Rabu, 17/6/26 | 19:06 WIB
  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami
Scientia Indonesia
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
Scientia Indonesia
No Result
View All Result
  • BERITA
  • LITERASI
  • RENYAH
  • TIPS
Home TERAS

Konflik Antar Suku di Somalia Sangat Mengkhawatirkan

Selasa, 13/8/24 | 14:57 WIB
Arsip - Kelompok militan Al Shabaab di Somalia. (Anadolu)
Arsip – Kelompok militan Al Shabaab di Somalia. (Anadolu)

Mogadishu, Scientia – Kantor Perserikatan Bangsa – bangsa untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan (OCHA) mengungkapkan konflik antar suku di Somalia sangat mengkhawatirkan. Tercatat sekitar 150.000 orang mengungsi ke berbagai wilayah di Somalia.

Pada awal Juli, sekitar 46.000 orang di antaranya wanita, anak – anak, dan orang tua mengungsi akibat kekerasan di kota Luuq di wilayah Gedo. Serta 12.000 orang  melarikan diri ke lokasi yang sulit dijangkau di luar kota.

PBB meyakini buntut konflik tersebut disebabkan oleh pertikaian kepemilikan tanah yang juga mengakibatkan pembakaran pasar terbesar di kota tersebut.

OCHA juga menyatakan, pada 26 Juni hingga 2 Juli, perseteruan antar-klan di wilayah Mudug menyebabkan 26.000 orang meninggalkan rumah mereka di daerah terpencil di  distrik Galdogob dan Jariiban.

BACAJUGA

Satu Abad Jam Gadang Jadi Momentum Kebangkitan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Bukittinggi

Satu Abad Jam Gadang Jadi Momentum Kebangkitan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Bukittinggi

Minggu, 07/6/26 | 09:42 WIB
280 Personil Amankan Laga Pembuka DCL 2026

280 Personil Amankan Laga Pembuka DCL 2026

Jumat, 05/6/26 | 21:48 WIB

Sedangkan sebanyak 55 orang tewas dan 60 lainnya mengalami luka, akibat konflik di Galmudug. Menurut PBB, konflik itu memiliki dampak atas kelumpuhan layanan kemanusiaan termasuk layanan kesehatan, nutrisi dan air, sanitasi,  dan kebersihan (WASH).

“Mereka yang mengungsi terdiri dari kelompok rentan dan mayoritas perempuan, anak – anak dan Lansia. Diperkirakan 30 persen pengungsi adalah pengembala ternak yang berhasil melarikan diri bersama ternaknya,” kata OCHA.

Sementara itu, Khalid Abdullahi, seorang pakar kemanusiaan di Mogadishu, mengatakan kepada Anadolu bahwa pertikaian internal antar-komunitas di Somalia bukanlah hal baru tetapi tampaknya bentrokan antara klan yang bertikai telah meningkat tahun ini.

Ia mengatakan bahwa pemerintah federal harus bekerja sama dengan negara-negara anggota federal untuk meningkatkan upaya penyelesaian konflik klan yang berulang yang menghambat perdamaian dalam komunitas persaudaraan di Somalia.

Adapun kebutuhan kemanusiaan akan tetap tinggi di Somalia pada tahun 2024 karena guncangan yang berulang, termasuk peristiwa iklim seperti kekeringan dan banjir, konflik dan ketidakamanan, kemiskinan yang meluas, dan wabah penyakit.

