Selasa, 01/9/26 | 19:08 WIB
  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami
Scientia Indonesia
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
Scientia Indonesia
No Result
View All Result
  • BERITA
  • LITERASI
  • RENYAH
  • TIPS
Home LITERASI ARTIKEL

Pandangan Kematian dalam Film Marry My Death Body

Minggu, 27/8/23 | 07:00 WIB

Oleh: Roma Kyo Kae Saniro
(Dosen Prodi Sastra Indonesia FIB Universitas Andalas)

Marry My Body (2022) merupakan film Taiwan yang bergenre komedi. Film ini disutradarai oleh Cheng Wei-hao dan dibintangi oleh Greg Hsu, Austin Lin, dan Gingle Wang menceritakan pernikahan arwah yang dilakukan oleh nenek Mao-Mao dengan cucunya Mao-Mao yang sudah meninggal. Hal ini dilakukan agar cucunya tenang di alam baka. Alur film ini merupakan wujud dari ajaran budaya Tionghoa berupa menjalin hubungan tali asih yang tidak terputus dengan pemanggilan arwah (zhaohun).

Tujuan diadakannya hubungan ini adalah untuk memberikan “penyelamatan” kepada arwah agar tenang di alam baka atau berusaha memberikan “kebutuhan hidup” bagi arwah. Bagi budaya Tiongkok, tubuh sebagai hakikat kehidupan yang tidak terpisahkan dengan kematian. Adanya dua alam baik dunia nyata maupun baka dapat dihubungkan melalui tali asih yang tidak terputus. Hal ini merupakan gambaran yang dilakukan oleh Nenek Mao-Mao yang berusaha menikahkan cucunya.

Setelah adanya pasangan dianggap sebagai kiriman dari langit, pernikahan arwah pun dilaksanakan walaupun sebelumnya pasangan pengantin berusaha menolak. Namun, kesialan yang didapatkannya menjadikan tokoh Wu Ming-han (Greg Hsu) menerima ide pernikahan tersebut. Pernikahan yang dilakukan pada akhirnya memberikan peluang kepada Wu Ming-han untuk dapat melihat dan berkomunikasi dengan roh atau arwah dari pasangannya, yaitu Mao-Mao. Wu Ming-han yang pertama kali dapat melihat dan berkomunikasi sangat ketakutan dan berusaha untuk mundur sebagai pengantinnya. Namun, dengan berbagai usaha yang dilakukan oleh arwah Mao-Mao menjadikannya tetap bertahan. Hal yang menjadi fokus pada tulisan ini adalah penggambaran konsepsi permintaan tokoh arwah Mao-Mao kepada Wu Ming-han sebelum Mao-Mao melakukan reinkarnasi.

Permintaan yang diharapkan oleh Wu Ming-han merupakan sebuah keinginan yang belum sempat ia lakukan selama ia hidup. Permintaan yang dimaksud adalah menyelamatkan dunia dari pemanasan global dam menyuruh manusia (pasangan pengantinnya) untuk melaksanakan hal tersebut. Walaupun terlihat tidak masuk akal dan konyol, adegan yang berisi keinginan terakhir arwah Mao-Mao berupa penyelamatan bumi melalui penyelamatan beruang kutub oleh Wu Ming-han merupakan penggambaran film bergenre komedi.

BACAJUGA

Puisi-puisi Wulan Darma Putri

Bianglala: Menelusuri Makna, Sejarah, dan Jejak Kebudayaan dalam Sebuah Kata

Minggu, 30/8/26 | 16:29 WIB
Puisi-puisi M. Subarkah

Eksistensi Bahasa Melayu Riau di Tengah Dominasi Bahasa Indonesia di Era Digital

Selasa, 25/8/26 | 22:59 WIB

Tidak hanya itu, permintaan lainnya adalah mengucapkan kata-kata selamat tinggal kepada pacarnya yang sudah memiliki pasangan lain. Sebelumnya, Mao-Mao pun menginginkan foto dan video bersama pacarnya yang ada di telepon genggam miliknya dihapus. Selain itu,  ada juga permintaan untuk merawat anjing kesayangan Mao-Mao dan pencarian pelaku penabrakan Mao-Mao agar arwah Mao-Mao dapat pergi dengan tenang dan melakukan reinkarnasi.

Jika merujuk pada kepercayaan alam kematian orang Tionghoa, kematian bagaikan sebuah alam kehidupan sehingga diperlukan adanya bekal kubur. Namun, jika arwah tidak mendapatkan perlakuan layak, meninggal sebelum waktunya, meninggal dengan kondisi tragis, dan meninggal jauh dari keluarga perlu diadakannya pengembalian harkat yang disebut fuli (Cangianto).

Sebelum membahas terkait dengan reinkarnasi, Buddhisme memiliki 4 hal yang akan dialami oleh manusia, yaitu lahir, tua, sakit, dan mati. Nantinya, ketika seseorang mengalami kematian, seseorang akan lahir kembali aspek dari diri seseorang baik kesadaran, pikiran, jiwa atau entitas lainnya dalam wujud lain (Kalla, 2009). Dengan kata lain, seseorang tersebut mengalami reinkarnasi. Nantinya, kepercayaan masyarakat berupa bahwa seseorang dapat terlahir kembali sebagai manusia, hewan, atau makhluk lainnya.

Pada ajaran Buddha, seseorang yang sebelum mencapai moksa (kelepasan atau kebebasan dari ikatan duniawi) tidak akan bisa lepas dari rantai reinkarnasi. Nantinya, siklus reinkarnasi ini akan berulang-ulang dan disebut sebagai samsara. Oleh karena itu, seseorang baru akan terlepas dari reinkarnasi dan mencapai nirwana atau dianggap sebagai kehidupan tanpa batas setelah mencapai moksa.

