Rabu, 14/10/26 | 19:31 WIB
  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami
Scientia Indonesia
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
Scientia Indonesia
No Result
View All Result
  • BERITA
  • LITERASI
  • RENYAH
  • TIPS
Home LITERASI KLINIK BAHASA

Preposisi di dan Afiks di- dalam Bahasa Indonesia

Minggu, 12/7/20 | 06:00 WIB
Oleh: Elly Delfia, Dosen Linguistik Jurusan Sastra Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas

Pembaca budiman, sejatinya ada dua bentuk di dalam bahasa Indonesia, yaitu di sebagai preposisi atau kata depan dan di- sebagai afiks atau imbuhan. Keduanya merupakan konsep yang berbeda dalam bahasa Indonesia. Tidak mudah membedakan keduanya walaupun terlihat kecil dan sederhana. Penggunaan keduanya sering menimbulkan masalah dalam dunia tulis-menulis karena keliru cara menuliskannya. Banyak orang punya ide brilian, tapi tidak semua orang mampu menuliskannya dengan baik karena tidak paham penggunaan bahasa Indonesia dengan benar. Lalu, apa penyebab hal demikian bisa terjadi? Kemungkinan penyebabnya ada dua. Pertama, benar-benar tidak tahu dan tidak punya ilmu yang cukup tentang tata cara penulisan yang sesuai dengan standar bahasa Indonesia yang baik dan benar. Kedua, sudah tahu dan sudah banyak belajar, tapi cenderung meremehkan atau mengabaikan. Kata meremehkan memang tidak baik dipelihara. Meremehkan korek api yang kecil dapat menyebabkan kebakaran. Meremehkan paku kecil di jalan dapat menyebabkan ban bocor. Meremehkan penggunaan preposisi di dan afiks di- juga dapat menyebabkan karya hilang makna. Meremehkan kedua unsur tersebut bukan sikap terbaik dalam menulis. Walaupun terlihat kecil dan bukan berupa kata, preposisi di dan afiks di- tetap bagian penting dari bahasa Indonesia yang mempunyai fungsi dan makna.

Selanjutnya, mari kita lihat penjelasan dan arti penting keduanya dalam bahasa Indonesia. Pertama, kata depan atau preposisi di ditulis terpisah dari kata yang mengikutinya. Preposisi adalah kata yang biasa terdapat di depan nomina, misalnya dari, dengan, di, ke (KBBI, 2008:1100). Preposisi juga didefinisikan sebagai kata yang terletak di depan kata lain sehingga membentuk frasa atau kelompok kata, contohnya di, ke, dari, demi, pada, kepada (Widjono, 2012:174). Preposisi di berfungsi menunjukkan keterangan tempat dan arah. Contoh di yang menunjukkan keterangan tempat, yaitu di gedung, di pasar, di luar negeri. Contoh di yang menunjukkan keterangan arah, yaitu di kiri, di kanan, di depan, di belakang, di selatan.

Kedua, afiks atau imbuhan di- ditulis tanpa spasi dengan kata sesudahnya atau ditulis gabung dengan kata yang mengikutinya. Afiks merupakan bentuk terikat yang ditambahkan ke bentuk lain yang mengubah makna gramatikalnya dan afiks mencakup prefiks, sufiks, simulfiks, konfks, kombinasi afiks, suprafiks (Kridalaksana, 2008:3). Afiks di- termasuk ke dalam jenis prefiks atau imbuhan yang ditambahkan di bagian awal sebuah kata dasar atau bentuk dasar, misalnya ber-, di-, me-, ter-, se- (KBBI, 2008:1100). Kridalaksana (2009:28) menyebut prefiks sebagai imbuhan yang terletak di muka bentuk dasar, misalnya me-, di-, ber-, ke-, ter-, pe-, per-, se-. Afiks di dalam linguistik disebut dengan unsur dari sebuah bentukan atau bentuk terkecil  (morfem) yang membentuk sebuah bentukan kompleks yang secara langsung membentuk bentukan yang ada di atasnya, misalnya unsur langsung bentukan dipermudah adalah di + permudah > dipermudah (M ulyono,2013:17). Lalu, fungsi afiks di- adalah menyatakan suatu perbuatan atau tindakan pasif. Pengertian pasif di sini bukan tidak melakukan apa pun sama sekali, tetapi pengertian pasif di sini semata-mata dihubungkan dengan fungsi subjeknya (Muslich,2010:70;Alisyahbana,1957; Purwo, 1988:32-34). Ramlan (2012:112-113) menyebut afiks di- berfungsi sebagai pembentuk kata kerja pasif, misalnya diambil, dimakan, ditulis, berbeda dengan me- yang membentuk kata kerja aktif misalnya mengambil, memakan, menulis. Selanjutnya, afiks di- mempunyai makna ‘suatu perbuatan yang pasif’.

