Jumat, 13/2/26 | 08:38 WIB
  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami
Scientia Indonesia
  • TERAS
  • EKONOMI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • DAERAH
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
  • TERAS
  • EKONOMI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • DAERAH
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
Scientia Indonesia
No Result
View All Result
  • TERAS
  • EKONOMI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • DAERAH
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • LITERASI
  • RENYAH
  • TIPS
Home EKONOMI

MSCI Ubah Indeks Saham Indonesia, INDF Turun Kelas, CLEO dan ACES Keluar

Jumat, 13/2/26 | 06:42 WIB

Jakarta, Scientia.id – Morgan Stanley Capital International (MSCI) kembali melakukan peninjauan indeks saham Indonesia. Hasilnya, sejumlah saham mengalami perubahan status, mulai dari penurunan kategori hingga dikeluarkan dari indeks MSCI.

Berdasarkan pengumuman resmi MSCI, saham PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) diturunkan dari indeks Global Standard ke kategori Small Cap.

Selain itu, dua saham Indonesia dikeluarkan dari MSCI Small Cap Indexes. Saham tersebut adalah PT Sariguna Primatirta Tbk (CLEO) dan PT Aspirasi Hidup Indonesia Tbk (ACES).

BACAJUGA

Foto bertuliskan investment portfolio.[foto : ist]

Emas, Saham, atau Reksadana? Begini Tips Memilih Jenis Investasi yang Tepat

Senin, 04/8/25 | 12:57 WIB

Kebijakan ini berlaku sejak penutupan perdagangan 27 Februari 2026 dan mulai efektif pada 2 Maret 2026.

MSCI juga memutuskan untuk menahan sejumlah perubahan lain terkait saham Indonesia. Di antaranya adalah pembekuan kenaikan Foreign Inclusion Factor (FIF) dan jumlah saham beredar (Number of Shares/NOS).

Selain itu, MSCI menghentikan sementara penambahan saham baru ke dalam indeks MSCI Investable Market Indexes (IMI) serta menahan kenaikan kategori saham, termasuk dari Small Cap ke Standard.

Menurut MSCI, langkah ini diambil untuk mengurangi terlalu seringnya perubahan indeks dan menekan risiko bagi investor. Kebijakan tersebut juga memberi waktu bagi otoritas pasar Indonesia untuk memperbaiki transparansi.

Baca Juga: Ekonomi Sumbar Triwulan III Meningkat, Gubernur Mahyeldi Dorong Relokasi Industri ke Daerah Potensial

MSCI menegaskan, jika hingga Mei 2026 belum ada perbaikan, status pasar modal Indonesia akan dievaluasi kembali. Dampaknya bisa berupa penurunan bobot saham Indonesia di indeks pasar negara berkembang MSCI, hingga kemungkinan perubahan status Indonesia dari Emerging Market menjadi Frontier Market. (*)

Tags: sahamSaham Indonesia
ShareTweetShareSend
Berita Sebelum

Indonesia Tuan Rumah FIFA Series 2026, Empat Negara Bertanding di Jakarta

Berita Terkait

Kemenag Siapkan 2.124 Titik Pemberdayaan Zakat-Wakaf

Kemenag Siapkan 2.124 Titik Pemberdayaan Zakat-Wakaf

Kamis, 12/2/26 | 08:07 WIB

Jakarta, Scientia.id  - Upaya memperkuat peran zakat dan wakaf sebagai instrumen pemberdayaan umat terus didorong Kementerian Agama. Melalui Direktorat Jenderal...

Wajib Halal Berlaku 2026, Kemenag Dorong Penguatan Ekosistem

Wajib Halal Berlaku 2026, Kemenag Dorong Penguatan Ekosistem

Selasa, 27/1/26 | 09:24 WIB

Jakarta, Scientia.id - Pemerintah menegaskan komitmennya dalam memperkuat ekosistem halal nasional dengan menetapkan 17 Oktober 2026 sebagai tenggat pemberlakuan kewajiban...

Update Harga Emas Antam 24 Karat 24 Juli 2025: Turun Rp 25.000

Harga Emas Antam Anjlok Tajam, Sentuh Level Terendah Sejak Awal November

Selasa, 18/11/25 | 12:04 WIB

Jakarta, Scientia.id - Harga emas batangan produksi PT Aneka Tambang (Antam) Tbk kembali merosot pada perdagangan Selasa (18/11/2025). Berdasarkan data...

Menuai Cuan di ‘Kolam Susu’, Membagi Keadilan untuk Anak Cucu

Sabtu, 08/11/25 | 23:58 WIB

  Pengelola Koperasi Kepiting Merah Putih, Alghani Perdana Arsyadi sumringah usai memanen kepiting bakau pada Sabtu (8/11/25) usai penggemukan dengan...

Ekonomi Biru Koperasi Kepiting Merah Putih

Ekonomi Biru Koperasi Kepiting Merah Putih

Sabtu, 08/11/25 | 22:26 WIB

Pengelola Koperasi Kepiting Merah Putih, Alghani Perdana Arsyadi mencek pertumbuhan kepiting bakau pada Sabtu (8/11/25) di Kelurahan Siteba, Kota Padang....

Wakil Wali Kota Bukittinggi Tinjau Pasar Bawah, Pastikan Harga Bahan Pokok Stabil

Wakil Wali Kota Bukittinggi Tinjau Pasar Bawah, Pastikan Harga Bahan Pokok Stabil

Rabu, 29/10/25 | 06:12 WIB

Bukittinggi, Scientia.id - Wakil Wali Kota Bukittinggi, Ibnu Asis, bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kota Bukittinggi, melaksanakan kegiatan di...

POPULER

  • Wabah

    Wabah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mengenal Analisis Wacana dan Analisis Wacana Kritis

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Apakah Kata “bapak” dan “ibu” Harus Ditulis dalam Huruf Kapital ?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Protes Bau Limbah PT DL, Warga Koto Padang Tagih Solusi DLH

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • MSCI Ubah Indeks Saham Indonesia, INDF Turun Kelas, CLEO dan ACES Keluar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perbedaan Kata “kepada”, “untuk”, dan “bagi”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sumbang 12 untuk Puti Bungsu Minangkabau

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Scientia Indonesia

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2024

Navigate Site

  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

No Result
View All Result
  • TERAS
  • EKONOMI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • DAERAH
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2024