Jumat, 16/1/26 | 19:40 WIB
  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami
Scientia Indonesia
  • TERAS
  • EKONOMI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • DAERAH
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
  • TERAS
  • EKONOMI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • DAERAH
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
Scientia Indonesia
No Result
View All Result
  • TERAS
  • EKONOMI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • DAERAH
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • LITERASI
  • RENYAH
  • TIPS
Home EDUKASI

Kenangan bersama Pak Yos: Dari Kolega Menjadi Sahabat

Minggu, 12/10/25 | 10:44 WIB

Oleh: ALFITRI
(Dosen Departemen Sosiologi FISIP Universitas Andalas)

 

Waktu terus berjalan. Seperti matahari yang perlahan turun ke ufuk barat, datanglah masa untuk pensiun. Masa untuk lepas dari suka duka tugas untuk mengabdi dan mengisi BKD. Bulan lalu, Pak Yoserizal yang biasa disapa Pak Yos — dosen dan mantan Ketua Departemen Administrasi Publik FISIP Unand — telah memasuki fase pensiun. Izinkan saya sedikit menulis kenangan dengannya. Pada waktunya, masing-masing kita pun akan memasuki fase itu.

BACAJUGA

Alfitri Raih Doktor dengan Disertasi Kolaborasi Pengelolaan Sampah Plastik

Alfitri Raih Doktor dengan Disertasi Kolaborasi Pengelolaan Sampah Plastik

Jumat, 19/12/25 | 07:58 WIB
Caleg di Angkot

Nyaris Mati di Atas Vespa: Sepotong Kenangan di Masa SMA

Senin, 27/10/25 | 07:37 WIB

Pak Yos adalah sosok yang tak terlupakan dalam perjalanan saya sebagai dosen. Ia lebih dari sekedar rekan kerja atau kolega di kampus. Ia adalah sahabat dalam perjalanan saya menapaki dunia akademik. Dengan inisiatif sendiri, tanpa diminta, di suatu sore menjelang senja Agustus tahun 1990, ia yang mengantar saya ke Teluk Bayur untuk berlayar melanjutkan sekolah ke tanah Jawa. Entah kenapa, sejak kami sama-sama diterima sebagai dosen pada tahun 1989, kami terasa dekat. Waktu itu, saya lumayan sering mampir ke tempat kosnya di belakang sebuah rumah makan di Jl. Mangunsarkoro.

Dulu, setelah berkeluarga ketika lebaran pun, dengan Corolla DX-nya, Pak Yos bersama istri dan anak-anaknya datang ke rumah saya. Biasanya setelah ia bersilaturahmi ke rumah mertuanya, rumah rektor, dan rumah Prof. Alfian Lains. Saya dan keluarga pun kalau lebaran ke rumahnya, sering dijamu masakan unggulannya, dendeng kuah balado. Sebagai orang Koto Anau yang lama merantau di Pekanbaru, Pak Yos ternyata pintar memasak. Kami pun diberikan resep dan diajarkan membuat dendeng kuah balado yang empuk dan enak.

Sejak jadi dosen muda, Pak Yos termasuk dosen yang rajin pergi menghadiri seminar ke berbagai perguruan tinggi lain di Indonesia. Kendati bantuan uang perjalanan dari fakultas tidak seberapa tapi, ia tetap semangat berangkat. Kebetulan ketika kami dosen muda, Prof. Aziz Saleh suka mendorong dan memfasilitasi kami untuk ikut serta. Saya masih ingat betul, bagaimana semangat Pak Yos menyala setiap kali berangkat ke seminar. Misalnya, ketika pergi dan pulang naik bus ANS bersama banyak dosen muda yang lain, ikut seminar dan kongres Himpunan Ilmu-ilmu Sosial (HIPIIS) di Medan tahun 1990.

Saya dan Pak Emeraldy Chatra yang kemudian menyusul ke Medan pun dibecandai dengan logat Koto Anaunya yang kental, “awak panek naik bus, ruponyo kawan lamak naiak pesawat”. Kami pun ketawa, tapi lalu Pak Emerady menjelaskan bahwa itu adalah tiket pemberian Pak Hasan Basri Durin karena membantu beliau menyiapkan makalahnya.

Tak hanya sekadar memenuhi undangan, Pak Yos menjadikan setiap perjalanan sebagai peluang untuk belajar dan mengembangkan jaringan, misalnya ketika tahun 1991, ia mengikuti pelatihan selama tiga bulan di Pusat Antar Universitas (PAU) Ilmu-ilmu Sosial UGM. Pak Yos belajar dan cepat akrab dengan Dr. Affan Gaffar dan Dr. Riswandha Imawan. Qadarullah, usia kedua ilmuwan politik alumni Amerika itu tidak panjang.

