![Gubernur Sumbar saat memanen sawit.[foto : ist]](https://scientia.id/wp-content/uploads/2025/11/IMG-20251114-WA0027.jpg)
Panen perdana tersebut berlangsung di lahan plasma Koperasi Perkebunan Sawit (KPS) Tompek Tapian Kandis, Kabupaten Agam. Kehadiran Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah, menegaskan pentingnya program ini bagi peningkatan produktivitas sawit rakyat.
“Program replanting di Sumatera Barat sudah berjalan sejak 2018. Tujuannya jelas, untuk meningkatkan produktivitas perkebunan kelapa sawit rakyat dengan dukungan pendanaan dari BPDPKS,” ujar Mahyeldi.
Menurut Mahyeldi, replanting sawit rakyat yang difasilitasi pemerintah sampai saat ini telah mencapai 14.919 hektar. Pendanaannya bersumber dari hibah Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) di bawah Kementerian Keuangan.
Ia menjelaskan, besaran bantuan untuk petani terus meningkat. Pada 2018–2021 nilainya Rp25 juta per hektar, naik menjadi Rp30 juta per hektar pada 2022–2024, dan pada tahun 2025 kembali meningkat signifikan menjadi Rp60 juta per hektar.
“Sejak 2018, total dana BPDPKS yang masuk ke Sumbar untuk replanting mencapai sekitar Rp463 miliar,” kata Mahyeldi.
Untuk KPS Tompek Tapian Kandis sendiri, bantuan diberikan dalam dua tahap:
• Tahun 2020 seluas 143,75 hektar
• Tahun 2022 seluas 145,30 hektar
Total nilai bantuan mencapai sekitar Rp7,95 miliar.
Mahyeldi menilai capaian KPS Tompek Tapian Kandis menjadi contoh bahwa dengan tata kelola yang baik, pendampingan yang terarah, serta sinergi yang kuat, produktivitas kebun rakyat dapat meningkat kembali setelah replanting.
Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan Sumbar mencatat, target replanting sawit rakyat pada 2025 mencapai 5.400 hektar. Luasan itu tersebar di tujuh kabupaten: Dharmasraya 2.000 ha, Sijunjung 500 ha, Solok Selatan 500 ha, Pesisir Selatan 600 ha, Agam 500 ha, Pasaman 300 ha, dan Pasaman Barat 1.000 ha.
Bupati Agam, Benni Warlis, mengatakan panen perdana ini merupakan bukti nyata manfaat kolaborasi antara pemerintah, perusahaan, dan petani.
“Inilah bukti bahwa kolaborasi dapat menghasilkan perubahan. Program ini bukan hanya soal peningkatan produksi, tapi juga tentang keberlanjutan ekonomi masyarakat,” ujarnya.
Dukungan juga disampaikan Manager PT AMP Plantation, Mr. Low Kim Seng, yang menegaskan komitmen perusahaan dalam mendukung program pemerintah di sektor perkebunan.
“Kami siap mendukung program replanting, baik di area perusahaan maupun di lahan plasma milik masyarakat,” katanya.
Dengan dimulainya panen perdana ini, Pemprov Sumbar menegaskan bahwa replanting bukan hanya program jangka pendek, tetapi investasi jangka panjang untuk menjaga pendapatan petani sekaligus memperkuat sektor perkebunan sebagai tulang punggung ekonomi daerah.(Adpsb)


![Dirut PDAm Kota Padang, Hendra Pebrizal.[foto : ist]](https://scientia.id/wp-content/uploads/2026/01/Dirrut-PDAM-Kota-Padang.jpg)
![Kantor PDAM Kota Padang.[foto : net]](https://scientia.id/wp-content/uploads/2025/07/FB_IMG_17535045128082-350x250.jpg)





