Senin, 26/1/26 | 22:26 WIB
  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami
Scientia Indonesia
  • TERAS
  • EKONOMI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • DAERAH
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
  • TERAS
  • EKONOMI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • DAERAH
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
Scientia Indonesia
No Result
View All Result
  • TERAS
  • EKONOMI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • DAERAH
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • LITERASI
  • RENYAH
  • TIPS
Home PILIHAN

Peran Perempuan yang Kian Kompleks di 2026, Jadi Harus Bagaimana?

Senin, 26/1/26 | 19:27 WIB
Sugesti Edward, Motivator Bisnis dan Pengusaha (Foto: Ist)
Sugesti Edward, Motivator Bisnis dan Pengusaha (Foto: Ist)

Jakarta, Scientia.id – Terdengar aneh jika kita masih membicarakan apa dan bagaimana peran perempuan pada tahun 2026 ini. Ini bukan lagi hal tabu yang tak layak diperbincangkan. Di belahan dunia manapun, peran perempuan saat ini hampir setara dengan kaum pria. Apa yang tidak bisa dilakukan perempuan saat ini? Nyaris semuanya bisa. Bahkan terkadang, perempuan bisa lebih unggul. Kalau urusan dapur, tak perlu ditanya lagi. Perempuan adalah ahlinya. Apalagi kalau cuma soal menjaga dan merawat anak. Perempuan tentu juaranya.

Pada tahun 2026 ini, peran perempuan tentunya akan semakin kompleks. Jika lima belas atau dua puluh tahun lalu perempuan hanya menuntut soal kesetaraan, namun kini tidak lagi. Mereka ingin lebih. Mereka ingin peran dan kuasa yang jauh lebih besar. Misal, mereka tidak lagi cuma ingin sekadar mengambil peran atau pekerjaan yang dulunya dikerjakan kaum pria. Kini, mereka ingin ambil alih semuanya. Dari hulu sampai hilir. Pokoknya, semua mereka yang menentukan.

Untuk saat ini, perempuan modern tidak lagi ditempatkan dalam satu identitas tunggal. Mereka tidak cuma seorang ibu atau seorang pengusaha. Tapi mereka bisa menjadi ibu, sekaligus pengusaha, motivator, penggerak lingkungan, guru bahkan tenaga Kesehatan. Bahkan mereka bisa menjadi pemadam kebakaran. Suatu hal yang tidak bisa dilakukan kaum pria. Pria hanya bisa fokus pada satu pilihan. Otak mereka tidak bisa multifungsi layaknya perempuan.

Inilah yang menjadi tantangan sekaligus peluang bagi kaum perempuan pada tahun 2026 ini. Mereka sadar kalau peluang dan tantangan ini harus mereka kelola secara maksimal. Kalau tidak, peluang dan tantangan tersebut akan diambil oleh perempuan lainnya. Artinya, peluang dan tantangan ke depannya akan saling direbut oleh perempuan. Kaum pria bisa jadi hanya menjadi pelaksana saja.

BACAJUGA

Saatnya Kampus 2 UIN IB Berbenah: Mahasiswa Berhak atas Fasilitas yang Layak

Saatnya Kampus 2 UIN IB Berbenah: Mahasiswa Berhak atas Fasilitas yang Layak

Senin, 17/11/25 | 18:08 WIB
Bacaruik-caruik di Medsos: Cerminan Krisis atau Luapan Ekspresi

Bacaruik-caruik di Medsos: Cerminan Krisis atau Luapan Ekspresi

Minggu, 28/9/25 | 21:04 WIB

Sekarang kita lihat, berapa banyak perempuan yang semakin memiliki kuasa kepemimpinan. Mereka adalah pengambil keputusan. Mereka yang menentukan lanjut atau berhentinya sebuah kerja sama. Artinya banyak dari mereka yang saat ini menjadi pemimpin. Kualitas mereka tentunya tidak kalah dari pria, bahkan bisa di atasnya.

Data dari Fortune 500 (2025) dari 55 perusahaan atau sekitar 11 persennya dipimpin oleh perempuan, menunjukkan peningkatan stabil. Bukan tidak mungkin angka ini akan terus tumbuh. Untuk diketahui, saat ini di Thailand hampir 30 persen dan di Tiongkok 19 persen pemimpin perusahaan atau CEO (Chief Executive Officer) adalah perempuan. Artinya, peluang kaum perempuan masih sangat besar untuk menggeser kaum pria dari jabatan pimpinan perusahaan.

Lalu bagaimana dengan Indonesia. Saat ini sudah semakin banyak pula perempuan memimpin perusahaan baik lokal maupun perusahaan internasional. Tidak hanya duduk dijajaran kursi kepemimpinan perusahaan. Tidak sekadar pemimpin di perusahaan. Kaum perempuan di Indonesia sekarang sudah ada yang menjadi kepala daerah, pengusaha tambang hingga mengelola usaha berbasis komunitas dan ekonomi kreatif. Meskipun belum ada angka pasti soal jumlah, namun, dipastikan angkanya terus bertambah.

