Selasa, 20/10/26 | 19:01 WIB
  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami
Scientia Indonesia
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
Scientia Indonesia
No Result
View All Result
  • BERITA
  • LITERASI
  • RENYAH
  • TIPS

Gubernur Mahyeldi Buka Gerakan Pasar Murah Cabe Merah Hanya Rp43 Ribu Perkilogram

Senin, 18/3/24 | 17:47 WIB

PADANG, SCIENTIA – Gubernur Sumatera Barat (Sumbar), Mahyeldi Ansharullah, membuka Gerakan Pangan Murah (GPM) Cabe Merah di Halaman Kompleks Kantor Gubernur Sumbar, Senin (18/03/2024).

Gubernur menegaskan, pihaknya akan terus mengawasi harga dan ketersediaan bahan pangan di pasaran.

“Alhamdulillah, hari ini melalui Dinas Pangan Provinsi, kita menggelar Gerakan Pangan Murah Cabe Merah yang beberapa waktu belakangan harganya melonjak cukup signifikan hingga menyentuh angka Rp120 ribu,” kata Gubernur.

BACAJUGA

Ketua Umum DPP Perempuan Bangsa, Nihayatul Wafiroh [foto:ist]

Perundungan di Rungkut, Nihayatul Wafiroh Pertanyakan Penanaman Nilai-nilai Adab Sejak Dini

Selasa, 20/10/26 | 18:34 WIB
Evaluasi Kinerja Perumda Tirta Solok Nan Indah, Bupati Solok Bidik 30.000 Pelanggan

Evaluasi Kinerja Perumda Tirta Solok Nan Indah, Bupati Solok Bidik 30.000 Pelanggan

Senin, 19/10/26 | 21:10 WIB

Tapi harga di pasaran menurut Gubernur sudah mulai turun.

“Gerakan ini adalah bentuk intervensi Pemprov Sumbar, agar kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi dengan harga yang terjangkau,” ujar Gubernur dalam sambutannya.

Awalnya, Pemprov Sumbar berencana mematok harga cabe merah dalam gerakan pangan murah ini senilai Rp60 ribu perkiligram.

Akan tetapi pihak Bank Indonesia, Bank Nagari, dan Perbankan lainnya kembali memberikan subsidi.

Sehingga masyarakat bisa membawa pulang satu kilo cabe merah dengan harga Rp43 ribu perkilogram.

“Kita ucapkan terima kasih kepada BI, Bank Nagari, dan Perbankan lain yang ikut mendukung gerakan ini. Dengan bersama-sama, kita meyakini kebutuhan masyarakat selama Ramadhan dan Idulfithri nanti dapat terpenuhi dengan harga yang terjangkau,” ucap Gubernur lagi.

Gubernur menyebutkan, sebelumnya terjadi kenaikan harga cabe merah yang cukup signifikan karena beberapa sebab.

Di antaranya, kejadian erupsi Gunung Marapi yang mengganggu aktivitas pertanian cabe di Kabupaten Agam dan Tanah Datar, yang merupakan dua daerah penghasil cabe merah di Sumbar.

“Akibat kenaikan harga yang cukup tinggi, kita mencari sumber untuk disubsidikan, dan mendapatkan pasokan 2 ton cabe merah dari Jogja dan Jawa Tengah yang kita jual hari ini lewat Gerakan Pangan Murah,” kata Gubernur.

Selain itu, Gubernur memastikan cukupnya ketersediaan bahan pangan lain di Sumbar selama Ramadhan dan Idulfithri tahun ini.

Terutama sekali untuk komoditas beras, minyak goreng, tepung terigu, dan beberapa jenis kebutuhan pangan lainnya.

Bersama Bulog, Gubernur juga pastikan stok beras jenis SPHP kita sangat mencukupi, dengan harga yang lebih terjangkau.

Tetapi kualitas yang tak kalah bagusnya ketimbang beras premium yang selama ini dikonsumsi sebagian besar warga Sumbar.

“Kita akan terus mengecek ketersediaan bahan pangan, mengecek kestabilan harga, serta mengambil tindakan intervensi jika terjadi kenaikan harga signifikan atau kelangkaan barang,” ucap Gubernur menutup.

Warga Terbantu

Dalam kesempatan yang sama, Yanti (45) salah seorang warga Banuaran, Kota Padang yang ikut berbelanja dalam kegiatan GPM menyebut dirinya merasa sangat terbantu dengan adanya kegiatan pangan murah yang digelar Pemprov Sumbar.

Menurutnya, selain karena harganya jauh lebih murah, kualitas barangnya pun terjaga.

“Saat ini, harga cabe di pasar-pasar tradisional di Kota Padang masih berada di kisaran 50 – 53 ribu per kilogram. Tapi di Kantor Gubernur ini harga per kilo nya hanya 43 ribu rupiah, itu jauh lebih murah,” ujar Yanti.

