Sabtu, 18/4/26 | 20:54 WIB
  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami
Scientia Indonesia
  • BERITA
    • TERAS
    • EKONOMI
    • HUKUM
    • POLITIK
    • DAERAH
    • EDUKASI
    • DESTINASI
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
  • BERITA
    • TERAS
    • EKONOMI
    • HUKUM
    • POLITIK
    • DAERAH
    • EDUKASI
    • DESTINASI
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
Scientia Indonesia
No Result
View All Result
  • BERITA
  • LITERASI
  • RENYAH
  • TIPS
Home TIPS

Bahaya Keseringan Menggigit Kuku, Sebabkan Infeksi Hingga Gangguan Pencernaan

Minggu, 10/8/25 | 12:18 WIB

Jakarta, Scientia.id – Menggigit kuku, atau yang dalam istilah medis dikenal sebagai onikofagia, memengaruhi sekitar 30 persen populasi dunia. Kebiasaan ini umumnya dimulai sejak masa kanak-kanak dan sering kali dipicu oleh stres, kecemasan, atau rasa bosan.

Meski kerap dianggap sepele, kebiasaan menggigit kuku dapat menimbulkan dampak kesehatan yang signifikan jika dibiarkan. Tidak hanya merusak penampilan kuku, tindakan ini juga berpotensi memicu berbagai masalah medis.

Mengutip Times of India, terdapat sejumlah risiko kesehatan yang dapat timbul dari kebiasaan menggigit kuku, antara lain:

BACAJUGA

Waspada, Membiarkan Gigi Berlubang Tanpa Penanganan Bisa Memicu Komplikasi Medis yang Serius

Waspada, Membiarkan Gigi Berlubang Tanpa Penanganan Bisa Memicu Komplikasi Medis yang Serius

Selasa, 07/4/26 | 14:30 WIB
Waspada Bahaya Tersembunyi, Ahli Ingatkan Pentingnya Kuras Dispenser Secara Rutin

Waspada Bahaya Tersembunyi, Ahli Ingatkan Pentingnya Kuras Dispenser Secara Rutin

Selasa, 07/4/26 | 14:10 WIB

Kerusakan Kuku dan Kulit
Kebiasaan ini dapat merusak kutikula dan dasar kuku, sehingga kuku menjadi kering, bentuknya tidak normal, dan rentan terinfeksi jamur atau bakteri seperti paronikia.

Masalah pada Gigi
Menggigit kuku berulang-ulang bisa mengikis enamel gigi, memicu resesi gusi, nyeri rahang, hingga gangguan sendi temporomandibular (TMJ) disorder.

Risiko Infeksi
Kuman dari jari dapat berpindah ke mulut, meningkatkan risiko pilek, sakit perut, hingga flu. Dalam kasus jarang namun serius, infeksi dapat berkembang menjadi sepsis—reaksi tubuh yang berlebihan terhadap infeksi dan berpotensi memicu kerusakan jaringan, kegagalan organ, bahkan kematian. Luka kecil di sekitar kuku akibat gigitan menjadi pintu masuk bakteri yang kemudian menyebar melalui aliran darah.

Gangguan Pencernaan
Potongan kuku yang tidak sengaja tertelan dapat menyebabkan masalah pencernaan ringan, atau dalam kasus tertentu, penyumbatan usus.

Dampak Emosional dan Psikologis
Menggigit kuku tergolong body-focused repetitive behavior (BFRB). Penderitanya kerap mengalami penurunan kualitas hidup, rasa malu, hingga stigma sosial.

Tips Menghentikan Kebiasaan Menggigit Kuku

Beberapa langkah yang dapat membantu menghentikan kebiasaan ini antara lain:

  • Mengenali pemicu seperti stres, kecemasan, atau rasa bosan
  • Merapikan dan merawat kuku agar selalu pendek dan sehat
  • Menyibukkan tangan dan mulut, misalnya dengan fidget toy atau permen karet
  • Menghentikan kebiasaan secara bertahap, misalnya mulai dari satu jari terlebih dahulu
  • Mengikuti terapi perilaku kognitif (Cognitive Behavioral Therapy) bagi kasus yang sudah kronis

Baca Juga: Menjaga Kesehatan di Musim Penghujan agar Tubuh Tetap Fit

Dengan kesadaran dan langkah pencegahan yang tepat, kebiasaan menggigit kuku dapat diatasi sehingga risiko kesehatan yang menyertainya bisa dihindari. (*)