Di bidang teknologi dan industry digital, saat ini juga perempuan sudah banyak yang ambil peranan. Banyak perempuan kini menjadi kreator konten. Bahkan banyak dari mereka yang terkenal dan viral. Konten mereka pun beragam. Dari konten ecek-ecek sampai konten berkualitas tinggi. Mereka mendapat panggung dan insight. Meskipun tanpa disadari mereka juga akan mendapat tekanan. Namun di situlah peran dan tanggung jawab mereka pertaruhkan.

Apa yang Perlu Dilakukan Perempuan?

Menghadapi kompleksitas tersebut, ada beberapa sikap dan strategi penting yang dapat menjadi pegangan perempuan di tahun 2026. Salah satu jebakan terbesar adalah mengukur diri dengan standar orang lain. Ya, kadang kaum perempuan selalu mengukur standar kesuksesan dengan orang lain. Padahal, standar sukses orang yang satu dengan orang yang lain berbeda. Di era yang serba terlihat, perempuan perlu berani menentukan definisi sukses versi dirinya sendiri.

Mereka harus berani membuat standar kesuksesan bagi diri mereka sendiri. Apakah kesuksesan yang dimaksud berupa keseimbangan hidup, kemandirian finansial, kontribusi sosial, atau ketenangan batin?. Dengan cara ini tentunya mereka akan punya prioritas yang harus dicapai. Ingat, tidak semua harus dicapai sekaligus, dan itu bukanlah persoalan yang besar.

Perubahan teknologi dan dunia kerja menuntut perempuan untuk terus belajar. Jangan puas dengan kemampuan yang dimiliki saat ini. Ingat, meningkatkan kemampuan hukumnya wajib. Kalau tidak mereka akan kembali tertinggal. Selain meningkatkan kemampuan dibidang tersebut, perempuan juga harus meningkatkan kemampuan emosial. Kenali batas diri. Bahwa mereka bisa juga capek dan lelah sehingga pasti akan meminta bantuan orang lain. Dan itu bukanlah kesalahan atau kemunduruan.

Ini juga penting, bahwa pada tahun ini mereka hjarus saling bekerja sama. Perempuan harus saling mendukung. Ini menjadi nilai lebih daripada perempuan yang berjuang sendirian. Komunitas, mentor, dan jejaring profesional menjadi ruang aman untuk berbagi pengalaman, peluang, dan strategi bertahan. Solidaritas antarsesama perempuan bukan sekadar slogan, tetapi kebutuhan nyata. Tahun 2026 adalah waktu yang tepat bagi perempuan untuk hadir penuh, bersuara, dan mengambil peran tanpa harus terus-menerus membenarkan diri.

Tantangan Terbesar yang Masih Mengadang

Meski kemajuan terlihat nyata, tantangan besar tetap ada dan bahkan semakin kompleks. Salah satu tantangan terbesar perempuan saat ini adalah kelelahan kronis bukan hanya fisik, tetapi juga mental dan emosional. Tuntutan untuk “bisa semuanya” sering kali tidak diimbangi dengan sistem pendukung yang memadai. Burnout menjadi isu serius, namun masih sering diremehkan.

Di banyak ruang, perempuan masih dihadapkan pada standar yang tidak setara. Tegas dianggap galak, ambisius dianggap mengabaikan keluarga, sementara kesalahan kecil bisa dinilai lebih besar. Bias ini tidak selalu kasat mata, tetapi dampaknya nyata terhadap kepercayaan diri dan peluang perempuan.

Di konteks masyarakat yang beragam seperti Indonesia, perempuan sering berada di persimpangan antara nilai tradisional dan tuntutan modern. Pilihan hidup menikah atau tidak, punya anak atau tidak, bekerja atau fokus di rumah sering kali menjadi konsumsi publik. Tekanan ini membuat perempuan harus terus bernegosiasi dengan ekspektasi sekitar.

Tidak semua perempuan memulai dari titik yang sama. Faktor ekonomi, pendidikan, lokasi geografis, dan dukungan keluarga sangat memengaruhi ruang gerak perempuan. Tantangan ke depan bukan hanya tentang perempuan yang sudah “maju”, tetapi juga bagaimana memastikan tidak ada yang tertinggal.

Tahun 2026 seharusnya tidak hanya menjadi tentang seberapa banyak peran yang bisa dijalani perempuan. Namun yang terpenting adalah kualitas hidup yang mereka rasakan. Kesetaraan sejati bukan berarti perempuan harus melakukan semuanya. Melainkan memiliki pilihan yang adil dan dukungan yang nyata. tahun ini adalah momentum untuk lebih jujur pada diri sendiri. Untuk berhenti mengejar kesempurnaan dan mulai merawat keberlanjutan hidup. Untuk berani bermimpi besar, tetapi juga memberi diri ruang untuk beristirahat.

