Kamis, 05/3/26 | 19:53 WIB
  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami
Scientia Indonesia
  • TERAS
  • EKONOMI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • DAERAH
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
  • TERAS
  • EKONOMI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • DAERAH
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
Scientia Indonesia
No Result
View All Result
  • TERAS
  • EKONOMI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • DAERAH
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • LITERASI
  • RENYAH
  • TIPS
Home LITERASI ARTIKEL

Manfaat Buku bagi Anak di Bawah Usia Tiga Tahun

Minggu, 16/7/23 | 07:00 WIB

Oleh: Shilva Lioni
(Dosen Jurusan Sastra Inggris Universitas Andalas)

 

Apa yang muncul dibenak kita ketika kita mendengar kata “buku”? Apakah cukup dimaknai hanya sebagai sebuah kumpulan kertas? Lalu bagaimana dengan istilah yang menyatakan buku merupakan jendela dunia yang mana selalu ditanamkan di pikiran kita semenjak dini?

BACAJUGA

Negara ini Hapus Pajak Buku demi Tingkatkan Minat Baca Remaja

Negara ini Hapus Pajak Buku demi Tingkatkan Minat Baca Remaja

Rabu, 27/8/25 | 12:21 WIB
Pelanggaran Prinsip Kesantunan Bahasa Dibalik Kontoversi Lolly

Pelanggaran Prinsip Kesantunan Bahasa Dibalik Kontoversi Lolly

Minggu, 03/11/24 | 13:59 WIB

Jauh dari sekadar kumpulan kertas, buku pada dasarnya merupakan sebuah jendela yang dapat menghubungkan kita pada dunia. Demikian halnya buku bagi seorang anak, khususnya anak di bawah usia tiga tahun yang masih terhalang dengan berbagai keterbatasan kesempatan dan kemampuan untuk dapat menjelajah alam dan dunia. Melalui buku anak dapat mengenal dan melihat berbagai hal di dunia ini, baik meliputi benda yang telah ditemuinya dalam kehidupan sehari-sehari maupun benda-benda yang belum pernah dilihat ataupun dikenalnya dalam kehidupan.

Buku tidak hanya dapat mengenalkan konsep dan makna namun juga objek pada seorang anak. Lebih lanjut, melalui sebuah buku, seorang anak dengan keterbatasan usia mampu menyerap berbagai informasi. Anak memiliki pengalaman visual tanpa batas terhadap kata dan konsep yang kelak akan menjadi input dan memori dari sebuah buku. Input ini penting dan berdampak pada perkembangan mental leksikon dalam otak seorang anak hingga dewasa nanti.

Hal tersebut sejalan dengan konsep “signified” dan “signifier” dalam ilmu bahasa. Istilah signifier merujuk pada makna penanda sementara signified dalam hal ini merujuk pada makna petanda. Penanda (signifier) adalah tanda yang dapat dilihat oleh mata dan terlihat bentuk wujud atau fisiknnya, sedangkan petanda (signified) dalam hal ini adalah makna yang terkandung dalam pesan yang memiliki konsep, fungsi, dan nilai yang terkandung di dalam tanda tersebut. Contohnya ketika seorang melihat sebuah bunga bewarna merah berdaun hijau dan berduri (signifier) maka dia akan ‘membaca tanda’ tersebut sebagai bunga mawar (signifier).

Hal ini tentu tidak terlepas dari fakta bahwa seseorang sudah memiliki konsep dalam pikiran, bahkan jika yang bersangkutan belum pernah melihat benda tersebut secara langsung. Begitu pula halnya juga dengan peristiwa ketika seorang warga asing yang melihat sebuah kain yang berwarna merah dan putih (signifier) dan mampu ‘membaca tanda’ tersebut sebagai bendera bangsa Indonesia (signifier). Hal ini terjadi bukan karena dia terlahir di Indonesia namun memiliki konsep terkait penanda tersebut dalam pikiran mereka.

Konsep dapat tumbuh dalam pikiran seseorang ketika memiliki pengalaman terkait konsep tersebut, baik pengalaman langsung maupun tidak langsung. Salah satu pengalaman terkait konsep adalah pengalaman visual. Pengalaman visual dapat dibangun dalam memori dan pikiran seseorang sedari dini melalui sebuah buku. Seorang anak di bawah usia tiga tahun tentu akan memiliki banyak keterbatasan dalam melakukan dan mengalami semua hal. Namun, dengan buku hal yang mustahil tersebut akan sirna dan menjadi kenyataan. Semua anak akan mampu mengetahui banyak hal melalui imajinasi yang ditumbuhkan ketika mereka membaca buku. Sebagai contoh ketika orang tua membacakan dongeng si kancil kepada anaknya. Tanpa disadari penanda dan petanda mengenai kancil meliputi bagaimana bentuk kancil dan kemampuan untuk mengenali seekor binatang sebagai kancil akan dibentuk dalam otak anak melalui imajinasinya meskipun anak belum pernah melihat kancil di dunia nyata. Oleh sebab itu, kegiatan mendongeng selalu menjadi salah satu kegiatan yang selalu disarankan untuk dilakukan kepada anak sejak dini.