Tags: KesehatanTips Kesehatan
ShareTweetShareSend
Berita Sebelum

Kemenag Umumkan 153 Penerima Beasiswa Zakat Indonesia 2025

Berita Sesudah

Berbagai Macam Jenis Tempat Makan dan Minum

Berita Terkait

Waspada, Membiarkan Gigi Berlubang Tanpa Penanganan Bisa Memicu Komplikasi Medis yang Serius

Waspada, Membiarkan Gigi Berlubang Tanpa Penanganan Bisa Memicu Komplikasi Medis yang Serius

Selasa, 07/4/26 | 14:30 WIB

Padang, Scientia.id - Kesehatan gigi seringkali dianggap sepele oleh sebagian masyarakat, terutama ketika lubang kecil yang muncul belum menimbulkan rasa...

Waspada Bahaya Tersembunyi, Ahli Ingatkan Pentingnya Kuras Dispenser Secara Rutin

Waspada Bahaya Tersembunyi, Ahli Ingatkan Pentingnya Kuras Dispenser Secara Rutin

Selasa, 07/4/26 | 14:10 WIB

Padang, Scientia.id – Banyak masyarakat yang beranggapan bahwa air minum dalam kemasan galon sudah pasti terjamin kebersihannya. Namun, sering kali...

Kehilangan Ijazah Bukan Akhir Segalanya, Ini Prosedur Resmi Dapatkan SKPI yang Sah di Mata Hukum.

Kehilangan Ijazah Bukan Akhir Segalanya, Ini Prosedur Resmi Dapatkan SKPI yang Sah di Mata Hukum.

Selasa, 07/4/26 | 08:49 WIB

Masyarakat yang kehilangan dokumen penting seperti ijazah akibat musibah, kelalaian, atau bencana alam kini tidak perlu merasa panik Pemerintah telah...

Jalan Kaki Teratur Bisa Turunkan Kolesterol, Ini Penjelasan Ahli

Kekuatan Otot Jadi Indikator Umur Panjang, Ini Temuan Studi Terbaru

Kamis, 02/4/26 | 10:37 WIB

Jakarta, Scientia.id - Sebuah penelitian yang dipublikasikan di JAMA Network Open mengungkap bahwa kekuatan otot dapat menjadi indikator sederhana untuk...

AI Tidak Akan Mencuri Pekerjaan Anda, Tapi Rekan Kerja yang “Pintar” Menggunakannya Akan Melakukannya

AI Tidak Akan Mencuri Pekerjaan Anda, Tapi Rekan Kerja yang “Pintar” Menggunakannya Akan Melakukannya

Senin, 16/3/26 | 04:02 WIB

Kalau Anda masih ngerjain tugas kantor pakai cara tahun lalu, bersiaplah ketinggalan kereta. Ini rahasia agar posisi Anda aman permanen...

“Yes-Man” Bukan Jaminan Promosi: Pakar Sebut Seni Menolak Pekerjaan Adalah Kunci Produktivitas

“Yes-Man” Bukan Jaminan Promosi: Pakar Sebut Seni Menolak Pekerjaan Adalah Kunci Produktivitas

Senin, 16/3/26 | 03:27 WIB

Karyawan paling berharga bukan mereka yang ngerjain semuanya, tapi mereka yang tahu kapan harus bilang 'cukup'. Ini cara menetapkan boundaries...

Berita Sesudah
Perbedaan Kata “kepada”, “untuk”, dan “bagi”

Berbagai Macam Jenis Tempat Makan dan Minum

POPULER

  • Afrina Hanum

    Sumbang 12 untuk Puti Bungsu Minangkabau

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kata Penghubung dan, serta, dan Tanda Baca Koma (,)

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perbedaan Bahasa Indonesia Formal dan Informal

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mengenal Konsep Metafungsi dalam Wacana

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Penggunaan Tanda Hubung (-) dan Tanda Pisah (—)

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Harimau vs Singa, Siapa yang Lebih Kuat? Ini Fakta Sains dan Kasus Nyatanya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pemikiran Halliday tentang Semiotika Sosial dalam Ilmu Bahasa

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Scientia Indonesia

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026

Navigate Site

  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

No Result
View All Result
  • BERITA
    • TERAS
    • EKONOMI
    • HUKUM
    • POLITIK
    • DAERAH
    • EDUKASI
    • DESTINASI
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026