Bukan rahasia lagi, Pak Yos juga tertarik pada dinamika kemajuan perguruan tinggi lain, terutama yang berada di Jawa. Ia memperhatikan kurikulum, budaya akademik, manajemen dan kesejahteraan dosen dan fasilitas kampus hingga hal-hal kecil seperti sistem parkir kampus dan tata letak ruang dosen.

Foto: Pak Yos

Sewaktu tahun 2008 – 2012 saya mendapat amanah sebagai Dekan FISIP Unand, hampir tiap tahun saya bersama Pak Yos yang waktu itu Ketua Jurusan benchmarking ke Jurusan Administrasi Publik yang lebih maju seperti di UI dan Universitas Brawijaya, Malang.

Sekali waktu, ketika akan berkunjung ke Malang, saya bilang ke Pak Yos, “Ndak baa awak naiak Jatayu kan?” Lalu lagi-lagi dengan logat Koto Anaunya yang kental, sambil ketawa Pak Yos menjawab “Pokoknyo aden pai jo dekan. Dekan naiak Garuda den naiak Garuda lo, dekan naiak Jatayu den naiak Jatayu lo.” Demikianlah. Kami pun terbang ke Malang naik Jatayu, maskapai dengan pesawat tua yang tiketnya murah meriah.

Di Fakultas Ilmu Administrasi (FIA), Universitas Brawijaya, kami disambut baik dekannya, Prof. Sumartono yang ramah dan humble. Banyak yang dapat dipelajari dari kemajuan fakultasnya. Di akhir kunjungan kerja itu, kami pun dipinjami Prof. Sumartono mobil innovanya yang baru untuk melawat sekejap ke Surabaya dan Jembatan Suramadu.

Pada waktu yang lain, kami sama benchmarking ke Jakarta, tapi ke perguruan tinggi yang berbeda. Pak Yos ke UI dengan ditemani Pak Ilham Azre. dan saya sendiri ke STIA-LAN untuk mengembangkan kerjasama dan memantau beberapa orang mahasiswa yang mengikuti program credit earning.

Malamnya setelah kembali bertemu di hotel, saya dan Pak Yos mendiskusikan lesson learned dari hal-hal dan kemajuan institusi yang dikunjungi. Satu hal yang selalu membuatnya prihatin adalah soal kesejahteraan dosen. “Mereka bisa punya waktu dan energi untuk riset karena kebutuhan dasarnya terpenuhi,” katanya sepulang dari UI tersebut.

Waktu itu saya menjawab, sekarang tidak apple to apple untuk melakukan perbandingan dengan UI, karena mereka sudah PTN-BH. Dengan itu, mereka bisa berkreasi dan memanfaatkan berbagai peluang sehingga berujung pada peningkatan kesejahteraan dosen. Nanti kalau Unand sudah PTN-BH juga bisa demikian. Mendengar jawaban saya, Pak Yos hanya senyum tipis, penuh arti.

Di antara perjalanan-perjalanan itu, terbangunlah percakapan yang lebih dari sekadar rekan kerja. Kami saling bertukar pandangan, dan kadang saling bercanda dengan sarkasme khas dosen yang terjangkit rasa lelah. Termasuk ketika beberapa waktu menjelang ia pensiun ini saat siang atau sore kami sering bersua di Kampus Pascasarjana FISIP Unand di Jati.

Tapi satu hal yang tidak pernah pudar dari Pak Yos adalah keyakinannya bahwa perubahan dimulai dari kesadaran, bukan dari keluhan. “Kita boleh melihat kemajuan orang atau perguruan tinggi lain, tapi jangan hanya diam. Kita bisa belajar, lalu membawa pulang ide-ide itu dan mulai menerapkan,” ujarnya.

Banyak kenangan berkelabat tentang dan bersama Pak Yos, tapi sedikit yang tertuliskan. Saya teringat satu kutipan dari filsuf John Dewey: “Education is not preparation for life; education is life itself.” Pak Yos telah menjalani hidupnya sebagai dosen dan pendidik yang baik. Bagi saya, dia lebih dari sekedar kolega tapi juga sahabat yang sering mendukung dan memberi semangat, baik ketika saya menjabat dulu, mau pun ketika saya berusaha menyelesaikan studi saat ini.