Karena pada akhirnya, perempuan yang berdaya bukanlah perempuan yang paling sibuk atau paling terlihat. Perempuan berdaya adalah perempuan yang punya kendali atas hidupnya sendiri. Ia tidak tergantung dan bergantung dengan orang lain atas segala kompleksitas yang dijalani.

Penulis

Sugesti Edward

Tags: Motivator Sugesti EdwardOpiniSugesti Edward
ShareTweetShareSend
Berita Sebelum

Konservasi Penyu Pariaman Terbengkalai, Kolam Kotor hingga Fasilitas Rusak

Berita Sesudah

Rapat Persiapan Huntara di Sumbar, Pemkab Solok Dukung Percepatan

Berita Terkait

Bacaruik-caruik di Medsos: Cerminan Krisis atau Luapan Ekspresi

Bacaruik-caruik di Medsos: Cerminan Krisis atau Luapan Ekspresi

Minggu, 28/9/25 | 21:04 WIB

Padang, Scientia.id - Beberapa minggu belakangan, jagat media sosial di Ranah Minang riuh oleh fenomena para kreator konten "lokal". Bukan...

Anggota DPRD Kota Padang, Fraksi PKB, Zalmadi. [foto : ist]

Zalmadi Dorong Pengadaan Lampu Jalan di Lokasi Rawan Maling di Padang

Jumat, 20/6/25 | 11:51 WIB

Anggota DPRD Kota Padang, Fraksi PKB, Zalmadi. Padang, Scientia – Anggota DPRD Kota Padang dari Fraksi PKB, Zalmadi, tengah mengupayakan...

Ilustrasi imunisasi (Foto: Ist)

Ayo Ke Kote, Jangan Tunda!, Imunisasi Membangun Kekebalan Lingkungan Sosial

Minggu, 20/4/25 | 20:36 WIB

Ilustrasi imunisasi (Foto: Ist) Padang, Scientia.id - Lintang sudah tidak memberikan respons. Ayah dan bundanya sudah menangis sambil memegang tangan...

Koordinator lapangan dari Sumatera Barat, Alva Anwar saat unjuk rasa di Kantor Kemendes, Jakarta. Kamis, (17/04/2025) [foto : sci/yrp]

Pendamping Desa Tuntut Copot Yandri Susanto, Alva Anwar: Presiden Jangan Omon – omon Saja

Kamis, 17/4/25 | 18:15 WIB

Koordinator lapangan dari Sumatera Barat, Alva Anwar saat unjuk rasa di Kantor Kemendes, Jakarta. Kamis, (17/04/2025) Jakarta, Scientia - Kebijakan...

Rapat evaluasi pengeloaan mudik tahun 2025 oleh Korlantas Polri. Selasa, (15/04/2025) [foto : ist]

Evaluasi Pengelolaan Mudik Tahun Ini, Kakorlantas Minta Pemerintah Pastikan Tata Kelola Mudik Tahun Depan Lebih Baik

Rabu, 16/4/25 | 00:12 WIB

Rapat evaluasi pengeloaan mudik tahun 2025 oleh Korlantas Polri. Selasa, (15/04/2025) Jakarta, Scientia - Kakorlantas Polri, Irjen Pol Agus Suryonugroho...

Ninik Mamak di Sumbar Didorong Ambil Peran Bina Generasi Muda

Ninik Mamak di Sumbar Didorong Ambil Peran Bina Generasi Muda

Senin, 14/4/25 | 11:58 WIB

Padang, SCIENTIA - Kerjasama penandatanganan MoU Lembaga Kerapatan Adat Alam Minangkabau (LKAAM) Kepolisian Daerah (Polda) dalam penyelesaian persoalan pidana dengan...

Berita Sesudah
Rapat Persiapan Huntara di Sumbar, Pemkab Solok Dukung Percepatan

Rapat Persiapan Huntara di Sumbar, Pemkab Solok Dukung Percepatan

POPULER

  • DPP PKB Tetapkan Kepengurusan DPW PKB Sumbar Periode 2026–2031

    DPP PKB Tetapkan Kepengurusan DPW PKB Sumbar Periode 2026–2031

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Satu Pelaku Curanmor Ditangkap Polisi Dharmasraya, Dua Lainnya Buron

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Wali Kota Padang Tinjau Bendungan Gunung Nago Percepatan Penanganan Kekeringan Air

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Konservasi Penyu Pariaman Terbengkalai, Kolam Kotor hingga Fasilitas Rusak

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Awas! Ketergantungan ChatGPT Turunkan Kemampuan Berpikir

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Keunikan Kata Penghubung Maka dan Sehingga

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perbedaan Kata “kepada”, “untuk”, dan “bagi”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Scientia Indonesia

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2024

Navigate Site

  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

No Result
View All Result
  • TERAS
  • EKONOMI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • DAERAH
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2024