Kamis, 29/1/26 | 21:57 WIB
  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami
Scientia Indonesia
  • TERAS
  • EKONOMI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • DAERAH
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
  • TERAS
  • EKONOMI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • DAERAH
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
Scientia Indonesia
No Result
View All Result
  • TERAS
  • EKONOMI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • DAERAH
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • LITERASI
  • RENYAH
  • TIPS
Home TIPS

Apakah Air Kelapa Berpotensi Cegah Batu Ginjal?

Minggu, 19/10/25 | 10:45 WIB

Jakarta, Scientia.id – Batu ginjal merupakan salah satu gangguan paling umum pada sistem kemih dan menempati urutan ketiga setelah infeksi dan gangguan prostat. Kasusnya sering kambuh dalam lima hingga sepuluh tahun setelah kejadian pertama.

Pakar biomedis, farmasi, dan toksikologi dari IPB, Rini Madyastuti Purwono, menjelaskan batu ginjal terbentuk akibat penumpukan kristal seperti kalsium, magnesium, dan fosfat di sistem kemih. Batu berukuran besar dapat menyebabkan nyeri hebat hingga penyumbatan saluran kemih.

Menurutnya, pencegahan jauh lebih penting karena proses pembentukan batu ginjal atau urolitiasis sangat kompleks. Kondisi urine yang terlalu asam atau basa berpengaruh terhadap jenis batu yang terbentuk.

BACAJUGA

Air Cucian Beras untuk Perawatan Wajah, Benarkah Bermanfaat?

Air Cucian Beras untuk Perawatan Wajah, Benarkah Bermanfaat?

Kamis, 29/1/26 | 14:05 WIB
Chat GPT

Awas! Ketergantungan ChatGPT Turunkan Kemampuan Berpikir

Minggu, 25/1/26 | 10:15 WIB

“Urine asam cenderung membentuk batu kalsium oksalat, sedangkan urine basa memicu batu jenis struvite,” jelas Rini mengutip detikcom.

Ia mengungkapkan, air kelapa memiliki potensi besar sebagai agen alami pencegah batu ginjal. Kandungan magnesium, kalium, fosfat, sitrat, dan antioksidannya dapat menghambat pembentukan dan penggumpalan kristal penyebab batu ginjal.

“Magnesium dalam air kelapa bersaing dengan kalsium membentuk senyawa yang lebih mudah larut, sementara kalium dan sitrat membantu mengubah urine menjadi lebih basa,” terangnya. Efek diuretik air kelapa juga membantu mengencerkan mineral pembentuk batu dengan meningkatkan volume urine.

Baca Juga: Manfaat Kelapa Bakar untuk Daya Tahan Tubuh dan Kesehatan Pencernaan

Selain air kelapa, rebusan daun alpukat juga memiliki efek diuretik dan antioksidan yang membantu mencegah penggumpalan kristal serta memperbaiki jaringan ginjal. Namun, Rini (*)

Tags: KesehatanTipsTips Kesehatan
ShareTweetShareSend
Berita Sebelum

Pemkab Solok Dukung Pembangunan Gedung Sekretariat IBI

Berita Sesudah

Pemkab Solok Raih Penghargaan TPKAD Terbaik Dua dari OJK Sumbar

Berita Terkait

Chat GPT

Awas! Ketergantungan ChatGPT Turunkan Kemampuan Berpikir

Minggu, 25/1/26 | 10:15 WIB

Padang, Scientia.id - Chatbot AI seperti ChatGPT dan Gemini kini makin melekat dalam kehidupan sehari-hari. Namun, sejumlah penelitian memperingatkan dampaknya...

Peneliti Temukan Buah Paling Sehat di Dunia, Ini Jawabannya

8 Buah yang Baik untuk Ginjal, Aman Dikonsumsi Setiap Hari

Jumat, 09/1/26 | 19:10 WIB

Padang, Scientia.id - Ginjal bekerja tanpa henti menyaring limbah dan menjaga keseimbangan cairan dalam tubuh. Agar fungsinya tetap optimal, asupan...

Manfaat Minum Air Putih di Pagi Hari: Rahasia Awal Hari yang Sehat

Minum Air Hangat atau Dingin di Pagi Hari? Ini Pengaruhnya bagi Tubuh

Rabu, 19/11/25 | 08:29 WIB

Jakarta, Scientia.id - Kebiasaan orang saat bangun tidur memang berbeda-beda. Ada yang langsung mencari segelas air dingin untuk memulai hari...

Jalan Kaki Teratur Bisa Turunkan Kolesterol, Ini Penjelasan Ahli

Jalan 5.000 Langkah Sehari Bisa Lambatkan Risiko Alzheimer

Jumat, 07/11/25 | 19:08 WIB

Jakarta, Scientia.id - Penyakit Alzheimer menjadi momok bagi banyak orang seiring bertambahnya usia. Gangguan ini perlahan memengaruhi daya ingat, kemampuan...

Viral Tidur dengan Kipas Angin Disebut Picu Asam Urat, Ini Penjelasan Ahli

Viral Tidur dengan Kipas Angin Disebut Picu Asam Urat, Ini Penjelasan Ahli

Rabu, 05/11/25 | 06:11 WIB

Jakarta, Scientia.id - Kisah seorang remaja 17 tahun yang dikabarkan menderita asam urat setelah sering tidur dengan kipas angin sedang...

Harga Cabai Merah Tembus Rp100 Ribu Per Kilo di Dharmasraya

Makan Cabai Bisa Picu Kanker Lambung dan Usus, Ini Penjelasan Ahli Gizi

Kamis, 30/10/25 | 05:26 WIB

Jakarta, Scientia.id - Pedasnya cabai memang menggugah selera, tapi di balik kenikmatannya tersimpan risiko yang tak bisa diabaikan. Di Indonesia,...

Berita Sesudah
Pemkab Solok Raih Penghargaan TPKAD Terbaik Dua dari OJK Sumbar

Pemkab Solok Raih Penghargaan TPKAD Terbaik Dua dari OJK Sumbar

POPULER

  • Gubernur Sumbar Turun ke Lapangan, Pastikan Pembenahan Sungai dan Air Bersih di Padang Berjalan

    Gubernur Sumbar Turun ke Lapangan, Pastikan Pembenahan Sungai dan Air Bersih di Padang Berjalan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sumbang 12 untuk Puti Bungsu Minangkabau

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Apakah Kata “bapak” dan “ibu” Harus Ditulis dalam Huruf Kapital ?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • PT TKA Ditarget Realisasikan Plasma 20 Persen dalam Sepekan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Huruf E dalam bahasa Indonesia: Antara Ada dan Tiada

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Konservasi Penyu Pariaman Terbengkalai, Kolam Kotor hingga Fasilitas Rusak

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kata Penghubung dan, serta, dan Tanda Baca Koma (,)

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Scientia Indonesia

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2024

Navigate Site

  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

No Result
View All Result
  • TERAS
  • EKONOMI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • DAERAH
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2024