
Jakarta, Scientia.id – Kurang minum air saat puasa bisa berdampak pada kesehatan. Hal ini biasanya terjadi karena waktu minum terbatas, hanya saat berbuka hingga sahur, sehingga banyak orang tidak sadar asupan cairannya berkurang.
Spesialis urologi Harrina Erlianti Rahardjo menjelaskan, kekurangan cairan saat puasa dapat memicu gangguan kesehatan, salah satunya infeksi saluran kemih (ISK). Pada beberapa orang, ISK bahkan bisa kambuh karena tubuh tidak mendapat cukup cairan.
Ia menekankan, kebutuhan cairan yang tidak terpenuhi di siang hari harus diganti saat berbuka dan sahur. Meski waktu minum terbatas, jumlah air yang dikonsumsi tetap perlu diperhatikan agar tubuh tidak kekurangan cairan.
Hal serupa disampaikan spesialis urologi Ponco Birowo. Ia menyarankan agar kebutuhan cairan harian tetap diupayakan terpenuhi dengan mengatur pola minum sejak berbuka puasa hingga sahur.
Salah satu cara sederhana adalah membagi minum air menjadi sekitar delapan gelas sehari. Misalnya, beberapa gelas saat berbuka, ditambah sebelum tidur, lalu dicukupi kembali saat sahur.
Baca Juga: Pilihan Makanan agar Puasa Makin Kuat dan Sehat
Dengan pola tersebut, cairan tubuh yang hilang selama puasa di siang hari dapat tergantikan. Kebiasaan minum air yang cukup dan teratur penting untuk menjaga tubuh tetap sehat selama menjalani ibadah puasa seperti dikutip dari detikcom. (*)








