Padang, Scientia – Deputi Bidang Koordinasi Masyarakat Desa, Daerah Tertinggal, dan Daerah Tertentu Kementerian Koordinator Pemberdayaan Masyarakat (Kemenko PM), Abdul Haris, menegaskan pentingnya peran perguruan tinggi dalam mendukung pelaksanaan program Sekolah Rakyat.
Hal tersebut disampaikan Abdul Haris saat melakukan monitoring di Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 4 Padang yang berlokasi di kompleks Universitas Negeri Padang (UNP), Sumatera Barat, Selasa (16/12).
Menurut Abdul Haris, keberhasilan Sekolah Rakyat tidak dapat dilepaskan dari kolaborasi lintas pihak, termasuk keterlibatan aktif perguruan tinggi sebagai mitra strategis pemerintah.
“Sekolah Rakyat membutuhkan kolaborasi lintas pihak, dan perguruan tinggi dapat menjadi mitra penting dalam memastikan program ini berjalan optimal,” ujarnya.
Ia menjelaskan, perguruan tinggi memiliki peran besar dalam penyediaan fasilitas pendukung, seperti ruang belajar, asrama, hingga sarana penunjang lain yang dibutuhkan dalam penyelenggaraan Sekolah Rakyat.
Dalam kesempatan itu, Abdul Haris mengapresiasi Universitas Negeri Padang yang menjadi salah satu dari tiga perguruan tinggi di Indonesia yang telah menyediakan fasilitas kampus untuk program Sekolah Rakyat.
“Praktik baik yang telah dilakukan oleh UNP dapat menjadi contoh bagi perguruan tinggi lainnya di Indonesia dalam mendukung program prioritas pemerintah, salah satunya program Sekolah Rakyat,” kata Abdul Haris.
Selain dukungan fasilitas, Abdul Haris juga menekankan pentingnya arah kurikulum Sekolah Rakyat. Ia berharap pembelajaran difokuskan pada peningkatan keterampilan vokasi dan penguasaan bahasa asing agar lulusan memiliki daya saing di dunia kerja.
“Fokus kurikulum harus mengarah pada keterampilan vokasi dan bahasa asing, sehingga lulusan Sekolah Rakyat dapat terserap di pasar tenaga kerja, termasuk pasar tenaga kerja global,” tegasnya.
SRMA 4 Padang sendiri berada di lingkungan kampus UNP dan saat ini menampung 43 siswa yang berasal dari keluarga tidak mampu. Sekolah tersebut dikelola oleh 18 tenaga pendidik, dibantu dua wali asuh dan dua wali asrama.
Program Sekolah Rakyat diharapkan menjadi solusi pemerataan akses pendidikan sekaligus peningkatan kualitas sumber daya manusia, khususnya bagi masyarakat kurang mampu di berbagai daerah.(*)









