Selasa, 03/3/26 | 14:08 WIB
  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami
Scientia Indonesia
  • TERAS
  • EKONOMI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • DAERAH
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
  • TERAS
  • EKONOMI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • DAERAH
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
Scientia Indonesia
No Result
View All Result
  • TERAS
  • EKONOMI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • DAERAH
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • LITERASI
  • RENYAH
  • TIPS
Home POLITIK

DPR Desak Bulog Punya Naluri Bisnis Tajam di Tengah Rekor Stok Beras dan Rencana Bangun Ribuan Gudang

Kamis, 29/5/25 | 19:17 WIB
Anggota DPR RI, Alex Indra Lukman. [foto : ist]

Anggota DPR RI, Alex Indra Lukman. [foto : ist]

Anggota DPR RI, Alex Indra Lukman. [foto : ist]
Anggota DPR RI, Alex Indra Lukman. [foto : ist]
Jakarta, Scientia — Ketua Panja Penyerapan Gabah dan Jagung Komisi IV DPR RI, Alex Indra Lukman, menekankan pentingnya intuisi bisnis dan kejelian membaca pasar bagi para pimpinan Badan Urusan Logistik (Bulog). Menurutnya, kecakapan itu sangat dibutuhkan agar visi Presiden Prabowo Subianto dalam memperkuat ketahanan pangan bisa benar-benar dirasakan oleh lebih dari 29 juta petani di Indonesia.

“Pengelolaan sektor pertanian harus mengalami pembaruan cara pandang. Ini penting agar program ketahanan pangan benar-benar memberi manfaat besar bagi petani kita,” tegas politisi PDI Perjuangan tersebut dalam keterangan tertulisnya, Kamis, (29/5/2025).

Pernyataan ini muncul menyikapi wacana pembangunan 25 ribu gudang penyimpanan semi permanen oleh pemerintah. Gudang tersebut dirancang berdaya tahan 5–10 tahun untuk menampung lonjakan hasil panen, sebagaimana dijelaskan Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman.

Sebelumnya, Bulog mencatat rekor baru dalam sejarah selama 57 tahun terakhir dengan stok cadangan beras pemerintah mencapai 3,5 juta ton untuk periode Januari–Mei 2025.

BACAJUGA

Polri Konsisten Jaga Keberlangsungan Pertanian Jagung Pakan Ternak

Polri Konsisten Jaga Keberlangsungan Pertanian Jagung Pakan Ternak

Senin, 09/2/26 | 00:58 WIB
Sekretaris DPW PKB Sumbar, Rico Alviano saat wawancara dengan media.[foto : sci/yrp]

Rico Alviano: Dikbar Perempuan Bangsa untuk Perkuat Kapasitas dan Peran Perempuan

Senin, 15/9/25 | 12:45 WIB

Alex menjelaskan bahwa Bulog sejatinya sudah menjalankan sebagian besar tugasnya dengan baik, seperti menyerap gabah petani dengan harga wajar dan menjaga ketersediaan stok nasional. Namun, ia menyoroti pernyataan Badan Pangan dalam Rakor Pengendalian Inflasi yang justru menimbulkan kekhawatiran di tengah kabar baik ini.

“Deputi Statistik Badan Pangan menyebut harga beras harus segera diintervensi karena terlalu tinggi. Padahal, ini bisa jadi sinyal positif bagi petani,” ungkap Alex.

Harga beras memang terpantau naik. Rabu (28/5), Panel Harga Badan Pangan mencatat rata-rata harga eceran beras nasional mencapai Rp13.805/kg, atau 10,44% di atas Harga Eceran Tertinggi (HET). Beras premium menyentuh Rp15.626/kg (4,87% di atas HET), dan beras SPHP sebesar Rp12.626/kg (1,01% di atas HET).

“Di sinilah naluri bisnis pimpinan Bulog harus bermain. Jangan buru-buru intervensi pasar hanya karena harga naik, padahal petani sedang menikmati hasil panen yang bagus,” tegas anggota DPR asal Sumatera Barat ini.

Alex juga mengingatkan bahwa beras merupakan komoditas yang mudah rusak. Ia mendorong Bulog agar membuat sistem aliran masuk dan keluar beras yang lebih terencana, demi menjaga kualitas dan harga di tingkat petani.

Selain itu, ia mengkritisi wacana pembangunan gudang baru. Menurutnya, gudang baru akan menambah beban biaya tetap dan justru tidak sejalan dengan semangat efisiensi pemerintah.