Selamat menikmati masa pensiun, Pak Yos. Terima kasih telah menjadi cermin semangat untuk mengabdi di institusi. Semoga jejak langkah Pak Yos menjadi inspirasi bagi generasi dosen berikutnya—untuk terus bergerak, belajar, dan peduli.***

Tags: #Alfitri
ShareTweetShareSend
Berita Sebelum

Kata Penghubung Sebab Akibat

Berita Sesudah

Makna Dibalik Puisi “Harapan” Karya Sapardi Tinjauan Semiotika

Berita Terkait

Dari FIB Unand untuk Anak Nagari: Mendongeng dan Menguatkan Anak Korban Bencana di Bayang Utara 

Dari FIB Unand untuk Anak Nagari: Mendongeng dan Menguatkan Anak Korban Bencana di Bayang Utara 

Minggu, 21/12/25 | 08:01 WIB

Dekan, Wakil Dekan, Manajer serta tim dari Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Unand (Foto: Ist) Padang, Scientia.id - Fakultas Ilmu Budaya...

Alfitri Raih Doktor dengan Disertasi Kolaborasi Pengelolaan Sampah Plastik

Alfitri Raih Doktor dengan Disertasi Kolaborasi Pengelolaan Sampah Plastik

Jumat, 19/12/25 | 07:58 WIB

Padang, Scientia— Dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Andalas (Unand), Alfitri, resmi menamatkan studi doktoralnya (S3) di...

Menko PM Lepas Mahasiswa UNP KKN Tanggap Bencana Alam

Menko PM Lepas Mahasiswa UNP KKN Tanggap Bencana Alam

Rabu, 17/12/25 | 20:50 WIB

Menko Pemberdayaan Masyarakat, Muhaimin Iskandar saat melepas mahasiswa UNP KKN Tanggap Darurat Bencana, Rabu (17/12). (SCIENTIA/Wahyu Amuk) Padang, SCIENTIA -...

Sekolah Rakyat Kota Padang Bentuk Kolaborasi Perguruan Tinggi Dukung Program Prioritas Presiden

Sekolah Rakyat Kota Padang Bentuk Kolaborasi Perguruan Tinggi Dukung Program Prioritas Presiden

Rabu, 17/12/25 | 20:41 WIB

Padang, SCEINTIA - Perguruan Tinggi memiliki peran penting dalam mendukung pelaksanaan program Sekolah Rakyat. Terlebih lagi, ini merupakan program prioritas...

Angkat Tema “Negeri dan Ironi”, Festival Sastra Marah Rusli 2025 Soroti Realitas Sosial Indonesia

Angkat Tema “Negeri dan Ironi”, Festival Sastra Marah Rusli 2025 Soroti Realitas Sosial Indonesia

Selasa, 16/12/25 | 22:39 WIB

Padang, Scientia.id - Komitmen menjaga kesinambungan tradisi sastra di Sumatera Barat kembali diwujudkan melalui Festival Sastra Marah Rusli 2025. Kegiatan...

Mahasiswa Seni Rupa UNP Gelar Pameran “Ilia Mudiak”, Hadirkan Dialog Hulu-Hilir Seni Rupa

Mahasiswa Seni Rupa UNP Gelar Pameran “Ilia Mudiak”, Hadirkan Dialog Hulu-Hilir Seni Rupa

Selasa, 16/12/25 | 12:11 WIB

Padang, Scientia.id - Mahasiswa Departemen Seni Rupa Universitas Negeri Padang (UNP) akan menggelar Pameran Seni Rupa bertajuk “Ilia Mudiak” di...

Berita Sesudah
Makna Dibalik Puisi “Harapan” Karya Sapardi Tinjauan Semiotika

Makna Dibalik Puisi “Harapan” Karya Sapardi Tinjauan Semiotika

POPULER

  • Wali Kota Padang Fadly Amran, mengusulkan sejumlah proyek pelestarian lingkungan bagi Kota Padang dalam skema kerja sama bilateral Indonesia-Jerman di tahun 2026.(Foto:Ist)

    Wali Kota Padang Usulkan Proyek Lingkungan Hidup Pada Negara Jerman

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perbedaan Kata “kepada”, “untuk”, dan “bagi”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Se Indonesia, seIndonesia, atau se-Indonesia?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Denda PDAM Kota Padang Membingungkan, Tagihan Sampah Dipungut Meski Tak Diangkut

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kapitil, Kosakata Baru dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • PDAM Kota Padang Putuskan Sambungan Air Tanpa Peringatan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tanda Titik pada Singkatan Nama Perusahaan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Scientia Indonesia

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2024

Navigate Site

  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

No Result
View All Result
  • TERAS
  • EKONOMI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • DAERAH
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2024