Penggambaran latar belakang reinkarnasi pun digambarkan melalui film ini. Tokoh Mao-Mao tidak ingin melakukan reinkarnasi karena ia ingin menyelesaikan keinginan-keinginan yang tidak dapat dilakukannya. Seperti dapat dikatakan masih memiliki hal yang mengganjal, tokoh Mao-Mao pun masih ingin berkomunikasi kepada pasangan pengantinnya agar dapat membantunya menyelesaikan berbagai keinginan terakhirnya.

Pada akhirnya, film pun menampilkan tokoh yang ingin melakukan reinkarnasi karena keinginan terakhirnya di dunia telah selesai dan terlaksana. Hal ini mengingat bahwa reinkarnasi yang dilakukan oleh arwah berdasarkan budaya Tiongkok adalah jiwa mungkin ingin mempertahankan hubungan dengan orang-orang tertentu atau mengatasi masalah yang belum terselesaikan dalam kehidupan sebelumnya.

Lebih jauh, adanya karma  dalam beberapa pandangan menyiratkan bahwa tindakan dalam kehidupan sebelumnya akan mempengaruhi kehidupan masa depan. Jiwa mungkin ingin mengatasi karma negatif atau belajar dari kesalahan sebelumnya melalui reinkarnasi. Keikhlasan atau motivasi tulus dalam tindakan dapat memiliki dampak positif pada reinkarnasi berikutnya. Tindakan yang dilakukan dengan niat baik dan tulus mungkin berkontribusi pada akumulasi karma positif yang pada gilirannya mempengaruhi pengalaman dan kondisi dalam reinkarnasi berikutnya.

Tags: #Roma Kyo Kae Saniro
ShareTweetShareSend
Berita Sebelum

Suatu Siang di Malioboro

Berita Sesudah

Angka dalam Strategi Promosi Pariwisata Indonesia

Berita Terkait

Puisi-puisi Wulan Darma Putri

Bianglala: Menelusuri Makna, Sejarah, dan Jejak Kebudayaan dalam Sebuah Kata

Minggu, 30/8/26 | 16:29 WIB

Oleh: Noor Alifah (Mahasiswa Sastra Indonesia dan Anggota Labor Penulisan Kreatif FIB Universitas Andalas)   Ketika melihat lengkungan warna-warni yang...

Puisi-puisi M. Subarkah

Eksistensi Bahasa Melayu Riau di Tengah Dominasi Bahasa Indonesia di Era Digital

Selasa, 25/8/26 | 22:59 WIB

Oleh: M. Subarkah (Mahasiswa Prodi S2 Linguistik FIB Universitas Andalas)    Bahasa Melayu Riau tidak sekadar kumpulan kata yang digunakan...

Makna Pulih dalam Lagu “Seperti Tulang” Karya Nadin Amizah

Makna Pulih dalam Lagu “Seperti Tulang” Karya Nadin Amizah

Minggu, 23/8/26 | 22:08 WIB

Oleh: Indri Rahmadani (Mahasiswi Prodi Sastra Indonesia FIB Universitas Andalas)   Di tengah padatnya aktivitas dan tekanan yang dihadapi anak...

Sintaksis: Sulit, tetapi Diam-Diam Menyenangkan

Sintaksis: Sulit, tetapi Diam-Diam Menyenangkan

Minggu, 16/8/26 | 23:09 WIB

Oleh: Bunga Amelia (Mahasiswa Prodi Sastra Indonesia FIB Universitas Andalas) Bagi sebagian orang, mendengar kata sintaksis mungkin terasa menakutkan. Mata...

Rendang Lokan, Makanan Khas Pesisir Selatan

Batagak Gala Mudo dalam Adat Minangkabau

Minggu, 16/8/26 | 22:50 WIB

Oleh: Yori Leo Saputra, S.Hum., Gr. (Guru SMAN 1 Ranah Pesisir)   Batagak gala mudo menjadi salah satu tradisi penting...

Modal Sosial Kunci Utama Kinerja Lembaga Keuangan Mikro Agribisnis

Modal Sosial Kunci Utama Kinerja Lembaga Keuangan Mikro Agribisnis

Senin, 10/8/26 | 16:12 WIB

Oleh: Devi Analia (Dosen Prodi Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Andalas)   Akses pembiayaan kerap menjadi hambatan utama bagi petani kecil...

Berita Sesudah
Metafora “Paradise” dalam Wacana Pariwisata

Angka dalam Strategi Promosi Pariwisata Indonesia

Discussion about this post

POPULER

  • Ketua PKC PMII Sumatera Barat, M. Yusur Rahman.[foto: ist]

    Ketua PKC: Rekomendasi PMII pada Musda KNPI Pasaman Tidak Legal

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Apakah Kata “bapak” dan “ibu” Harus Ditulis dalam Huruf Kapital ?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kepala Biro PBJ Akui Ada dalam Rekaman Video Mesra dan Mundur dari Jabatan, Sekda : Tetap Diperiksa

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pria ini Taklukan Lele Raksasa Ukurannya Nyaris Tiga Meter

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perbedaan Awalan ber- dan me-

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sumbang 12 untuk Puti Bungsu Minangkabau

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Fraksi PKB dan Ummat DPRD Padang Berpisah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Scientia Indonesia

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026

Navigate Site

  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

No Result
View All Result
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026