Rabu, 16/9/26 | 04:34 WIB
  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami
Scientia Indonesia
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
Scientia Indonesia
No Result
View All Result
  • BERITA
  • LITERASI
  • RENYAH
  • TIPS
Home DAERAH

Konservasi Penyu Pariaman Terbengkalai, Kolam Kotor hingga Fasilitas Rusak

Senin, 26/1/26 | 18:50 WIB

Pariaman, Scientia – Kondisi lokasi konservasi penyu di Kota Pariaman memantik keprihatinan. Fasilitas yang semestinya menjadi garda depan perlindungan satwa dilindungi itu justru tampak terbengkalai, minim perawatan, dan jauh dari standar pengelolaan konservasi.

Pantauan Scientia.id di lapangan, Senin, (26/1) menunjukkan bangunan utama konservasi tidak terurus. Sampah dedaunan berserakan di berbagai sudut, sementara dasar sejumlah kolam terlihat kotor karena lama tidak dibersihkan. Lumut menutupi keramik kolam, menandakan perawatan yang nyaris absen.

Di area penangkaran yang berada di samping ruang karantina, terdapat enam kolam kecil dan dua kolam besar. Namun, seluruh kolam tersebut hanya diisi empat ekor penyu, tiga ekor berada di kolam kecil dan satu ekor di kolam besar. Kondisi kolam yang berlumut dan air yang tidak jernih memperburuk situasi satwa yang seharusnya dirawat secara intensif.

Kondisi serupa juga terlihat di lokasi hatchery. Dari total 12 kolam yang tersedia, hanya delapan kolam yang terisi, masing-masing satu ekor penyu. Sementara itu, area inkubasi telur penyu tampak sangat kotor. Pasir inkubasi dipenuhi dedaunan kering yang dibiarkan menumpuk.

BACAJUGA

Krisis Air di Dharmasraya, 378 Ribu Liter Air Bersih Disalurkan untuk 3.312 KK

Krisis Air di Dharmasraya, 378 Ribu Liter Air Bersih Disalurkan untuk 3.312 KK

Selasa, 15/9/26 | 22:57 WIB
Dharmasraya Masuk Forum Nasional, Bupati Annisa Bahas Penanganan Permukiman Kumuh Terpadu

Dharmasraya Masuk Forum Nasional, Bupati Annisa Bahas Penanganan Permukiman Kumuh Terpadu

Selasa, 15/9/26 | 22:50 WIB

Ironisnya, fasilitas penunjang pun tak luput dari pembiaran. Di ruang bangunan pakan, hanya terdapat beberapa freezer kosong yang dipenuhi kotoran dan mulai berkarat. Tidak terlihat stok pakan maupun sarana pendukung lain yang menandakan aktivitas pengelolaan berjalan normal.

Ruang galeri konservasi juga jauh dari kata layak. Ruangan tersebut tampak kotor dan berfungsi layaknya gudang. Di dalamnya hanya terdapat fiber penyimpanan ikan berisi pasir, mesin pemotong rumput, serta sejumlah peralatan lain yang tidak jelas peruntukannya. Kondisi bangunan pun mengkhawatirkan. Loteng atap galeri terlihat rapuh, dengan pelapis atap yang sudah menggantung dan berpotensi membahayakan.

Di luar bangunan, halaman kawasan konservasi pun tidak luput dari pembiaran. Rumput taman tidak terawat dan dedaunan kering menutupi hampir seluruh area, mempertegas kesan bahwa kawasan ini luput dari perhatian pengelola.

Kondisi ini menimbulkan pertanyaan serius tentang komitmen pemerintah daerah dalam menjaga konservasi satwa dilindungi. Di tengah gencarnya kampanye pelestarian lingkungan, potret konservasi penyu di Kota Pariaman justru menunjukkan paradoks antara slogan dan kenyataan di lapangan.(yrp)

Tags: Dinas Kelautan dan Perikanan SumbarKonservasi penyu Kota Pariaman
ShareTweetShareSend
Berita Sebelum

Wali Kota Padang Tinjau Bendungan Gunung Nago Percepatan Penanganan Kekeringan Air

Berita Sesudah

Peran Perempuan yang Kian Kompleks di 2026, Jadi Harus Bagaimana?