Di sisi lain, Alex mendorong pemerintah, terutama Kementerian Pertanian, untuk menyusun peta jalan menuju Indonesia sebagai lumbung beras dunia. Ia menilai hal itu realistis, mengingat Indonesia punya lahan luas, iklim yang mendukung, dan inovasi bertani yang terus berkembang.

Salah satu inovasi yang ia soroti adalah metode “Sawah Pokok Murah” dari Sumatera Barat, yakni teknik bertani padi dengan biaya sangat rendah namun tetap produktif.

“Kalau semua elemen—pemerintah, dunia usaha, dan akademisi—bersatu, target Indonesia jadi pemasok utama beras dunia bisa kita capai. DPR tentu siap mendukung penuh,” pungkasnya. (yrp)

Tags: Alex Indra LukmanAnggota DPR RIBerasBulog
ShareTweetShareSend
Berita Sebelum

Promo Diskon Hingga 50 Persen, D’COST Resmi Buka Cabang ke-68 di Basko City Mall

Berita Sesudah

Bukittinggi Harus Bisa Tarik Banyak Minat Wisatawan Berkunjung

Berita Terkait

Penguatan Internalisasi Lembaga, Bawaslu Agam Sampaikan Hasil Pengawasan Coktas ke Bawaslu Provinsi

Selasa, 30/9/25 | 17:55 WIB

AGAM, Scientia.id – Penguatan internalisasi kelembagaan, Anggota Bawaslu Provinsi Sumatera Barat Muhamad Khadafi kunjungi Bawaslu Kabupaten Agam. Dalam kegiatan yang...

Rakor Pengawasan PDPB, Bawaslu Agam Tekankan Permasalahan Krusial Data Pemilih

Senin, 29/9/25 | 15:51 WIB

AGAM, Scientia.id – Bawaslu Agam adakan kegiatan Rakor Pengawasan Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan (PDPB) pada Senin (29/09) di Kantor Bawaslu...

Bawaslu Agam Bahas Kajian Hukum, Rendi: Jaga Relevansi dan Integritas Pengawas Pemilu

Selasa, 23/9/25 | 16:13 WIB

AGAM, Scientia.id - Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Agam adakan kegiatan RDK dengan tema Kajian Hukum pada Selasa (23/09)....

Pengawasan Coklit Terbatas, Bawaslu Agam Temukan Orang Meninggal Masuk Dalam Daftar Pemilih

Jumat, 19/9/25 | 08:57 WIB

AGAM, Scientia.id - Bawaslu Kabupaten Agam melakukan pengawasan melekat terhadap proses Pencocokan dan Penelitian Terbatas (Coktas) yang dilakukan oleh KPU...

Konsisten Jalin Kerjasama, Bawaslu Agam Hidupkan Kembali Saka Adhyasta Pemilu

Jumat, 12/9/25 | 16:20 WIB

Agam, Scientia.id - Menjadi salah satu kabupaten pertama di Sumatera Barat yang membangun kerjasama dengan pramuka melalui pembentukan Saka Adhyasta...

Efisiensi di Negeri Petro Dolar: Jalan Penuh Lubang, Jembatan Reyot Vs Mobil Dinas Baru yang Lukai Rasa Keadilan

Disinformasi, Diskominfo, dan Wajah Pemerintahan Kepala Daerah Kabupaten Dharmasraya

Senin, 08/9/25 | 20:14 WIB

Dharmasraya, Scientia.id – Belum redam kehebohan tentang isu perseteruan legislatif dan eksekutif yang diduga disebabkan oleh satu rilis resmi dari...

Berita Sesudah
Bukittinggi Harus Bisa Tarik Banyak Minat Wisatawan Berkunjung

Bukittinggi Harus Bisa Tarik Banyak Minat Wisatawan Berkunjung

POPULER

  • Child Grooming sebagai Bentuk Frasa “Manipulasi Anak”

    Gerakan Sosial Baru pada Perang Kata-kata antara SEAblings dan Knetz

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sumbang 12 untuk Puti Bungsu Minangkabau

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bale by BTN, Transaksi Cepat Tanpa Ribet

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Wawako Padang Pimpin Apel Gelar Pasukan Persiapan Ramadhan 1447 Hijriah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kata Penghubung dan, serta, dan Tanda Baca Koma (,)

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Firdaus: Pengurus PMII Bukan Pengisi Struktur, Tapi Penggerak Perubahan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sambut Bulan Ramadan, Wako Padang dan PPG Zikir dan Doa Bersama

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Scientia Indonesia

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2024

Navigate Site

  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

No Result
View All Result
  • TERAS
  • EKONOMI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • DAERAH
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2024