
Padang, Scientia.id-Kesadaran terhadap ancaman bencana hidrometeorologi perlu dibangun sejak lingkungan sekolah. Hal itu dilakukan Politeknik Negeri Padang (PNP) melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang bertajuk “Sosialisasi Mitigasi Bencana Hidrometeorologi di SMAN 9 Padang”. Kegiatan ini digelar pada tanggal 27 Agustus 2026 di SMAN 9 Padang.
Kegiatan ini bertujuan memperkuat kapasitas warga sekolah dalam mengenali potensi bahaya, memahami risiko, dan melakukan tindakan mitigasi terhadap ancaman bencana hidrometeorologi atau bencana alam yang diakibatkan oleh dinamika cuaca, iklim, dan siklus air di bumi.
Kalaborasi Tim pengabdian dari Jurusan Teknik Sipil PNP terdiri atas Lilimiwirdi, S.S., M.Hum., Apwiddhal, S.T., M.T., Buyung Oktorizal, S.T., M.T., Veriza Agistin, S.T., M.T., Rangga Fernando, S.T., M.T., Asri Jenita, S.Pd., M.Si, M.H.

Amiral Amra A.Md dan Febria Wulandari dengan pihak sekolah SMAN 9 Padang. Kegiatan diawali dengan sambutan Ketua Pengabdian kepada Masyarakat PNP, Lilimiwirdi, S.S., M.Hum., dan dilanjutkan pembukaan resmi oleh Kepala SMAN 9 Padang, Dra. Enny Sasmita, M.Pd., atau yang mewakili.
Ketua tim pengabdian dalam sambutannya menyampaikan pentingnya edukasi kebencanaan bagi warga sekolah. “Mitigasi bencana tidak cukup hanya dipahami secara teori, tetapi harus menjadi pengetahuan dan keterampilan yang dapat diterapkan ketika menghadapi kondisi darurat,” ujarnya. Setelah itu, dilanjutkan dengan pemberian materi oleh narasumber Dosen-dosen dari Jurusan Teknik Sipil, Politeknik Negeri Padang.

Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka pengabdian masyarakat dari Dosen-dosen Teknik Sipil Politeknik Negeri Padang kepada siswa-siswi SMAN 9 Padang. Pelaksanaan dilakukan di dalam kelas, yaitu penyampaian materi tentang Sosialisasi Mitigasi Bencana Hidrometeorologi dan Pelatihan Siaga Bencana bagi Osis SMAN 9 Padang.

Kegiatan dilanjutkan dengan sesi Teknik dan Praktik Mitigasi Bencana Hidrometeorologi untuk memperkuat pemahaman praktis peserta. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya untuk membentuk kepengurusan mitigasi bencana di sekolah. Setelah itu, acara di lanjutkan dengan teknik pemasangan pipa biopori.

Para siswa dilatih untuk memasang pipa Biopori untuk mencegah genangan air dan lumpur serta mempercepat penyerapan air ke dalam tanah di lapangan sekolah SMAN 9 Padang. Peserta juga dibekali dengan materi mengenai bencana hidrometeorologi, potensi risiko, kesiapsiagaan, dan langkah mitigasi yang dapat diterapkan di lingkungan sekolah.
Melalui kegiatan tersebut, PNP dan SMAN 9 Padang diharapkan terus memperkuat sinergi dalam membangun budaya kesiapsiagaan dan pendidikan kebencanaan di lingkungan sekolah (Rel: Veriza Agistin & Lilimiwirdi).