Berita Terkait

Krisis Air di Dharmasraya, 378 Ribu Liter Air Bersih Disalurkan untuk 3.312 KK

Krisis Air di Dharmasraya, 378 Ribu Liter Air Bersih Disalurkan untuk 3.312 KK

Selasa, 15/9/26 | 22:57 WIB

Dharmasraya, Scientia.id — Pemerintah Kabupaten Dharmasraya, Sumatera Barat, telah menyalurkan 378.000 liter air bersih kepada masyarakat terdampak kekeringan sejak 18...

Dharmasraya Masuk Forum Nasional, Bupati Annisa Bahas Penanganan Permukiman Kumuh Terpadu

Dharmasraya Masuk Forum Nasional, Bupati Annisa Bahas Penanganan Permukiman Kumuh Terpadu

Selasa, 15/9/26 | 22:50 WIB

Dharmasraya, Scientia.id — Bupati Dharmasraya Annisa Suci Ramadhani menghadiri Forum Koordinasi Penanganan Permukiman Kumuh Terpadu yang diinisiasi Kementerian Koordinator Bidang...

Siswa MTsN 1 Kota Pariaman saat mendapatkan perawatan medis di rungan IGG RSUD. M. Yamin. Senin, (14/9) [foto : sci/yrp]

Update Terbaru 127 Siswa MTsN 1 Pariaman Diduga Keracunan MBG, Empat Masih Dirawat

Selasa, 15/9/26 | 22:13 WIB

Siswa MTsN 1 Kota Pariaman saat mendapatkan perawatan medis di rungan IGG RSUD. M. Yamin. Senin, (14/9) Pariaman, Scientia —...

Warga Kesulitan Air Saat Kemarau, Bupati Dharmasraya Akui Butuh Adanya PDAM

Warga Kesulitan Air Saat Kemarau, Bupati Dharmasraya Akui Butuh Adanya PDAM

Selasa, 15/9/26 | 09:42 WIB

Dharmasraya, Scientia.id — Dua dekade lebih berdiri sebagai kabupaten otonom, Kabupaten Dharmasraya masih belum memiliki Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM)....

Foto bersama usai perayaan puncak dies natalis Unand ke-70 di Pangeran Beach Hotel. Senin malam, (14/9) [foto:sci/yrp)

Puncak Dies Natalis Unand, Tujuh Alumni Inspiratif Digangjar Anugerah

Selasa, 15/9/26 | 03:54 WIB

Nagari Sungai Kambut Dharmasraya Raih Peringkat II Terbaik Penanganan Stunting Sumbar 2026

Nagari Sungai Kambut Dharmasraya Raih Peringkat II Terbaik Penanganan Stunting Sumbar 2026

Senin, 14/9/26 | 18:18 WIB

Dharmasraya, Scientia.id — Prestasi membanggakan ditorehkan Pemerintah Nagari Sungai Kambut, Kecamatan Pulau Punjung, Kabupaten Dharmasraya. Nagari tersebut berhasil meraih peringkat...

Berita Sesudah
Sugesti Edward, Motivator Bisnis dan Pengusaha (Foto: Ist)

Peran Perempuan yang Kian Kompleks di 2026, Jadi Harus Bagaimana?

POPULER

  • Foto bersama usai perayaan puncak dies natalis Unand ke-70 di Pangeran Beach Hotel. Senin malam, (14/9) [foto:sci/yrp)

    Puncak Dies Natalis Unand, Tujuh Alumni Inspiratif Digangjar Anugerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pria ini Taklukan Lele Raksasa Ukurannya Nyaris Tiga Meter

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Child Grooming sebagai Bentuk Frasa “Manipulasi Anak”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perbedaan Awalan ber- dan me-

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Puisi-puisi Dharma Purnama Putra

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Puisi-puisi Arza Kailla Chaerani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cahaya dari Surau Tuo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Scientia Indonesia

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026

Navigate Site

  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

No Result
View All Result
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026