![Gubernur Sumbar saat meresmikan Unit Transplantasi Ginjal RSUP Dr. M Djamil di Mercure Hotel Padang.[foto : ist]](https://scientia.id/wp-content/uploads/2025/09/IMG-20250921-WA0003.jpg)
Peresmian yang mengusung tema “Hidup Sehat dengan Satu Ginjal” ini menjadi tonggak penting, karena unit tersebut merupakan yang pertama di Sumatera bagian tengah, setelah sebelumnya hanya tersedia di Medan dan Palembang.
Akses Lebih Dekat, Biaya Lebih Ringan
Gubernur menyampaikan apresiasi atas langkah RSUP Dr. M Djamil yang mampu menghadirkan layanan strategis ini. Menurutnya, unit transplantasi bukan hanya bermanfaat untuk Sumbar, tetapi juga untuk provinsi tetangga seperti Riau, Kepri, dan Jambi.
“Dengan adanya layanan ini, masyarakat tidak lagi harus menempuh perjalanan jauh. Akses jadi lebih dekat, biaya lebih ringan, dan penanganan bisa lebih cepat,” kata Gubernur.
Ia menambahkan, keberadaan unit ini sejalan dengan amanat UU No.17/2023 yang menegaskan bahwa negara wajib menyediakan layanan kesehatan, termasuk transplantasi organ.
Meski menjadi langkah maju, Gubernur menekankan masih ada tantangan besar yang perlu dijawab, seperti ketersediaan tenaga medis, laboratorium imunologi, bank darah, dan layanan pasca-transplantasi.
“Kami berterima kasih kepada Kemenkes, RSUP Dr. M Djamil, akademisi, dan mitra yang sudah memberi dukungan. Harapannya, unit ini bisa menurunkan angka kematian dan meningkatkan kualitas hidup pasien,” ujarnya.
Gubernur optimistis, kehadiran unit transplantasi akan mengukuhkan Padang dan Sumbar sebagai center of excellence layanan kesehatan di Indonesia barat.
Latar Belakang: Gagal Ginjal Penyebab Kematian Tinggi
Berdasarkan data BPJS tahun 2024, gagal ginjal menjadi kasus katastrofik keempat di Sumbar dengan 25.566 kasus dan beban biaya Rp 81,1 miliar. Sementara itu, Indonesian Renal Registry (IRR) 2023 mencatat lebih dari 150 ribu pasien aktif cuci darah di Indonesia.
“Dengan data sebesar ini, kehadiran unit transplantasi jelas menjadi kebutuhan mendesak,” tegas Gubernur.
Pemprov Sumbar memastikan dukungan penuh agar layanan transplantasi berjalan optimal dan berkesinambungan. Tidak hanya dari segi kebijakan, tetapi juga dalam mendorong kolaborasi lintas sektor.
“Kami ingin memastikan bahwa pelayanan kesehatan bukanlah hak istimewa bagi yang mampu saja, melainkan hak semua masyarakat. Inilah komitmen Pemprov Sumbar,” pungkas Gubernur.(Adpsb)


![Dirut PDAm Kota Padang, Hendra Pebrizal.[foto : ist]](https://scientia.id/wp-content/uploads/2026/01/Dirrut-PDAM-Kota-Padang.jpg)
![Kantor PDAM Kota Padang.[foto : net]](https://scientia.id/wp-content/uploads/2025/07/FB_IMG_17535045128082-350x250.jpg)




![Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian memberikan apresiasi kepada lima gubernur di Sumatera.[foto : ist]](https://scientia.id/wp-content/uploads/2025/09/Screenshot_2025-09-27-14-58-07-64_e55d67e6190e80b161828c9e2aa77e012-75x75.jpg)
