Padang, Scientia – Dewan Pengurus Pusat (DPP) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) resmi mengukuhkan komposisi dan personalia Dewan Pengurus Wilayah (DPW) PKB Sumatera Barat masa bakti 2026–2031. Penetapan tersebut tertuang dalam Keputusan DPP PKB Nomor 7872/DPP/01/I/2026 tentang Penetapan Komposisi dan Personalia DPW PKB Sumatera Barat yang ditetapkan di Jakarta pada 22 Januari 2026.
Struktur baru ini memuat dua unsur utama, yakni Dewan Syura dan Dewan Tanfidz, dengan komposisi lengkap sebagai berikut.
Dewan Syura
Ketua Dewan Syura dijabat KH. M. N. Abdullah. Ia didampingi para Wakil Ketua, yakni Dr. Syamsul Akmal, Yasnida Syamsuddin, dan H. Aminullah.
Posisi Sekretaris Dewan Syura dipercayakan kepada Drs. Idarusalam, Tk. Sutan, dengan Wakil Sekretaris Rudi Antono, M.Sos., Kartini Tume, dan Jasril Dt. Paduko Suanso.
Adapun anggota Dewan Syura terdiri dari Drs. Syafrizal Dt. Tan Majo Lelo, Drs. H. Syeikh Asrul Bakar, Syeikh Muhammad Saleh, Syeikh Apendi, Moh. Zaher, dan Eko Wahyudi, M.Pd.
Dewan Tanfidz
Untuk Dewan Tanfidz, jabatan Ketua diemban oleh Firdaus. Ia didampingi tujuh Wakil Ketua, yakni Welly Suhery, Wirya Fansuri, Erlindawati, Irwandi, Bagas Panyusunan Nasution, Muhammad Ikhbal, dan Octa Rini.
Posisi Sekretaris dijabat Donizar, dengan Wakil Sekretaris Wendriadi, Netra Ekawati, Lukfi, Hardiansyah, Asmardi, Harry Prima Hidayat, dan Dien Nofrita.
Sementara itu, jabatan Bendahara dipegang Sultan Alif Baloen, didampingi Wakil Bendahara Muhammad Alif Alqadri, Emelda Wiguna, Defni Anita, Yusmeri, Yandri, Winparidalah, dan Ena Zahari.
Ketua DPW PKB Sumatera Barat, Firdaus, mengatakan kepengurusan baru ini akan fokus pada penguatan kaderisasi dan konsolidasi organisasi hingga ke tingkat kabupaten dan kota. Menurut dia, partai harus menyiapkan kader yang siap menjawab tantangan politik dan sosial ke depan.
“Kaderisasi adalah prioritas utama. Kami ingin pembinaan berjalan berjenjang dan terukur, sehingga lahir kader yang memiliki kapasitas, integritas, dan komitmen kuat kepada masyarakat,” kata Firdaus, Jum’at (14/2).
Ia menegaskan, PKB Sumbar juga akan memperluas ruang partisipasi bagi anak muda. Partai, kata dia, harus hadir di ruang-ruang komunitas dan menjadi wadah aspirasi generasi baru.
“Kita akan aktif merangkul mahasiswa, komunitas kreatif, pegiat UMKM, dan kelompok sosial lainnya. Politik tidak boleh berjarak dari anak muda,” ujarnya.
Selain itu, Firdaus menyebut penguatan peran perempuan menjadi salah satu bidikan utama dalam periode kepengurusannya. Ia menilai, keterlibatan perempuan dalam struktur dan aktivitas partai harus terus ditingkatkan, baik dalam pengambilan keputusan maupun dalam kerja-kerja sosial politik.
“Perempuan memiliki peran strategis. Kami ingin mendorong lebih banyak kader perempuan tampil, memimpin, dan berkontribusi dalam agenda-agenda partai maupun pembangunan daerah,” kata dia.
Menurut Firdaus, penguatan kader perempuan tidak hanya sebatas memenuhi kuota, tetapi juga memastikan adanya ruang pembinaan, pendidikan politik, dan peningkatan kapasitas secara berkelanjutan.
Dengan komposisi kepengurusan tersebut, DPW PKB Sumbar menargetkan konsolidasi internal segera rampung. Struktur baru ini diharapkan menjadi fondasi penguatan organisasi sekaligus memperluas basis dukungan PKB di Sumatera Barat selama lima tahun ke depan.(yrp)
![Pelantikan Dewan Pengurus Wilayah Partai Kebangkitan Bangsa (DPW PKB) se-Indonesia di Kawasan Pacenongan, Jakarta. Selasa, (3/2) [foto : ist]](https://scientia.id/wp-content/uploads/2026/02/Pelantikan-Firdaus-scaled-e1770147107564-120x86.jpeg)
![Ketua DPW PKB Sumbar, Firdaus.[foto : ist]](https://scientia.id/wp-content/uploads/2025/09/FB_IMG_1723701517807_1-120x86.jpg)