Demikian penjelasan tentang preposisi di dan afiks di- yang berbeda fungsi dan cara penulisan dalam bahasa Indonesia. Taat pada tata cara penulisan unsur bahasa Indonesia yang baik dan benar sampai unsur terkecil, seperti preposisi atau kata depan dan afiks atau imbuhan merupakan tanggung jawab semua warga negara Indonesia. Penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar merupakan salah satu bukti rasa cinta tanah air dan penghormatan tertinggi terhadap bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan dan bahasa nasional bangsa Indonesia.

BACAJUGA

Child Grooming sebagai Bentuk Frasa “Manipulasi Anak”

Makna Satir Frasa “Lari dari Kenyataan”

Senin, 12/10/26 | 08:45 WIB
Kapitil, Kosakata Baru dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia

Dunia Online dan Kosakata Baru

Minggu, 04/10/26 | 22:11 WIB

Semoga mencerahkan.

 

 

Tags: #Elly Delfia
ShareTweetShareSend
Berita Sebelum

La Sorbonne! au Pakistan –

Berita Sesudah

Pentingnya Sosialisasi Tahapan Pilkada

Berita Terkait

Child Grooming sebagai Bentuk Frasa “Manipulasi Anak”

Makna Satir Frasa “Lari dari Kenyataan”

Senin, 12/10/26 | 08:45 WIB

Oleh: Elly Delfia (Dosen Prodi Sastra Indonesia dan S2 Linguistik FIB Universitas Andalas) Kemarin pagi, saat matahari masih memproduksi vitamin...

Kapitil, Kosakata Baru dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia

Dunia Online dan Kosakata Baru

Minggu, 04/10/26 | 22:11 WIB

Oleh: Dr. Ria Febrina, S.S., M.Hum. (Manajer Akademik dan Dosen Linguistik FIB UNAND) Kehadiran ojek online merupakan sebuah fase baru...

Memahami Kembali Imbuhan memper-

Berbagai Istilah Uang Pemasukan

Minggu, 27/9/26 | 10:16 WIB

Oleh: Reno Wulan Sari (Dosen Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing Busan University of Forein Studies, Korea Selatan) Di dalam kehidupan...

Child Grooming sebagai Bentuk Frasa “Manipulasi Anak”

“Nominalisasi” dalam Perspektif Analisis Wacana Kritis

Minggu, 20/9/26 | 18:23 WIB

Oleh: Elly Delfia (Dosen Prodi Sastra Indonesia dan S2 Linguistik Universitas Andalas) Nominalisasi adalah proses mengubah kata kerja menjadi kata...

Kapitil, Kosakata Baru dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia

Humor Profesor Linguistik

Minggu, 13/9/26 | 21:55 WIB

Oleh: Dr. Ria Febrina, S.S., M.Hum. (Dosen Linguistik dan Manajer Akademik Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas) “Mengapa orang yang pensiun...

Child Grooming sebagai Bentuk Frasa “Manipulasi Anak”

Prompt AI dalam Perspektif Analisis Wacana Kritis

Minggu, 06/9/26 | 23:00 WIB

Oleh: Elly Delfia (Dosen Prodi Sastra Indonesia dan S2 Linguistik FIB Universitas Andalas) Saat ini, AI (Artificial Intelligence) atau kecerdasan...

Berita Sesudah
Pentingnya Sosialisasi Tahapan Pilkada

Pentingnya Sosialisasi Tahapan Pilkada

Discussion about this post

POPULER

  • Puisi-puisi Arza Kailla Chaerani

    Puisi-puisi Arza Kailla Chaerani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pria ini Taklukan Lele Raksasa Ukurannya Nyaris Tiga Meter

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Puisi-puisi Dharma Purnama Putra

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Child Grooming sebagai Bentuk Frasa “Manipulasi Anak”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cahaya dari Surau Tuo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perbedaan Awalan ber- dan me-

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Nurfirmanwansyah Apresiasi Gerakan Literasi Digital bagi Pelajar di Sumbar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Scientia Indonesia

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026

Navigate Site

  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

No Result
View All Result
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026