
Dharmasraya, Scientia.id – Dalam semalam, dua peristiwa kebakaran terjadi di wilayah Kabupaten Dharmasraya pada Senin (2/3/2026) dini hari.
Kebakaran tersebut terjadi di Jorong Maromau, Nagari Sungai Kambut, Kecamatan Pulau Punjung dan di Jorong Lubuk Lesung, Nagari Pulau Mainan, Kecamatan Koto Salak. Total kerugian ditaksir mencapai sekitar Rp1,1 miliar. Tidak ada korban jiwa dalam kedua kejadian tersebut.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pol PP dan Damkar Kabupaten Dharmasraya, Yunisman, membenarkan adanya dua kejadian kebakaran tersebut.
“Kebakaran pertama terjadi di Jorong Maromau, Nagari Sungai Kambut, Kecamatan Pulau Punjung sekitar pukul 00.18 WIB. Api menghanguskan dua unit rumah semi permanen dan satu unit sepeda motor milik Deri. Kerugian ditaksir mencapai Rp100 juta,” ungkapnya.
Yunisman mengatakan laporan diterima petugas Damkar pada pukul 00.18 WIB. Satu unit mobil pemadam kebakaran dengan lima personel langsung diberangkatkan pada pukul 00.21 WIB dan tiba di lokasi pukul 00.30 WIB. Proses pemadaman dan penanganan selesai pada pukul 01.44 WIB.
“Sugaan sementara penyebab kebakaran adalah korsleting listrik,” katanya.
Ia memaparkan kronologis kejadian bermula saat warga melihat api sudah membesar di rumah tetangga. Warga kemudian menghubungi anggota Damkar Pos Pulau Punjung melalui telepon. Setelah menerima laporan, regu pemadam segera menuju lokasi untuk melakukan pemadaman.
Selang beberapa jam, kebakaran kembali terjadi di Pulau Mainan 2, Jorong Lubuk Lesung, Nagari Pulau Mainan, Kecamatan Koto Salak sekitar pukul 01.44 WIB.
Peristiwa ini menghanguskan tiga petak ruko, satu unit ram timbangan, satu unit sepeda motor, dan satu unit mobil milik Sunaryo (47). Kerugian diperkirakan mencapai Rp1 miliar. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini.
Laporan kebakaran diterima Damkar sekitar pukul 03.27 WIB. Dua unit mobil pemadam dari Pos Koto Baru dan Pos Blok B Nagari Sungai Duo dengan sembilan personel diberangkatkan pada pukul 03.30 WIB dan tiba di lokasi pukul 03.55 WIB. Penanganan selesai pada pukul 05.02 WIB.
Dugaan sementara penyebab kebakaran juga akibat korsleting listrik.
Kronologis kejadian hampir serupa, warga yang melihat api membesar langsung menghubungi anggota Damkar Pos Koto Baru. Setelah menerima laporan, petugas segera menuju tempat kejadian perkara (TKP) untuk melakukan pemadaman.
Dalam kedua peristiwa tersebut, pemilik rumah diketahui sedang tertidur lelap saat kebakaran terjadi. Warga sekitar yang pertama kali mengetahui kejadian kemudian memberitahukan kepada pemilik rumah.
Petugas juga menghadapi kendala karena minimnya aktivitas masyarakat pada dini hari, sehingga informasi tidak cepat menyebar. Pada kejadian di Pulau Mainan, laporan awal disampaikan ke pos berbeda sebelum diteruskan ke Damkar Koto Baru, sehingga menyebabkan keterlambatan informasi.
Yunisman mengimbau masyarakat agar selalu memastikan kondisi rumah dalam keadaan aman sebelum beristirahat, terutama memeriksa dan mencabut peralatan listrik yang tidak digunakan. Imbauan tersebut rutin disampaikan melalui masjid setiap usai salat Subuh, Isya, dan Tarawih berjamaah.
Baca Juga: Ramaikan Pawai Budaya di Sungai Duo Dharmasraya, Kontingen BKR I Usung Tema Deforestasi
“Diminta kepada masyarakat segera melaporkan kejadian kebakaran ke pos pemadam terdekat atau melalui nomor piket yang telah dibagikan kepada wali nagari dan kepala jorong setempat,” pungkasnya. (tnl)








