
Padang, Scientia.id – Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas (FIB Unand) menggelar kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat bertajuk “Dari FIB Unand untuk Anak Nagari” di Posko Pengungsian Bayang Utara, Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat, Sabtu (20/12/2025). Kegiatan ini difokuskan pada pemulihan psikososial anak-anak korban bencana galodo yang melanda wilayah tersebut.
Melalui pendekatan literasi dan permainan edukatif, anak-anak diajak mengikuti berbagai aktivitas seperti mendongeng, bercerita, menggambar, hingga bermain bersama. Kegiatan ini bertujuan membantu anak-anak mengekspresikan perasaan, mengurangi trauma, serta menumbuhkan kembali semangat dan harapan di tengah kondisi pascabencana.
Kegiatan tersebut merupakan hasil kolaborasi antara Tim Pengabdian FIB Unand, mahasiswa, relawan lokal, serta unsur TNI. Sinergi ini menciptakan suasana hangat dan aman bagi anak-anak untuk kembali tersenyum dan berinteraksi secara positif.
Dekan Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas, Prof. Dr. Ike Revita, S.S., M.Hum., menegaskan bahwa kehadiran kampus di tengah masyarakat terdampak bencana merupakan bagian dari komitmen FIB Unand dalam membumikan ilmu dan nilai-nilai budaya.
“Bencana boleh saja merusak rumah dan fasilitas, tetapi jangan sampai memudarkan harapan anak-anak kita. Melalui kegiatan literasi dan mendongeng, kami ingin menghadirkan pelukan hangat kemanusiaan dari kampus untuk anak-anak nagari. Ini adalah bagian dari peran FIB Unand dalam menghadirkan ilmu dan budaya yang berdaya menyembuhkan,” ujarnya.
Selain memberi dampak langsung bagi anak-anak, kegiatan ini juga menjadi ruang pembelajaran nyata bagi mahasiswa. Mereka terlibat aktif mengajak anak-anak melakukan ice breaking, permainan yang melatih daya ingat, hingga mendengarkan dongeng inspiratif tentang Whuzz Whuzz, si karet merah, yang sarat pesan ketangguhan dan keberanian.

Manajer Bidang Akademik dan Kemahasiswaan FIB Unand, Dr. Ria Febrina, menambahkan bahwa kegiatan ini mencerminkan nilai kebudayaan Minangkabau yang inklusif dan berorientasi pada gotong royong.
“Interaksi lintas generasi dan kolaborasi multipihak ini menunjukkan bagaimana masyarakat saling membantu dan membangun kembali semangat bangkit dari bencana. Nilai kebersamaan inilah yang menjadi inti dari pengabdian kami,” jelasnya.
Antusiasme juga dirasakan langsung oleh anak-anak pengungsi. Elsa, salah seorang anak korban bencana, mengaku bahagia dengan kehadiran dosen dan mahasiswa FIB Unand yang membawa keceriaan di tengah masa sulit.
Baca Juga: Dosen Unand Pramono Raih Penghargaan Pelestarian Naskah Kuno Perpusnas RI
Dengan semangat kebersamaan, FIB Unand berharap kegiatan ini menjadi langkah awal keterlibatan kampus yang lebih luas dalam mendampingi masyarakat terdampak bencana, khususnya kelompok paling rentan.
“Semoga senyum mereka kembali merekah dan semangat belajar tetap menyala,” tutup Prof. Ike Revita. (*)