Sebanyak 6,9 juta orang di Somalia membutuhkan bantuan kemanusiaan pada 2024. OCHA mengatakan dana sebesar 1,6 miliar dolar AS (Rp25,35 triliun) diperlukan untuk Rencana Respons Kemanusiaan (HNRP) 2024 di Somalia tetapi hanya 507 juta dolar AS (Rp8,03 triliun) yang telah diterima hingga 2 Agustus 2024. (Antara)

Tags: PBBSomalia
ShareTweetShareSend
Berita Sebelum

Jokowi : Pemanfaatan Energi Hijau Harus Jadi Tren Pembangunan Daerah

Berita Sesudah

Panggilan Darurat 112 Akan Segera Diaktifkan di Dharmasraya

Berita Terkait

Satu Abad Jam Gadang Jadi Momentum Kebangkitan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Bukittinggi

Satu Abad Jam Gadang Jadi Momentum Kebangkitan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Bukittinggi

Minggu, 07/6/26 | 09:42 WIB

BUKITTINGGI — Peringatan satu abad berdirinya Jam Gadang tidak hanya menjadi perayaan sejarah bagi masyarakat Bukittinggi, tetapi juga momentum strategis...

280 Personil Amankan Laga Pembuka DCL 2026

280 Personil Amankan Laga Pembuka DCL 2026

Jumat, 05/6/26 | 21:48 WIB

Dharmasraya, Scientia.id – Sebanyak 280 personel gabungan dikerahkan untuk mengamankan laga pembuka Dharmasraya Champions League (DCL) 2026 yang dipusatkan di...

Padati One Day With BTPN Syariah, Ratusan Pencaker di Padang Antusias Jadi Pemberdaya

Padati One Day With BTPN Syariah, Ratusan Pencaker di Padang Antusias Jadi Pemberdaya

Kamis, 21/5/26 | 19:39 WIB

Ratusan lulusan dari berbagai kampus mengikuti One Day With BTPN Syariah di UIN IB Padang, Kamis (21/5). (Foto/Scientia: Wahyu Amuk)....

DPRD Sumbar Nilai Ranperda Pendidikan dan Perlindungan Petani Mendesak Diperkuat

DPRD Sumbar Nilai Ranperda Pendidikan dan Perlindungan Petani Mendesak Diperkuat

Rabu, 13/5/26 | 14:39 WIB

PADANG — DPRD Provinsi Sumatera Barat menyampaikan jawaban atas tanggapan Gubernur terhadap dua Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) prakarsa DPRD melalui...

Wakil Ketua DPRD Sumbar Dukung Padang Menuju Kota Gastronomi Dunia UNESCO 2027

Wakil Ketua DPRD Sumbar Dukung Padang Menuju Kota Gastronomi Dunia UNESCO 2027

Selasa, 12/5/26 | 14:37 WIB

PADANG, Wakil Ketua DPRD Sumbar, Nanda Satria mendukung langkah strategis Pemerintah Kota (Pemko) Padang untuk menembus jejaring UNESCO Creative Cities...

Ketua DPRD Sumbar Mulai Kaji Gagasan Daerah Istimewa Minangkabau Bersama Tim Ahli DPRD Sumbar.

Ketua DPRD Sumbar Mulai Kaji Gagasan Daerah Istimewa Minangkabau Bersama Tim Ahli DPRD Sumbar.

Senin, 11/5/26 | 14:35 WIB

PADANG — Ketua DPRD Provinsi Sumatera Barat Muhidi bersama tenaga ahli DPRD mulai mengkaji gagasan pengajuan Daerah Istimewa Minangkabau (DIM)....

Berita Sesudah

Panggilan Darurat 112 Akan Segera Diaktifkan di Dharmasraya

Discussion about this post

POPULER

  • PKB Umumkan Susunan KSB DPC se-Sumbar

    PKB Umumkan Susunan KSB DPC se-Sumbar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perbedaan Awalan ber- dan me-

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Apakah Kata “bapak” dan “ibu” Harus Ditulis dalam Huruf Kapital ?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Penggunaan Kata Ganti Engkau, Kau, Dia, dan Ia

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • “Pendokumentasian” dan Cultural Tourism

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gus Hery dan Transisi NU di Abad Kedua

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perbedaan Kata Pintar, Cerdas, Pandai, Cakap, Cerdik, dan Mahir

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Scientia Indonesia

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026

Navigate Site

  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

No Result
View All Result
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026