Padang, Scientia – Pemerintah Provinsi Sumatera Barat meresmikan 100 unit Hunian Sementara (Huntara) Mandiri di Kepalo Koto, Kecamatan Pauh, Kota Padang. Huntara tersebut langsung diserahkan kepada Pemerintah Kota Padang untuk ditempati warga terdampak bencana hidrometeorologi.
Sebanyak 100 kepala keluarga atau sekitar 400 jiwa yang sebelumnya tinggal di rumah ibadah, sekolah, dan menumpang di rumah kerabat kini mulai menempati hunian tersebut.
Wakil Gubernur Sumatera Barat Vasko Ruseimy mengatakan pembangunan huntara ini ditujukan untuk memastikan warga terdampak mendapatkan tempat tinggal yang lebih layak sambil menunggu pembangunan hunian tetap.
“Tujuan pendirian Huntara ini agar warga terdampak bisa tinggal lebih layak, aman, dan bermartabat, sembari menunggu proses pemulihan dan pembangunan hunian tetap. Ini wujud kolaborasi dan kepedulian banyak pihak,” kata Vasko saat peresmian.
Huntara Mandiri Kepalo Koto dibangun atas inisiatif Vasko bersama Wakil Ketua DPRD Sumbar Evi Yandri Rajo Budiman. Pembiayaannya didukung sejumlah pihak, termasuk Utusan Khusus Presiden Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni Raffi Ahmad, serta elemen masyarakat dan dunia usaha.
Evi Yandri yang juga menjadi Ketua Pelaksana Pembangunan Huntara menjelaskan proses pembangunan berlangsung selama 45 hari, sejak 15 Desember 2025 hingga 31 Januari 2026.
“Alhamdulillah selesai tepat waktu. Seluruh unit sudah mulai ditempati dan dilengkapi peralatan rumah tangga, listrik, serta akses internet gratis,” ujar Evi.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Choa, warga setempat dari Suku Jambak, yang mengizinkan lahannya digunakan sebagai lokasi pembangunan huntara. Menurut Evi, dukungan masyarakat mempercepat proses penanganan pascabencana.
Wali Kota Padang Fadly Amran menyatakan pemerintah kota menyambut baik inisiatif tersebut. Ia menilai keberadaan huntara sangat membantu warga yang kehilangan tempat tinggal akibat bencana.
“Kami mengapresiasi dukungan semua pihak. Huntara ini sangat membantu warga Kota Padang yang terdampak,” kata Fadly.
Pembangunan Huntara Mandiri Kepalo Koto melibatkan berbagai unsur, antara lain Satbrimob Polda Sumbar, Batalyon 896, Batalyon 133, PMI Sumbar, PLN Sumbar, Semen Padang, Gekrafs Sumbar, SMKN 5 Padang, Tagana Sumbar, Karang Taruna Sumbar, AKLI Sumbar, MKI Sumbar, Badan Geologi, Pemuda Panca Marga, Masyarakat Energi Terbarukan, serta relawan Tagana dari Mentawai dan Kalimantan Selatan.
Peresmian turut dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah Kota Padang dan tokoh masyarakat setempat. Dengan mulai ditempatinya huntara tersebut, pemerintah berharap proses pemulihan kehidupan warga terdampak bencana dapat berjalan lebih cepat sambil menunggu pembangunan hunian tetap rampung.(yrp)









