Padang, Scientia – Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah berharap Masyarakat Energi Terbarukan Indonesia (METI) Wilayah Sumatera Barat tidak sekadar menjadi organisasi seremonial, tetapi tampil sebagai motor penggerak transisi energi di daerah. Harapan itu disampaikannya saat menghadiri pelantikan pengurus METI Sumbar di Auditorium Gubernuran, Jumat, (6/2).
“Semoga METI dapat menjadi mitra strategis dalam mendukung pengembangan energi terbarukan dan membantu pemerintah daerah mencapai target bauran energi serta penurunan emisi,” kata Mahyeldi dalam sambutannya.
Dalam pelantikan tersebut, Dr. Ir. Firman Hidayat, MT dikukuhkan sebagai Ketua Umum METI Wilayah Sumbar, didampingi Muhammad Fauzi, S.I.Kom sebagai Sekretaris Umum. Mahyeldi menyampaikan selamat kepada seluruh pengurus yang baru dilantik dan berharap mereka segera menyusun langkah konkret.
Menurut Mahyeldi, kehadiran METI di daerah penting untuk memperkuat sinergi antara pemerintah, akademisi, pelaku usaha, dan pemangku kepentingan lain. Kolaborasi lintas sektor dinilai menjadi kunci percepatan pengembangan energi bersih.
Indonesia, kata dia, telah menetapkan target penurunan emisi hingga 43,20 persen dengan dukungan internasional pada 2030, serta komitmen mencapai Net Zero Emission pada 2060. Target nasional tersebut harus diterjemahkan hingga ke tingkat daerah melalui kebijakan dan program nyata.
Pemerintah Provinsi Sumatera Barat, lanjut Mahyeldi, berkomitmen mendukung pemanfaatan energi bersih sebagai bagian dari pembangunan berkelanjutan. Ia menyoroti potensi energi terbarukan di Sumbar yang dinilai cukup besar, terutama panas bumi atau geothermal yang tersebar di sejumlah kabupaten dan kota.
“Potensi ini harus dikelola secara optimal dan berkelanjutan, sehingga tidak hanya memenuhi kebutuhan energi, tetapi juga meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.
Mahyeldi menegaskan pengembangan energi terbarukan bukan semata soal penyediaan listrik. Lebih dari itu, sektor ini diharapkan mampu membuka peluang investasi, menciptakan lapangan kerja, dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
Sementara itu, Ketua Umum METI Pusat Ir. Zulfan Zahar, ST, MM menyebut Indonesia memiliki potensi energi terbarukan yang sangat besar, mulai dari energi surya, air, angin, panas bumi, hingga bioenergi. Namun potensi tersebut, kata dia, tidak akan optimal tanpa kolaborasi lintas sektor.
“Transisi energi membutuhkan kerja sama semua pihak, baik pemerintah, dunia usaha, akademisi, maupun masyarakat, agar target nasional dapat tercapai,” kata Zulfan.
Ia mengapresiasi dukungan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat terhadap pembentukan METI Wilayah Sumbar. Zulfan berharap kepengurusan yang baru dapat segera merumuskan program kerja yang selaras dengan kebutuhan daerah dan kebijakan nasional.
Pelantikan pengurus METI Wilayah Sumatera Barat turut dihadiri jajaran Dewan Pengawas dan Dewan Pakar METI, pimpinan instansi vertikal, perwakilan BUMN dan badan usaha swasta, serta kepala organisasi perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Provinsi Sumbar.(Yrp)









