Sabtu, 17/1/26 | 03:44 WIB
  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami
Scientia Indonesia
  • TERAS
  • EKONOMI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • DAERAH
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
  • TERAS
  • EKONOMI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • DAERAH
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
Scientia Indonesia
No Result
View All Result
  • TERAS
  • EKONOMI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • DAERAH
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • LITERASI
  • RENYAH
  • TIPS
Home LITERASI RENYAH

Pilihan dan Segala yang Beda-Beda Tipis

Minggu, 28/9/25 | 21:25 WIB

Salman Herbowo
(Kolumnis Rubrik Renyah)

 

Minggu lalu, saya menulis tentang ungkapan “beda-beda tipis” atau “sebelas dua belas”. Ternyata, maknanya tak berhenti pada warna kemeja atau pilihan rumah makan, tapi juga mencerminkan cara kita memandang hidup. Ia hadir dalam banyak aspek, dari belanja daring, persaingan kerja, hingga gaya hidup digital. Karena itu, masih ada sisi menarik yang perlu digali, agar “sebelas dua belas” tak sekadar jadi ungkapan ringan, melainkan cermin untuk melihat realita dengan lebih bijak dan penuh syukur.

Jika ditarik lebih jauh, ungkapan “beda-beda tipis” juga berlaku dalam dunia kerja. Dua pelamar sering punya latar pendidikan dan pengalaman hampir sama, bahkan jawaban wawancara pun mirip. Namun, perbedaan kecil seperti intonasi bicara, ketenangan menghadapi pertanyaan, atau rasa percaya diri bisa menentukan. Detail sepele itu cukup membuat satu orang terpilih, sementara yang lain harus menunggu kesempatan berikutnya. Lagi-lagi, “beda tipis” yang jadi penentu.

BACAJUGA

Lagu yang Tak Selesai-selesai

2026 dan Renyah yang Tetap Menyapa

Minggu, 04/1/26 | 23:10 WIB
Lagu yang Tak Selesai-selesai

Lengah di Tengah Jeda

Minggu, 21/12/25 | 20:08 WIB

Dalam keseharian, pilihan kita sering berada di wilayah abu-abu. Misalnya saat belanja daring, dua toko menjual produk sama, harga selisih sedikit, pengiriman sama cepat. Akhirnya kita memilih berdasarkan ulasan atau sekadar rasa lebih “sreg”. Padahal, barang yang diterima fungsinya tetap sama dan pengalaman belanjanya tidak banyak berbeda. Jadi, apakah itu benar-benar pilihan besar, atau hanya perbedaan tipis yang nyaris tak berpengaruh?

Fenomena “beda tipis” juga terlihat dalam gaya hidup digital. Lihat saja media sosial seperti instagram, tiktok, atau youtube. Semua menyajikan konten singkat, hiburan cepat, dan algoritma yang bikin kita betah. Bedanya hanya di tampilan, fitur edit, atau komunitasnya. Tapi intinya sama, tempat berbagi sekaligus mencari inspirasi. Itulah sebabnya orang tak ragu berpindah aplikasi, karena tujuannya tetap hiburan dan informasi.

Di sinilah saya sadar, hidup tidak selalu menuntut kita mencari perbedaan yang jelas. Di tengah dunia yang serba cepat dan penuh pilihan, menerima “beda tipis” justru penting. Sikap ini membuat kita lebih tenang, tidak cemas memilih, dan fokus pada esensi, apakah pilihan itu benar-benar bermanfaat bagi hidup. Dengan begitu, energi kita tidak habis untuk memperdebatkan hal-hal kecil yang tak menentukan kebahagiaan.

Akhir kata, “beda tipis” memang hadir di banyak sisi hidup, dari persaingan kerja, belanja daring, hingga media sosial. Bedanya hanya sepele, sementara hasil akhirnya sering serupa, ada yang diterima, barang tetap sampai, dan hiburan tetap kita nikmati. Maka tak perlu terlalu tegang menghadapi perbedaan kecil itu. Pada akhirnya, yang lebih penting bukanlah memilih instagram atau tiktok, melainkan memastikan kuota internet kita cukup untuk menikmatinya.

Tags: #Salman Herbowo
ShareTweetShareSend
Berita Sebelum

Jay Idzes Main Penuh, Sassuolo Raih Kemenangan 3-1 atas Udinese

Berita Sesudah

Larangan Menggunakan Kata Tanya “Di mana”

Berita Terkait

Lagu yang Tak Selesai-selesai

2026 dan Renyah yang Tetap Menyapa

Minggu, 04/1/26 | 23:10 WIB

Salman Herbowo (Kolumnis Rubrik Renyah)   Akhir tahun 2025 kita lewati dengan langkah yang lebih pelan. Bencana yang terjadi di...

Lagu yang Tak Selesai-selesai

Lengah di Tengah Jeda

Minggu, 21/12/25 | 20:08 WIB

Salman Herbowo (Kolumnis Rubrik Renyah)   Saat istirahat siang, saya sering lengah dengan waktu. Bukan karena terburu-buru seperti di pagi...

Lagu yang Tak Selesai-selesai

Ketika Waktu Tak Menunggu

Minggu, 07/12/25 | 22:22 WIB

Salman Herbowo (Kolumnis Rubrik Renyah)   Saya sering bangun tergesa, seolah pagi datang lebih cepat dari dugaan. Waktu terus berjalan...

Lagu yang Tak Selesai-selesai

Hujan yang Merawat Diam

Minggu, 23/11/25 | 19:52 WIB

Salman Herbowo (Kolumnis Rubrik Renyah)   Hujan selalu punya cara sederhana untuk membuat saya berhenti sejenak. Di antara rintik yang...

Lagu yang Tak Selesai-selesai

Tentang Usaha yang Tidak Terlihat

Minggu, 09/11/25 | 20:13 WIB

Salman Herbowo (Kolumnis Rubrik Renyah)   Dalam setiap pertandingan olahraga selalu ada dua kemungkinan, menang atau kalah. Dari kejauhan semuanya...

Lagu yang Tak Selesai-selesai

Ketika Hasil Tak Sepenting Perjalanan

Minggu, 26/10/25 | 21:50 WIB

Salman Herbowo (Kolumnis Rubrik Renyah)   Libur kuliah dahulu selalu terasa seperti lagu merdu yang menandai kebebasan. Setelah berminggu-minggu bergulat...

Berita Sesudah
Serba-serbi Kritik Sosial Habis Lebaran

Larangan Menggunakan Kata Tanya “Di mana”

POPULER

  • Wali Kota Padang Fadly Amran, mengusulkan sejumlah proyek pelestarian lingkungan bagi Kota Padang dalam skema kerja sama bilateral Indonesia-Jerman di tahun 2026.(Foto:Ist)

    Wali Kota Padang Usulkan Proyek Lingkungan Hidup Pada Negara Jerman

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perbedaan Kata “kepada”, “untuk”, dan “bagi”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Denda PDAM Kota Padang Membingungkan, Tagihan Sampah Dipungut Meski Tak Diangkut

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Se Indonesia, seIndonesia, atau se-Indonesia?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pemko Padang Dukung Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Sesuai Arahan Pemerintah Pusat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Apakah Kata “bapak” dan “ibu” Harus Ditulis dalam Huruf Kapital ?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kapitil, Kosakata Baru dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Scientia Indonesia

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2024

Navigate Site

  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

No Result
View All Result
  • TERAS
  • EKONOMI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • DAERAH
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2024