yang memang menjadi kebutuhan mendesak. Kita sangat bersyukur atas kepedulian PERADI untuk Sumbar,” kata Mahyeldi.
Mahyeldi menilai bantuan tersebut memiliki dampak langsung terhadap kehidupan masyarakat karena menyentuh fasilitas yang menjadi penopang aktivitas sehari-hari.
“Yang dibantu ini adalah akses jembatan, sarana pendidikan, dan tempat ibadah. Ini sangat penting untuk mendukung pemulihan kehidupan masyarakat secara menyeluruh,” ujarnya.
Menurut Mahyeldi, percepatan perbaikan infrastruktur dasar menjadi salah satu faktor penting dalam mengembalikan aktivitas ekonomi dan sosial masyarakat yang terdampak bencana. Karena itu, dukungan dari berbagai pihak dinilai sangat membantu pemerintah daerah dalam mempercepat proses rehabilitasi dan rekonstruksi.
“Dengan dukungan dari berbagai pihak, termasuk PERADI, kita optimistis proses rehabilitasi dan rekonstruksi di Sumbar dapat berjalan lebih cepat dan tepat sasaran,” katanya.
Ia juga menekankan bahwa penanganan dampak bencana tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah. Kolaborasi dengan organisasi profesi, dunia usaha, dan masyarakat menjadi kunci untuk mempercepat pemulihan di daerah terdampak.
Sementara itu, Ketua DPC PERADI Padang, Miko Kamal, mengatakan kehadiran Ketua Umum PERADI di Sumbar merupakan bentuk komitmen organisasi dalam membantu pemulihan fasilitas publik yang terdampak bencana.
“Kehadiran Ketua Umum PERADI ini membawa dukungan nyata untuk rehabilitasi fasilitas umum di beberapa wilayah terdampak di Sumbar,” ujar Miko.
Menurut dia, bantuan yang diberikan tidak hanya menjadi simbol kepedulian, tetapi juga bentuk kontribusi langsung organisasi advokat terhadap masyarakat yang membutuhkan.
Selama berada di Sumbar, Ketua Umum PERADI Otto Hasibuan dijadwalkan meninjau langsung sejumlah lokasi penerima bantuan. Kunjungan tersebut sekaligus menandai dimulainya pelaksanaan proyek pembangunan yang didanai melalui bantuan PERADI.
Selain agenda peninjauan, Otto juga dijadwalkan menghadiri kegiatan halal bihalal bersama anggota PERADI Cabang Padang.
Bantuan senilai Rp1,6 miliar tersebut diharapkan dapat mempercepat pemulihan fasilitas publik yang terdampak bencana hidrometeorologi, sekaligus membantu masyarakat kembali menjalankan aktivitas pendidikan, keagamaan, dan ekonomi secara normal.(yrp)




![Ketua DPW PKB Sumbar, Firdaus.[foto : ist]](https://scientia.id/wp-content/uploads/2025/09/IMG-20240910-WA00042_1-350x250.jpg)




