Pesisir Selatan, Scientia – Anggota DPRD Kabupaten Pesisir Selatan dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Roni Ade Putra, menggelar Sekolah Kader Perubahan (SKP) sebagai upaya memperkuat basis partai sekaligus menyiapkan kader militan yang siap bergerak dan berjuang bersama PKB. Kegiatan ini berlangsung pada Sabtu (7/2).
Sekolah Kader Perubahan merupakan agenda rutin yang wajib dilaksanakan oleh seluruh anggota legislatif PKB sebagai bagian dari strategi penguatan kaderisasi dan regenerasi kepemimpinan partai di daerah.
Ketua Lembaga Kaderisasi Provinsi (LKP) DPW PKB Sumatera Barat, Rudi Antono, mengatakan SKP menjadi instrumen penting agar partai terus tumbuh dan tidak kehilangan arah perjuangan. Menurutnya, kader yang telah mengikuti proses kaderisasi akan diberi ruang untuk berpolitik secara terbuka dan bertanggung jawab.
“Kader-kader ini akan bergerak bersama partai dan melaksanakan tugas-tugas pengabdian di tengah masyarakat, sekaligus mengampanyekan kegiatan-kegiatan partai,” ujar Rudi Antono saat memberikan arahan dalam pembukaan kegiatan.
Rudi juga mengingatkan jajaran DPC PKB agar serius merawat dan menjaga kader. Ia menegaskan, keberlangsungan partai sangat bergantung pada kualitas dan loyalitas kader yang dibina secara berkelanjutan.
“Tanpa kader, partai tidak akan ada apa-apanya. Didiklah kader menjadi calon pemimpin yang berintegritas dan memperjuangkan hak-hak rakyat. PKB hadir untuk kemaslahatan dan menjadi rahmat bagi seluruh alam,” katanya.
Sementara itu, Ketua DPC PKB Pesisir Selatan, Indra Jaya, menegaskan komitmen partainya untuk konsisten menjalankan kaderisasi. Ia menyebut SKP sebagai langkah nyata menyiapkan generasi pemimpin masa depan yang berpihak kepada kepentingan rakyat.
“Kader ini akan diberi tugas menjaring aspirasi masyarakat di akar rumput dan terus berkiprah untuk kemaslahatan. Mereka menjadi garda terdepan dalam menyebarkan nilai-nilai PKB di tengah masyarakat,” ujar Indra Jaya dalam sambutannya.
Indra Jaya juga memastikan kader yang serius meniti karier politik di PKB akan difasilitasi melalui jenjang kaderisasi yang jelas dan berkelanjutan. Menurutnya, PKB tidak membiarkan kader berjalan tanpa arah.
“Kami mendukung pilihan jenjang karier kader sesuai minat dan kapasitas masing-masing. Yang terpenting, manfaat kehadiran PKB harus benar-benar dirasakan oleh masyarakat,” katanya.
Senada, Anggota DPRD Pesisir Selatan, Roni Ade Putra, menegaskan bahwa Sekolah Kader Perubahan bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan bagian dari tanggung jawab ideologis partai untuk melahirkan kader pejuang rakyat.
“Kami ingin kader PKB hadir sebagai solusi di tengah masyarakat, bukan hanya saat pemilu. Kader harus peka terhadap persoalan rakyat dan berani memperjuangkannya,” tegas Roni.
Ia menambahkan, kekuatan PKB terletak pada kerja-kerja politik yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat, bukan pada kepentingan kelompok atau individu semata.
Sekolah Kader Perubahan tersebut diikuti sekitar 80 peserta dari berbagai latar belakang. Para peserta dibekali materi dasar ideologi PKB, kepemimpinan, serta peran kader dalam pengabdian sosial dan politik di tengah masyarakat.(yrp)