“Seharusnya kegiatan semacam ini lebih sering digelar, agar masyarakat bisa terbantu. Apalagi pasca bencana yang melanda beberapa daerah di Sumbar,” tukuk Yanti

Khusus untuk komoditas jenis cabe keriting, Panitia GPM membatasi jumlah pembelian maksimal sebanyak 2 kg/orang.

Tujuannya, agar manfaat dari gelaran kegiatan ini dapat dirasakan oleh lebih banyak keluarga.

Meski pun demikian, tidak menyebabkan animo belanja masyarakat menjadi berkurang.

Terbukti, hingga pukul 15.00 WIB, seluruh persediaan bahan pangan ludes terjual. (adpsb/isq/bsn/cen)

ShareTweetShareSend
Berita Sebelum

Pemkab Dharmasraya Dukung Program Pendidikan Karakter Anak

Berita Sesudah

Gubernur Mahyeldi Sebut Perda Harus Memuat Kandungan Nilai Pancasila 

Berita Terkait

Ketua Umum DPP Perempuan Bangsa, Nihayatul Wafiroh [foto:ist]

Perundungan di Rungkut, Nihayatul Wafiroh Pertanyakan Penanaman Nilai-nilai Adab Sejak Dini

Selasa, 20/10/26 | 18:34 WIB

Ketua Umum DPP Perempuan Bangsa, Nihayatul Wafiroh Jakarta, Scientia - Ketua Umum DPP Perempuan Bangsa, Nihayatul Wafiroh atau akrab disapa...

Evaluasi Kinerja Perumda Tirta Solok Nan Indah, Bupati Solok Bidik 30.000 Pelanggan

Evaluasi Kinerja Perumda Tirta Solok Nan Indah, Bupati Solok Bidik 30.000 Pelanggan

Senin, 19/10/26 | 21:10 WIB

Arosuka, Scientia.id - Menindaklanjuti pengaduan masyarakat terkait pelayanan air bersih yang kerap mengalami kemacetan, Bupati Solok, Dr. (HC) Jon Firman...

Atasi Dampak Kabut Asap Karhutla, Bupati Solok Bagikan Masker dan Vitamin

Atasi Dampak Kabut Asap Karhutla, Bupati Solok Bagikan Masker dan Vitamin

Senin, 19/10/26 | 17:10 WIB

Arosuka, Scientia.id - Mengantisipasi dampak kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang mulai mempengaruhi kualitas udara di sejumlah...

Firdaus Sosialisasikan Perda Koperasi dan Usaha Kecil

Firdaus Sosialisasikan Perda Koperasi dan Usaha Kecil

Senin, 19/10/26 | 15:40 WIB

Padang Pariaman, Scientia – Anggota DPRD Sumatera Barat, Firdaus, menyosialisasikan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 16 Tahun 2019 tentang Pemberdayaan dan...

Penabuhan gendang sebagai pertanda dimulainya Soundbar Fest II.[foto:sci/yrp]

Bupati Padang Pariaman Buka Soundbar Fest II

Senin, 19/10/26 | 02:18 WIB

Penabuhan gendang sebagai pertanda dimulainya Soundbar Fest II.Padang Pariaman, Scientia — Bupati Padang Pariaman, John Kenedy Aziz, secara resmi membuka...

Meski Diguyur Hujan, Soundbar Fest II di Balah Hilia Tetap Meriah

Meski Diguyur Hujan, Soundbar Fest II di Balah Hilia Tetap Meriah

Minggu, 18/10/26 | 22:02 WIB

Padang Pariaman, Scientia — Hujan yang mengguyur kawasan Korong Kabun Baru, Nagari Balah Hilia, Kecamatan Lubuk Alung, Kabupaten Padang Pariaman,...

Berita Sesudah

Gubernur Mahyeldi Sebut Perda Harus Memuat Kandungan Nilai Pancasila 

Discussion about this post

POPULER

  • Membedah Luka Anak Rantau dalam Lagu “Sesi Potret”

    Membedah Luka Anak Rantau dalam Lagu “Sesi Potret”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ketika Cuaca Berubah, Hama Ikut Berubah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Firdaus Sosialisasikan Perda Koperasi dan Usaha Kecil

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bupati Padang Pariaman Buka Soundbar Fest II

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Meski Diguyur Hujan, Soundbar Fest II di Balah Hilia Tetap Meriah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • PKB Salurkan 132 Ribu Liter Air Bersih di Sumsel, Warga: Terima Kasih Gus Muhaimin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bias Pengetahuan Bahasa AI tentang Perempuan dan Krisis Iklim

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Scientia Indonesia

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026

Navigate Site

  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

No Result
View All Result
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026