Melalui dongeng, anak yang memiliki segala keterbatasan dalam dirinya, baik itu keterbatasan waktu, pengalaman, dan aktivitas akan mampu mengetahui segala hal di dunia ini.  Semua itu dapat diketahui hanya melalui sebuah buku. Meski bentuknya sederhana, buku memiliki manfaat yang begitu dahsyat, khususnya bagi anak di bawah usia tiga tahun. Dewasa ini, masih begitu banyak di antara kita yang meremehkan kehadiran buku bagi anak, khususnya bagi anak di bawah usia tiga tahun dengan dalih mereka tidak akan paham.

Anak pada dasarnya butuh pengalaman untuk memahami dan menyimpan sebuah konsep di pikiran anak. Pengalaman, pemahaman, dan pengetahuan ini kelak yang akan berdampak pada kecerdasan yang dimiliki seorang anak. Oleh sebab itu, penting bagi orang tua untuk dapat memberikan pemahaman dan pengetahuan pada anak pengalaman visual dengan membacakan buku untuk anak. Dari berbagai manfaat yang dimiliki sebuah buku, masihkah kita akan melewatkan kehadiran buku dalam dunia si kecil? Semoga tidak.

Tags: #buku#Shilva Lioni
ShareTweetShareSend
Berita Sebelum

Menikmati Matahari Terbit dan Lautan Awan di Gunung Bromo

Berita Sesudah

Problem Penyelenggaraan Wisuda pada Semua Jenjang Pendidikan

Berita Terkait

Puisi-puisi M. Subarkah

Pesan Tauhid dan Penyerahan Diri dalamPuisi “Sembahyang Rumputan”

Minggu, 01/3/26 | 15:51 WIB

Oleh: M. Subarkah (Mahasiswa Prodi S2 Linguistik Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas)   Puisi “Sembahyang Rumputan” karya Ahmadun Yosi Herfanda...

Ketika Iman Menjadi Modal Sosial dan Ekonomi

Mencabut Tunggul: Transformasi Butuh Kekuatan Ekonomi

Minggu, 01/3/26 | 14:44 WIB

Oleh: Dr. Syamsul Bahri, M.M. (Dosen Universitas Ekasakti & Doktor Ilmu Ekonomi)   Masalah yang mengakar tak cukup ditebas dengan...

Abreviasi pada Perjanjian Kinerja Damkar Kabupaten Bengkalis

Abreviasi pada Perjanjian Kinerja Damkar Kabupaten Bengkalis

Minggu, 22/2/26 | 20:10 WIB

Oleh: Muhammad Zakwan Rizaldi (Mahasiswa Prodi Sastra Indonesia FIB Universitas Andalas dan Anggota UKMF Labor Penulisan Kreatif) “Bahasa membentuk cara...

Batu dan Zaman

Memaknai Ulang Arti Kata Pensiun

Minggu, 22/2/26 | 19:58 WIB

Oleh: Andina Meutia Hawa (Dosen Prodi Sastra Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Andalas)   Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), pensiun...

Ketika Iman Menjadi Modal Sosial dan Ekonomi

Ketika Iman Menjadi Modal Sosial dan Ekonomi

Minggu, 22/2/26 | 19:45 WIB

Oleh: Dr. Syamsul Bahri (Dosen Fakultas Ekonomi, Universitas Eka Sakti, Sumatera Barat) Indonesia adalah negara dengan jiwa religius yang kuat....

Nilai-Nilai Religius pada Karya Andreas Gryphius

Membaca Cerpen “Robohnya Surau Kami” dari Perspektif Psikoanalisis

Minggu, 15/2/26 | 17:22 WIB

Oleh: Hilda Septriani (Dosen Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Padjadjaran)   Robohnya Surau Kami merupakan kumpulan cerita pendek yang ditulis oleh...

Berita Sesudah
Peran Latar Tempat dalam Perfileman Horor Indonesia

Problem Penyelenggaraan Wisuda pada Semua Jenjang Pendidikan

Discussion about this post

POPULER

  • Afrina Hanum

    Sumbang 12 untuk Puti Bungsu Minangkabau

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dari Lahan ke Lisan: Warisan yang (Tak Lagi) Disemai

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Apakah Kata “bapak” dan “ibu” Harus Ditulis dalam Huruf Kapital ?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perbedaan Kata “kepada”, “untuk”, dan “bagi”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perbedaan Kata Ganti Orang Ketiga “Beliau”, “Dia”, dan “Ia” dalam Bahasa Indonesia

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Hiperbola dalam Cerpen “Gubrak!” Seno Gumira Ajidarma

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tanda Titik pada Singkatan Nama Perusahaan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Scientia Indonesia

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2024

Navigate Site

  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

No Result
View All Result
  • TERAS
  • EKONOMI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • DAERAH
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2024